Friday, January 2, 2015

OPINI : JOKOWI INGKAR JANJI KOALISI TANPA TRANSAKSIONAL DAN PERAMPINGAN KABINET

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla
saat pemotretan bersama 34 menteri Kabinet Kerja yang baru dilantiknya
di halaman Istana Negara, Jakarta, 27 Oktober 2014

JOKO Widodo setelah dilantik jadi Presiden RI ke-7, ternyata tidak sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan pada saat kampanye pilpres. Saat itu Jokowi menjanjikan pada rakyat bahwa koalisi yang dibangun tidak disertai dengan transaksi bagi-bagi menteri pada parpol yang mendukungnya alias tanpa syarat. Selain itu Jokowi juga menjanjikan kabinetnya akan dibuat seefisien mungkin untuk dirampingkan dari 34 menteri akan menjadi 18 s/d 20 menteri saja. Tetapi apa kenyataannya ? Untuk menteri yang berasal dari koalisi parpol diberi jatah 16 menteri  sedangkan dari profesional di luar parpol ada 18 menteri. Begitu pula janji perampingan kabinet. Jokowi janji kabinetnya terdiri dari 17-20 kementerian, nyatanya 34 kementerian, sama dengan jumlah kabinetnya SBY.
Tak pelak, rakyat pemilih Jokowi pun merasa dikibuli oleh Jokowi, apa pun alasannya ! Namun, perlu diketahui bahwa Jokowi tidak seorang diri untuk menjadi Presiden, di belakangnya sudah barang tentu ada yang sangat berperan yaitu Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri. Selain itu juga ada koalisi partai politik yang mendukung dan mensukseskan Jokowi menjadi Presiden yang disebut Koalisi Indonesia Hebat. Ditambah lagi Jokowi orang asli Solo, sehingga rasa ewuh pakewuh dan tahu dirinya tentu sangat besar. Itu artinya, tanpa dituntut jatah menteri oleh parpol pun Jokowi pasti akan memberinya. Walaupun pada saat kampanye parpol pendukung Jokowi gembar-gembor tidak akan menuntut atau minta jatah menteri.
Biasanya untuk dapat meraih kekuasaan, parpol akan menghalalkan segala cara. Yang dikhawatirkan banyak orang, Jokowi akan dijadikan boneka oleh para penentu kekuasaan karena Jokowi tidak memiliki power, yang memiliki power sangat menonjol adalah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan juga parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat. Bila Jokowi tidak mengikuti kemauan parpol pendukungnya dan Megawati Soekarnoputri maka tidak menutup kemungkinan akan menjadi kelimpungan dan takkan berdaya. Bila diibaratkan wayang kulit, seperti Gatotkaca ilang gapite. Apalagi Koalisi Merah Putih sudah “menguasai” parlemen dan ada tanda-tanda balas dendam untuk menghabisi rencana program yang telah didengung-dengungkan oleh Jokowi.
Sebenarnya, menurut penulis, yang salah itu bukan Jokowi tetapi tim suksesnya. Mereka kira dengan memenangkan Jokowi dalam Pilpres sudah menjadi hebat dan segala-galanya, apa mereka tidak ingat kalau parlemen (DPR) juga turut menentukan berhasil atau tidaknya sebuah pemerintahan dalam melaksanakan kebijakan dan program-program kerjanya. Jangan lupa, walau sudah menjadi penguasa (presiden) lalu bisa semaunya sendiri dengan meremehkan lawan-lawan politiknya. Semua kebijakan dan program kerja bisa dilakukan pemerintah bila didukung anggaran yang memadai dan untuk itu diperlukan persetujuan DPR. Bila DPR tidak setuju maka anggaran tidak aka nada dan kebijakan maupun program kerja pemerintah pun tidak akan bisa dilaksanakan sebagaimana yang diharapkan.
Oleh karena itu penulis menyarankan agar Jokowi sebagai Presiden RI dan parpol pendukungnya dalam Koalisi Indonesia Hebat harus menjalin hubungan baik dan harmonis dengan Koalisi Merah Putih agar program yang berpihak pada rakyat benar-benar dapat berjalan dengan lancar, tidak ada hambatan apa pun juga. Namanya pemerintahan yang begitu besar dan pelik secara teori gagasan yang ditonjolkan adalah program yang berpihak pada rakyat tetapi dalam pelaksanaannya tidak menutup kemungkinan ada yang tidak berpihak pada rakyat melainkan berpihak pada kepentingan pribadi, kelompok, golongan atau parpol pendukungnya. Hal itu bisa dilihat dari pengalaman pemerintahan SBY, ternyata tidak sedikit kader partai penguasa yang terjerat hukum. Tidak usah sok bersih dan sok suci bahwa semua untuk kepentingan rakyat, kadang-kadang itu hanya alasan saja untuk mencari simpati rakyat atau pencitraan.
Penulis berharap semoga Jokowi sebagai Presiden RI dan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden RI dapat menjalankan roda pemerintahan dan kenegaraan Republik Indonesia dengan lebih baik sehingga harapan dan dambaan sebagian besar rakyat dapat terwujud. Selamat bekerja dan ekstra hati-hati karena di depan ada harimau yang siap menerkam sehingga tidak bernasib seperti Gus Dur. Rangkul semua pihak demi peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (R.26) web majalah fakta / majalah fakta online
Oleh :
Imam Djasmani

