Friday, September 12, 2014

UNTAIAN PERISTIWA : BUPATI HARAPKAN ADA MASJID AGUNG DI TIAP KECAMATAN

Para takmir masjid di Kabupaten Kudus saat menerima hibah Rp 1 juta dari
Bupati Kudus, H Mustofa
KEBERADAAN masjid yang utama adalah sebagai tempat untuk beribadah. Namun lebih dari itu, masjid kini juga berfungsi sebagai tempat komunikasi dan diskusi (bidang keagamaan), serta pusat informasi dan ilmu pengetahuan melalui perpustakaan yang ada. Dari sini, jamaah yang semula hanya melakukan ritual ibadah, juga bisa menimba pengetahuan secara lebih.
Oleh karenanya, diperlukan adanya kepengurusan untuk mengatur masjid tersebut. Pengurus atau juga dikenal dengan takmir masjid menjadi sangat strategis fungsinya sebagai tokoh dan pengendali utama bagi umat untuk kenyamanan bersama. Khususnya dalam bidang keagamaan, takmir masjid akan bersama-sama dengan jamaah menuju keimanan (tauhid) yang bersih.
Melihat hal inilah, Bupati Kudus, H Musthofa, memberikan perhatian khusus bagi takmir masjid se-Kabupaten Kudus sebanyak 657 orang. Perhatian tersebut diwujudkan dalam bentuk hibah masing-masing Rp 1 juta untuk peningkatan kesejahteraan mereka. Acara penyerahan ini dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Kudus pada Senin (21/7) pagi.
”Jangan dilihat dari nominalnya, tetapi lebih kepada perhatian kami untuk bisa bersama-sama silaturahmi dan menjaga ukhuwah/persaudaraan di antara kita,” kata Bupati Kudus pagi itu.
Menurutnya, dengan momen semacam ini, nantinya akan terjalin komunikasi yang baik. Pemerintah daerah bersedia untuk mendengar segala hal yang menjadi kendala atau untuk kebaikan bersama. Dari komunikasi tersebut, pemkab akan membantu dan memfasilitasi mencarikan solusinya yang terbaik. Karena bidang keagamaan semacam ini tetap menjadi target dan prioritas pemkab.
Bupati pun menginginkan adanya ketua/koordinator takmir masjid di setiap kecamatan. Jamaah di seluruh kabupaten Kudus tentunya juga mendam-bakan adanya peningkatan kualitas peribadatan/keagamaan setiap tahunnya. Baik itu sarana prasarana secara fisik, maupun yang berupa nonfisik. Bahkan, bupati akan menjadikan semua kecamatan di Kudus menjadi metropolitan dengan adanya masjid agung di setiap kecamatan.
”Saya meng-harapkan ada masjid agung di setiap kecamatan. Ini yang akan kita bahas bersama bagi kemajuan umat,” tambahnya.
            Di akhir sambutannya, bupati menyampaikan terima kasih atas peran serta aktif takmir masjid dalam memajukan bidang keagamaan di Kudus. Ukhuwah ini tidak hanya berhenti sebatas pada hari ini saja. Tetapi komunikasi yang terjalin dengan baik dan berkesinambungan antara pemkab dengan takmir masjid akan berdampak pada peningkatan kualitas umat. (Ghozali) web majalah fakta / majalah fakta online

UNTAIAN PERISTIWA : MULA PERTAMA ANGKUTAN SADO MASUK KOTA LHOKSEUMAWE

Sado yang beroperasi di Kota Lhokseumawe
WARGA Kota Lhokseumawe baru mengenal angkukan “sado” (kereta delman yang ditarik oleh kuda). Sebelumnya masyarakat kota paska gas alam yang dilingkari Laut dan Sungai Muara ini belum mengenal angkutan sado. Terlebih lagi anak-anak usia dini sama sekali tidak mengenal yang namanya sado.
Orang-orang Aceh yang tinggalnya di sekitar pantai Selat Melaka maupun di kaki pegunungan Seulawah dan Gurutei, hanya mendengar saja adanya sado di luar Aceh. Sebagian dari mereka melihat adanya operasional sado hanya di kota-kota dataran tinggi Sumatera Utara, Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun, ataupun di Padang, Sumatera Barat. Barulah di masa perkembangan zaman yang mulai merata ini Kota Lhokseumawe, Aceh, pun sudah bisa menikmati berkendaraan dengan sado, iring-iringan dengan becak mesin dan becak dayung serta ojek (RBT) yang sudah lebih dulu mendominasi angkutan penumpang di Lhokseumawe.  
Berkat perkembangan dan pesatnya kendaraan angkutan penumpang yang semakin berkembang, dirancang dan ditempa oleh pelaku dan pengusaha angkutan berjasa kuda, mereka ingin mengepakkan sayapnya dengan luas dan bebas ke seluruh kota dan desa di Indonesia tercinta ini.
Mulainya sado beroperasi mengangkut penumpang di Kota Lhokseumawe sejak Minggu pertama bulan Juni 2014. Hal itu dibenarkan oleh seorang kurir sado yang mengaku bernama Yogie (24), asal Paya Kumbuh, Sumatera Barat, ketika terlibat pembicaraan dengan M Abbas Gani dari FAKTA di Komplek KP 3 Kota Lhokseumawe, Rabu sore (11/7). “Kami mulai tiba di Lhokseumawe sejak awal bulan Juni 2014”.  Soal income atau masukan dari hasil angkutan sadonya setiap hari, menurut Yogie, hanya pas-pasan saja untuk biaya hidup sehari-hari.
Kurir sado yang lainnya yaitu pemuda yang panggilan sehari-harinya Konok (23) dan mengaku berasal dari Solok, Sumatera Barat, mengatakan, asyik juga berkeliling kota Lhokseumawe, banyak tempat rekreasinya, yang dikelilingi pantai, laut dan sungai, Bukit Rata serta Bukit Pangoinya.
            Yogie dan Konok mengatakan hingga saat ini baru ada 4 unit sado yang berkeliling mencari penumpang di Lhokseumawe. Keempat sado tersebut berasal dari Padang, Sumatera Barat. Setiap hari mereka mangkal di seputar areal Komplek KP3 Kota Lhokseumawe, sebagai lokasi utama persinggahan sado-sadonya itu. (F.434) web majalah fakta / majalah fakta online

