Saturday, December 12, 2015

LINTAS BATAM

Disduk Capil Kota Batam Sudah Optimalkan Pelayanan


DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kota Batam sepertinya sudah dapat memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat setelah proses pendataan KTP Elektronik terhambat beberapa waktu lamanya dikarenakan proses lelang dari kemendagri.
Kini pelayanan di Disduk Capil Kota Batam sudah dapat mengcover warga Kota Batam yang belum memiliki identitas. Kepala Disduk Capil Kota Batam, Mardanis AMP, mengatakan bahwa Disduk Capil Kota Batam akan selalu memberikan pelayanan prima dan akan tetap menjalankan SOP yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Batam maupun Kemendagri.
1.000 lebih KTP Elektronik setiap hari dapat diselesaikan oleh Disduk Capil Kota Batam. Hari demi hari Disduk Capil Kota Batam nampak makin membaik dalam pembenahan bagian fisik kantor dan sistem kerjanya. Semoga makin meningkat dan meningkat lagi pelayanannya kepada masyarakat. (F.947) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA MUBA

Kades Keluang Bentayan Diduga Terbitkan Surat Di Hutan Lindung

Saat Tim LSM & Ormas Bersatu Sumsel Kabupaten Muba memadamkan titik api di batas wilayah administrasi Kabupaten Muba dan Banyuasin
UPAYA pemerintah untuk menertibkan tapal batas belum sepenuhnya berjalan. Begitu juga batas-batas desa, kecamatan, bahkan batas kabupaten. Sehingga  sering kali memicu perseteruaan antardesa, antarkecamatan, bahkan antarkabupaten.
Seperti Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan Kabupaten Banyuasin. Meski Banyuasin adalah adik dari Muba namun di lapangan juga masih ada yang memanfaatkan. Bahkan tidak sedikit administrasi Muba dicaplok oleh Banyuasin. Seperti yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Keluang Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, berinisial B. Kejadiannya diduga sudah berlangsung lama. Bahkan disebut-sebut semakin menggila. Lebih gila lagi diduga surat yang diterbitkan itu di atas hutan kawasan.
Berdasarkan hasil pantauan FAKTA di lapangan, berawal dari pengembangan desa oleh oknum kades dengan mendatangkan orang dari luar Kabupaten Banyuasin dan menduduki lahan dengan dalil  untuk dijadikan kelompok tani. Padahal wilayah itu jelas bukan wilayah Banyuasin, melainkan wilayah Muba. Tak tanggung-tanggung kepala desa mengeluarkan administrasi desa dengan biaya yang cukup tinggi per persilnya (2 hektar) berkisar Rp 2 sampai Rp 3 juta.
Selain itu juga pihak Desa Keluang Bentayan pun mendirikan bangunan seperti sarana ibadah, sekolah, bahkan dijadikannya sebuah dusun yang dipimpin oleh seorang kadus. Padahal hasil cek dari peta batas itu masuk wilayah Muba antara Desa Suka Damai dengan Desa Karang Agung, bukan Banyausin. Hal ini juga dibuktikan pada saat tim pemekaran desa beberapa tahun lalu, termasuk Camat Tungkal Jaya, Sugeng, dari Pertanahan Muba, Kehutanan Muba, Tata Pemerintahan Muba serta staf tapal batas Muba, setelah dicek melalui JPS benar kalau lahan itu masuk wilayah Muba.    
Seperti yang dijelaskan Tim Investigasi Aliansi LSM & Ormas Bersatu Sumsel Kabupaten Muba, Sujarnik, beberapa waktu lalu,“Kita tetap berpegang teguh seperti yang ditetapkan dan penjelasan atas Undang-Undang Republik Indonesia No.6 Tahun 2002 Tentang Pembentukan Kabupaten Banyuasin Di Provinsi Sumatera Selatan dengan batas wilayah jelas dan sesuai dengan lampiran peta Kabupaten Banyuasin serta peta RTRW Kabupaten Banyausin yang sudah diperdakan”.
Lebih lanjut Sujarnik mengatakan, piahknya akan melakukan langkah-langkah hukum terhadap penyimpangan yang diduga dilakukan oleh oknum Kades Keluang Bentayan karena sudah jauh mencaplok wilayah administrasi Kabupaten Muba. Karena hasil pentauan di lapangan, kepala desa itu memungut uang untuk setiap penerbitan surat (SPH). “Saya yakin ini jelas didukung oleh Pemkab Banyuasin. Bahkan kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA Provinsi Sumsel karena tim kita menemukan kalau kepala desa itu sudah menerbitkan surat atas lahan yang mereka jarah dan itu di atas lahan kawasan hutan lindung,” jelas Jarnik.
Sementara Kades Keluang Bentayan sampai berita ini diterbitkan, tidak bisa dihubungi FAKTA. Bahkan pihak Kecamatan Tungkal Ilir pun ketika dihubungi FAKTA melalui pesan singkat, juga tidak menjawab. (F.972) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA JAYAPURA

Sampai Agustus 2015, Jasa Raharja Jayapura Bayar Santunan Rp 8,6 M Lebih

Eko Setyanto SE MKom, Kepala Cabang Jasa Raharja Jayapura
EKO Setyanto SE MKom sebelumnya menjabat Kepala Jasa Raharja di Kalbar tahun 2013 – 2015. Dan mulai awal Juni lalu ia sebagai Kepala Cabang Jasa Raharja Jayapura. Istri dan anak nomor 3 yang masih sekolah di SMP pun ikut dengan Eko ke Jayapura.
Menurut Eko Setyanto kepada Edi Sasmita dari Majalah FAKTA Online bahwa sampai bulan Agustus 2015 uang santunan yang sudah dibayarkan sebesar Rp 8,6 milyar lebih, belum termasuk untuk para korban kecelakaan TRIGANA AIR.
“Karena untuk korban kecelakaan pesawat udara secara administrasi bebannya kantor pusat. Dari 54 korban yang sudah terbayar 52 korban, 2 korban lagi masih ada masalah administrasi. Untuk yang satu korban kita tunggu kesepakatan keluarganya dan satu korban lainnya tidak ada ahli warisnya,” aku Eko sambil menambahkan bahwa rotapnya jelas, kalau tidak ada ahli warisnya yang sah hanya dapat santunan Rp 2 juta untuk biaya penguburan.
Sampai bulan Agustus 2015, uang santuan yang dibayarkan di luar korban Trigana Air mencapai Rp 8,6 milyar lebih, yang paling tinggi pada korban kecelakaan roda dua. “Tahun 2014 kita bayarkan Rp 14 milyar berarti rata-rata Rp 1 milyar per bulan”.
Pembayaran santunan Jasa Raharja dilakukan di mana ahli waris berdomisili maka cabang terdekat yang membayarkan. (F.867) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA NAGAN RAYA

Warga Demo Tuntut Penuntasan Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan 
Oleh Sejumlah Perusahaan Perkebunan