Pengamat Sosial Poltik

OPINI : SBY MENGELUARKAN PERPU DAGELAN, SBY CERDAS DAN CERDIK MEMAINKAN DADUNYA


SUSILO Bambang Yudoyono pada saat akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden RI masih sempat mengeluarkan Perpu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) tentang Pemilihan Kepala Daerah (Gubernur, Bupati dan Walikota) untuk membatalkan UU Pilkada yang disetujui DPR RI yakni pilkada yang dipilih langsung oleh para anggota DPRD. Berdasarkan UU Pilkada itu Gubernur, Bupati dan Walikota sudah tidak lagi dipilih langsung oleh rakyatnya, tapi cukup dipilih oleh DPRD saja.
Dengan adanya UU Pilkada yang dipilih oleh DPRD itu SBY sebagai Presiden RI rasanya tidak terima dan akan membatalkannya dengan cara menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu). Namun, kelihatannya sia-sia atau hanya sebagai manufer politik saja yang dapat dikatakan sebagai lawakan alias dagelan.
Bagaimana tidak, sahnya Perpu itu harus mendapatkan persetujuan parlemen (DPR) setidak-tidaknya 50%+1, barulah Perpu itu bisa berlaku atau dapat dikatakan sah. Sedangkan parlemen sekarang sebagian besar terisi oleh Koalisi Merah Putih-nya Prabowo Subianto yang berseberangan dengan Koalisi Indonesia Hebat-nya Jokowi. Padahal Koalisi Merah Putih menginginkan Pilkada dipilih DPRD. Nah, bagaimana mungkin Perpu itu akan disetujui oleh DPR untuk menjadi UU ?
Selain itu dikeluarkannya Perpu harus memenuhi persyaratan yang ditentukan UUD 1945 yaitu :
1.    Belum ada UU yang mengatur
2.    Terjadinya deadlock atau tidak adanya kesepakatan/musyawarah mufakat tetapi sudah dilakukan voting
3.    Terbatasnya waktu penyelenggaraan kegiatan tetapi belum ada putusan
4.    Terjadinta chaos atau keadaan darurat social
Bila dicermati dari empat poin tersebut tidak ada yang menyentuh satu pun dengan dikeluarkannya Perpu Pilkada oleh Presiden SBY terseut. Semua orang sudah mengetahuinya namun tetap saja Presiden SBY menerbitkan Perpu Pilkada langsung dengan 10 perbaikan dan menolak Pilkada tidak langsung. Tujuannya diduga agar SBY tidak dianggap “abu-abu” oleh Koalisi Indonesia Hebat dan tidak dicaci-maki/dihujat oleh rakyat Indonesia yang tidak menghendaki Pilkada tidak langsung.
SBY walaupun jebolan TNI dan bukan dibesarkan oleh partai politik namun SBY ternyata seorang politisi tulen. Terbukti, benar-benar tidak disangka-sangka bahwa Koalisi Indonesia Hebat akan terkecoh dan bertekuk-lutut menghadapi manuver Partai Demokrat. Pada saat rapat paripurna Koalisi Indonesia Hebat mendukung dan menyetujui secara lisan usul Partai Demokrat tentang Pilkada langsung dengan 10 perbaikan. Tetapi, saat pengambilan keputusan, tiba-tiba Partai Demokrat melakukan walk out dengan berbagai macam alasan hingga Koalisi Indonesia Hebat keok oleh Koalisi Merah Putih.
Prabowo Ternyata Lebih Cerdik, Cerdas, Dan Hebat Daripada SBY
Prabowo lebih cerdik dari SBY, mengapa demikian ? Sebab, pada saat SBY sebagai Presiden RI dan sebagai Pembina Partai Demokrat, partai koalisinya tidak kompak, tidak bisa menguasai parlemen, dan tidak sampai merambah ke daerah hanya di pusat saja. Hingga dalam Pilkada Gubernur, Bupati dan Walikota kedodoran, kelimpungan, hampir 70% Gubernur, Bupati dan Walikota dibabat kader PDIP. Sedangkan bila dijumlah suara partai koalisi SBY jauh lebih besar daripada PDIP. Karena partai koalisi SBY saat itu mencalonkan sendiri-sendiri, berebut kekuasaaan dan berebut setoran dari para kandidat Gubernur, Bupati dan Walikota.
Kelihatannya waktu itu SBY tidak berdaya menghadapi Ketua Umum Partai Demokrat (Anas Urbaningrum) yang dengan serakah memperkaya diri sendiri untuk meraih kekuasaan yang lebih tinggi. Terbukti para petinggi Partai Demokrat tidak sedikit yang terjerat korupsi, masuk bui.
Penulis pada saat SBY berkuasa sudah pernah memberikan masukan berkaitan dengan koalisi yang dilakukan sampai ke daerah-daerah, tidak hanya di pusat saja. Tulisan itu diterbitkan di Majalah FAKTA. Namun, SBY tidak bergeming dan tidak menggubris sampai habis masa jabatan presidennya.
Lain halnya dengan Prabowo. Koalisinya nampak permanen dan tidak terbatas di pusat saja melainkan juga di daerah-daerah. Hingga besar kemungkinan Koalisi Merah Putih yang dikomandani Prabowo Subiyanto dan Aburizal Bakri akan membabat habis Pilkada Gubernur, Bupati dan Walikota se-Indonesia. Dapat diprediksi setidak-tidaknya 85% Gubernur, Bupati dan Walikota akan dikuasai oleh Koalisi Merah Putih. Dan, PDIP beserta Koalisi Indonesia Hebat-nya akan kelabakan dan kelimpungan menghadapi Koalisi Merah Putih.
Dalam pelaksanaan Pilkada Gubernur, Bupati, Walikota nanti Koalisi Indonesia Hebat akan banyak menjadi penonton walaupun pemilihan presidennya dimenangkan oleh Koalisi Indonesia Hebat.
Sedangkan di parlemen pusat (DPR), Presiden Jokowi dituntut ekstra hati-hati. Ibarat kata, salah sedikit bisa fatal akibatnya. Ingat Gus Dur, alih-alih mau membubarkan parlemen seperti pada jaman Bung Karno dengan Dekrit 5 Juli 1959-nya, Gus Dur sendiri yang malah harus angkat kaki dari Istana Kepresidenan lantaran di-impeachment oleh parlemen. Semoga tidak demikian dengan Presiden Jokowi. (R.26) web majalah fakta / majalah fakta online
Oleh :
Imam Djasmani
Pengamat Sosial Politik  

Tuesday, December 30, 2014

SURABAYA RAYA : “PRESTASI SEMAKIN DI DEPAN”

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, saat menghadiri acara SMK bersama Yamaha “Prestasi Semakin Di Depan” di SMKN 2 Surabaya
DI akhir bulan Oktober 2014, SMKN 2 Surabaya mendapat bantuan lagi dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) bersama Dealer PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) sebanyak 7 unit sepeda motor Yamaha dan 14 mesin motor Yamaha untuk jurusan TSM (Teknik Sepeda Motor).
            Penyerahan bantuan tersebut secara simbolis dilakukan oleh Direktur PT YIMM, Teddy Cahyadi, kepada Kasek SMKN 2 Surabaya, Drs Djoko Pratmodjo MM, dan perwakilan 22 SMK dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan Madura, di Gedung Aula SMKN 2 Surabaya.
            Dalam acara SMK bersama Yamaha “Prestasi Semakin Di Depan” tersebut dihadiri Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Deputy Director Sales & Marketing PT YIMM, Lim Sang Hong, GM Service, Ilham Wahyudi, Director PT YIMM, Teddy Cahyadi Yacob, Chief Territory IV PT YIMM, Hardjo Wibowo,  Agus Sudjoko, Komite SMKN 2 Surabaya, Kapolsek dan Camat Sawahan beserta jajarannya, Kasek SMKN 2 Surabaya dan Sub Rayon 2, kepala sekolah yang mendapat donasi Yamaha.
            Dalam hal ini nampak sekali kepedulian Yamaha terhadap kemajuan dunia pendidikan khususnya untuk siswa SMK. Kendaraan Yamaha yang diterima tersebut oleh siswa SMKN 2 Surabaya sudah dimodifikasi 3 kendaraan dengan bimbingan guru.
            Kasek SMKN 2 Surabaya, Drs Djoko Pratmodjo MM, menyampaikan bahwa setelah lulus nanti diharapkan para siswa bisa membuka lapangan kerja sendiri yakni membuka bengkel sendiri.
            Di sisi lain, Director PT YIMM, Teddy Cahyadi, mengatakan bahwa dengan bantuan motor dan mesin motor Yamaha ini diharapkan para siswa bisa menjadikannya sebagai media pembelajaran bagi siswa dan guru untuk kemajuan teknologi mesin motor dan mereka bisa selalu update teknologi baru di bidang otomotif. (Widandari) web majalah fakta / majalah fakta online