Tuesday, September 9, 2014

UNTAIAN PERISTIWA : JADI KORBAN KEJAHATAN GARA-GARA PROMOSI DI INTERNET

Indera Darmawan bersama istri
SAAT ini dunia informasi lewat jejaring sosial dirasa masyarakat menguntungkan, karena berbagai informasi mudah diakses terutama dalam penawaran jasa di mana dengan internet barang yang ditawarkan bisa segera mendapat respon. Tetapi lewat internet pula seseorang juga bisa mendapat petaka, ketika menawarkan suatu barang yang akan dijual melalui internet. Seperti yang dialami Indera Darmawan (35), warga Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jatim.
Ia harus kehilangan sebuah sepeda motor Ninja 250 cc warna hijau keluaran tahun 2013 Nopol AD 2006 QP gara-gara dipromosikan via internet. Kala itu korban bermaksud menjual sepeda motor yang baru dibelinya tiga bulan lalu dan untuk lebih melancarkan informasi penjualan kemudian Indera memasangnya di Face Book (FB) pribadinya. Benar juga, pada tanggal 17 Juni 2014 sekitar pukul 15.00 Wib datang seorang lelaki muda yang mengaku berasal dari daerah Gemolong, Sragen, Jawa Tengah, ke rumah Indera di Desa Banyubiru dan dalam pembicaraannya tamu tersebut berniat ingin membeli sepeda motor yang ditawarkan Indera di internet.
Singkat ceritera untuk melihat kondisi sepeda motor yang akan dijual, sang tamu yang tampak sopan itu ingin mencobanya dan oleh Indera dipersilakan dengan pertimbangan sang calon pembeli juga meninggalkan sebuah sepeda motor merk Vixion. Pertama dicoba ke arah barat jalan desa kemudian karena merasa belum puas, sang pemuda itu minta ijin lagi untuk mencoba sepeda motor ganti ke arah timur dan tanpa curiga diijinkan oleh sang pemilik kendaraan. Semula korban tidak berpikiran bahwa calon pembeli itu ternyata seorang penipu, ditunggu satu menit-dua menit hingga setengah jam pemuda yang membawa sepeda motornya itu belum juga kembali. Sadar bahwa dirinya ditipu, segera saja korban mengejar dengan menggunakan sepeda motor ke arah jalan desa yang dilalui penjahat itu. Namun tidak bisa diketemukan, bahkan dapat informasi dari seorang tukang ojek yang mangkal di pertigaan jalan bahwa orang yang membawa sepeda motor Ninja menuju arah utara yaitu ke arah kota Walikukun dengan kecepatan tinggi.
Korban berupaya untuk mengejar namun sekali lagi sudah terlambat dan kalah cepat dengan penjahatnya. Saat itu juga korban melaporkan peristiwa tindak penipuan serta penggelapan sepeda motornya itu ke Polsek Walikukun dengan Nomor Laporan LP/29/VI/2014/Jatim/Res Ngawi/Polsek Widodaren tertanggal 17 Juni 2014. Selain melaporkan, korban juga menyerahkan sebuah sepeda motor Vixion milik pelaku ke Polsek Walikukun sebagai BB.
Korban Indera Darmawan saat ditemui Kasmijanto dari FAKTA membenarkan kejadian tindak penipuan yang menimpa dirinya dan akibat peristiwa itu pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp 52 juta. “Waktu itu saya seperti kena gendam dan bisanya hanya menurut saja,” ucap Indera seraya mengingat kejadian yang baru lalu tersebut.
Tentang sepeda motor Vixion yang ditinggal pelaku setelah dicek pihak petugas ternyata sebagai barang hasil kejahatan. Dan kini kasus tindak penipuan dan penggelapan tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat. Korban juga sudah memperoleh Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) No.B/35/SP2HP Ke2/VII/2014/Reskrim tertanggal 5 Juli 2014 ditandatangani Kapolsek Widodaren, AKP Widodo.
Dalam SP2HP itu disebutkan bahwa kasus yang dilaporkan korban hingga kini masih dalam penyelidikan petugas dan penyidik sudah mengetahui identitas pelaku namun belum diketahui keberadaannya.
            Dari kejadian tersebut bisa diambil pelajaran bahwa tidak semua orang yang berpenampilan sopan adalah orang baik baik. Maka janganlah mudah percaya pada seseorang yang baru dikenal. (F.219) web majalah fakta / majalah fakta online

UNTAIAN PERISTIWA : CAGAR BUDAYA “ARCA BANTENG” KEDUNGGALAR KURANG TERAWAT

Arca/Reco Banteng yang perlu perhatian serius dari pemerintah
SITUS Benda Cagar Budaya yang berada di Dusun Reco Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jatim, ini keberadaanya di tengah pemukiman warga dan kondisinya terutama beberapa arca tampak kurang mendapat perhatian pemerintah daerah setempat.
Ada sekitar sepuluhan Benda Cagar Budaya ukuran sedang yang berbentuk arca dan beberapa arca kecil serta bebatuan tertata di atas tanah milik penduduk seluas 2 are dengan dikelilingi pagar kawat berduri dan di area itu terpasang papan pengumuman yang intinya larangan dan sanksi hukuman bagi para tangan jahil yang mengambil, merusak benda-benda yang keberadaan dilindungi Dinas Cagar Budaya.
Sayang arca-arca peninggalan zaman Hindu itu terkesan keberadaannya kurang mendapat perhatian pemerintah setempat. Padahal tempat itu masih banyak dikunjungi warga atau anak-anak sekolah.
Menurut Widayunarko (27), petugas Dinas Purbakala Trowulan, Mojokerto, yang juga putra daerah serta ditugasi sebagai pengelola Benda Cagar Budaya Arca Banteng, saat ditemui Kasmijanto dari FAKTA membenarkan bahwa masih banyak warga yang datang ke tempat yang menjadi tanggung jawabnya itu. Terbanyak adalah kunjungan para siswa dari tingkat SD sampai SLTA. Bahkan baru-baru ini Arca Banteng menjadi lokasi penelitian dari mahasiswa Universitas Soeryo Ngawi dalam kegiatan KKL (Kuliah Kerja Lapangan). Ada pula beberapa warga dari luar Ngawi yang datang ke Arca Banteng terutama kelompok spiritual untuk melakukan ritual di area Arca Banteng berupa laku samadi dengan permohonannya masing-masing.
Menurut Widayunarko, asal-muasal situs benda cagar budaya Arca Banteng sesuai dengan buku sejarahnya ditemukan pada tahun 1938 oleh salah seorang sesepuh Dusun Karangbelek yang bernama Soikromo. Waktu itu Soikromo mendapat petunjuk dari leluhur untuk membongkar gundukan tanah aneh yg berada di sebelah selatan dusun. Dikatakan aneh karena gundukan itu selalu ditunggui hewan-hewan liar berupa banteng. Setelah disetujui warga kemudian dilaksanakan pembongkaran gundukan tanah yang disebutkan Soikromo pada hari Jum’at legi dan diketemukan 2  patung yang menurut perkiraan peninggalan penganut Hindu yang diberi nama Ganhesa dan Nandi. Dari penemuan arca yang sebelumnya gundukan itu ditunggui banteng maka nama Dusun Karangbelek diganti nama dengan Arca Banteng/Reco Banteng hingga sekarang.
Masih menurut keterangan Widayunarko, isu yang berkembang bahwa arca Banteng banyak yang hilang dan menurut ceritera yang didapat bahwa arca-arca itu dicuri orang dan itu terjadi kisaran tahun 1965-an. Setelah pihak Dinas Cagar Budaya Trowulan memberikan perhatian dengan memasang pagar kawat berduri serta papan pengumuman larangan serta menempatkan petugasnya di lokasi situs tersebut kejadian pencurian itu tidak pernah terjadi.
           Namun dari pihak pemkab setempat hingga kini belum serius memperhatikan kelestarian cagar budaya yang berada di Desa Wonorejo, Kedunggalar, itu. Beruntung pihak Trowulan masih melirik keberadaan situs Arca Banteng meski belum sepenuhnya karena terbentur masalah dana. (F.219) web majalah fakta / majalah fakta online

