Saturday, September 12, 2015

ADVETORIAL BADUNG

Pemkab Badung Gandeng Bank BPD Bali

Kembali Gelontorkan Bantuan Bedah Rumah

"Kami harapkan BPD Bali bisa meyalurkan bantuan kredit
untuk penguatan modal bagi UKM, petani maupun usaha kecil menengah lainnya”
PEMERINTAH Kabupaten Badung gandeng Bank BPD Bali kembali gelontorkan bantuan dana untuk masyarakat kurang mampu di Badung. Salah satu bantuan itu melalui CSR BPD Bali direalisasikan dalam bentuk bantuan bedah rumah di Banjar Raketan, Desa Taman, Senin (1/6). Penyerahan bantuan ini ditandai dengan peletakan batu pertama bedah rumah keluarga I Ketut Arjana, warga Banjar Raketan, Taman, yang dilakukan langsung Bupati Badung, A A Gde Agung, bersama Dirut Bank BPD Bali, I Made Suja. Selain itu Ketua K3S Badung, Ibu Ratna Gde Agung, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Badung, Ibu Kompyang Swandika, menyerahkan bantuan sembako, kursi roda dan alat bantu dengar. Pada kesempatan tersebut juga hadir perwakilan dari Hotel Ayana atas nama Yayasan Mitra Pelita Bangsa yang telah memberikan bantuan bedah rumah di dua desa, yakni Desa Punggul dan Desa Bon.
Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank BPD Bali yang telah menyerahkan bantuan sosial bagi masyarakat Badung yang kurang mampu termasuk untuk DKP Badung. Menurut Bupati, sudah sepatutnya bank milik masyarakat Bali dan Badung ini menyalurkan CSR-nya ke masyarakat. Hal ini ditegaskan karena Pemkab Badung menjadi pemegang saham paling besar di Bank BPD Bali.
"Kami dari lubuk hati yang paling dalam memberikan apresiasi kepada BPD Bali. Ini membuktikan bahwa Bank BPD Bali bukan mencari keuntungan saja, namun keuntungan tersebut disisihkan kepada masyarakat yang membutuhkan," jelas bupati.
Selain bantuan dari CSR, bupati berharap BPD Bali dapat memberikan kredit modal bagi krama yang kurang mampu, agar bisa menjalankan usaha sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga. "Kami harapkan BPD bisa meyalurkan bantuan kredit untuk penguatan modal bagi UKM, petani maupun usaha kecil menengah lainnya," terangnya.
Di bagian lain, bupati menerangkan bahwa Bank BPD Bali juga nyumbang kepada Pemkab Badung, karena Badung mempunyai saham sebesar 43 persen atau sebesar Rp 540 M. Dari penyertaan modal sebesar itu Badung mendapat defiden Rp 282 M tahun lalu. Defiden tersebut telah masuk ke APBD Badung dan diarahkan untuk bantuan ke masyarakat. Selain itu bupati melihat dengan kegiatan CSR ini, Bank BPD Bali sudah menjalankan konsep Tri Hita Karana, mulai dari bantuan untuk melestarikan lingkungan, bedah rumah dan bantuan sosial lainnya.
"Sekali lagi kami menyampaikan apresiasi kepada BPD Bali, Ayana maupun K3S Badung. Sinergitas yang terbangun ini membuktikan Pemkab Badung tak henti-hentinya berupaya meningkatkan kesejahteraan krama Badung," katanya.
Di sisi lain Bupati mengharapkan kepada para Camat maupun Perbekel agar melakukan monitoring, evalusi dan pendampingan secara administratif terhadap bantuan tersebut agar betul-betul bermanfaat, tepat guna, efektif dan efesien.
Dirut Bank BPD Bali, I Made Suja, mengatakan, untuk tahun ini Bank BPD Bali menyerahkan dana CSR ke Kabupaten Badung mencapai Rp 723 juta lebih. Dana tersebut terbagi menjadi beberapa bantuan meliputi bantuan bedah rumah untuk 15 unit, masing-masing dibantu sebesar Rp 30 juta, bantuan berupa material bangunan untuk 3 KK korban bencana alam puting beliung masing-masing Rp 10 juta, bantuan pohon glodok tiang sebanyak 215 pohon senilai Rp 90,2 juta lebih, bantuan baju kaos untuk DKP Badung Rp 140,4 juta.
Selain itu Bank BPD Bali juga telah menyerahkan bantuan tempat sampah 4 unit untuk Kecamatan Kuta senilai Rp 13,2 juta yang diserahkan oleh BPD Cabang Badung beberapa waktu lalu. "Bantuan yang bersumber dari pendanaan anggaran CSR dan dana promosi BPD tahun ini meningkat dibandingkan bantuan tahun 2014 sebesar Rp 687 juta lebih," terangnya.
Ditambahkan bahwa kemajuan BPD Bali tak bisa dilepaskan dari peran Bupati dan Pemkab Badung yang terus mensupport permodalan demi kemajuan BPD. Penyerahan bantuan CSR ini juga satu rangkaian dengan HUT ke-53 BPD Bali pada 5 Juni. "Saat ini BPD Bali lebih banyak berpikir dan melihat alam lingkungan serta pencipta, yang diimplementasikan melalui kegiatan sosial kemasyarakatan seperti yang sudah dilakukan berupa penanaman 2.000 pohon jati di Bangli. Selain itu kerja sama polisi menilang pengendara sepeda motor yang melanggar dengan tidak menilang tapi memberikan helm. Mengajak masyarakat Kuta dan wisatawan melepas tukik di pantai Kuta. Dan kegiatan seperti bedah rumah serta bantuan puting beliung. Bantuan bagi masyarakat ini jangan dilihat dari jumlahnya namun rasa ikhlas kami. Selain itu bantuan ini karena Kabupaten Badung menjadi pemegang saham utama sangat konsern dengan BPD," jelasnya seraya meminta BPD Cabang Badung dan Mangupura untuk menggencarkan gebyar bantuan kredit untuk masyarakat miskin dan UMKM.
Pada kesempatan tersebut diserahkan bantuan CSR BPD secara simbolis kepada I Ketut Arjana (bedah rumah), bantuan puting beliung kepada I Made Simbrig Br. Teguan, Punggul, I Gst Ketut Merada Br. Kelodan, Punggul, dan I Gst Ngr Eka Riadi Br. Sayan Agung Bongkasa. Diserahkan pula baju kaos untuk 900 petugas DKP Badung dan tanaman glodok tiang. Sementara Ketua K3S Badung menyerahkan bantuan sembako kepada warga Desa Taman, yakni I Ketut Arjana Br. Raketan, I Made Supadiasa Br. Sukajati dan I Wayan Karma Br. Teba Jero. Juga diserahkan kursi roda kepada penyandang disabilitas I Gst Ketut Asta Gunada Br. Teba Jero serta bantuan alat bantu dengar kepada I Gst Ayu Nyoman Ratih Indra Dewi yang juga dari Teba Jero.
Hadir pada acara bedah rumah tersebut, Komisaris Bank BPD Bali, Wisnu Bawa Temaja, Direktur Bisnis Non Kredit, Ni Nyoman Suryaningsih, Divisi Sekretaris Perusahaan, I Made Wiwarta, Kepala BPD Cabang Mangupura, I Nyoman Sumanaya, dan Kepala BPD Cabang Badung, Putu Restiani Prima Setiawati. Dari Pemkab Badung hadir Kepala Badan KBKS, Putu Rianingsih, Kepala BPBD, I Nyoman Wijaya, Kadisosnaker, IB Oka Dirga, Kadis DKP, Putu Eka Merthawan, dari Bappeda Litbang, Camat Abiansemal, Putu Thomas Yuniarta, Perbekel Taman, Punggul, Bongkasa serta prajuru Desa Taman. (Ist) web majalah fakta / majalah fakta online