Saat berlangsung aksi demo warga Nagan Raya
PULUHAN warga pemilik tanah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, melancarkan aksi unjuk rasa di dua lokasi terpisah, Selasa (22/9), sejak pukul 12.30 WIB. Aksi demo berlangsung di Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat di Kompleks Perkantoran Suka Makmur.
Aksi demo ini dilakukan warga guna menuntut dua lembaga tersebut supaya segera menuntaskan kasus dugaan penyerobotan lahan yang diduga telah dilakukan oleh sejumlah perusahaan perkebunan terkait pemberian izin Hak Guna Usaha (HGU) oleh pemerintah setempat, sehingga dinilai telah merugikan masyarakat di wilayah ini.
Penyelusuran Andri S dari FAKTA, sebelum melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRK Nagan Raya, massa sebelumnya melancarkan aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) setempat di Komplek Perkantoran Suka Makmur yang mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat, termasuk personel antihuru-hara. (F.984) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA MEULABOH

ACEH BARAT SEGERA BERLAKUKAN KAWASAN TANPA ROKOK

Sidang paripurna rancangan qanun tentang kawasan tanpa rokok
di gedung DPRK Aceh Barat dan Bupati Aceh Barat, H T Alaidinsyah,
sedang memberi arahan tentang Qanun KTR
SENIN, 21 September 2015, secara resmi diajukan rancangan qanun (raqan) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lokasi-lokasi yang telah ditetapkan. Bupati Aceh Barat menyerahkan draf rancangan qanun tersebut kepada Pimpinan DPRK yang digelar dalam sidang paripurna di gedung DPRK setempat.
Bersamaan raqan KTR tersebut juga diajukan 4 raqan lainnya meliputi rencana detil tata ruang dan peraturan zonasi kawasan perkotaan Meulaboh tahun 2015-2034, raqan tentang pengelolaan usaha perkebunan di Kabupaten Aceh Barat, raqan tentang penyertaan modal Pemkab Aceh Barat kepada PDAM Tirta Meulaboh dan raqan tentang penyertaan modal Pemkab Aceh Barat kepada Perusahaan Daerah Pakat Beusaree.
Bupati Aceh Barat, H T Alaidinsyah, mengharapkan kerja sama seluruh stakeholder termasuk unsur legislatif sehingga melahirkan qanun-qanun daerah yang berkualitas. "Oleh karena itu kami mengharapkan kerja sama dan produktivitas kita dalam melahirkan qanun-qanun daerah. Di samping perlunya pengawasan yang melekat terhadap pelaksanaan qanun-qanun tersebut," papar bupati.
Pembahasan rancangan qanun tersebut mulai dilakukan hari ini dengan menelaah dan mempelajari pasal-pasal yang terkandung di dalamnya yang dibahas bersama oleh DPRK dan SKPK terkait.
Untuk masa sidang 2014 sampai dengan 2015 Pemkab bersama DPRK Aceh Barat telah melahirkan sebanyak 16 qanun dari berbagai bidang dan sektor, di samping qanun tentang kebijakan pembangunan dan keuangan yang dijalankan selama kurun waktu 3 tahun ini. (F.984) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA CIANJUR

6 Bulan Gaji Karyawan PT MPM Belum Dibayar

GAJI karyawan perkebunan dan pabrik teh PT MPM Ciseureuh, Batulawang, Cipanas, Cianjur, Jabar, tidak ada harapan lagi alias menjadi pepesan kosong. Pimpinan juga tidak menyetorkan dana BPJS Ketenagakerjaan sejak dua tahun lalu. Demikian ungkap Ujang Rony yang sekarang sudah menjadi kuli kebun orang lain.
Perkebunan teh PT MPM ini sekarang sudah banyak disewakan oleh pimpinannya, Dadang Suryadi, melalui orang kepercayaannya, Trio Sedyo, bekas komandan security, juga ketua SP yang kini ditunjuk Dadang Suryadi menjadi HRD di perkebunan itu.
Perusahaan yang sudah tanpa hasil ini mulai menyewakan lahan produktifnya hingga ratusan hektar dengan dalih untuk membayar gaji karyawan. “Tapi toh saya belum juga dapat gaji,” aku Emus. “Saya bingung, uangnya buat apa ya ?” tambahnya dengan geram.
Para karyawan perusahaan ini memang sejak enam bulan yang lalu belum menerima gaji meskipun sudah melapor ke Kementerian atau Dinas Ketenagakerjaan setempat. Termasuk juga melalui pengacara LBH Patriot, kasusnya dibawa ke Polres Cianjur. Namun hingga kini karyawan PT MPM masih menunggu gajinya.
“Saya juga bingung mau lapor ke mana lagi ?” kata Ayat Hidayat, karyawan senior di PT MPM kepada FAKTA. (F.980) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA MALANG

BPN Kabupaten Malang Rayakan Hari Agraria Ke-55

Lomba jalan sehat dan pembagian door price bersama
Kepala BPN Kabupaten Malang, Bambang Sutjahjo SH
DALAM rangka menyambut Hari Agraria Ke-55 Kantor Badan Pertanahan (BPN) Kabupaten Malang, Jatim, menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti bakti sosial, donor darah dan lomba jalan sehat, Jumat (18/9).
Kepada Nanik Yurianti dari FAKTA, Kasub Bag Tata Usaha, Sukardi SH, menjelaskan, puncak acara peringatan Hari Agraria Ke-55 diadakan di Kantor Pusat Surabaya pada hari Minggu pagi, 27 September 2015.
Pada kesempatan yang lain, Bambang Sutjahjo SH, Kepala BPN Kabupaten Malang, mengatakan, tahun ini pihaknya sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik sesuai apa yang sudah diprogramkan oleh pemerintah, seperti penyerahan sertifikat program redistribusi.
Sesuai Instruksi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) No.2/ins/VII/2015 tentang percepatan pelaksanaan program strategis Kementerian ATR/BPN, maka Kepala Kantor Wilayah BPN Propinsi Jawa Timur melakukan 13 kegiatan program strategis mulai dari neraca PGT, peta pertanahan dan peta dasar, inventarisasi IP4T, legalisasi aset, redistribusi tanah, inventarisasi tanah terindikasi telantar, pengkajian sengketa, pengendalian pemanfaatan ruang, perencanaan tata ruang, penataan kawasan, inventarisasi dan identifikasi WP3WT.
Seperti diketahui, BPN Kabupaten Malang sudah melaksanakan instruksi menteri itu di mana proses sertifikasi redistribusi tersebut dimulai April 2015 dan sekarang semua prosesnya telah selesai dan sudah dibagikan kepada masyarakat penerima. Total target legalisasi aset program APBN tahun 2015 sejumlah 3.351 bidang, dengan rincian Dipa Kantah Kabupaten Malang di tahun ini sebanyak 2.732 bidang. Yaitu meliputi kegiatan sertifikasi Prona 2.000 bidang di 7 Desa dan 6 Kecamatan di Kabupaten Malang, MBR (Lintor/Menpera) 432 bidang yang tersebar di 5 Kecamatan dan 6 Desa, Nelayan (Lintor/Kementerian Perikanan dan Kelautan) 150 bidang di wilayah 2 Kecamatan dan 3 Desa, Pertanian (Lintor/Kementrian Pertanian) 100 bidang di Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, UKM (Lintor/Kementrian Koperasi dan UKM) 50 bidang di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari.
Bambang Sutjahjo SH juga menekankan bahwa program tersebut seluruh biayanya bersumber dari APBN dan warga masyarakat tidak dibebani pungutan apa pun. Namun, untuk pra sertifikat/pemberkasan pemohon seperti halnya biaya pematokan tanah, biaya ukur dan materai serta biaya di tingkat desa, dananya sementara ini bisa diambil dari swadaya masyarakat. (F.943) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA SURABAYA

