Friday, May 9, 2014

ADVETORIAL : MENTERI PU DAN MENPAREKRAF TINJAU PANTAI PANDAWA BADUNG

UPAYA Pemkab Badung di bawah komando Bupati Anak Agung Gde Agung dalam pemberdayaan potensi sekaligus promosi aset pariwisata guna mendongkrak kesejahteraan masyarakatnya, patut ditiru. Apalagi jika dilihat hasil kiprahnya yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Program inovatif daerah contohnya, yang telah mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Wamen PAN RB) Republik Indonesia, Eko Prasojo. Pihak kementerian pun meminta Pemkab Badung menyampaikan laporan program inovasi daerahnya. Dan, menurut laporan, sejauh ini telah sebanyak 77 makalah inovasi daerah dari 33 kabupaten/kota se-Indonesia diterima pihak kementerian untuk nantinya diseleksi oleh pakar dari UGM, UI, Undip serta Profesor Jay Rosengard dari Universitas Harvard.
Contoh lainnya pada promosi destinasi pariwisata di Kota Berlin, Jerman, terkait keunikan budaya dan tradisi, hingga akomodasi pariwisata yang ada di Bali khususnya di Kabupaten Badung pun mendapat apresiasi pemerintah pusat melalui Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) RI.
Perhatian pemerintah pusat selanjutnya datang melalui rakor KSPN yang digelar di Gedung Wisma Sabha Kantor Gubernur Bali, pada Senin (21/4). Tim KSPN yang di dalamnya ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, dan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto, yang seusai rakor melakukan peninjauan langsung pada kawasan-kawasan baru pariwisata yang diajukan kabupaten/kota, di antaranya Pantai Pandawa di Kuta Selatan, Kabupaten Badung, dalam program KSPN pemerintah pusat.
Bupati Gde Agung saat menyambut kunjungan tim KSPN memaparkan bahwa Pantai Pandawa pada awalnya merupakan kawasan pantai yang tidak menarik. Kondisi itu lantaran pantai hanya dijadikan sebagai tempat pengembangbiakan pertanian dan rumput laut. Namun dengan kearifan lokal antara investor yang mengembangkan pariwisata di kawasan Pantai Pandawa dengan masyarakat petani rumput laut, kata Bupati Agung, aktivitas pariwisata akhirnya dapat berjalan bahkan bersinergi dengan budidaya rumput laut.
“Kawasan Pantai Pandawa ini mempunyai ikon berupa patung Pandawa yang terletak ditebing di seputaran pantai. Ini sepenuhnya kreativitas dari sumber daya manusia masyarakat Kutuh, mulai dari memotong tebing hingga membuat patung Pandawa,” ujar Gde Agung di hadapan Menteri PU dan Menparekraf beserta tim KSPN di Pantai Pandawa.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, dan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto, sangat kagum melihat pemandangan yang disuguhkan Pantai Pandawa. Menparekaf, Mari Pangestu, bahkan berharap supaya kawasan wisata baru tersebut dapat dikelola dan dikembangkan dengan baik. “Kawasan ini akan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan KSPN. Sekaligus jadi salah satu inisiatif dalam KSPN yang riil di mana ada rencana yang jelas dan bisa diukur dampaknya pada masyarakat,” ungkap Mari Pangestu.
Lebih lanjut dikatakan, pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di tahun 2014 ini akan fokus pada DED Kawasan Pantai Pandawa. Sehingga perencanaan kawasan pantai dapat lebih terencana, ada kepastian kegunaan kawasan, dan tidak akan tumpang-tindih dalam peruntukan kawasan.

Sementara Menteri PU, Djoko Kirmanto, menegaskan, pihaknya akan berupaya membantu infrastruktur fisik, terutama akses jalan. “PU akan siap bersinergi mewujudkan program KSPN. Salah satunya melakukan pembangunan infrastruktur fisik,” tegasnya. (F.915) majalahfaktaonline.blogspot.com
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Mari Elka Pangestu (tengah), dan Menteri Pekerjaan Umum RI, Djoko Kirmanto, didampingi Bupati Badung, A A Gde Agung, saat meninjau obyek wisata Pantai Pandawa di Desa Kutuh, 
Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Senin (21/4)

No comments:

Post a Comment