UNTAIAN PERISTIWA : KELUARKAN KATA-KATA TAK PANTAS, LAURIN DIPIDANAKAN

KARENA ucapannya dianggap menyinggung perasaan korban, Fransisca Laurin Binti Liauw Yun Yen kini harus menghadapi persidangan.
              Dalam dakwaannya, JPU Meyer V Simanjuntak SH MH dari Kejari Sleman antara lain menyebutkan, terdakwa Fransisca Laurin pada Rabu, 22 Januari 2014, pukul 19.00 Wib, saat acara awal tahun berjudul New Year New Hope New Spirit di Ballroom Hotel Sahid Rich, Mlati, Sleman, mendatangi meja tempat korban Yenny Indarto, Lanny Herawati dan Drg Elisabeth Noviyanti. Saat mereka sedang duduk, tiba-tiba terdakwa mengatakan,”iki ki lonthe.. lonthe (ini adalah lonthe.. lonthe)”, yang menurut JPU, kata tersebut bermakna wanita tuna susila atau wanita penghibur. Terdakwa mengatakan itu dengan suara keras sambil melihat dan menunjuk-nunjuk ke arah korban Yenny Indarto dan sesekali mengarahkan pandangan ke arah Lanny Herawati dan Drg Elisabeth Noviyanti yang berjarak sekitar satu meter yang diajukan sebagai saksi dalam perkara ini.
            Disebutkan pula dalam dakwaan tersebut bahwasanya korban bukanlah wanita tuna susila seperti yang dikatakan terdakwa. Karenanya Yenny Indarto merasa kaget, malu dan sekaligus terhina sehingga kemudian memutuskan pulang tanpa mengikuti acara sampai dengan selesai. Kemudian saksi korban mengadukan perbuatan terdakwa ke Polres Sleman hingga akhirnya maju ke persidangan.
           Atas perbuatan tersebut terdakwa diancam telah melanggar pasal 310 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
           Menanggapi dakwaan tersebut pengacara terdakwa, Tommy AB Susanto SH, mengajukan eksepsi yang antara lain menyatakan hal tersebut berawal ketika korban mengatakan “bajingan” terhadap terdakwa, meski lirih namun suara korban tersebut didengar oleh terdakwa. Selain itu, kata Tommy, pasal yang diterapkan juga tidak jelas. “Pasal 310 itu ayat 1 atau 2 ?” ungkapnya. (F.883) web majalah fakta / majalah fakta online

UNTAIAN PERISTIWA : KAPOLDA DIY BUKA PUASA BERSAMA DENGAN INSAN PERS

Kapolda DIY, Brigjend Pol Drs Oerip Soebagyo
DALAM rabgka meningkatkan jalinan kerja sama dengan insan pers di lingkungan Polda DIY, Kamis (24/7) jajaran Polda DIY menggelar acara silaturahmi dan buka puasa bersama Kapolda DIY dengan wartawan media cetak dan elektronik. Acara tersebut berlangsung di gedung serbaguna Polda DIY.
Dalam sambutannya, Kapolda DIY, Brigjen Pol Drs Oerip Soebagyo, antara lain menyampaikan soal kemajuan demokrasi kita saat ini. Dalam demokrasi yang sedang berjalan, salah satu hal penting adalah transparansi. Semakin menguatnya peran media massa, pers memiliki peran luar biasa dalam kehidupan. Hal paling penting terkait tugas polri adalah menegakkan hukum. Kapolda DIY yang baru dilantik 16 Juli lalu menggantikan Brigjen Pol Haka Astana M Widya ini juga mengucapkan terima kasih terkait pemberitaan media massa terhadap polri selama ini. Namun yang masih bermasalah menyangkut persoalan pandangan masyarakat terhadap polri. Untuk itu betapa besarnya peran pers dalam mewujudkan image yang baik bagi polri.
Media massa adalah mitra kerja yang bersama-sama memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat dan negara. Untuk itu pihaknya berharap adanya sinergi untuk sama-sama berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap polri. 
Kapolda dalam kesempatan tersebut juga memberi gambaran saat tugas di Jatim begitu dekat dengan wartawan. Publikasi melalui media juga merupakan pertanggungjawaban terhadap publik. 
            Dalam kesempatan tersebut juga diisi siraman rohani/kultum oleh AKBP Imam Subarno, penyerahan secara simbolis bingkisan lebaran pada tiga perwakilan wartawan, buka puasa serta ramah tamah sebagai penutup acara. (F.883) web majalah fakta / majalah fakta online

UNTAIAN PERISTIWA : PEMKAB KUDUS SIAGAKAN PENGAMANAN LEBARAN MULAI DARI DESA

Saat berlangsung apel siaga ketupat untuk mengamankan Idul Fitri 1435 H
di Kabupaten Kudus
LEBARAN merupakan momen yang dinanti-nantikan jutaan umat muslim di Indonesia. Ini merupakan hari yang istimewa, karena pada umumnya mereka bisa berkumpul bersama sanak-saudara merayakan kemenangan pascapuasa. Hari kemenangan tersebut diharapkan menjadi sangat spesial di tengah suasana persaudaraan, kekeluargaan dan kenyamanan di masyarakat.
Untuk mewujudkan hal itu perlu adanya sinergi dari seluruh elemen masyarakat. Butuh kesadaran yang baik agar ruh dan semangat idul fitri benar-benar terasa. Sebagaimana Senin (21/7) pagi, di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus berlangsung apel siaga ketupat untuk pengamanan Idul Fitri 1435 H. Apel tersebut melibatkan seluruh elemen pengamanan, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, kesehatan, orari, pemadam kebakaran, serta relawan dari siswa yang tergabung dalam pramuka.
Apel yang dipimpin Kapolres Kudus, Bambang Murdoko, dihadiri oleh Bupati Kudus, H Musthofa, bersama wakil bupati, forkompimda, sekda, dan jajaran pejabat terkait lainnya. Pada amanatnya, kapolres berpesan untuk tetap menjaga wilayah agar tetap kondusif dan masyarakat bisa merayakan lebaran dengan nyaman dan aman. Untuk itu, kapolres menyiagakan pasukannya dan ditempatkan di posko-posko yang telah disiapkan, terutama di jalur mudik.
Usai apel, bupati bersama kapolres dan forkompimda melakukan pengecekan secara langsung kesiapan personil pengamanan. Bupati mengharapkan ada kepastian kesiapan agar wilayah Kudus yang dipimpinnya tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Sinergi yang baik, menurutnya, sangat tepat dalam pengamanan ini. Pemerintah daerah pun sudah menyiapkan sarana prasanana lebaran untuk arus mudik dan balik.
”Kami melalui dinas terkait (Bina Marga dan Dishubkominfo) telah menyiapkan sarprasnya. Bersama kepolisian dan TNI, pemkab telah siap menyambut lebaran tahun ini,” tegas Bupati Kudus, H Musthofa.
Bahkan, bupati memerintahkan kesiapan pengamanan mulai dari tingkat desa. Jangan sampai ada koordinasi dan komunikasi yang terputus mulai dari desa. Kepala desa, camat, hingga ke jajaran di atasnya termasuk kepolisian dan TNI harus tetap berkoordinasi menjaga wilayah. Masyarakat pun diimbau untuk berpartisipasi dalam upaya mendukung keamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat.
Kesiapan lain yang menjadi perhatian khusus bupati adalah sarana prasarana kesehatan. Dirinya telah menyiapkan rumah sakit dan puskesmas untuk bersiaga, terutama puskesmas yang berada di jalur pantura. Sedangkan untuk sembako, bupati menyatakan ketersediaan sembako di Kudus aman. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan sembako.
            ”Di Kudus ketersediaan sembako cukup untuk menyambut lebaran. Sehingga kami mengharapkan masyarakat tetap tenang dan menyambut lebaran dalam suasana persaudaraan,” pungkasnya. (Ghozali) web majalah fakta / majalah fakta online