Sebelum Letakkan Jabatan, Bu Risma Pesan Agar Pegawai Pemkot Jaga Integritas

“Biar bagaimanapun kami ini juga manusia yang tak luput dari kesalahan”
HARI terakhir menjabat Walikota Surabaya periode 2010-2015 dimanfaatkan Tri Rismaharini dengan menggelar apel pagi di Taman Surya, Senin (28/9). Bu Risma -sapaan Tri Rismaharini - berdampingan dengan Wakil Walikota Wisnu Sakti Buana menyampaikan amanat sekaligus statemen perpisahan kepada para pegawai pemkot.
Pada kesempatan itu, Bu Risma mengucapkan terima kasih atas kerja keras para pegawai selama dirinya menjabat. Menurut mantan kepala bappeko ini, berbagai prestasi dan penghargaan yang diperoleh Surabaya, baik dari dalam maupun luar negeri, tak mungkin digapai tanpa kerja keras para pegawai.
“Terima kasih atas dukungan rekan-rekan sekalian. Surabaya sekarang menjadi salah satu kota yang dipandang di kancah internasional. Tanpa bantuan rekan-rekan, tidak mungkin bisa seperti sekarang ini,” katanya.
Sebelum resmi meletakkan jabatan walikota, Bu Risma berpesan agar para pegawai pemkot tetap menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Menurut dia, kualitas pelayanan di Surabaya harus konsisten, tidak boleh berubah. Baik saat dirinya menjabat maupun tidak.
Dikatakan Bu Risma, Surabaya selalu masuk tiga besar kota berintegritas versi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama lima tahun berturut-turut. Hal ini merupakan salah satu indikasi bahwa selama ini prinsip integritas sudah diterapkan oleh pemerintah maupun masyarakat. “Karena penilaian KPK itu tidak hanya pemerintahnya, tapi mereka (KPK) juga menilai masyarakatnya. Integritas ini yang penting untuk dijaga,” terangnya.
Dia memahami bahwa melayani penduduk Surabaya yang jumlahnya tiga juta jiwa tentu bukan perkara mudah. “Saya tahu, rekan-rekan sudah bekerja yang terbaik. Selanjutnya harus bisa dipertahankan, bila perlu ditingkatkan demi masyarakat,” ujarnya.
Tak lupa, Bu Risma juga memohon maaf bila saat menjabat ada sesuatu hal yang kurang berkenan. “Biar bagaimanapun kami ini juga manusia yang tak luput dari kesalahan. Oleh karenanya kami mohon maaf jika ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak,” kata Bu Risma.
Pernyataan senada juga disampaikan Wisnu Sakti Buana. Menurut Wisnu, dalam menjalankan tugas, dirinya pasti pernah berbuat kesalahan. Untuk itu, dia meminta maaf serta berharap kinerja para pegawai terus ditingkatkan. “Terima kasih atas dukungannya dan mohon maaf bila saat menjalankan tugas ada kekurangan maupun kesalahan,” tuturnya.
Seusai apel, Bu Risma dan Wisnu menjabat tangan pegawai pemkot satu per satu. (Rilis) web majalah fakta / majalah fakta online

Friday, December 11, 2015

UNTAIAN PERISTIWA ACEH UTARA

WARGA KEUDE MATANG KULI QURBAN 3 SAPI, DI NIBONG BAROH QURBAN 2 SAPI

Tgk H Abdullah ketika menyembelih sapi qurban
SEBANYAK 21 warga Gampong Keude Matang Kuli berqurban Idul Adha 1436 H dengan menyembelih 3 ekor sapi yang kemudian dagingnya dibagikan kepada para anak yatim, fakir miskin serta kaum dhu’afa di Gampong Keude Matang Kuli dan sekitarnya. Penyembelihan hewan qurban itu berlangsung pada hari Kamis, 10 Dzulhijjah (24/9), di komplek Gedung Serba Guna Jalan Rel Kereta Api Gampong Keude Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara. Para peserta qurban dipeusijuek (ditepung tawar) oleh Tgk H Abdullah, Imam Gampong Keude Matang Kuli yang juga Panitia Masjid Al-Khalifah Ibrahim Kecamatan Matang Kuli.
Sedangkan di Gampong Nibong Baroh, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, 2 kelompok peserta qurban yang terdiri dari 14 warga menyembelih 2 sapi dan membagikan dagingnya kepada sekitar 180 orang yang berhak menerimanya yaitu anak-anak yatim, fakir mikin, serta kaum dhu’afa di Desa Gampong Nibong Baroh. Kegiatan qurban di Gampong Nibong Baroh ini dipimpin oleh Tajuddin, PNS RSU Cut Meutia Bukit Rata, dibantu Ibrahim Setiawan, Kadus Kuchik Meugat, Gampong Nibong Baroh, dan beberapa anggota panitia qurban setempat.
            Penyembelihan 2 sapi qurban itu dilakukan pada hari Jum’at (25/9), di depan Meunasah Gampong Nibong Baroh. Yang seekor disembelih oleh Tgk Mahdi, Imam Desa Gampong Nibong Baroh, dan seekor lainnya disembelih oleh Tgk A Thaleb Abdullah, mantan Geuchik Gampong Nibong Baroh. Di Nibong Baroh sudah 2 tahun ini berturut-turut menyelenggarakan acara qurban dengan sistem arisan (berjulo-julo). (F.434) web majalah fakta / majalah fakta online

