Friday, September 9, 2016

ANEKA BERITA

Konflik RI-China Di Natuna Cuma Ulah Petugas Di Lapangan

Menko Maritim, Rizal Ramli
MENTERI Koordinator Maritim, Rizal Ramli, meyakini peristiwa penghadangan kapal patroli Indonesia oleh kapal patroli China di perairan Natuna, bukan manifestasi dari kebijakan pemimpin atau pemerintah China. Insiden itu, menurut Rizal Ramli, tidak lebih dari ulah jajaran teknis Angkatan Laut China saat bertugas di lapangan.
“Saya yakin ini bukan kebijakan strategis di level pejabat tinggi Tiongkok,” ujar Rizal di rumahnya, Jakarta, Sabtu (26/3).
Menurut Rizal, Presiden China, Xi Jinping, memiliki kalkulasi terkait hubungan antara China dan Indonesia. “Karena bisa membahayakan persahabatan Indonesia dan Tiongkok,” ungkapnya.
Apalagi, China tidak ingin ada kesan di dunia internasional sebagai negara yang dimaknai memiliki tindakan agresif di Laut Cina Selatan. Meski peristiwa seperti ini bukan yang pertama kali terjadi.
Argumentasi China soal penangkapan ikan di wilayah perikanan tradisional China, menurut Rizal, sulit dijadikan pembenaran. Apalagi, merujuk pada Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) yang tidak mengenal istilah wilayah perikanan tradisional. China dan Indonesia adalah penandatangan konvensi tersebut.

Menurut Rizal Ramli, ke depan, Indonesia dan China perlu membuat kesepakatan mengenai code of conduct yang mengatur batas tindakan kedua negara. Hal ini untuk mengantisipasi peristiwa yang bisa terulang di wilayah maritim. “Supaya tidak ada masalah serius di kemudian hari,” ujarnya. (Ist) web majalah fakta / majalah fakta online

No comments:

Post a Comment