UNTAIAN PERISTIWA : SEGUDANG PRESTASI WARNAI PERINGATAN HUT KE-68 KABUPATEN SUKOHARJO

Dari kiri : Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo berpakaian adat Jawa
BERBEDA dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya, peringatan hari kelahiran Kota Makmur Sukoharjo dilakukan dengan berbagai acara. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sukoharjo ke-68 tahun, yang jatuh pada hari Selasa, 15 Juli 2014, dilakukan sangat sederhana. Tidak ada panggung hiburan dan pawai keliling Kota Kabupaten, seperti yang dilakukan setiap tahun. Untuk peringatan tahun 2014 dirayakan sangat sederhana karena bertepatan dengan Bulan Puasa Ramadhan. Tapi yang istimewa, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) wajib memakai pakaian Jawa lengkap.
Menurut Bupati Sukoharjo, H Wardoyo Wijaya SH MH, peringatan HUT ke-68 tahun dirayakan sangat sederhana tapi khidmad. Hal itu dilakukan, karena peringatan HUT ke-68 tahun 2014 bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan. Untuk itu, peringatannya dilakukan dengan sangat sederhana.
“Kita menghormati umat Islam yang sedang menunaikan ibadah puasa. Sehingga umat muslim yang menjalankan ibadah tidak terganggu. Kalau ada panggung hiburan, dikhawatirkan mengurangi kekhusukan beribadah,” paparnya.
Bupati lewat Kabag Pemerintahan, R M Suseno, didampingi Kabag Humas, Djoko EN, menambahkan, meski sederhana peringatan HUT tidak mengurangi makna dan artinya. Bahkan, peringatan HUT tahun 2014 sangat istimewa, karena seluruh PNS diwajibkan memakai pakaian Jawa lengkap. Pada tanggal 15 Juli seluruh PNS, memakai seragam beskap lengkap.
Pada peringatan HUT ke-68 tahun, banyak prestasi yang berhasil disabet kabupaten berpenduduk 942.523 jiwa itu. Banyak prestasi dan penghargaan baik tingkat regional maupun nasional yang berhasil diraih. Di antaranya, juara pertama nasional pemerintah daerah penyelenggara bangunan gedung kategori kabupaten dan juara III nasional penataan ruang serta cipta karya. Kemudian juara pertama nasional lomba kelompok ternak sapi,  juara satu nasional lomba Hasil Tanaman Obat Keluarga (Toga) tingkat nasional dan juara I Provinsi Puskesmas terbaik. Untuk penghargaan Satya Lencana Kraya Bhakti Praja Nugraha diterima dari Presiden RI dan Anubhawa Sasasan dari Menteri Hukum dan HAM.
Meski berhasil menorehkan sejumlah prestasi dan penghargaan, ternyata masih mempunyai banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Tercatat ada tiga PR yang memerlukan penanganan serius yaitu mangkraknya proyek pembangunan pasar Ir Soekarno Sukoharjo, masih banyak penduduk miskin dan belum sempurnanya pembangunan insfrastruktur.
Seperti diketahui, pada HUT ke-66 tahun lalu, masyarakat mendapatlkan kado istimewa pembangunan dua pasar tradisional dengan dana sekitar Rp 60 miliar, dari bantuan APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Untuk pasar Sukoharjo Kota yang diberi nama pasar Ir Soekarno, telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Wardoyo Wijaya, namun sampai saat ini mangkrak. Hal itu terjadi karena pelaksana proyek PT Ampuh tidak melakukan pembangunan sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB). Buntutnya, pasar yang direncanakan selesai awal 2013 sampai sekarang mangkrak.
Sementara itu, pasar Bekonang yang  menempati areal tanah sekitar 9.000 m2, telah selesai dan diresmikan. Pasar yang menempati tanah strategis itu, dianggarkan sekitar Rp 29 miliar. Dengan selesainya pembangunan pasar Bekonang, mampu meningkatan perekonomian masyarakat. Menyusul pembangunan pasar tradisonal Nguter dan Tawangsari.
Berdasarkan data terakhir, jumlah penduduk kabupaten terkecil nomor dua di Jawa Tengah setelah Kudus ini, pada usianya ke-67 jumlah penduduknya sebanyak 942.523 jiwa. Dari jumlah penduduk itu, 342.231 jiwa atau 36,31% merupakan penduduk miskin. Dari jumlah itu 84.823 jiwa masuk kategori sangat miskin, penduduk miskin status II 87.483 jiwa, status III, 71.919 jiwa dan status IV sebanyak 98.006 jiwa.
Melihat kondisi yang demikian itu, Wardoyo Wijaya melakukan manuver dan cara untuk mewujudkan janjinya. Setelah selesai menata pendidikan gratis, dilanjutkan penataan hidup warganya dengan memberi bantaun Kube, modal simpan pinjam bantuan setiap RT. Bahkan, untuk pemukiman layak huni juga dilakukan lewat program bedah rumah atau pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH).
Selain itu, memasuki usianya yang ke-68 tahun, kabupaten seluas 46,66 km2 ini masih menjadi salah satu penyangga pangan di Jateng bahkan nasional. Meski telah melakukan fungsi dan tugasnya sesuai norma dan aturan, bahkan terjadi lonjakan keberhasilan, tapi masih juga banyak kerikil-kerikil tajam menghadang. Bagaimana beratnya mewujudkan perubahan sampai menyentuh ke seluruh masyarakat ? “Untuk mewujudkan semua itu, kerikil-kerikil tajam yang menghadang harus disingkirkan,” papar Bupati Wardoyo Wijaya.
Paling utama dalam peringatan hari jadinya tahun 2014 ini adalah semangat untuk memajukan Sukoharjo di sejumlah sektor. Yang terpenting adalah komitmen untuk lebih memakmurkan masyarakat Sukoharjo, memajukan seluruh potensi daerah Sukoharjo dan membuat nama Sukoharjo harum di berbagai bidang. Kunci keberhasilan adalah kebersamaan, kerja sama dan peran serta berbagai pihak. Selamat ulang tahun ke-68 Kabupaten Sukoharjo. (Tim) web majalah fakta / majalah fakta online