UNTAIAN PERISTIWA ACEH UTARA

Saifullah Jadi Camat Tanah Pasir, Fuad Mukhtar Jadi Kasatpol PP

Saifullah SSos beserta isteri dan Fuad Mukhtar AK SSos MSM beserta isteri
SAIFULLAH SSos yang sebelumnya bertugas sebagai Camat Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, di Krueng Mane, belum lama ini dimutasi menjadi Camat Tanah Pasir menggantikan Fuad Mukhtar AK SSos MSM yang dimutasi menjadi Kepala Satpol PP Kabupaten Aceh Utara. Acara serah terima jabatan mereka dilakukan pada Kamis sore (17/9) di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Tanah Pasir.
Fuad Mukhtar AK SSos MSM yang pertama kali memberikan sambutan dengan didampingi isterinya, Ibu Habsiah AMKeb, mengemukakan bahwa dukungan para geuchik gampong untuk pelaksanaan tugasnya selama ini cukup besar. “Besarnya dukungan para geuchik gampong di Kecamatan Tanah Pasir  begitu terasa sehingga dapat mengantarkan saya ke jenjang eselon II,” kenang Fuad Mukhtar.
Lewat sambutannya pula, Saifullah SSos yang juga didampingi isterinya, Ibu Armawati SSos, memperkenalkan diri bahwa ia punya 2 orang anak, yang 1 kuliah dan 1 lainnya masih SMP. Ia sekeluarga bertempat tinggal di Lhokseumawe. “Kami pun sangat mengharapkan bantuan semua unsur terkait untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik. Selain itu kami selaku camat yang baru di Tanah Pasir mengharapkan agar seluruh mitra kerja dapat menyajikan data-data yang tepat serta otentik agar pelaksanaan kerja saya sebagai camat yang baru ini tepat sasaran seperti yang diharapkan,” sebut Saifullah.
Drs Anwar Adlin, Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Utara, menyampaikan sambutan Bupati Aceh Utara, bahwa di Kecamatan Tanah Pasir ada beberapa sektor kerajinan rakyat yaitu sektor pande besi berbagai jenis peralatan. Misalnya pembuatan rencong yang merupakan senjata tradisional Aceh, parang, pisau, cangkul tembilang dan lain sebagainya, yang perlu terus dikembangkan dan ditingkatkan keberadaannya.
Sektor pertanian sawah dan darat juga tersedia di Kecamatan Tanah Pasir. Begitu pula sektor perikanan yang masih menonjol di kecamatan ini. “Camat, Danramil dan Kapolsek merupakan partner kerja se-muspika yang selalu harus bekerja sama melaksanakan kegiatan pembangunan di kecamatan,” kata Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Utara.
Menurut Anwar Adlin, program Bupati Aceh Utara dalam beberapa pekan mendatang membuka majelis taklim yang besar di Kecamatan Tanah Pasir. Maka  Saifullah selaku Camat Tanah Pasir perlu membuat persiapan untuk itu bersama para ulama dan tokoh masyarakat.
Sebelumnya Saifullah SSos dan istri, Armawati SSos, serta Fuad Mukhtar AK SSos MSM dan istri, Habsiah AMKeb, ditepung-tawari oleh pengetua adat Tgk Amri. (F.434) web majalah fakta / majalah fakta online

UNTAIAN PERISTIWA NAGAN RAYA

Musyawarah Wilayah KMPA Nagan Raya 

Peran pemuda dan mahasiswa sangat menentukan guna melahirkan
para generasi penerus selanjutnya yang memiliki akhlak mulia
sesuai yang ditetapkan oleh Al Quran Nul Karim
PADA 19 September 2015 bertempat di Hotel Grand Nagan Raya Jl Raya Meulaboh -Medan telah dilaksanakan kegiatan Musyawarah Wilayah KMPA (Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh) Nagan Raya yang dihadiri oleh sekitar 70 orang dan dibuka oleh Bupati Nagan Raya yang diwakili oleh Ketua Bappeda, Teuku Raja Kembangan.
Hadir dalam acara tersebut di antaranya Bupati Nagan Raya yang diwakili oleh Ketua Bappeda, Ketua Komisi A DPR Aceh, Tengku Abdullah Saleh, Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, Syamsuardi, Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli, Anggota Banggar DPRK Nagan Raya, Cut Man, Sekjen KMPA Aceh, Razi Muhammad, Ketua KMPA Nagan Raya, Rahmat Bukhari, para mantan Combatan GAM Wilayah Kabupaten Nagan Raya, dan Ustadz Bukhari.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan beberapa sambutan di antaranya oleh
Ketua KMPA Nagan Raya, Rahmat Bukhari, yang menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh unsur pimpinan yang ada di Kabupaten Nagan Raya maupun Aceh Barat serta tingkat provinsi atas kesediaan dan perhatiannya bisa hadir dalam acara tersebut. “Semoga kegiatan ini dapat menjadikan KMPA khususnya di Nagan Raya menjadi lebih besar dan solid dalam mengemban kegiatan kepemudaan dan kemahasiswaan”.
Sedangkan Sekjen KMPA Provinsi Aceh, Razi Muhammad, mengatakan dalam sambutannya bahwa dengan dilaksanakannya kegiatan Musyawarah Wilayah KMPA Nagan Raya ini tentunya akan berdampak pada arah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang akan dilakukan ke depan. “Setelah 10 tahun MoU Helsinki berlalu tentunya kedamaian dan ketenangan di Aceh telah tercipta dengan baik sehingga masyarakat Aceh yang sudah sekian lama hidup dalam konflik yang terjadi antara pemerintah Indonesia dan GAM tentunya tidak menginginkan masalah itu kembali terjadi di Aceh. Untuk itulah peran pemuda dan mahasiswa sangat diharapkan dalam mengisi pembangunan ke depan guna mendukung pemerintah dengan segala programnya”.
Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, Syamsuardi alias Juragan, mengatakan, pihak DPRK sangat mendukung kegiatan ini karena pemuda dan mahasiswa merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang menjadi tonggak tegaknya pembangunan khususnya di Nagan Raya. “Saat ini khususnya di Nagan Raya sudah tidak ada lagi konflik bersenjata dan mari kita bersatu dalam membangun Nagan Raya tercinta.
Saya meminta kepada para pemuda dan mahasiswa untuk tetap solid dan menjaga persatuan karena masalah perbedaan pandangan sudah hampir dipastikan tidak ada terutama yang mengacu kepada masalah ideologi. Mari kita ciptakan masyarakat yang adil dan makmur serta menciptakan perdamaian di lingkungan masing-masing. Inilah peran pemuda dan mahasiswa yang sangat kami butuhkan, karena tanpa dukungan mereka tentunya kerja keras kita akan sia-sia. Di sinilah letak pentingnya peran pemuda dan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa”.
Ketua Komisi A DPR Provinsi Aceh, Abdullah Saleh, mengatakan,”Kami sangat mengapresisi dilaksanakannya kegiatan ini guna meneruskan langkah para pemuda dan mahasiswaa Nagan Raya dalam mengisi pembangunan. Saat ini setelah MoU Helsinki berlalu sudah banyak manfaat dan kesejahteraan yang kita rasakan, walaupun itu belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat Aceh. Namun kita harus terus melanjutkan perjuangan setelah sekian lama hidup berkonflik dengan menciptakan perdamaian dan kesejahteraan masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Nagan Raya. Saya berasal dari Nagan Raya tentunya sangat berharap agar peran pemuda dan mahasiswa dalam mengisi pembangunan dapat terlihat melalui kerja nyata dengan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Tentunya semua memerlukan dana dan arahan yang perlu dilakukan oleh pemuda dan mahasiswa ke depan.
Para pemuda dan mahasiswa saat ini tentunya harus dibekali dengan aqidah islami dan menegakkan syariat islam, mengingat teknologi global yang sudah sangat berbahaya. Pemuda dan mahasiswa harus pandai menfilter dirinya dikaitkan dengan hal-hal yang menjurus kepada tindakan negatif dan ini harus segera disadari terutama masalah doktrin radikal, pornografi dan kekerasan yang terjadi. Para pemuda dan mahasiswa harus dapat mengantisipasi hal-hal tersebut dan jangan sampai terjebak di dalamnya”.
Bupati Nagan Raya yang diwakili Ketua Bappeda, Tengku Raja Kembangan, mengatakan,”Kami minta maaf karena Bupati Nagan Raya tidak bisa hadir karena ada halangan tugas yang harus dikerjakan. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya sangat mendukung dengan apa yang sedang dilaksanakan saat ini. Tentunya kami berharap ke depan hal tersebut dapat lebih ditingkatkan terkait implementasi di lapangan. Terkait anggaran kegiatan tentunya ini harus dibicarakan sehingga pada anggaran 2016 mendatang dapat disiapkan. Seperti dikatakan oleh senior kami Bapak Abdullah Saleh bahwa di Aceh khususnya di Kabupaten Nagan Raya yang dimaksud dengan ideologi ke-Aceh-an adalah dengan menciptakan masyarakat Aceh kepada tegaknya syariat Islam yang benar-benar harus dipegang teguh. Untuk itu peran pemuda dan mahasiswa sangat menentukan guna melahirkan para generasi penerus selanjutnya yang memiliki akhlak mulia sesuai yang ditetapkan oleh Al Quran Nul Karim. Mewakili Bupati Nagan Raya saya secara resmi sekaligus membuka kegiatan ini dan silakan seluruh KMPA melakukan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya”.
Pukul 12.15 Wib kegiatan dilanjutkan doa bersama dipimpin oleh Ustadz Bukhari. Pukul 12.30 wib kegiatan selesai dengan tertib dan lancar. (F.984) web majalah fakta / majalah fakta online