SURABAYA RAYA : PRODUK UNGGULAN SATKER PKPAM JATIM

Kepala Satker PKPAM Jatim, Ir Zaenal Arifin MT
DEMI terwujudnya slogan 100-0-100 di tahun 2019, pihak Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum (PKPAM) Provinsi Jatim terus berupaya keras secara maksimal. Diharapkan di tahun 2019, 100% masyarakat di Jatim sudah terpenuhi kesediaan air minum sehat dan 0% kawasan kumuh.
Tupoksi Satker PKPAM Jatim ini sudah sesuai dengan PP No.38 Tahun 2007 tentang pembagian tugas bersama antara Satker PKPAM dengan pemerintah daerah dalam penyediaan DDUB (Dana Daerah Urusan Bersama) untuk penyediaan air PDAM yang sehat dan bersih di Jatim secara optimal bagi pelayanan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) seperti pemilik aliran listrik rumah di bawah 100 watt. Di samping itu juga di daerah-daerah Jatim yang sedang ‘sakit’ (cash low).
            “Kita akan memfasilitasi PDAM di daerah-daerah di Jatim demi peningkatan kinerjanya. Di samping itu juga dalam pelayanan rawan air di sejumlah desa yang tertinggal,” ujar Kepala Satker PKPAM Jatim, Ir Zaenal Arifin MT, seraya menambahkan, seperti daerah Ponorogo, Pamekasan, Situbondo, Tulungagung, dan lain-lain dilakukan pembangunan unit instalasi air minum dan pipanya.
            Walaupun begitu, lanjut Zaenal, semua keberhasilan yang dicapai tak semudah membalikkan telapak tangan karena terkendala oleh belum komitmennya pemda dalam hal kecukupan DDUB serta perlunya peningkatan jasa penyediaan SDM (kontraktor) dan penyiapan masyarakat oleh pemda kadang belum disosialisasikan sehingga terkendala tidak bisa dilaksanakan. Selain itu juga minimnya pemda menyiapkan ijin pelayanan air plus lahan sebagai salah satu bentuk DDUB. (F.543) web majalah fakta / majalah fakta online

SURABAYA RAYA : MERANGSANG GEMAR MEMBACA LEWAT PROGRAM DUTA LITERASI

Dari kanan : Kepsek SMPN 43 Surabaya, Drs Moch Kelik Sachroendjailani MSi,
Vania Neulia Belfa, Satria Bagus Prakosa, dan Dra Yuliasih
VANIA Neulia Belfa, siswi kelas IX C, dan Satria Bagus Prakosa, siswa kelas IX E, keduanya siswa SMPN 43 Surabaya merasa bangga begitu terpilih mewakili masing-masing kelasnya menjadi duta literasi. Bersama teman kelas lainnya di SMPN 43 Surabaya kelak dipilih menjadi pangeran dan puteri duta literasi (1 putera, 1 puteri).
            Vania dan Satria adalah sosok kebanggaan SMPN 43 Surabaya, yang sejak dulu memang gemar membaca. Sehari keduanya bisa melahap 100 halaman buku, yang bertemakan otobiografi, cerita sukses seorang tokoh, dan lain-lain. Nah, ternyata kebiasaan mereka ditangkap oleh bapak/ibu guru SMPN 43 Surabaya yang kemudian bersama teman kelas lainnya (70 anak) di SMPN 43 Surabaya yang memiliki kebiasaan gemar membaca selanjutnya dipilih menjadi duta literasi. Setelah lewat audisi ketat seperti materi sekolah, keimanan, keterampilan, membaca-menulis, mengelola perpustakaan kelas, lantas mereka digodok di Badan Arsip & Perpustakaan Surabaya untuk dipilih menjadi pangeran & puteri duta literasi (1 putera, 1 puteri).
            Kepsek SMPN 43 Surabaya, Drs Moch Kelik Sachroendja Ilani MSi, mengatakan bahwa tujuan program ini adalah untuk membiasakan gemar membaca siswa SMPN 43 Surabaya, pandai mengelola perpustakaan kelas & majalah dinding atau majalah online. Kemudian dari pengalaman menjadi duta literasi ini siswa juga diwajibkan membukukannya. Hingga diharapkan bila kelak lulus dapat menularkan kebiasaan terbaiknya itu kepada adik-adik kelasnya.
            Sementara di tempat yang sama, guru pembina program duta literasi SMPN 43 Surabaya, Dra Yuliasih, menambahkan, diharapkan pangeran & puteri duta literasi SMPN 43 Surabaya yang terpilih itu dapat mendampingi serta merangsang gemar membaca teman-teman sebayanya di SMPN 43 Surabaya. Untuk itulah ke depan ia berharap program duta literasi terus berkesinambungan dan sudah menjadi kebiasaan siswa awal masuk kelas wajib membaca sekitar 15-20 menit dan pulangnya 1 jam sebelum pulang. (F.543) web majalah fakta / majalah fakta online

SURABAYA RAYA : LINGKUNGAN HIJAU NAN ASRI TINGKATKAN PRESTASI SISWA SMAN 20 SURABAYA

Taman ‘firdaus’ SMAN 20 Surabaya
ANGIN semilir terasa sejuk menerpa dedaunan bunga bougenvil merah, putih. Bunyi burung parkit, prenjak, ramai bersahut-sahutan. Diiringi lalu-lalang ikan nila dan koi warna-warni di kolam dalam gemericik air ditambah nyaringnya kokok ayam jago, semakin menambah nyaman suasana di lingkungan SMAN 20 Surabaya. Kontras dengan udara di sekitarnya (Surabaya) pada umumnya yang terasa menyengat dan panas membakar kulit di musim kemarau.
            Ya, kini SMAN 20 Surabaya sudah menjelma menjadi lingkungan hijau, bersih nan asri. Sederet siswa SMAN 20 Surabaya pun nampak enjoy, betah berlama-lama berada di taman ‘firdaus’ SMAN 20 Surabaya, sambil berdiskusi entah apa yang dibicarakan. Mereka nampak fresh hingga prestasi tinggi banyak diraihnya (meningkat).
            SMAN 20 Surabaya kini terus bersolek ‘bak gadis cantik’, pepohonan beragam jenis tumbuh mengelilingi sekolah yang berada di Medokan Semampir tersebut, sehingga menambah rindangnya lingkungan sekolah. Dan, tak lupa gorong-gorong, selokan-selokan, juga dibenahi. Sehingga SMAN 20 Surabaya yang dulu dikenal oleh masyarakat sebagai langganan banjir di musim hujan dan sering meliburkan siswanya karena sekolahnya kebanjiran, kini sudah tidak terjadi lagi. Kini proses belajar mengajar (KBM) dapat terus berjalan dengan baik.
Konsentrasi siswa untuk belajar sangat tinggi sehingga beragam penghargaan dan prestasi banyak diraih. Segenap civitas akademika kini terus berdisiplin tinggi. Siswa tak ada istilah bolos atau terlambat. Guru apalagi tak ada kata malas. Kini terus giat mengajar, dan karyawan pun terus bekerja, bekerja, bekerja.
            Kepsek SMAN 20 Surabaya, Drs H M Sukron AP MM, mengatakan, dengan kondisi lingkungan sekolah yang sudah bagus ini siswa atau segenap civitas akademika SMAN 20 Surabaya bisa menjadikannya sebagai rumah kedua. Hingga diharapkan bisa merangsang peningkatan prestasinya. Pun niat untuk menebang pohon atau tak peduli lingkungan/penghijauan dapat dihindari. Justru sebaliknya, diharapkan mereka dapat menambah kepeduliannya terhadap lingkungan di sekolah serta memperbanyak menanam pohon-pohon agar bertambah hijau nan asri. (F.543) web majalah fakta / majalah fakta online