Friday, September 5, 2014

MADURA RAYA : GEJOLAK PEMBANGUNAN PASAR ANOM BARU SUMENEP

Lokasi Pasar Anom Baru Sumenep yang mangkrak pembangunannya
PEMBANGUNAN Pasar Anom Baru Kabupaten Sumenep berbuntut gejolak dan terindikasi rawan pengkhianatan. Hal ini dipicu dengan merebaknya jumlah toko, stan dan kios di lantai satu, yang selayaknya 165 buah, dengan rincian/jenis dagangan : 93 bh/pecah belah; 34 bh/elektronik; 16 bh/asesoris atau mainan; 14 bh/sepatu dan sandal; 3 bh/buku; 3 bh/warung nasi; 2 bh/karpet dan spon, sesuai  dengan data              jumlah korban kebakaran tahun 2007 yang dirilis oleh Abd Hamid SSos MSi, Kepala UPT Pasar Kota Sumenep, dan telah dinyatakan oleh Bupati Sumenep (baca Majalah FAKTA No. 604  Edisi Juli 2014).
Namun, tidak dinyana, ternyata menjadi 249 buah, sesuai dengan denah yang diedarkan oleh  pihak  investor, dengan rincian : 165 bh/para pedagang korban kebakaran 2007;  47bh/tidak diketahui; 37 bh/hak investor.
Brosur  dan jumlah lokasi pada denah yang disebarkan oleh investor PT Mitra Abadi Sidoarjo menimbulkan ketertarikan para pedagang pasar di luar korban kebakaran tahun 2007 untuk mendaftar dan yang diincar adalah hak investor yang lokasinya cukup strategis sesuai dengan denah yang ada.
Menurut   Hidayat, Pengurus Paguyuban Pasar Anom lama (ini merupakan ralat, berita pada Majalah FAKTA No.604 Edisi Juli 2014 yang tertulis  Pengurus Paguyuban Pasar Anom baru), bahwa terdapat sekitar 18 orang pendaftar dan informasinya sudah membayar uang muka kisaran Rp 5 juta sampai dengan Rp 50 juta.
Telusuran lebih lanjut Tim Majalah FAKTA kepada Ketua Paguyuban Pasar Anom Baru, Moh Anwar, informasi yang diterima dari pihak investor bahwa ada sekitar 56 orang yang mendaftar namun yang positif  baru 15 orang. “Dan yang mengetahui orang-orangnya adalah Bapak Hamid (Kepala UPT Pasar Kota),” katanya.
Tersingkap data bukti setoran pembayaran tanda jadi via BPRS dilampiri Surat Keterangan dengan lokasi yang sangat strategis dari Abd Hamid dan ketika dihubungi via telepon menyatakan bahwa Hamid hanya memberikan Surat Keterangan, bukan Rekomendasi.   
“Kebutuhan pembangunan areal pasar yang permanen sangat didambakan oleh para pedagang korban kebakaran tahun 2007. Mereka sudah tujuh tahun menempati  petak-petak, jika musim kemarau kepanasan, jika musim hujan kehujanan karena atap bocor, itu pun dinyatakan sebagai toko penampungan sementara  yang disiapkan oleh Pemda Kabupaten Sumenep. Kami mencoba mengedarkan surat pernyataan tentang  setuju/tidaksetuju terhadap harga dan pembangunan pasar kepada pedagang korban kebakaran. Namun yang masuk cuma beberapa orang, mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh Kepala UPT Pasar Kota dan seorang pejabat pemda. Yang hadir cuma 30 orang,” ungkap Anwar lebih lanjut.
Sementara Dwita Andriyani, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sumenep, saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan bahwa terjadi pelanggaran kesepakatan mengenai fenomena Pasar Anom Baru saat ini. “Ini suatu pengkhianatan dari kesepakatan,” tandasnya tanpa menjelaskan lebih lanjut dari kesepakatan yang dimaksud.
Kabiro Majalah FAKTA Madura nampak lelah lama menunggu konfirmasi
dengan Bupati Sumenep
Selanjutnya FAKTA bergegas menemui orang nomor satu di Sumenep saat ini, Abuya Busyro Karim, di rumah dinasnya. Namun meski oleh protokoler dinyatakan ada, sampai berjam-jam FAKTA menunggu, Bupati Sumenep yang periodenya berakhir tahun depan ini tak bisa ditemui. Justru yang dipersilakan masuk terlebih dulu ialah beberapa pimpinan satker yang kebetulan menghadap bupati hari itu.
Meski dipilih oleh rakyat, tentu tak ada jaminan merakyat. Contohnya Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim. Selasa (08/07) lalu, saat Tim Majalah FAKTA mencoba menemui orang nomor satu di Sumenep saat ini terkait konfirmasi masalah pemberitaan, hingga berjam-jam tak kunjung dipersilakan menghadap. Padahal saat itu bulan Ramadhan, bulan puasa, tentunya menunggu menjadi aktivitas yang super membosankan.
Tak ayal lagi, Tim Majalah Fakta (terdiri dari RB Ainurrahman, H Amin Djakfar, dan RM Farhan Muzammily) yang saat itu tengah menunggu di ruang tamu rumah dinas bupati hanya bisa gigit jari sebelum akhirnya angkat kaki. Ironisnya, ketika ada tamu lain yang datang lebih akhir, yang notabene beberapa pimpinan SKPD malah tanpa harus menunggu langsung bisa menghadap bupati.
            Tentu hal ini menjadi catatan khusus bagi kalangan birokrasi bahwa ada pembatas yang tak kasat mata antara rakyat dengan pemimpinnya yang hingga kini masih belum dirobohkan. Apalagi bagi kalangan insan pers yang notabene merupakan penyambung lidah rakyat, akses informasi yang seharusnya dipermudah masih belum maksimal didapatkan. (Tim) web majalah fakta / majalah fakta online

