Friday, December 2, 2016

ADVETORIAL KABUPATEN MOJOKERTO

Kabupaten Mojokerto Terima  Adipura Buana

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Mustain, mewakili Bupati Mustofa Kamal Pasa (MKP), saat menerima Piala Adipura Buana dari Wakil Presiden Republik Indonesia, H Jusuf Kalla, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 di Lapangan Istana Siak, Sri Indrapura, Riau, Jumat (22 Juli 2016).
KABUPATEN Mojokerto sukses meraih penghargaan Adipura Buana dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang diterima oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Mustain, mewakili Bupati Mustofa Kamal Pasa (MKP), langsung dari Wakil Presiden Republik Indonesia, H Jusuf Kalla, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 di Lapangan Istana Siak, Sri Indrapura, Riau, Jumat (22 Juli 2016).
            “Pemerintah Kabupaten Mojokerto menerima Adipura Buana Kota Mojosari Tahun 2016. Kita masuk dalam kategori kota kecil dengan jumlah penduduk 20.000 sampai dengan 100.000 jiwa. Adipura Buana menggabungkan unsur sosial dengan lingkungan untuk membentuk kota yang layak huni (liveable city) tercermin dari masyarakat yang peduli lingkungan, dan kita mampu memenuhi kriteria tersebut. Lingkungan dan sosial berjalan imbang, itu esensinya,” terang Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Mojokerto, Zainul Arifin.
            Meski berhalangan hadir secara langsung, Bupati MKP mengucapkan rasa syukur dan apresiasi penuh kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto yang sangat partisipatif dan kooperatif dalam mensukseskan Adipura 2016.
            “Alhamdulillah kita bisa meraih Adipura Buana Kota Mojosari Tahun 2016. Adipura Buana yang kita dapatkan ini merupakan bentuk apresiasi atas usaha menggabungkan semangat sosial dan lingkungan. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sangat partisipatif dan kooperatif, juga kepada seluruh tim pembina cluster-cluster penilaian Adipura yang sudah bekerja keras. Tantangan menanti kita, ayo kita bersama-sama konsisten menyeimbangkan lingkungan dan sosial untuk prestasi lebih gemilang lagi ke depan,” tutur bupati.
            Dalam pidato resmi acara penerimaan Adipura, Jusuf Kalla memaparkan bahwa program yang berhubungan dengan lingkungan hidup harus mampu tercipta di setiap daerah. Khususnya dalam pembentukan kawasan-kawasan hijau dan liveable (layak huni).
            “Ke depan segala bentuk program lingkungan hidup kiranya mampu melahirkan sebuah kawasan-kawasan yang hijau dan liveable. Sehingga masyarakat bisa menikmati dampak dari program-program tersebut,” paparnya.
            Di tahun 2016 terdapat perubahan kategori Adipura. Tidak ada lagi Adipura Kencana, namun menggunakan kategori baru, yakni Adipura Buana, Kirana, Karya, Bhakti, dan Paripurna. Penilaiannya pun menggunakan titik berat yang lebih kompleks. Pelaksanaan program Adipura di Kabupaten Mojokerto dipimpin langsung oleh Bupati MKP, dengan melibatkan seluruh SKPD di Kabupaten Mojokerto yang tergabung dalam Tim Pembina Adipura.
            Di bawah koordinator asisten bupati, seluruh tim telah melaksanakan pembinaan pada cluster-cluster yang akan dinilai. Pembinaan difokuskan pada kondisi lapangan yang belum memenuhi kriteria penilaian masing-masing cluster, untuk dilakukan tindakan yang perlu agar dapat meningkatkan perolehan nilai. Seleksi dan penilaian Adipura sudah dilaksanakan sejak awal tahun 2016. Penilaian terbagi dalam beberapa tahap mulai dari berkas dokumen, verifikasi lapangan, sampai tahap wawancara.
            Untuk diketahui, Adipura Kirana diberikan kepada 36 kabupaten/kota, sedangkan Adipura Buana diberikan kepada 57 kabupaten/kota, termasuk di dalamnya Kabupaten Mojokerto.
            Penghargaan Adipura selain menyasar pada tata kelola persampahan, juga mengambil dari keadaan perwajahan kawasan kota atau kabupaten. Lebih esensial adalah kepedulian dan atensi kepala daerah dalam mengsinergikan lingkungan dan sosial dalam satu paket utuh.
            Secara lengkap, program Adipura merupakan program yang bertujuan untuk mendorong kepemimpinan pemerintah kabupaten/kota dan membangun partisipasi aktif masyarakat. Selain itu ada peran dunia usaha untuk ikut serta dalam mewujudkan kota-kota yang berkelanjutan secara ekologis, sosial, maupun ekonomi melalui penerapan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik. (anang /hms) web majalah fakta / majalah fakta online / mdsnacks

No comments:

Post a Comment