UNTAIAN PERISTIWA MEULABOH

Bupati Serahkan Bansos Untuk Komponen Masyarakat

Bupati Aceh Barat saat menyerahkan bantuan sosial kepada komponen masyarakat
SENIN, 14 September 2015, bertempat di Aula Setdakab Aceh Barat, Bupati H T Alaidinsyah menyerahkan 3 program bantuan sosial (bansos) kepada komponen masyarakat. Bansos yang disalurkan itu meliputi bantuan sosial masjid, mushala, dayah/pesantren, TPA/TPQ dengan total anggaran Rp 1,6 miliar terdiri dari 91 masjid Rp 1.030.000.000, 24 meunasah Rp 126.000.000, 28 dayah/pesantren Rp 196.000.000, 62 TPA/TPQ Rp 248.000.000, dan bantuan kelompok usaha bersama (KUBE) untuk 2.052 keluarga sangat miskin yang dikelompokkan menjadi 206 kelompok bersama tersebar di 5 kecamatan, masing-masing kelompok yang diperuntukkan kaum perempuan mendapat Rp 20 juta dengan total anggaran Rp 4,2 miliar. Bantuan kenderaan roda dua untuk operasional dayah dan pesantren yang diperuntukkan 17 dayah di Kabupaten Aceh Barat. (F.984) web majalah fakta / majalah fakta online

UNTAIAN PERISTIWA MEULABOH

Qurban Di Komplek Perumahan Caritas

Hewan qurban saat akan disembelih oleh Tgk Abdurrahman dan panitia sedang mempersiapkan daging qurban yang akan dibagikan
kepada masyarakat yang berhak menerimanya
WARGA Komplek Perumahan Caritas BB -1 Gampong Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, merayakan Idul Adha dengan menyembelih 2 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Hewan qurban disembelih oleh Tgk Abdurrahman, Guru Pesantren Serambi Meukah Meulaboh, dan pembagian daging qurbannya dipusatkan di lapangan sepakbola Komplek Perumahan Caritas BB – 1, Kamis (24/9).
Panitia qurban menjelaskan, hewan qurban itu berasal dari sejumlah warga Komplek Perumahan Caritas BB – 1. Antara lain dari Tabrani, keluarga Anwar US, Indra, Buyung. “Tahun ini jumlah hewan qurbannya berkurang dibanding tahun lalu.
Daging qurbannya didistribusikan kepada 150 orang penerima yang merupakan warga Komplek Perumahan Caritas BB 1”.
            Warga Komplek Perumahan Caritas BB - 1 adalah warga Gampong Suak Indrapuri yang direlokasi akibat gempa dan tsunami pada 24 Desember 2004 di Gampong Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, dengan 204 kepala keluarga (KK). Umumnya mereka berprofesi sebagai pedagang, nelayan, PNS, TNI dan Polri. (F.984) web majalah fakta / majalah fakta online

UNTAIAN PERISTIWA MEULABOH

Pemkab Aceh Barat Sebar 72 Hewan Qurban

Hewan qurban yang akan disebarkan ke setiap kecamatan di Kabupaten Aceh Barat
PANITIA pelaksanaan ibadah qurban tahun 1436 H/2015 Tingkat Kabupaten Aceh Barat berhasil mengumpulkan 72 ekor hewan qurban terdiri dari 38 ekor sapi dan 30 ekor kerbau, serta 4 ekor kambing. Hewan qurban itu dihimpun dari berbagai sumber, seperti dari sumbangan PNS/karyawan, intansi vertikal, BUMN dan perusahaan swasta, serta sumbangan dari masyarakat luar negeri.
H T Ahmad Dadek selaku Ketua Bidang Distribusi Qurban mengatakan, setiap kecamatan mendapat 2 ekor sapi/kerbau yang disembelih di kecamatan masing-masing, sehingga totalnya 24 hewan qurban yang dibagikan untuk seluruh kecamatan. Sedangkan untuk masyarakat yang ada di kawasan kota Meulaboh, panitia menyembelih 19 ekor sapi/kerbau bertempat di rumah potong hewan kawasan Jembes. “Setiap camat sudah dapat mengambil hewan qurbannya 2 hari sebelum hari H,” ungkap Dadek.
Selain hewan qurban yang diperoleh dari berbagai sumbangan, pada pelaksanaan qurban tahun ini Kabupaten Aceh Barat mendapat bantuan 16 ekor sapi dari Yayasan Islamic Relief yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan penyandang cacat di 2 kecamatan yaitu Sungaimas 6 ekor dan Woyla Timur 9 ekor.
Di samping itu Universitas Sultan Zainal Abidin (UNISZA) Trenggano Malaysia juga menyumbang 5 ekor sapi untuk masyarakat Kecamatan Woyla Timur.
Begitu pula dengan perusahaan yang melakukan usahanya di Aceh Barat, tercatat 5 perusahaan (pertambangan, perkebunan dan bank) memberikan sumbangan baik berupa hewan maupun uang senilai hewan qurban.
Bupati Aceh Barat, H T Alaidinsyah, mengatakan, semangat berqurban terus digalakkan di Aceh Barat. "Dengan sumbangan para donatur untuk qurban ini selain sebagai perintah agama juga diharapkan menjadi wujud nyata rasa solidaritas antarsesama umat muslim di daerah ini," paparnya. (F.984) web majalah fakta / majalah fakta online

UNTAIAN PERISTIWA MEULABOH

Takbir Akbar Sambut Hari Raya Idul Adha 1436 H

Pelepasan pawai takbiran sambut Hari Raya Idul Adha 1436 H oleh
Wakil Bupati Aceh Barat, Drs Rachmad Fitri HD MPA
 
PAWAI takbir akbar menyambut Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah di Meulaboh berlangsung semarak, Rabu malam (23/9). Pelepasan pawai tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Aceh Barat, Drs H Rachmad Fitri HD MPA, dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Kapolres, Dandim, Kajari, Muspida, Muspika, dan ratusan peserta dari berbagai perwakilan turut ambil bagian dalam kegiatan tahunan ini.
Masing-masing peserta membawa mobil mengikuti rute yang ditetapkan panitia. Rute pawai dimulai dari Masjid Agung Baitul Makmur menuju Sp Kisaran – Jl Manekroo – Sp Kuta Padang – Jl Syiah Kuala – Jl Bungonng Jaro – Jl Imam Bonjol – Sp 3 Cot Darat – Sp 3 Jembatan Bubon – Sp 3 Pinem - finish di Masjid Agung Baitul Makmur Kabupaten Aceh Barat.
Gema takbir terdengar bersaut-sautan dari masing-masing peserta dengan peserta lainnya. Tabuhan bedug bertalu-talu menyempurnakan penyambutan Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah. Masyarakat Kota Meulaboh pun tumpah-ruah menyaksikan pawai takbiran dan ada juga yang ikut mengiringi takbiran dengan sepeda motor. Acara pawai takbiran pun berlangsung dengan lancar dan aman. (F.984) web majalah fakta / majalah fakta online

