Tuesday, August 12, 2014

ADVETORIAL

PEMKAB TANBU JAMIN KETERSEDIAAN DAGING LAYAK KONSUMSI
PEMERINTAH Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) menjamin ketersediaan daging segar yang aman, sehat, dan utuh serta halal untuk dikonsumsi bagi masyarakat.
Penyediaan daging segar dilakukan melalui pembangunan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di kawasan Jalan Bina Bersama, Desa Gunung Besar, Kecamatan Simpang Empat, sebagai salah satu sentral produksi daging segar yang aman untuk dikonsumsi sebelum dipasarkan.
"Adanya RPH ini untuk lebih mempermudah masyarakat mendapatkan daging segar berkualitas. Ini juga merupakan upaya Pemerintah Daerah dalam menghindari maraknya penjualan daging kedaluarsa alias busuk di pasaran selama Ramadhan," kata Bupati Tanbu, Mardani H Maming, menyusul diresmikannya RPH tersebut beberapa waktu lalu.
Bupati Tanbu, Mardani H Maming (kanan), dalam suatu kegiatan
Mardani pun menyambut baik atas dibangunnya RPH tersebut. Melalui RPH itu diharapkan mampu menambah kepercayaan masyarakat terhadap proses pemotongan hewan yang dilakukan oleh tenaga ahli secara aman dan halal sebelum dikonsumsi.
Permintaan jumlah daging, jelas bupati, kemungkinan besar terus meningkat seiring bertambahnya usaha kuliner yang ada di daerah khususnya selama Ramadhan. Fenomena ini dianggap perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah agar kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga keamanannya.
"Dengan adanya RPH akan lebih mempermudah para peternak memotong hewan sebelum dipasarkan. Sehingga masyarakat dan pedagang tidak perlu repot untuk mendapatkan daging segar dan halal untuk dikonsumsi," katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Tanbu, Abdul Karim, pada saat meresmikan RPH itu Kamis (26/6) juga menegaskan, tujuan dibangunnya RPH tersebut adalah untuk menjamin ketersediaan pangan lokal khususnya daging di masyarakat yang layak konsumsi.
RPH itu dibangun di atas lahan seluas 70 meter x 30 meter atau sekitar 2.100 m2 dari hasil hibah masyakat atas nama H Murani beserta keluarganya.
Biaya pembangunan RPH itu bersumber dari APBD 2013 sebesar Rp
814.555.000. RPH yang dibangun memiliki kapasitas pemotongan hewan sebanyak 50 ekor per hari.
Fungsi RPH sendiri, katanya, akan lebih ditekankan untuk proses pemotongan hewan secara benar sesuai dengan syariat agama.
Lebih daripada itu, keberadaan RPH juga untuk tetap menjaga kebersihan daging hewan sebelum dipasarkan dan mencegah kemungkinan menularnya penyakit hewan pada manusia. "Dari segi kesehatan, proses pemotongan hewan sebenarnya berpotensi terjadinya penularan penyakit zoonotik seperti jenis flu unggas, antrax, dan penyakit kulit lainnya yang membahayakan manusia. Penyakit ini bisa menyebar pada lingkungan di sekitarnya,” tegas Abdul Karim.
Namun demikian, tambahnya, dengan diresmikannya hasil pembangunan RPH pada tahap pertama ini setidaknya akan mampu mengakomodir pemotongan hewan ternak para petani di wilayah Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin secara aman dan higienis.
Tahap kedua pembangunan RPH akan kembali dilanjutkan dengan membuat pagar keliling, kandang penampungan, unit pengolahan limbah padat dan cair, pembuatan pos jaga, mushola, kamar mandi, dan WC umum.
Terkait akses jalan menuju lokasi RPH, Abdul Karim pun mengaku sudah mengusulkan kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanbu supaya kondisinya dapat segera diperbaiki hingga proses pengaspalan.
Dengan adanya infrastruktur jalan yang memadai, ke depannya diharapkan keberadaan RPH dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor peternakan.
"Namun saat ini kami masih dalam proses pembuatan raperda terkait program retribusinya," jelas Abdul Karim. 
Sekedar untuk diketahui, berdasarkan data 2013, populasi ternak sapi di Kabupaten Tanbu mencapai 19.131 ekor dengan jumlah pemotongan sebanyak 4.230 ekor. Sementara lokasi RPH yang diresmikan saat ini juga masih diprioritaskan untuk melayani pemotongan hewan jenis sapi, kerbau, dan kambing sedangkan untuk pemotongan unggas belum bisa dilayani mengingat ketersediaan tempat yang belum memadai.
             "Namun kondisinya akan terus kami benahi. Tentunya pada tahap pembangunan yang kedua nanti," pungkas Abdul Karim. (Adv/relhum) web majalah fakta / majalah fakta online

No comments:

Post a Comment