DELTA RAYA : BUPATI LAMONGAN LAKUKAN MUTASI KEDELAPAN

Bupati Lamongan, Fadeli, saat melantik 8 pejabat structural
di Pendopo Lokatantra, Jumat (10/5)
BUPATI Lamongan, Fadeli, mengambil sumpah dan melantik 8 pejabat struktural. Ke-8 pejabat tersebut terdiri dari masing-masing 3 pejabat eselon II, 3 pejabat eselon III dan 2 pejabat eselon IV, dilantik di Pendopo Lokatantra, Jumat (30/5).
Dari 3 pejabat eseleon II tersebut terdapat Kepala Dinas Pendidikan, Agus Suyanto, yang menempati jabatan baru sebagai Inspektur Kabupaten Lamongan.  Sejumlah awak media seusai pelantikan coba konfirmasi benarkah mutasi tersebut terkait dengan kasus ujian nasional (UN) di Lamongan. “Mutasi adalah hal yang biasa dalam suatu pemerintahan. Ini merupakan salah satu bentuk evaluasi terhadap kinerja pejabat di lingkungan SKPD. Jika ini dikaitkan dengan kasus tersebut bisa dikatakan begitu,  karena memang isu terkait pendidikan, kesehatan dan infrastuktur merupakan isu strategis dalam pembangunan,” jelas Fadeli saat di Pendopo Lokatantra.
Dalam Lampiran Keputusan Bupati Lamongan Nomor : 821/139/413.203/KEP/2014 tentang Pengangkatan/Pemindahan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural disebutkan bahwa Dinas Pendidikan kini dijabat oleh Bambang Kustiono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Sedangkan posisi Kepala BKD kini dijabat Ismunawan yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Kabupaten Lamongan. Pada eselon III, Moh Chaidir Annas yang sebelumnya Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Dinas Kesehatan dilantik sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan. Kemudian posisi Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Dinas Kesehatan diisi Bambang Susilo, dan Umuronah diambil sumpah sebagai Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan.
Sementara pada eselon IV, Kasubbag Protokol di Bagian Humas dan Infokom yang sebelumnya kosong kini diisi Gunawan Priyo Handoko. Selanjutnya Kasi Pelayanan Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan dijabat oleh Maftukhah. (F.728) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : PEMKOT SURABAYA KERAHKAN PETUGAS PATROLI SELAMA LIBURAN LEBARAN

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, saat apel kesiapan pengamanan
lebaran dan libur panjang
MENJELANG Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah dan libur panjang lebaran, Pemkot Surabaya menggelar apel kesiapan pengamanan, Jumat (25/7), di halaman Taman Surya. Peserta apel terdiri dari Satpol PP, pemadam kebakaran, linmas, Palang Merah Indonesia (PMI), sekuriti perumahan dan perusahaan, serta pasukan kuning.
              Selesai apel, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, meninjau kesiapan pasukan pengamanan lebaran dan libur panjang. Dalam kesempatan itu, Walikota mengatakan, satuan linmas harus selalu melakukan patrol rutin di wilayah masing-masing.
              “Saya minta kepada Camat untuk menyiapkan mobil operasional, supaya memudahkan linmas melakukan patroli. Saya juga meminta linmas selalu berkoordinasi dengan satpam perumahan maupun perusahaan,” pesannya.
              Risma juga meminta kepada seluruh kepala pasar PD Pasar Surya selalu melakukan kontrol terutama terhadap jaringan listrik. Dia juga menganjurkan kepada seluruh kepala pasar melakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang untuk mengamankan barang-barangnya yang mudah terbakar.
Guna mengantisipasi kebakaran, Risma memerintahkan Dinas Kebakaran untuk menempatkan semua mobil pemadam kebakaran di tempat-tempat strategis di pusat kota. Untuk mengantisipasi kebakaran di wilayah industri yang hampir semuanya dipastikan kosong, Walikota meminta Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk rutin melakukan patroli di wilayah tersebut.
               Melihat pengalaman tahun lalu, Surabaya selalu menjadi jujugan pasien dari luar kota. Dikarenakan RSUD di daerah mereka tidak menyiapkan tenaga medis yang siap 24 jam. “Untuk itu, saya berpesan kepada Dinas Kesehatan untuk menyiapkan tenaga medis di RSUD Soewandhi dan Bhakti Dharma Husada (BDH).  Saya ingin ada dokter yang siap siaga apabila ada pasien perlu pertolongan cepat. Juga disiapkan ambulance di setiap puskesmas-puskesmas,” pesannya.
               Risma juga mengucapkan terima kasih kepada petugas yang melakukan patroli pada saat lebaran. Dikarenakan mereka telah meluangkan waktuya untuk melayani warga Surabaya. “Hari raya idul fitri merupakan momen yang pas untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Saya ucapkan terima kasih karena anda telah meluangkan waktunya untuk melayani warga,” ucapnya. (Rilis) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : ATASI PSK DI ACEH, FPI DESAK QANUN JINAYAT SEGERA DISAHKAN

Tgk Muslim Atthari
KETUA Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Tgk Muslim Atthari, mendesak kepada
Dewan Pewakilan Rakyak Aceh (DPRA) agar segara mengesahkan Qanun
Jinayah, Sabtu, (25/7). Pasalnya, pengesahan Qanun Jinayat tersebut
sebagai upaya untuk mengatasi maraknya terjadi PSK di Kota Banda Aceh dan
daerah lain di Aceh.
               Menurut Tgk Muslim, maraknya PSK di Kota Banda Aceh dan
daerah lain di Aceh diakibatkan Qanun Jinayat belum disahkan oleh pihak
Pemerintah Aceh sehingga pelaku pelanggaran syariat Islam tidak
segan-segan melakoni perbuatan tersebut.
               “Qanun Jinayat harus segera disahkan, karena pelaku yang melanggar
hukum Islam tidak dapat dihukum karena belum ada ketentuan hukumnya yang sah. Kami dari FPI dan ormas Islam telah beberapa kali menyampaikan kepada
pihak terkait agar Qanun Jinayat segara disahkan. Namun hingga kini
belum ada keputusan dan kejelasan yang konkrit,” paparnya.
               Selain itu FPI juga telah menyurati sejumlah hotel berbintang di Kota
Banda Aceh agar pemilk hotel tidak melakuan perbutan yang melanggar
syariat Islam. “Kami telah menyurati pemilik hotel dan memberikan waktu satu bulan. Jika perbuatan itu berulang kembali, FPI dan ormas Islam akan menindaklanjuti,” tegasnya. (F.955) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : SALURAN TAMBAK KUALA KEUREUTO BUTUH NORMALISASI

SEJUMLAH petani tambak Matang Baroh, Kecamatan Lapang, Aceh Utara mengeluh dengan kondisi saluran air yang tersumbat. Normalisasi saluran yang dilakukan DKP Kabupaten Aceh Utara, belum mampu membuka seluruh saluran untuk sirkulasi air tambak.
               Utoh Piah, 49, petani tambak Matang Baroh, beberapa waktu lalu mengatakan, kondisi saluran tambak di Matang Baroh memprihatinkan. Semak-semak menutupi saluran. Akibatnya, aliran air melalui Alue Nireh tidak mampu mengaliri tambak petani.
               Kondisi ini sudah lama, bahkan tambak yang luasnya seratusan hektar banyak yang tidak difungsikan. “Pergantian air tambak sangat mempengaruhi keberhasilan budidaya udang windu,” jelasnya. Ketika sirkulias air ke areal tambak tidak lancar, petani akan mengalami kegagalan.
               Sementara itu, sejumlah petani sekitar Alue Nireh juga mempertanyakan normalisasi saluran. “Hanya sebagian kecil saluran yang dilakukan normalisasi,” jelas salah seorang petani. Menurutnya, hanya sepertiga dari panjang saluran yang baru dilakukan pengerukan. Sehingga mereka sangat mengharapkan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara lebih memprioritaskan program normalisasi saluran tambak di Matang Baroh.
               Kepala DKP Aceh Utara melalui Kabid Budidaya, Muliyadi, mengatakan, dana normalisasi saluran tambak dari anggaran Otonomis Khusus (Otsus) sangat terbatas. “Apalagi tambak di Aceh Utara sangat luas, sehingga dana normalisasi saluran tidak mencukupi,” jelas Muliyadi. (F.955) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : PETANI RESAH, SALURAN IRIGASI BARU DIBANGUN RUSAK

