Friday, October 7, 2016

ADVERTORIAL SURABAYA

Walikota Surabaya Sumringah SIB Optimal

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (Bu Risma).
WALIKOTA Surabaya, Tri Rismaharini, terlihat sumringah dengan optimalisasi fungsi Sentra Ikan Bulak (SIB). Menurutnya, SIB yang diresmikan pada akhir tahun 2012 silam memang dibuat untuk mengangkat derajat warga nelayan di kawasan Bulak dan juga warga Surabaya pada umumnya. Ia ingin mengangkat derajat nelayan di sini. Caranya dengan memberi tempat yang layak untuk berusaha (SIB) dan lalu mengundang orang untuk datang ke sini.
Menurut walikota perempuan pertama di Kota Surabaya ini, berjualan di Sentra Ikan Bulak yang bangunannya bagus dan juga bersih akan membuat pedagang di kawasan Bulak “lebih dipercaya” oleh calon pembeli. Secara tidak langsung, nilai pedagang dan jualannya juga akan naik di mata pembeli. Berbeda cerita ketika misalnya pedagang masih berjualan di pinggir jalan seperti dulu. “Jika para pedagang berjualan di jalan, orang yang naik mobil bagus tidak mau mampir. Kalau jualan di sini, semua orang bisa datang.
Ia menyampaikan selamat datang kepada pedagang yang baru datang di SIB.
Terkait lomba olahan ikan dan olahan produk pertanian serta promosi budaya pangan lokal yang digelar Dinas Pertanian Kota Surabaya dan juga Kantor Ketahanan Pangan Kota Surabaya, walikota menyebut sebagai sebuah inovasi.
Menurutnya, mengacu pada prediksi, pada tahun 2030-an mendatang, bahan pangan yang biasa kita konsumsi, akan mulai langka. Walikota mengajak untuk bersama mencoba meningkatkan diversifikasi pangan dengan membiasakan mencoba pangan yang selama ini belum dicoba. Karenanya, lomba ini merupakan inovasi baru untuk meningkatkan diversifikasi pangan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya meramaikan dan meningkatkan daya tarik SIB. Salah satunya adalah dengan menggelar lomba olahan ikan, produk pertanian dan promosi pangan lokal yang digelar pada Rabu (4/5). Lomba ini diikuti oleh 31 kecamatan se-Surabaya.
Justamadji, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Surabaya, mengungkapkan bahwa lomba yang bekerja sama dengan Kantor Ketahanan Pangan tersebut bertujuan untuk menggali keunggulan bahan lokal yang ada di Surabaya. Untuk olahan ikan, bahan yang digunakan adalah ikan patin. Untuk olahan pertanian, bahan dasar yang digunakan adalah jagung. Sedangkan untuk kudapan, peserta dibebaskan untuk memilih bahan lokal yang ada di masing-masing wilayah.
Terkait dengan optimaslisiasi SIB, Justamadji menuturkan bahwa hingga awal Mei 2016 sudah ada 158 pedagang yang menempati stan-stan di bangunan megah yang berlokasi di pesisir Pantai Utara Kenjeran  ini. Menurutnya, memang masih ada sekitar 40 stan yang kosong. Daftar tunggunya sekitar 65 pedagang. Untuk ikan asap ada 10 orang dan 55 pedagang untuk stan kerupuk dam olahan ikan laut.
Sementara itu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengancam para pedagang dan nelayan yang sudah terdaftar di Sentra Ikan Bulak (SIB) untuk segera masuk dan berjualan secara rutin di SIB. Kalau tidak segera masuk, tempatnya akan diisi oleh pedagang ikan dari pasar ikan Jl Pabean.
"Karena pedagang ikan di Pabean sudah mengirim surat dan meminta tempat dagangan yang baru. Yaitu di SIB ini, karena di Pabean sudah penuh," kata Bu Risma di sela-sela acara Bulak Fest 2016 di SIB.
Selain permintaan dari pedagang ikan di Jl Pabean, dengan masuknya pedagang dan nelayan di SIB yang sudah tercatat, bisa meramaikan SIB. Selama ini SIB dikeluhkan sepi pedagang maupun pembeli. Sehingga banyak pedagang yang meninggalkan lapaknya. Termasuk pedagang ikan bakar yang memilih berjualan di depan kampung Kejawan.
"SIB ini kan untuk warga Bulak. Tujuannya agar bisa meningkatkan pendapatan dan taraf hidupnya. Jadi cepatlah masuk, biar rame dan tidak dipakai oleh pedagang luar Bulak dulu," lanjut Bu Risma.
Apalagi selain SIB, sebentar lagi pihaknya juga membangun taman dengan ikon patung Suro Boyo baru di depan SIB. Juga jembatan baru Kenjeran. Seperti diketahui, Pembangunan Taman Bulak diserta patung suro dan boyo yang terletak di Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, sebagai daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara. Taman yang akan dibangun di depan Sentra Ikan Bulak (SIB) ini memiliki luas seribu meter persegi.
Bu Risma menginginkan dibangun patung Suro dan Boyo paling besar yang menghadap ke laut di taman tersebut. Konsepnya mirip dengan patung Merlion di Singapura. Namun patung Suro dan Boyo ini lebih besar dari yang sudah ada di Surabaya, sehingga dia disebut mbahe patung suro dan boyo.
Taman penunjang kawasan wisata kampung nelayan dan wisata Kenjeran ini akan dilengkapi dengan arena bermain anak anak. Keberadaan taman ini diharapkan makin meramaikan SIB yang tidak hanya menjual hasil tangkapan ikan segar saja. Tapi juga kuliner aneka makanan serta hasil kerajinan kerang laut.
"Yang pasti kami yakin dengan adanya taman Bulak ini warga yang datang ke sini akan tambah banyak. Warga Bulak juga akan senang dengan keberadaan taman ini," kata Camat Bulak, Suprayitno.
Bu Risma ingin mengubah wajah pojok Surabaya itu menjadi kinclong dan bersaing dengan kecamatan lainnya. Taman yang terletak di depan Sentra Ikan Bulak ini diharapkan juga menjadi salah satu destinasi wisata anyar. Apalagi lokasinya tidak jauh dari jembatan Kenjeran baru dan air mancur bergoyang.
Bu Risma ingin mengintegrasikan kawasan wisata tersebut menjadi satu kesatuan yang mampu mendorong perputaran ekonomi di Kecamatan Bulak. (F.809) web majalah fakta / majalah fakta online

No comments:

Post a Comment