Tuesday, July 15, 2014

INFO JATIM : 52 KALI TERIMA PASIEN KEMBAR SIAM

RUMAH Sakit Dr Soetomo Surabaya kembali menerima pasien bayi kembar siam. Kali ini RSU Dr Soetomo menerima pasien dempet dada dan perut jenis kelamin perempuan berusia 16 bulan asal Banyuwangi, Jatim. Namanya, Nurul Anindiya Vina Maulida dan Rahma Anindita Vani Maulida. Mereka dirawat setelah 52 kali rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jatim ini menerima pasien bayi kembar siam.
“Kami akan memberikan pelayanan ekstra dan fokus pada proses pemisahan bayi kembar siam tersebut karena ya mereka kan juga menginginkan hidup normal seperti kita semua,” ujar Dr Dodo Andono.
Seperti diketahui bahwa tahun 2009 lalu Direktur RSU Dr Soetomo, Dodo Andono, sempat menggendong pasien kembar siam pasca pemisahan Rochman dan Rochim. "Kami telah sukses memisahkan mereka. Ini kembar siam langka di dunia," ucap Dodo.
Anismoyo, ayah Rochman dan Rochim, sangat berterima kasih pada Dr Dodo Andono, Direktur RSU Dr Soetomo, bersama tim dokter yang menangani putranya dengan baik. Dengan diserahkannya kedua bayi kembar siam itu kepada keluarga, selanjutnya fisioterapi terus dilakukan di RSUD Jombang. Saat itu juga tampak Wakil Bupati Jombang hadir dalam penyerahan bayi kembar siam tersebut.
Rochman-Rochim merupakan salah satu kembar siam langka yang dilahirkan pada 4 September 2009. Mereka adalah anak keempat dan kelima dari keluarga buruh tani. Selain hanya memiliki satu penis, mereka tak punya anus. Sebelum dioperasi pada 9 September, tim dokter memastikan bahwa kelamin tunggal adalah milik Rochim. Kedua bayi tersebut sukses dipisahkan 9 April lalu. Pemisahan mereka memakan waktu 17 jam.
"Rochman masih harus dipasang selang kateter untuk pipis. Stoma permanen dipasang pada usia 7 tahun kelak," terang Tim Dokter Bayi Kembar Siam RSU Dr Soetomo, dr Agus Harianto SpA.
Sementara itu operasi kateterisasi jantung terhadap bayi kembar siam dempet dada dan perut jenis kelamin perempuan berusia 16 bulan asal Banyuwangi di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSU Dr Soetomo Surabaya, pada Rabu lalu berhasil. dr Agus Harianto, Ketua Tim Dokter, mengatakan, operasi kateterisasi jantung bayi kembar siam asal Banyuwangi yang dimulai dari pukul 08.30 hingga 10.00 WIB itu berjalan lancar.
Di sela-sela operasi, Direktur RSU Dr Soetomo, Dr Dodo Andono, berharap operasi tersebut berjalan sukses tanpa ada kendala dan efek yang nantinya bisa berakibat pada proses pemisahan bayi kembar siam itu. 
"Alhamdulillah berjalan lancar. Bayi kembar siam itu saat ini dalam kondisi stabil," katanya. Menurut dia, kondisi bayi kembar siam itu sempat dikhawatirkan oleh tim dokter karena bila operasi kateterisasi jantung gagal, maka secepatnya harus dilakukan operasi pemisahan darurat. Ia mengatakan, operasi memasukkan selang kateter dari dua pembuluh darah pada paha kedua bayi mulai dari pembuluh darah vena dan pembuluh darah arteri hingga menuju serambi dan bilik jantung kedua bayi itu berjalan lancar.
"Dari hasil diagnostik tim dokter melalui operasi kateterisasi ini sama halnya hasil diagnosis tim dokter sebelumnya, yakni adanya penyempitan aorta jantung pembuluh darah yang tidak beraturan pada jantung serta lobang pada pembuluh darah di jantung," katanya.
Dari hasil kateterisasi jantung ini, lanjut dia, tim dokter memastikan bahwa bayi kembar siam itu bisa dioperasi untuk dipisahkan. Namun, kapan waktu operasi pemisahannya, lanjut dia, tim dokter menyatakan sesegera mungkin dilakukan sambil menunggu kondisi kedua bayi pulih pasca operasi kateterisasi jantung ini.
Pasca operasi kateterisasi jantung, bayi kembar siam itu ditempatkan di ruang perawatan ICU Gedung Bedah Pusat Terpadu untuk menjalani observasi masa pemulihan. Untuk rencana operasi pemisahan, kata dia, dalam waktu dekat tim dokter bayi kembar siam akan melakukan rapat pleno.
Ayah bayi kembar siam, Yudha Winarno, mengaku sangat senang dengan keberhasilan tim dokter melakukan operasi kateterisasi jantung terhadap kedua putrinya tersebut. "Saya bersyukur operasi ini berjalan lancar," katanya. 
Dr Dodo Andono menambahkan, kedua bayi yang lahir pada 29 Januari 2013 ini sudah satu tahun dirawat di RSU Dr Soetomo. Kini bayi kembar siam itu sudah berusia 16 bulan dan memiliki bobot 16 kilogram. (F.809) majalah fakta online
Dr Dodo Andono, Direktur RSU Dr Soetomo Surabaya

No comments:

Post a Comment