Tuesday, September 9, 2014

UNTAIAN PERISTIWA : SEGUDANG PRESTASI WARNAI PERINGATAN HUT KE-68 KABUPATEN SUKOHARJO

Dari kiri : Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo berpakaian adat Jawa
BERBEDA dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya, peringatan hari kelahiran Kota Makmur Sukoharjo dilakukan dengan berbagai acara. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sukoharjo ke-68 tahun, yang jatuh pada hari Selasa, 15 Juli 2014, dilakukan sangat sederhana. Tidak ada panggung hiburan dan pawai keliling Kota Kabupaten, seperti yang dilakukan setiap tahun. Untuk peringatan tahun 2014 dirayakan sangat sederhana karena bertepatan dengan Bulan Puasa Ramadhan. Tapi yang istimewa, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) wajib memakai pakaian Jawa lengkap.
Menurut Bupati Sukoharjo, H Wardoyo Wijaya SH MH, peringatan HUT ke-68 tahun dirayakan sangat sederhana tapi khidmad. Hal itu dilakukan, karena peringatan HUT ke-68 tahun 2014 bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan. Untuk itu, peringatannya dilakukan dengan sangat sederhana.
“Kita menghormati umat Islam yang sedang menunaikan ibadah puasa. Sehingga umat muslim yang menjalankan ibadah tidak terganggu. Kalau ada panggung hiburan, dikhawatirkan mengurangi kekhusukan beribadah,” paparnya.
Bupati lewat Kabag Pemerintahan, R M Suseno, didampingi Kabag Humas, Djoko EN, menambahkan, meski sederhana peringatan HUT tidak mengurangi makna dan artinya. Bahkan, peringatan HUT tahun 2014 sangat istimewa, karena seluruh PNS diwajibkan memakai pakaian Jawa lengkap. Pada tanggal 15 Juli seluruh PNS, memakai seragam beskap lengkap.
Pada peringatan HUT ke-68 tahun, banyak prestasi yang berhasil disabet kabupaten berpenduduk 942.523 jiwa itu. Banyak prestasi dan penghargaan baik tingkat regional maupun nasional yang berhasil diraih. Di antaranya, juara pertama nasional pemerintah daerah penyelenggara bangunan gedung kategori kabupaten dan juara III nasional penataan ruang serta cipta karya. Kemudian juara pertama nasional lomba kelompok ternak sapi,  juara satu nasional lomba Hasil Tanaman Obat Keluarga (Toga) tingkat nasional dan juara I Provinsi Puskesmas terbaik. Untuk penghargaan Satya Lencana Kraya Bhakti Praja Nugraha diterima dari Presiden RI dan Anubhawa Sasasan dari Menteri Hukum dan HAM.
Meski berhasil menorehkan sejumlah prestasi dan penghargaan, ternyata masih mempunyai banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Tercatat ada tiga PR yang memerlukan penanganan serius yaitu mangkraknya proyek pembangunan pasar Ir Soekarno Sukoharjo, masih banyak penduduk miskin dan belum sempurnanya pembangunan insfrastruktur.
Seperti diketahui, pada HUT ke-66 tahun lalu, masyarakat mendapatlkan kado istimewa pembangunan dua pasar tradisional dengan dana sekitar Rp 60 miliar, dari bantuan APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Untuk pasar Sukoharjo Kota yang diberi nama pasar Ir Soekarno, telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Wardoyo Wijaya, namun sampai saat ini mangkrak. Hal itu terjadi karena pelaksana proyek PT Ampuh tidak melakukan pembangunan sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB). Buntutnya, pasar yang direncanakan selesai awal 2013 sampai sekarang mangkrak.
Sementara itu, pasar Bekonang yang  menempati areal tanah sekitar 9.000 m2, telah selesai dan diresmikan. Pasar yang menempati tanah strategis itu, dianggarkan sekitar Rp 29 miliar. Dengan selesainya pembangunan pasar Bekonang, mampu meningkatan perekonomian masyarakat. Menyusul pembangunan pasar tradisonal Nguter dan Tawangsari.
Berdasarkan data terakhir, jumlah penduduk kabupaten terkecil nomor dua di Jawa Tengah setelah Kudus ini, pada usianya ke-67 jumlah penduduknya sebanyak 942.523 jiwa. Dari jumlah penduduk itu, 342.231 jiwa atau 36,31% merupakan penduduk miskin. Dari jumlah itu 84.823 jiwa masuk kategori sangat miskin, penduduk miskin status II 87.483 jiwa, status III, 71.919 jiwa dan status IV sebanyak 98.006 jiwa.
Melihat kondisi yang demikian itu, Wardoyo Wijaya melakukan manuver dan cara untuk mewujudkan janjinya. Setelah selesai menata pendidikan gratis, dilanjutkan penataan hidup warganya dengan memberi bantaun Kube, modal simpan pinjam bantuan setiap RT. Bahkan, untuk pemukiman layak huni juga dilakukan lewat program bedah rumah atau pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH).
Selain itu, memasuki usianya yang ke-68 tahun, kabupaten seluas 46,66 km2 ini masih menjadi salah satu penyangga pangan di Jateng bahkan nasional. Meski telah melakukan fungsi dan tugasnya sesuai norma dan aturan, bahkan terjadi lonjakan keberhasilan, tapi masih juga banyak kerikil-kerikil tajam menghadang. Bagaimana beratnya mewujudkan perubahan sampai menyentuh ke seluruh masyarakat ? “Untuk mewujudkan semua itu, kerikil-kerikil tajam yang menghadang harus disingkirkan,” papar Bupati Wardoyo Wijaya.
Paling utama dalam peringatan hari jadinya tahun 2014 ini adalah semangat untuk memajukan Sukoharjo di sejumlah sektor. Yang terpenting adalah komitmen untuk lebih memakmurkan masyarakat Sukoharjo, memajukan seluruh potensi daerah Sukoharjo dan membuat nama Sukoharjo harum di berbagai bidang. Kunci keberhasilan adalah kebersamaan, kerja sama dan peran serta berbagai pihak. Selamat ulang tahun ke-68 Kabupaten Sukoharjo. (Tim) web majalah fakta / majalah fakta online

No comments:

Post a Comment