Wednesday, April 9, 2014

PERISTIWA : DINAS PERKEBUNAN PROVINSI JATIM LAKUKAN REVITALISASI PERKEBUNAN DI KAWASAN TERDAMPAK ERUPSI GUNUNG KELUD


Ir Moch Samsul Arifin MMA

 KEPALA Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Ir Moch Samsul Arifin MMA,  melakukan langkah-langkah cepat dalam rangka revitalisasi akibat dari erupsi Gunung Kelud. Apa yang dilakukan pria kelahiran Tulungagung, 12 Agustus 1957, yang juga mempunyai hobi bernyanyi ini semata-mata supaya masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Kelud bisa beraktivitas kembali seperti biasanya yang dilakukan sehari-hari. Kepedulian Dinas Perkebunan Provinsi JawaTimur memang sangat diperlukan, maka sudah tepat apa yang dilakukan saat ini dengan tanpa harus menunggu waktu tapi langsung bergerak cepat mengatasi segala masalah yang dihadapi petani perkebunan di kawasan terdampak erupsi Gunung Kelud.
Ketika ditemui Sukariyanto dari FAKTA di ruang kerjanya, Pak Samsul (panggilan akrab Moch Samsul Arifin MMA) mengatakan bahwa area terdampak akibat erupsi Gunung Kelud meliputi wilayah Kabupaten Kediri yang terdiri dari Kecamatan Puncu, Kecamatan Ngancar, Kecamatan Ploso, Kecamatan Klaten, dan Kecamatan Wates. Sedangkan Kabupaten Blitar meliputi Kecamatan Nglegok, Kecamatan Penggok, dan Kecamatan Garung. Dan, Kabupaten Malang terdiri dari Kecamatan Kasembon, Kecamatan Pujon, dan Kecamatan Ngantang.
Berbagai daerah tersebut memiliki komoditi kopi, kakao, cengkeh, dan tebu. Sementara komoditi tebu seluas 4.292 hektar yang dikategorikan mengalami kerusakan ringan sekitar 5% - 10%. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya penurunan produksi. Sedangkan komoditi cengkeh yang terdampak ringan dan berat sekitar 582 hektar. Selanjutnya, komoditi kakao yang terdampak ringan, berat dan puso (mati), seluas 989 Hektar. Terus komoditi kopi yang mengalami kerusakan ringan, berat dan puso seluas 924 hektar.
Menurut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, komoditi yang puso terjadi di wilayah Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, dan Desa Laharpan, KecamatanPuncu, Kabupaten Kediri. Khusus di Desa Besowo yang komoditinya banyak puso adalah kopi. Sedangkan di Kecamatan Puncu, area yang terdampak komoditinya adalah kopi, kakao, cengkeh. Dikatakan oleh bapak dari tiga putra ini bahwa area terdampak yang puso di Desa Puncu, Kecamatan Puncu, seluas 103 hektar cengkeh, 54 hektar kakao dan 169 hektar kopi yang lokasinya dalam radius 5 km dari Gunung Kelud. Maka, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak, turun langsung bersama-sama Pusat Penelitian Kakao Jember bersama tenaga teknis dari P3GI.
Menghadapi musibah yang menimpa para petani perkebunan tersebut Pak Samsul segera berusaha mencari solusi, di antaranya terhadap tanaman tebu yang mengalami kerusakan ringan yang 3-4 bulan lagi akan ditebang. Dikategorikan rusak ringan karena penurunan produksinya sekitar 5%-10%. Solusinya, tahun ini diikutkan program rawat rutin yang biayanya berasal dari APBN 2014. Sedangkan untuk kopi, kakao, dan cengkeh yang rusak ringan dan berat, solusinya dilakukan upaya teknik antara lain;
1.    Membuat piringan pohon kembali (olah tanah).
2.    Pangkasan terhadap ujung-ujung tanaman yang kering (kopi dan kakao).
3.    Memberikan pupuk NPK organik pada tanaman.
Selanjutnya Pak Samsul yang punya  motto hidup,”Saya seperti air yang
mengalir yang tidak melawan arus, supaya diluruskan dari sisi ketergantungan nasib takdir semuannya itu dari Allah SWT’’, mengatakan bahwa terhadap tanaman yang puso (mati) solusinya antara lain mengolah atau membuka lahan kembali dengan cara menyingkirkan material erupsi yaitu kerikil dan mencampur tanah yang ada dengan pupuk organik, selanjutnya menanam pohon tanaman pelindung (gelrisidae) penaung kopi dan kakao supaya menghijau lebih dahulu, baru dilakukan tanaman pokok kopi dan kakao pada area yang dulu. Pada tahun 2015 baru akan ditanam kopi dan kakao. Intinya adalah pokok tanam-tanam.
Upaya tanggap darurat akibat erupsi Gunung Kelud yang dilakukan Dinas Perkebunan Provinsi JawaTimur antara lain mengkoordinasikan segala bentuk bantuan dari segala unsur, di antaranya bantuan 10.000 batang bibit kopi dan kakao. Dari pabrik pupuk yang memberikan bantuan pupuk yakni  PT Saraswati, PT PolowijoYosari, PT Gelora Amamanda dan PT Saprotan. Mereka memberikan pupuk NPK 20 ton dan pupuk organik 55 ton. Sedangkan apabila dalam pelaksanaannya nanti mengalami kekurangan maka akan diusulkan dalam anggaran perubahan  APBD Pemerintah Provinsi Jatim supaya semuanya bisa terpenuhi dan tidakada yang kurang.
Total kerugian akibat erupsi Gunung Kelud terhadap tanaman kopi, kakao, cengkeh senilai Rp 13 milyar. Sedangkan tebu yang mengalami kerugian mencapai 10% jumlahnya sekitar Rp 8 milyar. Sehingga total kerugiannya mencapai kurang lebih Rp 21 milyar.
Sampai berita ini dibuat pihak Dinas Perkebunan Provinsi Jatim terus-menerus memantau situasi perkebunan yang terdampak dan mengawal bantuan yang diberikan oleh para pihak kepada para petani perkebunan. Semoga upaya dan kerja keras jajaran Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Ir Moch Samsul Arifin MMA ini  bermanfaat dan dapat meringankan beban para petani perkebunan yang terdampak erupsi Gunung Kelud. (F.491)R.26
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Ir Moch Samsul Arifin MMA, saat meninjau langsung kawasan perkebunan yang terdampak erupsi Gunung Kelud

No comments:

Post a Comment