Sunday, November 9, 2014

HUKUM : MAJELIS HAKIM PN JAKARTA SELATAN DILAPORKAN KE KY

Putusannya dianggap tidak sesuai dengan fakta-fakta hukum di persidangan dan diduga adanya kriminalisasi perkara serta pelanggaran kode etik dan perilaku hakim

Dari kiri : Hakim Hariono SH, Hakim Muhammad Razad SH MH dan Hakim Suwanto SH, dilaporkan ke KY
PADA tanggal 26 Agustus 2014 Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan telah memutuskan perkara pidana dengan hukuman 1 tahun potong masa tahanan terhadap seorang guru bernama Ibu Rasmono Chaya Bhuana yang dinyatakan terbukti melakukan penggelapan terhadap uang pembelian rumah milik Michael Brumby, warga negara Inggris, yang tinggal di Indonesia saat ini sebagai pelajar, yang sebelumnya adalah rekan sesama pengajar dari Ibu Guru Rasmono.
Saat putusan selesai dibacakan, sang ibu guru dengan tegas menyatakan akan  banding terhadap putusan tersebut seraya mengatakan,”Saya akan mencari keadilan sampai kapan pun dan di mana pun”.
Jaksa penuntut umum pun juga menyatakan banding karena putusan majelis hakim dianggap jauh dari tuntutannya yakni hukuman penjara 2 tahun 6 bulan.
Atas putusan pidana majelis hakim tersebut, melalui kuasa hukumnya yaitu  Jaskur Galampa SE SH MH dan rekan, Ibu Guru Rasmono melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Ibu guru Rasmono bukan saja melakukan upaya banding untuk mencari keadilan, akan tetapi juga melaporkan majelis hakim yang telah menjatuhi hukuman kepadanya itu ke Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia di Jl Kramat Raya, Jakarta.
Ibu Guru Rasmono Chaya Bhuana digendong suaminya saat turun dari mobil tahanan kejaksaan untuk disidangkan di PN Jakarta Selatan
Dalam pengaduannya ke KY, Ibu Guru Rasmono melalui kuasa hukumnya melaporkan adanya dugaan kriminalisasi dan pelanggaran kode etik serta pedoman perilaku majelis hakim dalam memeriksa, mengadili dan memutus perkara pidana Ibu Guru Rasmono. Pasalnya, fakta di persidangan menunjukkan bahwa pelapor Michael Brumby, warga negara Inggris, tidak mengetahui dengan pasti berapa jumlah uang yang telah ditransfernya ke Ibu Guru Rasmono, sehingga jumlah uang yang ditransfernya adalah jumlah yang dibuat-buat dan diinginkan oleh jaksa penuntut umum dan diamini begitu saja oleh majelis hakim. 
Bukan hanya itu yang menjadi dasar pengaduan Ibu Guru Rasmono ke KY. Juga terungkap fakta hukum di persidangan bahwa yang dimaksud uang sebesar Rp 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) yang dinyatakan digelapkan oleh Ibu Guru Rasmono oleh majelis hakim dalam putusannya itu adalah uang pelapor Michel Brumby yang dibayarkan ke Wirawan Group atas kekurangan uang pembelian rumah Ibu Guru Rasmono. Dalam hal ini diduga telah terjadi persekongkolan antara Michael Brumby dengan Wirawan Group selaku pengembang Perumahan Melati Residence, Jagakarsa, untuk memiliki tanpa hak rumah yang dibeli oleh Ibu Guru Rasmono.
Dalam memori bandingnya, Ibu Guru Rasmono melalui kuasa hukumnya mengajukan keberatan atas kesaksian yang dihadirkan oleh pelapor Michael Brumby. Fakta hukum di persidangan bahwa saksi Wirawan Wahyu Dewanto dan saksi Chyntia Andini, yang merupakan pengembang dan marketing perumahan Melati Residence, adalah bukan saksi yang mendengar, melihat, dan mengetahui sendiri bahwa rumah yang disengketakan dan berada di komplek Melati Residence tersebut adalah rumah yang dibeli oleh Michael Brumby melalui pertolongan Ibu Guru Rasmono. Akan tetapi dalam keterangan di persidangan bahwa saksi Wirawan dan Chintya hanya mendengar kesaksian dari pelapor Michael Brumby saja. Kuasa hukum Ibu Guru Rasmono menyatakan bahwa kesaksian Michael Brumby adalah kesaksian yang berdiri sendiri dan karenanya satu saksi adalah bukan saksi (unus testis nullus testis).