UNTAIAN PERISTIWA CIANJUR

Idul Adha Di Ponpes Al Riyadl Pasekon Cipanas

Penyembelihan hewan korban, (inzet) K H Drs Pipin S Aripin
TAKBIR menggema seantero dunia pada malam tanggal 10 Dzulhijah 1436 H atau 24 September 2015. Hari itu adalah peringatan Hari Raya Idul Adha bagi umat Islam di seluruh dunia, meskipun juga ada beberapa umat Islam di Indonesia sudah melaksanakannya satu hari sebelumnya.
Hari raya ini biasanya disebut juga sebagai hari raya korban karena bagi umat Islam yang mampu bersedekah dengan memberikan hewan korban untuk sesama umat Islam, yang lazim hewan korbannya berupa sapi, domba, kambing dan onta, namun di Indonesia sudah terbiasa tanpa onta. Hari raya yang satu ini biasa disebut juga hari raya haji karena bersamaan juga para jemaah haji dari seluruh dunia sedang menyelenggarakan wukuf di padang Arofah, Saudi Arabia.
Ibadah korban ini mencerminkan sejarah Nabi Ibrahim AS yang ketika masa hidupnya diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya yaitu Ismail yang sudah pula diangkat menjadi nabi pada usia yang ketiga belas. Karena taatnya Nabi Ibrahim untuk melaksanakan perintah Allah tersebut, dan karena Nabi Ismail AS juga menyetujui untuk melaksanakan penyembelihan atas dirinya akhirnya dengan pertimbangan yang berat Nabi Ibrahim AS akan menyembelih anaknya tersebut. Namun setelah Allah mengetahui bahwa Nabi Ibrahim sangat taat pada perintah-Nya yang disampaikan melalui mimpi maka melalui malaikat-Nya Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba untuk disembelih dan dikorbankan.
Dengan penuh hikmat tanggal 10 Dzulhijah 1436 H atau 24 September 2015 di Kampung Loji, tepatnya di Pondok Pesantren Al Riyadl Pasekon, Cipanas, Cianjur, Jabar, telah dilakukan salat bersama dengan khutbah disampaikan oleh Pimpinan Ponpes, K H Pipin S Aripin MM.
“Hari raya idul korban ini adalah bentuk upaya mengamalkan ajaran Islam sebagaimana pada firman Allah,’Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin’, yang dicerminkan pada idul korban ini adalah bentuk kepedulian sesama umat terutama kepada kaum dhuafa yang  boleh dikata jarang menikmati daging yang bernutrisi tinggi. Sehingga dengan korban ini mereka bisa menikmati daging selama dua atau tiga hari berturut-turut.  Hari raya idul adha ini juga digambarkan para jemaah haji seluruh dunia yang sedang menyelenggarakan wukuf di Arofah dengan pakaian yang sama serba putih yang mencerminkan bahwa dalam Islam diutamakan kesamaan golongan. Karena di sisi Allah SWT, tidak berlaku perbedaan tinggi dan rendahnya jabatan maupun derajat pada  manusia”.
Setelah acara salat Id di Pondok Pesantren Al Riyadl yang dihadiri ratusan jemaah setempat dilanjutkan dengan menyembellih empat ekor sapi dan sebelas ekor domba. “Tahun ini korban kita masih sama dibanding dengan tahun yang lalu, berarti ekonomi umat Islam masih stabil,” ungkap Kang Ipin (panggilan akrab pimpinan ponpes tersebut) kepada FAKTA. (F.980) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA BONE

POLISI  BULUKUMBA DIPARANG OTK DI BONE

Kapolres Bone, AKBP Juliar Kus Nugroho
SEORANG anggota polisi yang bertugas di Polres Bulukumba, Brigadir Ashar, 30, terpaksa dilarikan ke UGD RSUD Tenriawaru setelah terkena tebasan parang oleh orang tak dikenal (OTK) di Arokke, Desa Liliriattang, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone.
Kapolres Bone, AKBP Juliar Kus Nugroho, langsung menjenguk korban saat tengah berada di RSUD Tenriawaru dan memerintahkan sejumlah anggota Buser Polres Bone untuk mengejar pelaku. “Motif dan identitas pelaku masih dilidik, anggota kami sementara melakukan pengejaran,” ujarnya saat ditemui di depan ruang UGD RSUD Tenriawaru.
Juliar menuturkan, motif pelaku belum diketahui secara pasti. Pada saat kejadian, korban sedang berada di dekat pintu masuk arena balap Muara Ijo, Arokke, Desa Liliriattang, Kecamatan Lappariaja. Tiba-tiba datang orang yang tidak dikenal menebaskan parang dan mengenai kedua lengan dan beberapa bagian tubuh korban.
Informasi yang dihimpun, kejadian sekitar pukul 17.00 Wita, saat itu korban hendak menonton balapan di kampung istrinya. Pada jam tersebut balapan baru saja selesai, korban berjalan keluar namun tiba-tiba datang orang tak dikenal langsung memarangi korban dari belakang. Akibatnya korban mengalami luka robek pada lengan kiri dan kanan sepanjang 7 centimeter (cm), sampai ke dalam tulang. Selain itu, terdapat luka robek pada punggung belakang sepanjang 8 cm, bahkan korban juga terkena tebasan pada bagian belakang kepala sehingga mengalami luka robek. Korban langsung dilarikan ke UGD RSUD Tenriawaru untuk mendapatkan perawatan intensif.
Salah seorang warga, Sukri, 48, yang saat itu berada di Puskesmas Lappariaja menuturkan, saat itu tiba-tiba dia didatangi oleh korban dalam keadaan berdarah-darah ditemani iparnya. “Saat itu saya di pos kesehatan, dia (korban) sudah terluka. Saat itu ada 4 luka di lengan dan punggungnya. Saat itu saya bersama istri bertugas di pos kesehatan Puskesmas Lapri,” ujarnya.
Dia menambahkan, pada saat kejadian pelaku pemarangan langsung lari dan banyak warga di lokasi yang melihat kejadian itu. Kendati demikian, dia mengaku tidak mengetahui identitas dan motif pelaku. (Tim) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA SIMEULUE

