Thursday, May 19, 2016

LINTAS ACEH

Pemekaran ALA - ABAS Bukan Untuk Kepentingan Elite

“Sekarang kita dari pemuda dan mahasiswa mencoba menjadi lokomotif
untuk mendorong percepatan terjadinya pemekaran Provinsi ALA-ABAS”
KETUA Panitia Duek Pakat Pemuda dan Mahasiswa Aceh Barat Selatan, Zulfaqar Isa, mengatakan bahwa pemekaran Provinsi Aceh Lauser Antara dan Aceh Barat Selatan (ALA-ABAS) wajib diwujudkan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, pemekaran ini lahir dari buah pikir masyarakat tengah dan barat selatan Aceh dalam memperjuangkan kesejahteraan bukan karena kepentingan para elite.
“Andai saja Gubernur Aceh dan Ketua DPRA bahkan seluruh Kepala SKPA berasal dari ALA-ABAS, sungguh pemekaran ini harus tetap dilakukan. Karena ini sebuah keniscayaan dan kewajiban pemerintah pusat, mengingat pemekaran ini sebagai kebutuhan dan aspirasai masyarakat tengah dan barat selatan Aceh,” jelasnya sekaligus menanggapi pernyataan DPP Pusat Kajian Advokasi Rakyat (PAKAR) yang menilai isu pemekaran ALA-ABAS sengaja dimunculkan menjelang Pilkada 2017 untuk kepentingan elite-elite tertentu. Dalam penyataannya, PAKAR juga menyesalkan sikap beberapa anggota legislatif yang mendukung rencana pemekaran ALA-ABAS tersebut.
“Saya secara pribadi juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman DPP PAKAR yang telah ikut mensosialiasikan pemekaran ALA-ABAS. Kita menganggap statemen PAKAR sebagai motivasi supaya kita terus bekerja secara maksimal. Karena itu saya mengimbau seluruh masyarakat untuk bersatu-padu mendorong agar cepatnya lahir provinsi baru ini,” ujar Zulfaqar Isa.
Menurutnya, pernyataan PAKAR telah menodai gerakan suci pemuda dan mahasiswa tengah dan barat selatan Aceh dalam memperjuangkan Provinsi ALA-ABAS. Sebab, gerakan tersebut sudah dibangun sejak tahun 2003 oleh tokoh-tokoh masyarakat dari dua wilayah tersebut. Tapi gerakan tersebut sempat terhenti karena keluarnya moratorium pemerintah terhadap pemekaran.
Menurut Cut Agam, Ketua KP3 ALA-ABAS, pemekaran itu dilakukan justru untuk memperkokoh NKRI. Mengembangkan potensi daerah. Memperpendek rentang kendali. Demi keamanan, alasan kultural budaya dan alasan historis kalau ditinjau dari ketahaanan nasional.
Tujuan Pemekaran Daerah :
1. Meningkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat
2. Memperkokoh Basis Ekonomi Rakyat
3. Mengatur Perimbangan Keuangan Daerah dan Pusat
4. Membuka Peluang dan Lapangan Pekerjaan
5. Memberikan Peluang Daerah Mendapatkan Investor Secara Langsung.
Manfaat Pemekaran : Adanya perkembangan yang mengarah kepada perbaikan dan pendekatan pelayanan publik kepada masyarakat, yang pada akhirnya mensejahterakan penduduk di wilayah yang baru dimekarkan.
Dampak positifnya, yaitu bagi wilayah yang selama ini tidak tersentuh pembangunan padahal daerahnya terkenal kaya dengan kondisi alam yang memadai untuk dijadikan suatu obyek baik berupa pariwisata dan budaya sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitarnya dan terjadi pembangunan serta kemajuan di sektor ekonomi. Dampak negatifnya, yaitu seringkali suatu daerah memaksakan diri untuk dijadikan wilayah pemekaran padahal kondisi alamnya tidak memungkinkan untuk dikembangkan sehingga bisa menimbulkan problem baru yang akhirnya daerah itu sendiri akan telantar.
Masih menurut Cut Agam, pada dasarnya pemekaran bukan untuk kepentingan elit dan pengurus. “Apalagi dengan usia saya yang sudah renta ini, tidak mungkin. Tapi kami berjuang untuk anak cucu dan generasi penerus untuk membawa provinsi yang baru nantinya ke arah yang lebih baik untuk kesejahteraan rakyat”.
“Sekarang kita dari pemuda dan mahasiswa mencoba menjadi lokomotif untuk mendorong percepatan terjadinya pemekaran Provinsi ALA-ABAS. Tapi jika ada teman-teman dari LSM atau lembaga lainnya yang memiliki pandangan berbeda, kami sangat terbuka untuk berdiskusi dan kita siap untuk mengadu argumentasi kenapa ALA-ABAS ini perlu diwujudkan,” ungkap Zulfaqar.

Bahkan, ia menyebutkan bahwa pihaknya akan menggelar Duek Pakat Pemuda dan Mahasiswa se-Barat Selatan di Meulaboh pada 7 Februari 2016. Tujuannya, untuk mempersatukan pendapat dan mendorong percepatan terjadinya pemekaran. “Karena Insya Allah tanpa dilakukan ini, pemekaran ini akan tetap terjadi. Makanya saya tegaskan ini benar-benar gerakan suci yang lahir dari buah pikir pemuda dan mahasiswa barat selatan Aceh,” pungkasnya. (F.984) web majalah fakta / majalah fakta online

No comments:

Post a Comment