SEJUMLAH petani wilayah timur Kabupaten Aceh Utara mengaku resah akibat tidak bisa memanfaatkan saluran irigasi di kawasan Matang Keulayu, Kecamatan Baktiya. Saluran pembawa air dari dana APBA 2013 itu rusak sebelum difungsikan, Jumat (25/7).
              Syarifah Usman, 42, petani Aceh Utara, mempertanyakan air irigasi yang tidak sampai ke lahan sawahnya. Dia bersama sejumlah petani lainnya resah dengan kondisi saluran yang rusak sebelum difungsikan. “Sampai kapan air akan mengairi sawah kami, sedangkan salurannya berlobang ?” jelas dia.
              Sementara itu tokoh warga Baktiya, Muhammad Thaib, mengatakan, saluran pembawa air seharusnya bisa membawa air dari saluran induk Krueng Lingka Barat, Kecamatan Baktiya. Pembangunannya direncanakan sampai ke Blang Geulumpang, Kecamatan Seunuddon. “Namun sekarang baru sampai di Matang Keulayu,” jelas M Thaib.
              Menurut dia, pembangunannya bertahap dengan dana bervariasi. “Ada yang dari APBA dan ada juga dari APBK,” jelas M Thaib. Bahkan pada pembangunan tahap pertama di Krueng Lingka Barat, dindingnya juga rendah sehingga air tidak sampai ke Matang Keulayu. (F.955) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : TANAMAN PADI WARGA LAPANG MUSNAH

TANAMAN padi warga Desa Matang Baroh, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, yang masih di persemaian musnah akibat penetrasi air asin. Akibat pasang purnama, air laut merembes masuk ke saluran sawah warga.
              Menurut Safiah, 48, petani setempat, minggu lalu terjadi pasang purnama, sehingga air laut masuk ke saluran warga. Akibatnya, sawah warga mengalami penetrasi air laut. Tanaman padi yang masih di persemaian juga menguning. “Sebagian tanaman di sawah yang masih ada air tawar, bisa bertahan,” tambah dia. Sedangkan sawah yang telah kemasukan air asin daunnya menjadi kuning. Beberapa hari kemudian batang dan daun padi kering. Safiah mengaku kesulitan mendapat bibit tanaman baru, karena tidak memiliki uang untuk membeli benih.
              Sementara itu, tokoh warga Lapang,  Mutalamuddin, 34, mengatakan pasang purnama terjadi sejak Jumat  (25/7). “Air laut telah masuk ke perkampungan nelayan Lapang dan merendam sejumlah tanaman,” jelasnya. Air laut juga meluap ke sawah warga, sehingga merusak tanaman padi.
              Murtalamuddin mengharapkan kepada pemerintah untuk memasang batu gunung sepanjang pantai. Sehingga air laut tidak masuk ke perkampungan nelayan. (F.955) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : PAKET NARKOBA DARI INGGRIS

DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Jatim amankan Zeng Kyu Yun alias LS, perempuan kelahiran tahun 1977. Tersangka yang menempati rumah kos di Jalan Raya Kupang 125 Surabaya itu tertangkap tangan setelah menerima paket kartu Blitz aluminium dari Inggris. Paket tersebut dikirim melalui Kantor Pos Bea Cukai Juanda yang berlokasi di Mail Prosecing Center (MPC) Surabaya.
              Barang kiriman mencurigakan itu terdeteksi saat Custom Narcotic Team melalui pengecekan X-ray (16/7) lalu. Menidaklanjuti hal tersebut, Agus Yulianto, Kepala Kantor Pengawasan Bea Cukai Jatim 1, langsung memerintahkan untuk melakukan pengecekan didampingi Iwan Hermawan, Kepala Kantor Bea Cukai.
              “Ternyata itu merupakan barang paketan dari Inggris yang dikirim ke Surabaya yang di dalamnya terdapat 28 butir ekstasi dan 4 gram ketamin,” ungkapnya usai petugas melakukan uji laboratorium (24/7).
              Setelah bukti kuat, pihaknya koordinasi dengan Polda Jatim dan BNN Provinsi Jatim agar mengikuti pengiriman barang tersebut hingga ke tempat penerima. “Setelah barang tiba di rumah LS, kita langsung menggerebek pelaku,” kata Kanit 1 Subdit 2 Ditnarkoba Polda Jatim, Kompol Hartono.
              Saat penggerebekan, pelaku mengakui bahwa barang tersebut memang kiriman dari Inggris yang di dalamnya terdapat barang narkoba. (F.551)web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : AMANKAN LEBARAN, POLRES SIDOARJO TERJUNKAN 536 PERSONIL

POLRES Sidoarjo menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2014, Senin (21/7). Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah SH MHum, pun turun langsung melakukan pengecekan kesiapan personil yang diterjunkan, juga dilakukan pengecekan kesiapan alat operasional pendukung pasukan mulai dari R2 dan R4 didampingi Kapolres Sidoarjo, AKBP Marjuki, dan Dandim 0816 Sidoarjo, Letkol Arh Bambang Hutomo SIP.
              "Sudah tugas kita bersama menciptakan Sidoarjo aman dan kondusif, baik menghadapi penetapan pemenang pilpres, pasca-pilpres maupun pengamanan mudik lebaran,” kata Bupati Sidoarjo di hadapan ratusan anggota Polri dan jajaran TNI dari Kodim 0816, Dinas Perhubungan, Satpol PP serta dari unsur Pramuka.
              Sementara itu, menurut Kapolres Sidoarjo, pengecekan armada kendaraan bermotor yang dimiliki Polres Sidoarjo untuk kesiapan dalam Operasi Ketupat Semeru 2014 dan lainnya. Kesiapan kendaraan yang akan dipakai dalam operasional, sangat penting. Mengingat kinerja di lapangan harus maksimal. “Jadi tidak ada alasan bagi anggota yang ditugaskan tidak bekerja sesuai tugasnya. Ada 536 personil Polres Sidoarjo dan jajaran polsek yang diterjunkan. Pasukan akan membawa bekal 25 kendaraan R4 patroli, 50 kendaraan R2 lantas dan Sabhara dan 2 unit K-9,” terangnya. (F.551) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : WARGA KALIDAWIR TOLAK WEELTEST LAPINDO

