Saturday, May 17, 2014

DRESTA BALI : KADIV HUMAS MABES POLRI : KAMPANYE LIBATKAN ANAK BAWAH UMUR ITU PELANGGARAN

KAMPANYE pemilu merupakan aktivitas massa dalam menyuarakan dukungan terhadap partai dan calon pilihannya. Tak dipungkiri, konflik dan kerawanan sosial kadang terjadi. Namun terkadang kondisi itu diabaikan bahkan terkesan tidak dipedulikan masyarakat, padahal mengancam keselamatan dan keamanannya. Mereka malah sengaja berkampanye dengan melibatkan anak di bawah umur untuk lebih menarik simpati massa. Padahal itu melanggar aturan.
“Pelanggaran pemilu seperti itu masih terjadi pada kampanye calon legislative kemarin. Diharapkan kondisi itu tidak terulang pada masa kampanye Pilpres pada 15 Juni hingga 5 Juli mendatang,” ujar Kabiro Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, pada dialog Focus Group Discussion (FGD) bersama pemimpin umum, pimred, awak media serta para petinggi parpol dalam rangka Operasi Mantap Brata, pada Kamis (17/4) di Gedung Rupatama Mapolda Bali.
Dalam gelar dialog FGD dengan pembicara Ketua KPUD Provinsi Bali, Ketua Bawaslu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) itu, Boy Rafli merilis beberapa kasus yang terjadi sepanjang kampanye hingga pencoblosan pemilu calon legislatif 9 April lalu. Dikatakan terdapat sebanyak 70 kasus tindak pidana pemilu yang diserahkan Bawaslu kepada tim Polri. Dari kasus sebanyak itu, dalam proses penyidikan sebanyak 64 kasus, 2 kasus di antaranya dari Bali, dan sebanyak 5 kasus telah P21.
Untuk pelanggaran lalulintas saat proses kampanye, tepatnya dari 16 Maret hingga 5 April lalu, Mabes Polri mencatat terdapat 5.736 kasus tilang. Secara umum itu dilakukan para pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm serta berboncengan melebihi kapasitas muat atau lebih dari dua orang. Kasus kecelakaan lalulintas tidak terlibat kampanye sebanyak 2.048 kasus, terlibat kampanye 3 kasus, dan jumlah korban meninggal dunia selama proses kampanye sebanyak 465 kasus, serta 2 kasus korban meninggal terkait langsung kampanye.
“Melihat kondisi itu, kita berharap kepada masyarat bahwa hal-hal terkait keselamatan berlalulintas agar selalu dikedepankan. Itu agar pelanggaran tidak terjadi, bahkan hingga menelan korban jiwa. Masyarakat diharapkan turut terlibat termasuk tim dari peserta pemilu untuk melakukan bimbingan dan penyuluhan,” jelasnya.
Sementara itu Kapolda Bali, Irjen Pol Drs Benny Mokalu SH, saat sambutan menyampaikan bahwa peran media sangat membantu polisi saat bekerja. Tidak ada media, kata Kapolda, masyarakat tidak tahu bahwa polisi sedang bekerja. “Bahkan kami pun menyadari haknya media. Salah satunya ketika media menulis tidak sesuai dengan temuan polisi, itu kami sadari. Itulah demokrasi,” jelas Kapolda Benny sembari berseloroh.
Di luar dan tidak terkait dengan gelar Focus Group Discussion (FGD) bersama pemimpin umum, pimred, awak media serta para petinggi parpol dalam rangka Operasi Mantap Brata di Gedung Rupatama Mapolda Bali itu, Direktorat Reskrimsus Polda Bali merilis telah berhasil membongkar jaringan nasional pengedar sekaligus pengganda DVD porno beromzet milyaran rupiah. Tersangkanya sebanyak 3 orang, 1 di antaranya adalah PK (27), pemilik produksi penggandaan DVD rumahan berlokasi di Perumahan Taman Asri, Sukawati, Gianyar, Bali. Dari tangan mereka, polisi mengamankan 225.880 DVD siap antar, puluhan unit komputer dan hard disk komputer berisikan ribuan file film porno siap copy, puluhan bendel nota jasa pengiriman milik salah satu perusahaan jasa titipan serta ribuan DVD kosong.
Menurut Dir Reskrimsus Polda Bali, Kombes Pol Suryanbodo Asmoro, pada Selasa (22/4) di Mapolda Bali, usaha para tersangka itu telah berlangsung sekitar 1,5 tahun. Hingga kini konsumen mereka telah sekitar 1.500 orang di seluruh Indonesia. Dan, dari usaha ilegalnya itu, pelaku meraup keuntungan Rp 90 juta hingga Rp 150 juta per bulan.
Modusnya, tersangka PK melalui 4 situs porno yang dikelolanya yakni http://perawan.in, http://situscinta.com, http://dvd.-perawan.com dan http://dvdperawan.com mempromosikan DVD hasil poduksinya. Melalui situs tersebut konsumen melakukan pemesanan, selanjutnya HG (21) dan AR (22) melakukan pengiriman DVD pesanan konsumen itu melalui jasa titipan barang atau kargo. (F.915) majalah fakta online
Brigjen Pol Boy Rafli Amar (kiri) dan Irjen Pol Drs Benny Mokalu SH 
pada dialog Focus Group Discussion (FGD) di Mapolda Bali, Kamis (17/4)


No comments:

Post a Comment