SURABAYA RAYA : 10 NOVEMBER SEBUAH SPIRIT MEMBANGUN SEKOLAH BERMARTABAT

Kepsek SMAN 22 Surabaya, Karyanto SPd
PERISTIWA 10 November 1945 bisa kita dapatkan manfaatnya, yakni spirit luar biasa dari arek-arek Surabaya khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Semangat perjuangan berbagai hal secara kolektif sulit ditemukan. Tapi bagi SMAN 22 Surabaya justru dengan spirit yang kuat dan bagus mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang ada di Surabaya. Paling tidak ada beberapa hal yang disiapkan dalam berstrategi untuk mencapai kompetisi :
a. Memantapkan dan meyakinkan bahwa sekolah yang berakhlak, berilmu mampu
    berbakti pada Indonesia dapat diwujudkan.
b. Memastikan bahwa seluruh civitas akademika SMAN 22 Surabaya ada dalam satu
    komitmen, satu langkah dan satu tujuan.
c. Memastikan bahwa apa yang akan dilaksanakan SMAN 22 Surabaya didukung oleh
    seluruh elemen yang terlibat langsung dan tidak langsung dalam peningkatan dan
    pengembangan SMAN 22 Surabaya.
Maka dari situlah orientasi prospek SMAN 22 Surabaya ke depan dapat meningkat. Prestasi siswa karena roh dari sekolah, tentu juga siswa, sekolah dengan guru-guru juga dapat dikatakan berprestasi. Untuk itulah memastikan bahwa pelaksanaan secepatnya K13 dengan baik serta memastikan program terukur, terarah, terevaluasi yang dapat meningkatkan prestasi siswa.
“Kita bersama-sama memiliki semangat besar pada K13 dengan memadukan kurikulum Eropa bagian barat yang lebih mengedepankan logika dengan kurikulum belahan timur yang mengedepankan aspek moralitas. Yang berarti K13 dapat dilaksanakan berdasarkan akhlak baik pada diri siswa, keilmuan handal sehingga life skill siswa dapat terwujud,” ungkap Kepsek SMAN 22 Surabaya, Karyanto SPd. (F.543) web majalah fakta / majalah fakta online

SURABAYA RAYA : OLEH-OLEH KEPSEK SMPN 39 SURABAYA DARI KOTA TUAL

Kepsek SMPN 39 Surabaya, Drs Edi Prasetyo
KARENA dinilai sebagai sekolah yang sarat prestasi tinggi, Kepsek SMPN 39 Surabaya, Drs Edi Prasetyo, mendapat amanah dari Diknas Surabaya. Bersama rombongan Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT, camat, lurah, staf Pemkot Surabaya dan beberapa pejabat penting lainnya, Edi Prasetyo diundang ke Kota Tual, Maluku Tenggara, akhir September lalu. Kota Tual adalah sebuah daerah yang kaya potensi alam baharinya, perikanan dan kelautan.
            Rombongan pejabat penting asal Surabaya itu ke Kota Tual untuk melakukan nota penandatanganan kesepahaman antara Walikota Surabaya dengan Walikota Tual. Kota Tual ingin belajar dan berkembang maju pesat di berbagai bidang kehidupan seperti tata kota, pemerintahan, UKM termasuk pula dunia pendidikan, seperti Surabaya. SMPN 39 Surabaya adalah satu-satunya sekolah yang ada di Surabaya yang turut dalam rombongan Walikota Surabaya tersebut. Sehingga diharapkan prestasi dunia pendidikan di Kota Tual dapat maju dan bergelimang prestasi tinggi seperti SMPN 39 Surabaya.
            Kepsek SMPN 39 Surabaya, Drs Edi Prasetyo, mengaku bahwa perjalanan ke Tual adalah pengalaman yang tak terlupakan dalam hidupnya, di samping karena dapat menambah wawasan di dunia pendidikan juga sambutan meriah dari pejabat dan warga Kota Tual yang sangat luar biasa. (F.543) web majalah fakta / majalah fakta online

SURABAYA RAYA : SATPOL PP SURABAYA BERHASIL RAZIA 5 PASANGAN MESUM

Mereka yang terkena razia Satpol PP Surabaya
PETUGAS Satpol PP Kota Surabaya kembali menggelar razia RHU di sejumlah tempat hiburan malam yang menjadi target sasaran yang berada di wilayah Surabaya utara, timur dan selatan dibantu dengan jajaran samping dari Polrestabes dan Anggota TNI (Gartap III) Surabaya Sabtu malam (11/10).
Target sasaran pertama tempat penginapan Orchid di Jl Bongkaran dan Hotel Grace Setia di Jl Kenjeran. Di sini petugas gabungan berhasil menjaring beberapa pasangan mesum yang tidak bisa menunjukkan surat resmi (buku nikah) saat dirazia petugas berada di dalam kamar hotel. “Ada 5 pasangan mesum kita tangkap karena tidak bisa menunjukkan identitas kependudukan atau surat resmi buku nikah,” kata Iskandar Zakaria, Kasi Pengawasan dan Penindakan Satpol PP Surabaya.
Selain menangkap pasangan mesum, petugas gabungan melanjutkan razia di tempat hiburan Cafe Biru di dalam pertokoan Megah Rungkut, Surabaya timur. Di sini petugas melakukan tindakan dengan menghentikan sementara semua kegiatan Cafe Biru lantaran ditemukan surat denda pelanggaran yang belum dilunasi dari Dinas Pariwisata.
Menurut Iskandar, meskipun Cafe Biru memiliki izin lengkap, petugas tetap menghentikan sementara semua kegiatannya karena terkait soal denda pelanggaran dari Dinas Pariwiasata yang belum dilunasi oleh pihak pemilik cafe dan juga belum mengantongi surat Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang baru. “Semua kegiatan Cafe Biru kita hentikan sementara, bilamana masih buka laporkan kepada kami,” tegas Isakandar Zakaria saat memimpin razia.
Usai melakukan target sasaran razia, petugas Satpol PP Surabaya kembali berhasil menjaring beberapa waria di Bundaran Waru dan PSK yang mangkal di sepanjang Jalan Diponegoro. Hasil razia malam hari itu terdiri dari 5 pasangan mesum, 4 waria dan 4 PSK. (F.568) web majalah fakta / majalah fakta online

SURABAYA RAYA :POLSEK JAMBANGAN BEKUK PELAKU CURANMOR DENGAN MODUS MEMEPET KORBAN

AKP Erwin Ares Genda, Kapolsek Jambangan, menunjukkan BB dan 2 tersangka
DUA pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil dibekuk anggota Polsek Jambangan saat melakukan razia di kawasan Rolak Gunungsari, Surabaya.
Kedua tersangka yang berhasil diamankan di antaranya Rendy Ari Triawan alias Rendy (20), warga Jl Girilaya, Surabaya, dan Handoko alias Endok (21), warga Pakis Sidokumpul, Surabaya.
Modusnya, di tempat sepi tersangka memepet korban, lalu menuduh korban telah menabrak keluarganya. Tersangka yang lebih dari dua orang tersebut langsung mendorong dan memukul korban hingga jatuh, kemudian tersangka membawa kabur motor korban.
Menurut AKP Erwin Ares Genda, Kapolsek Jambangan, Rabu (22/10), mengatakan, penangkapan kedua pelaku saat anggota melakukan penggeledahan dan menemukan 20 butir pil koplo dari saku celana Rendy, selanjutnya petugas membawa keduanya ke mapolsek dan tersangka langsung mengakui pil koplo yang dibawanya merupakan hasil penjualan dari curanmor. “Aksi curanmor tersebut dilakukan bersama dua rekan lainnya yang masih DPO, yaitu Arnok dan Erik," jelasnya.
Erwin menambahkan, untuk melakukan pengembangan petugas membawa kedua tersangka menunjukkan lokasi curanmornya. Setibanya di lokasi, kedua tersangka berniat melarikan diri. Sehingga petugas melakukan tindakan tegas, dengan menembak kaki kedua tersangka. Saat diinterogasi petugas, kedua tersangka mengaku sejak awal tahun 2014 bersama rekannya sudah melakukan aksi kejahatannya di tujuh tempat berbeda, yaitu di kawasan Jl Mayjend Sungkono, belakang Hotel Sangrilla, Jl Dukuh Kupang, HR Muhammad, Jalan Demak, Jl Kayoon, dan Taman Korea Jalan Dr Soetomo. Sedangkan aksi terakhir tersangka, sebelum ditangkap, tersangka melakukan curanmor di Jl Dukuh Kupang dan berhasil merampas sepeda motor Yamaha Mio E 4084 ZI milik Dedi Saputra (17) yang kos bersama orangtuanya di Jl HR Muhammad Pradah, Surabaya. (F.568) web majalah fakta / majalah fakta online