SEKITAR 500 warga Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, menolak dilakukannya welltest di sumur Lapindo. Aksi warga disampaikan di balai desa setempat 21/7 malam. Bahkan Kepala Desa, Muhammad Anas, didesak segera menegur pihak PT Lapindo agar membatalkan welltest, karena warga takut terjadi semburan baru.
                Penolakan ini tampaknya membuat  suasana balai desa sempat menegang. Pasalnya, pihak PT Lapindo tampak ngotot menjelaskan tentang apa yang sebenarnya welltest tersebut.
                Hasil penelusuran FAKTA di lokasi Desa Kalidawir, ada 3 sumur milik PT Lapindo yakni sumur T 3, T 4 dan T 5. Hari Sabtu (19/7) PT Lapindo merencanakan weeltest di sumur T 5. Mendengar rencana tersebut, warga sekitar sumur T 5 langsung mencoba menghentikan kegiatan tersebut. Bahkan diwarnai dengan penyanderaan 2 kendaraan yang digunakan untuk kegiatan weeltest.
                Sementara itu, menurut Kapolsek Tanggulangin, Kompol Andi Yudianto, aksi warga ini terkait dengan penolakan kegiatan weeltest yang dilakukan  PT Lapindo. Penolakan warga itu sebenarnya beralasan juga. Mengingat warga Desa Kalidawir mengaku masih trauma bila dilakukan weeltest di sumur T 5 milik PT Lapindo itu akan terjadi seperti di Desa Siring, Porong. (F.551) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : JANUARI – JULI 2014, PROPAM POLDA PAPUA TANGANI 20 KASUS PELANGGARAN KODE ETIK

Kombes Pol Bambang Sutoyo SST MK SH
KABID Propam Polda Papua, Kombes Pol Bambang Sutoyo SST MK SH, kepada Edi Sasmita dari FAKTA mengungkapkan bahwa Januari – Juli 2014 ada 20 kasus pelanggaran Kode Etik. Kasus kolirik 8 senjata direbut OPM, 6 anggota juga di-PTHH, 2 anggota cuti kena disiplin. Yang jelas, ada beberapa yang sudah ditangkap pelakunya, 1 anggota Brimob melakukan tindak pidana sudah di-PTDH tiga minggu yang lalu. (F.867) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : KEPALA POLISI PNG BERKUNJUNG KE SPN POLDA PAPUA

Kepala SPN Polda Papua, Kombes Pol Hadi Ramdani SH (kanan), saat mendampingi Kepala Polisi PNG saat berkunjung ke SPN Polda Papua
KOMBES Pol Hadi Ramdani SH, Kepala SPN Polda Papua, mengatakan kepada Edi Sasmita dari FAKTA, kunjungan Kepala Polisi PNG ke SPN Polda Papua untuk menjalin kerja sama.
            “Kepada mereka kita memperlihatkan kesatuan kita. Setelah pertemuan di Polda terus ke Mako Brimob, dan kita memperlihatkan juga RS Bhayangkara sebagai pelayanan kesehatan gratis bagi kepolisian. Lalu meninjau barak Brimob sehingga mereka mengetahui Polda Papua seperti ini fasilitas sarana prasarananya. Kemudian mereka diajak ke SPN sebagai tempat pendidikan polisi yang bekerja di Papua. Saat itu kita tampilkan juga demonstrasi motor besar dari Satlantas yang merupakan sarana Polda Papua dalam melayani masyarakat,” papar Hadi Ramdani.
            Kapolda, lanjutnya, juga menjelaskan ketentuan dan aturan yang ada dalam kesiswaan, pakaian mereka, tempat tidur, ruang makan, dapur. Mereka sangat senang sekali melihat hal itu dan memuji kebersihan dan kerapiannya. (F.867) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : POLDA PAPUA BEKERJA SAMA DENGAN UNCEN GELAR SEMINAR SEHARI “TRAFFIC SAFETTY”

Dirlantas Polda Papua, Kombes Pol Drs Halim Pagarra MH
DIRLANTAS Polda Papua, Kombes Pol Drs Halim Pagarra MH, menjelaskan kepada Edi Sasmita dari FAKTA bahwa pelaksanaan seminar sehari tentang traffic safetty (keselamatan berlalu lintas) merupakan kerja sama Ditlantas Polda Papua dan UNCEN dengan beberapa peserta dari beberapa perguruan tinggi, ojek, pengemudi dan mahasiswa. Ada 3 pemapar, yaitu dari Kapolda diwakili Dirlantas, Pangdam diwakili Aster dan dari BAPPEDA. “Waktu itu juga kita buka pelayanan SIM gratis, ada 25 orang yang ikut”.
            Lebih lanjut Kasubdit Regident, AKBP Sondang RD Siagian SIK, menjelaskan tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang Pelayanan SAMSAT meliputi kewenangan, HTCK, pendaftran STNK mutasi masuk, pendaftaran STNK mutasi keluar, pendaftaran STNK ganti nomor registrasi, pendaftaran STNK rubah bentuk/ganti warna, pendaftaran STNK Duplikat, pelayanan blokir STNK, pengesahan STNK (membayar pajak kendaraan bermotor), standar waktu pelayanan dan produknya berupa surat perintah tugas, laporan hasil pelaksanaan tugas, buku registrasi, dan arsip/dokumen kendaraan. (F.867) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : KANKEMENAG ACUT KERJA SAMA DENGAN KEJARI LHOKSUKON

KEPALA Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara, Drs H Zulkifli
Idris MPd, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhoksukon, Teuku
Rahmatsyah SH MH, menandatangani kesepakatan bersama atau Memorandum
of Understanding (MoU) dalam Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN). Acara Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Aula Kejari
Lhoksukon.
Kakankemenag Aceh Utara, Drs H Zulkifli Idris MPd, dalam
sambutannya mengatakan, tujuan kesepakatan bersama ini adalah untuk
menangani bersama penyelesaian masalah hukum di bidang perdata dan
TUN yang dihadapi oleh Kementerian Agama Kabupaten Aceh
Utara dan mencakup seluruh unit kerja Kementerian Agama Kabupaten Aceh
Utara yang ada di seluruh Kabupaten Aceh Utara, baik di dalam maupun
di luar pengadilan.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Teuku Rahmatsyah SH MH, dalam sambutannya menyampaikan tentang ruang lingkup
kesepakatan bersama. "Ada empat hal yang akan kita bangun dengan
adanya penandatanganan kesepakatan ini, ruang lingkupnya adalah
Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum dan Tindakan Hukum
lainnya di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, " ungkap Teuku
Rahmatsyah.
Pada acara penandatanganan MoU tersebut turut hadir Kasubbag Tata
Usaha, Kepala Seksi, Ketua K3M Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara, dan dari Kejaksaan Negeri Lhoksukon hadir Kasubbag Pembinaan, Kasi Intel,
Kasi Pidum, Kasi Pidsus dan Kasi Datun. Selain itu juga hadir para undangan lainnya.
Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan
kesepakatan bersama antara Sekretaris Jenderal Kementerian Agama
dengan Jaksa Agung Muda Perdata Tata Usaha Negara pada bulan Februari
tahun 2012 dan penandatanganan Mou antara Kepala Kanwil Kemenag Aceh dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh. (F.955) web majalah fakta / majalah fakta online