Direktur PT ELNUSA Tbk Jakarta Berkunjung Ke SMKN 2 Sinabang

HASIL riset siswa SMKN 2 Sinabang, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Aceh, terkait modifikasi sepeda motor berbahan bakar air dan octan,  menarik perhatian pihak PT ELNUSA Tbk Jakarta. Sehingga tim dari PT ELNUSA Tbk Jakarta berkunjung ke SMKN 2 Sinabang untuk melihat langsung hasil riset siswa tersebut. Hasil pertemuan Direktur PT ELNUSA Tbk Jakarta, Ir Helmi Said MPd, dan rekannya, Bambang Sumitro, dengan para dewan guru dan siswa SMKN 2 Sinabang, menyimpulkan hasil riset siswa SMKN 2 Sinabang itu akan dipersentasikan di Jakarta.
Nanda Alavanta bersama teman-teman sekelasnya di Jurusan Teknik Otomotif SMKN 2 Sinabang begitu antusias dan berinisiatif tahun ini merancang sepeda motor berbahan bakar air dan octan. Walaupun beberapa kali sempat mengalami kegagalan, akhirnya dia dan timnya sukses juga dan menampilkan hasil rancangan mereka di stand expo pendidikan se-Aceh waktu itu.
Sepeda motor berbahan bakar air dan octan ini hanya dengan satu liter air diklaim bisa menempuh jarak 700 kilometer. Motor irit bensin dan ramah lingkungan ini pertama kali dipamerkan Nanda dan timnya di Expo Pendidikan bulan lalu. Motor yang dipajang pada Stan Expo SMKN 2 Sinabang itu pun menyedot perhatian banyak pengunjung.
Adapun ide membuat sepeda motor berbahan bakar air ini muncul dari keinginan Nanda bersama teman-temannya di sekolah, kemudian berkoordinasi dengan seorang guru jurusannya, Wendi Sebastian, akhirnya disepakati membuat sepeda motor berbahan bakar air. Sepeda motor jenis Honda Win 100 yang ada di laboratorium otomotif sekolah dijadikan sebagai obyek eksperimen. Dengan menggunakan bahan sederhana, sebuah botol plastik tahan panas diisi air murni, kemudian disambungkan ke silinder pembakaran menggunakan slang stainles stel. Dua kabel dari baterai aki juga disambungkan ke dalam botol.
"Yang harus diperhatikan adalah kondisi aki dan kipronya. Kalau bermasalah maka jalannya bisa tersendat-sendat,” kata Wendi Sebastian.
Terlepas dari masalah itu, upaya untuk mencapai kesusksesan yang dilakukan oleh siswa dan guru SMKN 2 Sinabang tidak sampai di situ. Promosi pun digelar melalui media massa. Sehingga hasil riset siswa terkait dua penelitian yang berhasil meski sempat beberapa kali mengalami kegagalan, akhirnya sukses ditampilkan pada stan pameran. Riset itu kembali diperlihatkan kepada pihak PT ELNUSA Tbk Jakarta.
Wendi Sebastian bersama para leadernya dan siswa kembali mengungkapkan, dalam proses ini menghabiskan waktu selama sebulan, yaitu dari penelitian sampai proses perancangan 2 unit sepeda motor irit bensin dan ramah lingkungan. “Yaitu sepeda motor berbahan bakar air dan sepeda motor berbahan bakar octan," katanya saat tinjauan pihak PT ELNUSA Tbk Jakarta ke SMKN 2 Sinabang.
Sementara untuk jenis sepeda motor berbahan bakar octan dikatakannya bahwa jenis motor tersebut bahan bakarnya menggunakan bensin tetapi dari hasil penguapannya tidak langsung menggunakan minyak bensin. Maka dalam hal ini terjadi perubahan kehematan BBM. “BBM-nya jelas lebih hemat karena yang diambil untuk pengoperasian ke mesin adalah hasil uapan bensin tersebut”.
Masih menurut Wendi, terkait jenis motor berbahan bakar air untuk bisa menjalankan mesinnya maka aki dan air terlebih dahulu harus dicharge. Caranya, cukup dengan menghidupkan motor sampai mesin menyala. Proses pengechargeannya sangalah diperlukan guna memisahkan sulfur atau zar kapur dari air aki dengan unsur hidrogen dan oksigen yang ada dalam air. Daya aki dan aliran listriknya perlu diperhatikan. Jika aliran listriknya bagus, maka sulfur akan menempel dengan sendirinya di stainles steel dan tidak masuk ke dalam silinder. Selanjutnya hidrogen yang merupakan senyawa mudah terbakar, dan oksigen juga terpisah.
“Pemisahan hidrogen dan oksigen bisa menimbulkan ledakan. Hal inilah yang kita manfaatkan untuk pembakaran, pengechargean. Sebaiknya menggunakan aki basah. Dalam setiap pengechargean butuh 5 ampere serta aki akan panas dan menguap maka airnya berkurang, aki basah diisi kembali. Dalam proses ini aki kering tidak digunakan,” pungkas Wendi.
Kepala SMKN 2 Sinabang, Safdar SPd, merasa bangga atas keberhasilan guru dan siswanya yang telah meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya tersebut. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada PT ELNUSA Tbk Jakarta yang telah berkenan mendatangi SMKN 2 Sinabang untuk melihat langsung hasil riset para siswanya tersebut.
Safdar beharap panitia expo pendidikan memberikan penghargaan kepada para siswa dan gurunya sebagai motivasi ke depan agar lebih baik lagi. Ia juga menegaskan agar setiap jurusan lebih meningkatkan mutu pendidikannya sehingga SMKN 2 Sinabang mampu bersaing dengan SMK yang ada luar daerah.
Dikatakan Safdar, percobaan memisahkan unsur hidrogen, oksigen dan sulfur sempat mengalami kegagalan hingga tujuh kali. Tapi, karena begitu antusiasnya anak-anak terus mencoba hingga berhasil. Untuk tahap awal, motor berbahan bakar air ini akan dibudayakan di SMK. Beberapa siswa termasuk Nanda sudah berniat memodifikasi motornya agar bisa menggunakan air sebagai bahan bakarnya. "Jika nanti berhasil kami akan siap diminta untuk membantu orang lain yang membutuhkan motor ini," ujar Safdar.
Sebelumnya Kadisdik Kabupaten Simeulue, Raduin SPd, memberikan apresiasi terhadap guru dan siswa yang berinisiatif dan berhasil membuat motor berbahan bakar air dan octan tersebutg. “Ini bisa menjadi alternatif di masa depan, terutama untuk warga yang tinggal di Pulau Simeulue. Luar biasa, siswa kita di Simeulue ini dan saya sangat bangga akan hal itu. Saya minta agar mereka memodifikasi sepeda motor saya ke bahan bakar air. Karena harga BBM mahal, jadi mungkin ini bisa jadi solusi untuk orang lain yang memerlukannya khususnya masyarakat Simeulue”.
Direktur PT ELNUSA Tbk Jakarta, Ir Helmi Said MPd, mengatakan bahwa awalnya ia mengetahui informasi tersebut melalui media massa. Ia sempat ragu untuk mengadakan kunjungan ke SMKN 2 Sinabang. Tapi akhirnya ia memutuskan bersama tim untuk berkunjung ke Simeulue yang merupakan  daerah kepulaan itu. "Terus terang saya dan Pak Bambang awalnya ragu tentang kondisi daerah ini. Di peta terlihat kecil. Tapi akhirnya kami sepakat dengan Pak Bambang menggunakan Wing Air berkunjung ke Simeulue untuk mendatangi SMKN 2 Sinabang guna mengetahui langsung hasil riset siswanya terkait pengolahan bahan bakar sepeda motor ini," ujar Helmi Said.
Lebih lanjut dikatakan, terkait hasil riset siswa SMKN 2 Sinabang ini perlu dikembangkan agar lebih memotifasi para siswa dan guru. “Jangan ragu untuk terus mencoba walaupun mengalami kegagalan. Tidak ada manusia dalam penelitiannya langsung berhasil, pasti mengalami kegagalan dan setiap kegagalan haruslah dicek sampai mengalami keberhasilan,” terang Helmi.
Helmi juga mengatakan bahwa hasil pertemuannya yang sudah melihat langsung hasil riset siswa di ruang Work Shop Otomotif SMKN 2 Sinabang bersama para dewan guru dan siswa di sekolah tersebut nantinya akan dipresentasikan di Jakarta. (Moh Azis) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA MEULABOH