1 comment:

  1. ini kisah nyata saya . . . .

    perkenalkan nama saya zalinah aruf, saya berasal dari kota Bandung saya bekerja sebagai seorang karyawan di salah satu perusaan Yogyakarta.dimana saya sudah hampir kurang lebih tiga tahun lamanya saya bekerja di perusaan itu.

    Keinginan saya dan impian saya yang paling tinggi adalah ingin mempunyai usaha atau toko sendiri,namun jika hanya mengandalkan gaji yah mungkin butuh waktu yang sangat lama dimana belum biaya kontrakan dan utan yang menumpuk justru akan semakin sulit dan semakin lama impian itu tidak akan terwujud

    saya coba" buka internet dan saya lihat postingan orang yg sukses di bantu oleh seorang kyai dari sana saya coba menghubungi beliau, awalnya saya sms terus saya di suruh telpon balik disitulah awal kesuksesan saya.jika anda ingin mendapat jalan yang mudah untuk SOLUSI MUDAH, CEPAT LUNASI UTANG ANDA, DAN MASALAH EKONOMI YG LAIN, TANPA PERLU RITUAL, PUASA DLL. lewat sebuah bantuan penarikan dana ghoib oleh seorang kyai pimpinan pondok pesantren shohibul Qur’an. dan akhirnya saya pun mencoba menghubungi beliyau dengan maksut yang sama untuk impian saya dan membayar hutang hutang saya.puji syukur kepada tuhan yang maha esa melalui bantuan beliau.kini sy buka usaha distro di bandung.
    Sekali lagi Saya mau mengucapkan banyak terimah kasih kepada K.h. Muh. Safrijal atas bantuannya untuk mencapai impian saya sekarang ini. Untuk penjelsan lebis jelasnya silahkan >>>>>>>>KLIK SOLUSI TEPAT DISINI<<<<<<<<<
    Anda tak perlu ragu atau tertipu dan dikejar hutang lagi, Kini saya berbagi pengalaman sudah saya rasakan dan buktikan. Semoga bermanfaat. Amin..

    ReplyDelete