SURABAYA RAYA : SABU RP 7 MILIAR DARI EKS LOKALISASI DOLLY DIMUSNAHKAN POLRESTABES SURABAYA

Dari kiri : Pengujian narkoba sebelum dimusnahkan dan
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta
JAJARAN Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polrestabes Surabaya pada Jumat (24/10) di halaman gedung Anindita Polrestabes Surabaya memusnahkan barang bukti narkoba senilai Rp 7 miliar. Barang bukti yang dimusnahkan tersebut di antaranya sabu seberat 3,3 kg dan 4.946 butir ekstasi hasil tangkapan dari 4 tersangka, yakni Fretz Johan Rormpadey, Zendi Shahriar, Benny Bachtiar Sanjaya dan Denny Yanto. Narkoba tersebut terakhir didapat dari penggerebekan di kawasan eks Lokalisasi Prostitusi Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan.
Pengungkapan kasus narkoba skala besar ini berawal dari informasi masyarakat yang menerangkan bahwa Denny merupakan pengedar narkoba yang sering beroperasi di Jalan Tidar. Dari informasi tersebut, anggota Satuan Reskoba Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Denny di depan sebuah food court Jalan Tidar. Setelah melakukan penelusuran, petugas melakukan penggeledahan di rumah Denny di Jalan Kalibutuh Barat. Dari tempat itu petugas Sat Reskoba berhasil mengamankan satu bungkus plastik berisi sabu seberat 86,20 gram yang sudah dikemas dalam bungkus masing-masing 14,33 gram dan dua unit HP.
Setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut, petugas mengamankan Tonny di area parkir Hotel Tunjungan, Jl Basuki Rahmad, pada 4 Oktober lalu sekitar pukul 13.00 WIB. Saat ditangkap, Tonny rupanya sedang menunggu Fred. Dari tangan Tonny, polisi mengamankan 4 butir pil ineks. Fred lalu ikut diamankan dan disita sabu seberat 2,753 kg dan 5.000 butir pil ineks. Petugas melanjutkan kasus ini dengan melakukan penggeledahan di penginapan Apartemen Puncak Kertajaya. Dari tempat tinggal Tonny itu ditemukan lima bungkus sabu seberat 2,42 gram, ½ butir ineks warna hijau,1 butir merah muda dan krem, 1/2 butir cokelat muda dan lima butir pil happy five, 1 butir kapsul warna cream dan satu unit timbangan elektrik.
Pemusnahan yang dilakukan di Mapolrestabes Surabaya tersebut dihadiri oleh BNNP Jatim, BNNK Surabaya, BPPOM, Kejari Surabaya, Kejari Tanjung Perak, Pengadilan Negeri, serta tokoh agama dan masyarakat.
Sebelum dilakukan pemusnahan narkoba senilai Rp 7 miliar itu terlebih dahulu tim Labfor Jatim menguji apakah BB tersebut asli atau tidak.
Menurut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta, dari data Satreskoba, dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2014 Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap 294 kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Sedangkan jumlah tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 331 orang. Karena narkoba merupakan bentuk kejahatan yang sangat luar biasa, maka untuk memeranginya harus dilakukan dengan luar biasa juga. “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang turut andil memberantas peredaran narkoba, serta informasinya guna menyelamatkan generasi bangsa. Pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan setelah 7 hari penetapan tersangka karena sesuai amanat undang-undang. Pemusnahan tersebut selain disaksikan oleh muspida setempat, juga disaksikan oleh kuasa hukum tersangka," tutur Setija. (F.568) web majalah fakta / majalah fakta online

IKLAN

web majalah fakta / majalah fakta online

ADVETORIAL : BU RISMA LARIS “TANGGAPAN” DI LUAR NEGERI

WALIKOTA pilihan masyarakat Kota Surabaya, Tri Rismaharini, lagi-lagi membuat kejutan. Risma, panggilan akrabnya,  mengaku akan mempresentasikan kebijakan kota terkait masyarakat Surabaya di negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Selain ke Washington, di sisa akhir tahun ini, Risma mengaku mendapat banyak 'tanggapan' menjadi pembicara tingkat internasional dari beberapa negara di Asia dan Eropa.
"Aku ini banyak sekali diundang, laris tanggapane, di Barcelona tentang perencanaan kota. Lalu yang di Darwin bulan November tentang arsitektur kota, terus dari Universitas Nagoya, Jepang, bulan apa gitu lho," pungkas mantan Kepala Bappeko Surabaya ini.
Banyaknya kebijakan yang prorakyat membuat Walikota Tri Rismaharini laris sebagai pembicara. Tak hanya tingkat nasional tapi juga internasional. Hingga pada Selasa (7/10), Risma memastikan tidak hadir dalam puncak perayaan HUT TNI ke-69 di Armatim Surabaya. Karena walikota yang diusung PDIP ini berangkat ke Washington DC, Amerika Serikat, menjadi pembicara di World Bank.
"Aku besok berangkat ke Washington, aku jadi pembicara di World Bank pusat soal city's for citizen," kata Risma usai memberi pembekalan pada lurah dan camat se-Surabaya terkait antisipasi banjir jelang musim hujan di Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya.
Memang, menjelang akhir masa jabatannya, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengaku laris diundang 'show' ke luar negeri. Walikota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini dibidik negara-negara asing untuk memaparkan kesuksesannya memimpin Kota Surabaya.
Setidaknya, sepanjang tahun 2014 ini sudah ada empat lembaga luar negeri yang mengundangnya secara resmi untuk menjadi pembicara seputar konsepnya menyusun kebijakan tata kota. Salah satunya adalah World Bank.
Nama Risma makin populer dan tersiar se-antero dunia sejak tercatat sebagai walikota penerima penghargaan dunia. Risma juga meraih penghargaan internasional Mayor Recognitions Awards (MRA) dari The Eastern Regional Organisation for Planning and Human Settlements (EAROPH). Kemudian, namanya juga tercatat sebagai nominator walikota terbaik dunia tahun 2014 dan menjadi calon peraih World Mayor Prize dari The City Mayors Foundation. Jadi wajar, jika saat ini dia sedang ramai 'show' di berbagai negara untuk membagi ilmunya dengan tokoh-tokoh dunia. Tanggal 7 Oktober 2014, Risma terbang ke Washington DC, Amerika Serikat.
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini
"Akhir-akhir ini aku sangat sibuk sekali, maklum pertunjukannya lagi laris," kelakar Risma kepada wartawan usai memberi pengarahan lurah dan camat se-Surabaya, Senin (6/10).
Dia melanjutkan, agenda undangan menjadi pembicara soal kebijakan penataan kota di Washington DC pada Selasa besok merupakan undangan khusus dari World Bank. "Seluruh perwakilan dunia akan hadir, saya diminta untuk mempresentasikan konsep penataan kota," akunya.
Pasca Washington DC, Risma akan terbang ke Negeri Catalan, Barcelona, Spanyol. Alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) ini akan mempresentasikan konsep perencanaan kota. Kemudian berlanjut ke Darwin, Australia, dan yang terakhir ke Universitas Nagoya, Jepang, untuk mempresentasikan konsep yang sama. (F.835) web majalah fakta / majalah fakta online