WAGUB ACEH HADIRI HUT KE-1 DAYAH DINIYAH DARUSSALAM

Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, saat menghadiri
HUT Dayah Diniyah Darussalam di Jl Meulaboh-Tutut Km 11
Desa Meunasah Buloh, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat
PADA 15 September 2015 telah dilaksanakan acara memperingati hari ulang tahun ke-1 Dayah Diniyah Darussalam yang dihadiri Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, bertempat di Jl Meulaboh-Tutut Km 11 Desa Meunasah Buloh, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, dan lebih kurang 150 orang. Di antaranya, Anggota DPR Aceh, Abdullah Saleh dari Fraksi PA, Sekda Aceh Barat, Drs Bukhari MM, Staf Ahli Bupati Aceh Barat, T Irwansyah, Wakil Ketua II DPRK Aceh Barat, Ramli MS, beserta anggota DPRK dari Fraksi PA, Muspika Kaway XVI, Abuya H Amran Wally (Pimpinan Pengkajian Tauhid Tasawuf), dan tokoh perempuan setempat, Ibu Fatimah Zuhri.
Adapun rangkaian kegiatannya adalah peusejuk Wagub Aceh oleh Abu Amran Wally. Pembukaan dengan pembacaan ayat suci Al Quran, dilanjutkan dengan Shalawat Baddar oleh Tgk Zufri.
Pimpinan Dayah Diniyah Darussalam, Umi Hanisah SAg, dalam sambutannya antara lain mengucapkan terima kasih kepada Wagub Aceh yang telah bersedia menghadiri acara hari ulang tahun dayah yang dipimpinnya tersebut. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh jajaran yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Lebih lanjut ia mengharapkan wagub bisa menjadi Gubernur Aceh dalam pilgub mendatang. Kemudian ia menjelaskan bahwa 30 orang santrinya merupakan anak-anak korban konflik dan tsunami. Dan, terakhir, ia berharap dayahnya bisa mendapat fasilitas seperti dayah lain dari pemerintah.
“Kami tidak memungut biaya sepeser pun dari santri, kami hanya mendapat bantuan dari hamba Allah. Kami berharap wagub berkenan memperhatikan kami,” katanya.
Bupati Aceh Barat yang diwakili sekda dalam sambutannya mengatakan antara lain bahwa keberadaan dayah/pesantren sangat penting karena merupakan pusat sejarah Islam. “Kami berharap dayah/ponpes bisa terlibat langsung dalam peran pemerintahan terutama dalam penegakan syariat Islam. Pemda mengupayakan melalui dinas terkait untuk pengembangan dayah maupun ponpes supaya berkembang dan maju. Semoga Dayah ini bisa lebih berkembang dan lebih maju”.
Wagub Aceh, Muzakir Manaf, dalam sambutannya antara lain mengatakan, dengan adanya dayah maupun ponpes maka diharapkan akhlak bisa dibina dengan baik karena dayah dan ponpes merupakan tempat untuk mendidik akhlak. Bahwa kebersamaan dan kejujuran merupakan kunci kesuksesan dalam sebuah perkumpulan. “Insya Allah dalam waktu dekat kita akan buat mushala dan kantor dewan guru di dayah ini. Mudah-mudahan untuk pilgub tahun depan saya bisa terpilih dan dayah ini merupakan PR saya yang pertama di Aceh Barat. Akan tetapi tolong tempatnya disediakan. Apabila tempatnya sudah ada maka saya akan menghadiahkan bangunannya untuk Dayah Diniyah Darussalam”.
Sedangkan Abuya H Amran Wally dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa di Aceh harus ditegakkan akidah Ahlusunnah Wal Jamaah. “Kami berharap wagub menampung aspirasi yang telah kami lakukan bersama di Banda Aceh”.
Acara dilanjutkan dengan doa dan peninjauan lokasi pembangunan dayah. Acara berjalan dengan lancar dan selesai pukul 12.00 WIB. (F.984) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA MEULABOH

WARGA GAMPONG PADANG SEURAHET 
TUNTUT PENUNTASAN SENGKETA LAHAN

PULUHAN warga Gampong Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Senin (21/9), sekitar pukul 09.30 WIB, berunjuk rasa di halaman Kantor DPRK setempat di depan Bundaran Pelor Meulaboh, yang dihadiri pula pihak LBH Pos Meulaboh dan mahasiswa Universitas Teuku Umar. Warga menuntut sejumlah kasus sengketa lahan di Kabupaten Aceh Barat segera dituntaskan.
Wakil Ketua DPRK Aceh Barat yang datang menemui massa berjanji akan menyampaikan tuntutan warga ke pimpinan DPRK Aceh Barat dan selanjutnya diteruskan ke Pemkab Aceh Barat.
Aksi demo yang berlangsung damai, aman dan terkendali itu mendapatkan pengamanan dari personil Polres Aceh Barat dan sekitar pukul 11.00 WIB demonstran membubarkan diri. (F.984) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA MEULABOH

GAS ELPIJI 3 KG SERING LANGKA DI ACEH BARAT

Warga antri beli gas elpiji 3 kg bersubsidi di SPBU Pasie Pinang
RATUSAN warga Kecamatan Meureubo dan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Rabu sore (23/9) antre LPG 3 kg bersubsidi di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) Pasie Pinang. Pasalnya, keberadaan elpiji bersubsidi dari pemerintah itu sudah beberapa hari terakhir langka.
Menurut warga, elpiji 3 kg langka bukan hanya saat menyambut Hari Raya Idul Adha saja tapi sering. Karena pihak pangkalan menjual kepada pedagang pengecer yang tidak mempunyai surat izin dan pedagang pengecer menjualnya kepada masyarakat seharga Rp 25 ribu. Sedangkan di pangkalan harganya Rp 18 ribu walaupun di papan ditulis harga HET Rp 16 ribu.
Hal tersebut jelas-jelas merugikan masyarakat dan merampas hak masyarakat kurang mampu atau miskin. Di mana peranan dinas terkait setempat supaya hak masyarakat itu bisa kembali lagi sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah ? Walaupun harga tidak sesuai HET agen dan stok sering habis namun warga tetap menunggu elpiji 3 kg sejak siang karena kabarnya akan tiba sekitar pukul 17.00 WIB. "Kelangkaan elpiji 3 kg ini sudah berlangsung beberapa hari dan seluruh pangkalan elpiji stoknya kosong,” ujar seorang warga yang mengantre di SPBU. (F.984) web majalah fakta / majalah fakta online