SURABAYA RAYA : KONTRAK SERAH-TERIMA STAN PASAR TURI 3.800

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Masduki Toha
WAKIL Ketua DPRD Kota Surabaya, Masduki Toha, Minggu (5/10), mengatakan jika selama ini ada perbedaan pendapat yakni pernyataan pemkot meminta agar 6.500 stan dibuka pada mulai 14 Oktober, sedangkan investor mengatakan hanya berlaku untuk 3.800 stan. "Jadi ini hanya beda pada penafsiran kontrak saja. Sebenarnya, antara pernyataan Pemkot Surabaya dengan investor tidak ada masalah. Keduanya memahami bahwa kontrak serah-terima stan itu hanya untuk 3.800 stan," katanya.
Hanya saja, lanjut dia, beberapa waktu lalu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, menyatakan 14 Oktober itu semua stan harus selesai semua. "Kami harap kejaksaan bisa secepatnya memberi keputusan atas review yang mereka lakukan soal Pasar Turi ini. Sehingga semuanya menjadi jelas," katanya.
Menurut Masduki, terkait penyelesaian pembangunan Pasar Turi ada banyak versi. Menurut versi pedagang bahwa serah-terima stan harus selesai pada 14 Oktober seperti pernyataan Walikota Surabaya beberapa waktu lalu. "Kata pedagang, kalau tidak selesai semuanya harus buyar. Padahal kita kan tidak tahu, 14 Oktober itu penyerahan seluruh stan atau hanya sebagian saja," katanya.
DPRD Kota Surabaya meminta polemik dalam persoalan pembukaan stan Pasar Turi diselesaikan oleh kedua belah pihak, yakni antara Pemkot Surabaya dengan investor pembangunan Pasar Turi dalam hal ini PT Gala Bumi Perkasa (GBP).
Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji, meminta agar pihaknya diberi fotocopy perjanjian kerja sama antara Pemkot Surabaya dengan investor. Sebab dari sana pihaknya dapat mengetahui secara pasti isi perjanjian yang ada. "Kalau ada perjanjiannya, kita bisa langsung membandingkan dengan kondisi yang ada di lapangan," ujar Armuji.
Terkait polemik yang terjadi dalam proses pembangunannya, Armuji mengaku dirinya tidak mau ikut campur. Meski demikian bukan berarti pihaknya akan tinggal diam. "Kita ini kan mitra pemerintah kota, dan kita di sini juga mewakili rakyat. Makanya, kita ikut memantau terus," katanya.
Sementara itu, mendengar jika Walikota Surabaya memberikan peringatan keras berupa ancaman pengambilalihan pembangunan Pasar Turi kepada PT GBP sebagai investor, kelompok pedagang eks kebakaran yang nasibnya digantung selama beberapa tahun mendukung sekaligus mendorong agar sikap walikota itu benar-benar dilaksanakan.
Rencana Pemkot Surabaya mengambil alih pembangunan Pasar Turi dari PT GBP itu mendapat dukungan penuh dari pedagang. Untuk itu pedagang  meminta pemkot serius agar secepatnya mengambil alih Pasar Turi yang pembangunannya tak kunjung tuntas tersebut.
Rosyid, pedagang Pasar Turi, menegaskan 100 persen pedagang mendukung langkah pemkot untuk mengambil alih Pasar Turi. Alasannya, selama ini pedagang sering dikecewakan PT GBP selaku investor. Sebab, investor hanya bisa umbar janji, namun kenyataannya nihil. “Dulu investor ngomongnya bulan Pebruari tuntas, namun meleset. Dan, umbar janji lagi tuntas bulan April, lalu molor jadi awal Ramadhan. Dan, sekarang obral janji lagi Oktober. Padahal, pembangunan Pasar Turi sekarang ini baru sekitar  65 persen sebagaimana keterangan mandornya. Jadi saya semakin yakin, pembangunan Pasar Turi tak akan tuntas pertengahan Oktober ini,” beber Rosyid, Selasa (9/10).
Tidak itu saja, selama ini pedagang kerap dimintai uang oleh investor. Di antaranya pedagang harus membayar Rp 7 juta untuk ambil kunci, pedagang dibebani denda karena dianggap telat bayar, pedagang harus membayar biaya strata title dan beberapa pungutan yang tak jelas sehingga merugikan pedagang. Ironisnya, di saat pedagang sudah habis-habisan mengeluarkan banyak uang, ternyata  pembangunan Pasar Turi tak kunjung selesai. Dengan diambilalihnya Pasar Turi oleh Pemkot Surabaya nanti, Rosyid berkeyakinan pembangunannya akan segera tuntas. Pasalnya, anggaran pembangunannya sudah jelas karena melalui APBD. Selain itu pemkot tidak bisa memungut uang kepada pedagang selama tak ada landasan hukumnya.
Hal senada diungkapkan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi (HP2T), H Suhaemi. Ia menambahkan, Pemkot Surabaya diminta untuk serius mengambil alih Pasar Turi. “Jika memang pada 14 Oktober belum tuntas, maka pemkot harus segera merealisasikan ancamannya. Jika memang pemkot serius seharusnya pengambilalihan Pasar Turi dilakukan sejak awal tahun  2014. Kenyataannya, meski investor bolak-balik melakukan tindakan wanprestasi, pemkot tak segera memberikan denda atau hukuman. Makanya, pemkot harus membuktikan ketegasannya untuk mengambil alih pada 14 Oktober nanti bila masih molor,” ucapnya.
Ia menambahkan, saat ini pembangunan Pasar Turi tak sesuai dengan jadwal. Ini bisa dilihat di lapangan dengan masih banyaknya lantai yang belum ada stannya. Kalaupun terbangun stan, itu hanya di lantai  lower ground dan ground. Sedangkan lantai lainnya belum. Bahkan  listrik, air dan sarana prasarana lainnya belum siap.  Tentu  saja, hal ini mengindikasikan sangat sulit bagi PT GBP untuk bisa merealisasikan janjinya bahwa pada pertengahan Oktober bisa tuntas semua. ”Kalau nanti pedagang dipaksa untuk berjualan dengan kondisi tersebut, tentu membuat pedagang bergejolak. Sebab, percuma berjualan kalau fasilitas pendukungnya belum tersedia,” tegasnya.
Untuk diketahui, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengancam akan mengambil alih Pasar Turi jika investor tak mampu merampungkan pembangunannya pada 14 Oktober 2014. Deadline 14 Oktober itu berdasarkan perjanjian yang sudah ditandatangani antara pedagang dengan investor. Dalam perjanjian ini, pada 14 Oktober, pembangunan sudah harus tuntas dan pedagang sudah bisa berjualan.
Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya tidak akan memberi tolerensi pada investor jika 14 Oktober 2014 pembangunan pasar yang menelan investasi Rp 1 triliun itu tidak selesai. Pada 14 Oktober 2014, yang bisa masuk dan berjualan di Pasar Turi tidak hanya pedagang lama, tapi juga pedagang baru.
“Kami tidak akan memperpanjang perjanjian (dengan investor Pasar Turi). Saya siap jika nanti ada gugatan dari investor ketika mereka tidak terima diambil alih pemkot. Pengambilalihan ini tidak hanya pembangunannya, tapi juga pengelolaannya,” ujar Bu Risma.
Risma menambahkan, pihaknya akan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam mengevaluasi hasil pembangunan Pasar Turi. Sebelumnya, sudah ada audit dari BPKP yang hasilnya meminta pada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk tidak memperpanjang kerja sama dengan investor. Dari hasil audit BPKP juga menunjukkan ada perubahan desain bangunan dari sebelumnya delapan menjadi sembilan lantai. Dengan perubahan desain ini maka pihaknya juga akan mengkaji ulang besaran retribusi yang harus dibayarkan pedagang ke investor. (F.835) web majalah fakta / majalah fakta online

Monday, December 22, 2014

INFO JATIM : PIMPINAN DEWAN DILANTIK, LANGSUNG SUSUN APBD PROVINSI JATIM 2015

Gubernur Jatim, Soekarwo, memberikan ucapan selamat kepada pimpinan DPRD Provinsi Jatim 2014-2019 yang dilantik (2/10)
KETUA dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur periode 2014 – 2019 resmi dilantik oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Timur, Soemarno SH, di ruang rapat paripurna DPRD Provinsi Jatim, Kamis sore (2/10).
Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim periode 2014 – 2019 itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No.161.35/3800/2014 tentang Pengukuhan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2014-2019.
Pimpinan dewan yang dilantik yaitu Abdul Halim Iskandar dari PKB sebagai ketua dan wakil ketua dewan masing-masing adalah Kusnadi dari PDI Perjuangan, Tjutjuk Sunario dari Fraksi Gerindra, Achmad Iskandar dari Fraksi Partai Demokrat, serta Soenarjo dari Fraksi Partai Golkar.
Ketua DPRD Provinsi Jatim, Abdul Halim Iskandar, usai pelantikan mengatakan setelah pelantikan ini pihaknya akan melakukan penyusunan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2015 bersama Pemprov Jatim. “Besok kita langsung gelar pembahasan alat kelengkapan dewan lainnya, mulai komisi dan beberapa badan, setelah itu proses pembahasan APBD akan kita lanjutkan,” kata Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar.
Dia optimis APBD Provinsi Jawa Timur TA 2015 bisa ditetapkan pada bulan November 2014. “Kita usahakan tanggal 10 November 2014 bisa ditetapkan, kalau belum rampung ya prinsipnya November harus sudah selesai,” ujar politisi asal Fraksi PKB Jatim ini.
Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa dengan pelantikan yang sudah dilaksanakan tersebut pihaknya akan berusaha untuk menjaga nama baik DPRD Provnsi Jawa Timur. “Alhamdulillah SK Mendagri sudah kami terima dan langsung kita lakukan pelantikan. Kami berharap dewan Provinsi Jatim ke depan lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya usai sidang paripurna DPRD Jawa Timur, kemarin (2/10).
Ditambahkannya dalam waktu dekat ini akan dituntaskan mengenai alat kelengkapan dewan Provinsi Jawa Timur. Dengan tuntasnya alat kelengkapan dewan tersebut maka akan dilakukan pembahasan APBD Provinsi Jawa Timur TA 2015. “Ya tinggal sedilut (sedikit) selesai. Mungkin minggu depan pengesahan tata tertib dan penataan alat kelengkapan dewan sudah selesai. Sekarang masih pembagian posisi di pimpinan dan digodok di masing-masing fraksi tentang anggota-anggotanya yang akan menempati di komisi-komisi,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKB Provinsi Jawa Timur ini.
Mengenai keinginan dari Fraksi Nasdem – Hanura yang masih ngotot mendapatkan posisi di pimpinan komisi, Halim menjawab, semua keinginan itu akan dipertimbangkan oleh seluruh fraksi yang ada di DPRD Provinsi Jatim. “Tapi untuk bisa atau tidak, masih belum,” ujarnya.
Disinggung tentang target DPRD Provinsi Jatim ke depan, Halim mengatakan DPRD akan bekerja untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Mulai dari urusan kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan dan pembangunan infrastruktur. Mengenai anggaran pendidikan yang dalam undang-undang harus 20 persen, Halim menyebutkan dalam perangkaan R-APBD Provinsi Jawa Timur TA 2015 dengan nilai Rp 21,9 triliun sehingga anggaran pendidikan setidaknya sekitar Rp 4 triliun. Termasuk dana pusat untuk kabupaten/kota yang transit. “Di dana transit itu ada dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) juga. Kalau ditotal semuanya nyampai 20 persen,” kata Halim tanpa merinci berapa jumlah anggaran untuk pendidikan.
Sementara itu, Ahmad Iskandar, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, menyampaikan bahwa pelantikan pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur menjadi spirit bagi pimpinan dewan Jatim untuk menjadikan kinerja dan citra DPRD Jawa Timur menjadi lebih baik. “Karena itu kami sebagai pimpinan dewan Jatim akan selalu berusaha untuk menjadikan DPRD Jatim lebih baik,” tuturnya.
Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2009 – 2014 ini menambahkan, untuk pembahasan APBD Provinsi Jawa Timur akan segera dilakukan. Pihaknya membenarkan pembentukan alat kelengkapan dewan menjadi hambatan untuk membahas APBD Jatim. “Karena itu kami berharap dalam waktu dekat alat kelengkapan dewan segera selesai,” ujarnya.
Apakah waktu satu bulan untuk membahas APBD Jatim tidak terlalu singkat dan terkesan kejar tayang, ia menjawab memang berdasarkan sebelum-sebelumnya, pengesahan APBD Jatim selalu tanggal 10 November. Karena itu, ia tetap menargetkan tanggal 10 November tetap bisa mengesahkan APBD Jatim tahun 2015. Karena pembahasan R-APBD 2015 sudah separo jalan, mengingat KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara) RAPBD 2015 sudah dibahas oleh anggota DPRD Jatim periode sebelumnya. “Cukuplah waktu yang tersedia. Kan KUA PPAS-nya sudah selesai. Jadi bukan kejar tayang,” urainya.
Sementara itu Kusnadi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, menyampaikan tugas selanjutnya dari dewan Jawa Timur memang pengesahan APBD Jawa Timur. Mengenai waktu yang singkat, mantan wakil ketua komisi A DPRD Jawa Timur ini berharap agar pembahasannya tidak terkesan kejar tayang. “Ini kan APBD. Jadi harus benar-benar dibahas secara detil untuk pertanggungjawaban ke masyarakat,” tuturnya.
Gubernur Jatim, Soekarwo, mengaku lega dengan telah dilantiknya pimpinan DPRD Jatim ini. Dengan begitu, kepentingan rakyat Jawa Timur bisa segera dijalankan. Terutama pembahasan Rancangan APBD Jatim 2015. “Saya plong, jadi eksekutif dan legislatif bisa segera bekerja untuk kepentingan rakyat,” ujar Soekarwo. (F.835) web majalah fakta / majalah fakta online

INFO JATIM : PAKDE KARWO BERKORBAN SAPI 1,21 TON

Gubernur Jatim, Soekarwo
SEIRING gema takbir Hari Raya Idul Adha 1435 H, Gubernur Jatim, Soekarwo,  berkorban sapi seberat 1,21 ton (tepatnya 1.210 kg). Hewan tersebut merupakan sapi jenis simental dengan umur 4 tahun. Sapi berwarna cokelat dengan kepala putih itu berasal dari Nganjuk dengan harga Rp 60 juta.
Penyerahan sapi tersebut dilakukan Pakde Karwo – panggilan Soekarwo - kepada Direktur MAS, Endro Siswantoro, di halaman masjid sisi selatan. Setelah Soekarwo, Wagub Saifullah Yusuf juga menyerahkan sapi yang dikorbankan.
“Idul Adha dengan diikuti korban ini diharapkan kian memantapkan hubungan manusia dengan Allah SWT. Demikian juga hubungan sesama manusia,” tutur  Pakde Karwo ketika menyerahkan hewan sapi korrbannya ke Masjid Agung Surabaya (MAS) pada Minggu (5/10).
Pakde menambahkan, korban kali ini memang  luar biasa. Pakde berharap, daging-daging hewan korban didistribusikan dengan baik kepada anak-anak yatim dan warga tidak mampu.
Pada Hari Raya Indul Adha kali ini MAS menyembelih hewan korban sebanyak 25 ekor sapi dan 66 ekor kambing. Hewan korban sebanyak itu diperoleh dari para jamaah MAS, Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Soekarwo dan Saifullah Yusuf, serta Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) Jatim. Jumlahnya ada sembilan ekor sapi yang berasal dari Forpimda.
Sebelum menyerahkan hewan korban, Soekarwo dan Saifullah Yusuf ikut shalat Idul Adha di Al Akbar beserta ribuan umat muslim Kota Surabaya. Mereka didampingi istri masing-masing dan pejabat Pemprov Jatim lainnya.
Dalam shalat Idul Adha 1435 H, puluhan ribu umat muslim ikut shalat di masjid terbesar di Indonesia timur ini. Umat muslim sudah terlihat mendatangi masjid terbesar di Indonesia timur ini mulai pukul 05.15 Wib. Akibatnya, lalu lintas di sekitar Masjid Al Akbar macet karena dipenuhi mobil dan motor umat muslim yang hendak menjalankan shalat Idul Adha. Karena jumlahnya puluhan ribuan, jamaah ada yang menjalankan shalat di halaman masjid. Terutama para jamaah wanita yang menempati halaman sisi selatan dan utara masjid. Sedangkan jamaah laki-laki, menempati shaf utama (depan) Masjid Al Akbar. Selanjutnya, jamaah wanita berada di belakang.
Bertindak sebagai khatib yakni Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim, Mahfudz Shodar. Kemudian sebagai imam shalat adalah K H Abd Hamid Abdullah (Imam Besar MAS). Dalah khotbahnya, Mahfudz Shodar menjelaskan, korban ini merupakan keharusan bagi umat Islam yang sudah mampu. Idul Qurban diharapkan bisa membawa dampak positif bagi umat muslim. "Meski hanya setahun sekali, semangat ini (korban) harus terus dipertahankan dan ditingkatkan agar kita semua semakin dekat dengan Allah," jelas Mahfudz Sodar.
Ibadah kepada Allah, kata Mahfudz, harus disertai dengan pengorbanan. Sehingga diharapkan jadi semakin baik. "Ibadah itu hanya karena Allah, tujuannya ingin mendapat keridhoan dari Allah," terang Mahfudz.
Dia mengingatkan, semangat Idul Qurban ini diharapkan membuat lebih baik hubungan antara manusia dengan Allah. Kemudian, juga hubungan dengan sesama manusia. "Insya Allah, kehinaan di dunia ini bisa tersingkir dengan sendirinya," ucap Mahfud dalam khutbahnya. (F.835) web majalah fakta / majalah fakta online

INFO JATIM : BUDE KARWO CUP JADI AGENDA TAHUNAN

Bude Karwo
BUDE Karwo Cup memang jadi agenda tahunan Asprov PSSI Jatim. Buat hajat ke-4 tahun ini berlaku biaya pendaftaran Rp 2,5 juta per klub. Bude Karwo, istri Gubernur Jatim, Soekarwo, yakin jumlah peserta bakal lebih banyak dan lebih semarak sekaligus bermutu. Apalagi, ada peserta yang datang dari luar Jatim.
Ditemui wartawan, Bude mengatakan, kegiatan positif ini agar dijadikan motivasi bagi perempuan-perempuan Indonesia untuk lebih maju. Artinya, perempuan sendiri tak hanya melakukan aktivitas yang sifatnya monoton. Lebih jauh perempuan harus bisa berkiprah setara dengan kaum laki-laki. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memotivasi para perempuan untuk bisa meningkatkan prestasinya,” ujar Bude.
Bude menambahkan, kegiatan kali ini kembali digelar di Stadion Brawijaya, Surabaya. Pada pagelaran ke-3 tahun lalu hanya diikuti 6 klub, yaitu Putri Surabaya, Putri Jember, Putri Kediri, Putri Sidoarjo, Putri IKA ITS dan Putri Malang. Bude Karwo Cup II 2012 diramaikan 16 klub. Bude Karwo Cup IV 2014 dihadirkan sebagai bagian dari turnamen tingkat nasional Piala Kartini 2015. "Turnamen tahun ini sekaligus jadi ajang seleksi pemain untuk membentuk tim Jatim,” ujar Bude.
Rencananya, tahun 2014 turnamen sepakbola wanita Bude Karwo Cup akan ditingkatkan levelnya dari tingkat provinsi menjadi tingkat nasional. Ini dilakukan setelah berhasil menyelenggarakan turnamen ini untuk ketiga kalinya.
Hal tersebut disampaikan istri Wakil Gubernur Jatim, Ibu Hj Ummu Fatma Saifullah Yusuf, saat membuka Turnamen Sepakbola Wanita Bude Karwo Cup III Tahun 2013 di Stadion Brawijaya, Selasa sore (10/12).
Dijelaskannya, kegiatan ini baik sekali untuk terus ditingkatkan karena bertujuan untuk merintis pembentukan tim sepakbola wanita di Jatim, sekaligus mempersiapkan diri sebagai penyelenggara kejurnas. Sehingga pada Kejurnas 2014 nanti, Jatim bisa sukses dalam penyelenggaraan dan prestasi. “Mari kita sukseskan dan manfaatkan turnamen ini dengan sebaik-baiknya untuk merintis pembentukan tim sepakbola wanita di Jatim,” ajaknya.
Masih menurut Ibu Fatma Saifullah Yusuf yang juga sebagai Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jatim, pelaksanaan turnamen ini merupakan implementasi UU No. 3 Tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional. Dalam UU itu disebutkan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pelayanan dalam kegiatan olahraga tanpa diskriminasi. “Ini artinya tidak hanya pria saja, tetapi perempuan juga berhak memperoleh pelayanan pembinaan olahraga. Perempuan yang gemar berolahraga, selain menjadi sehat, bugar dan produktif, juga dapat mempengaruhi putra-putrinya untuk mencintai olahraga,” ujarnya.
Turnamen Sepakbola Wanita Bude Karwo Cup IV Tahun 2014 diikuti tim sepakbola wanita dari Jatim dan luar Jatim. Tempat pertandingannya di Stadion Brawijaya, Surabaya, pada Oktober-November 2014. Mottonya,”Bangkitkan Sepakbola Wanita Nasional”. (F.835) web majalah fakta / majalah fakta online