Dan, kuasa hukum Ibu Guru Rasmono juga menegaskan dalam memori banding maupun eksepsinya dalam persidangan bahwa jika mengacu pada  Undang-Undang Agraria No. 5 Tahun 1960  pasal 9 ayat (1) dengan tegas menyatakan,“Hanya Warga Negara Indonesia yang  dapat mempunyai hubungan sepenuhnya dengan bumi, air dan ruang angkasa dalam batas-batas ketentuan pasal 1 dan pasal 2.” Dalam UU yang sama tersebut pada pasal 21 ayat (1) juga menegaskan,“Hanya Warga Negara Indonesia saja yang mempunyai Hak Milik atas Tanah.” Atas pertimbangan undang-undang tersebut bahwa perkara yang dilaporkan oleh Michael Brumby yang merupakan warga negara Inggris adalah perbuatan yang telah melanggar hukum. Maka pertimbangan hukum judex factie dalam perkara ini juga melanggar/bertentangan dengan hukum.
Menukil berita dari www.konsumenproperti.com bahwa keinginan pemerintah untuk memberikan kesempatan pada warga negara asing (WNA) memiliki properti di Indonesia, akhirnya kandas. Hal ini menyusul penolakan Komisi V DPR RI terhadap pemilikan properti oleh orang asing yang tertuang dalam UU Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) No.1 Tahun 2011.
Menurut Ketua Komisi V DPR RI, Yasti Suprejo Mokoagow, dalam pasal 52 UU Perkim diatur ketentuan mengenai pemilikan properti oleh orang asing. Di mana orang asing hanya dapat menghuni atau menempati rumah dengan cara hak sewa atau hak pakai. Ketentuan mengenai orang asing dapat menghuni atau menempati rumah dengan cara hak sewa atau hak pakai tersebut. Itu pun harus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Yang menarik, dalam kasus ini Ibu Guru Rasmono juga mengajukan gugatan perdata terhadap rumah yang dia beli ke PN Jakarta Selatan. Karena rumah yang dia beli itulah maka Ibu Guru Rasmono dijatuhi hukuman penjara selama 1 (satu) tahun potong masa tahanan. Sidang gugatan perdatanya sampai berita ini dibuat masih terus berlangsung.
Perkara gugatan rumah yang dibeli Ibu Guru Rasmono di Melati Residence Jagakarsa ini disidangkan oleh majelis hakim yang sama dengan sidang perkara pidananya yang diketuai oleh Hakim Hariono SH dengan anggota Hakim Muhammad Razad SH MH dan Hakim Suwanto SH.
            Maka, melalui kuasa hukumnya pula, Ibu Guru Rasmono mengajukan surat permohonan penggantian majelis hakim yang menyidangkan perkara perdata No.354/PDT.G/2014/PN.JAKSEL tersebut kepada Ketua PN Jakarta Selatan pada tanggal 11 September 2014. Alasannya sebagai berikut;
1. Pemohon adalah penggugat dalam perkara perdata
    No.354/PDT.G/2014/PN.JAKSEL dan pemohon juga merupakan terdakwa dalam
    perkara pidana No.639/Pid.B/2014/PN.Jkt.Sel yang diperiksa dan diadili oleh
    majelis hakim yang sama sebagaimana tersebut di atas, di mana perkara pidana
    telah diputus pada tanggal 26 Agustus 2014 sedangkan perkara perdatanya
    masih dalam proses persidangan.
2. Bahwa dengan adanya putusan perkara pidana No.639/Pid.B/2014/PN.Jkt.Sel
    tersebut pemohon menduga adanya kriminalisasi perkara dan pelanggaran kode
    etik dan pedoman perilaku hakim sehingga pemohon membuat laporan kepada
    Komisi Yudisial Republik Indonesia dengan No.1181/IX/2014/P tanggal 10
    September 2014.
3. Bahwa dengan adanya laporan kepada Komisi Yudisial Republik Indonesia
    tersebut maka kelanjutan pemeriksaan perkara perdata
    No.354/PDT.G/2014/PN.JAKSEL apabila masih tetap diperiksa dan diadili oleh
    majelis hakim tersebut di atas diduga akan terjadi konflik kepentingan dan
    pemohon merasa adanya ketidakadilan lagi dalam pengambilan keputusan
    perkara perdata No.354/PDT.G/2014/PN.JAKSEL dimaksud. (F.958) web majalah fakta / majalah fakta online

IKLAN

web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA : GERAKAN SERIBU SUARA UNTUK MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG KESEHATAN JANTUNG

HARI Jantung Sedunia dicanangkan oleh WHF (World Heart Federation) pada tahun 2000 untuk memberikan informasi kepada negara serta masyarakat di seluruh dunia bahwa penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung dan stroke) adalah penyebab kematian nomor satu di dunia, memakan korban sebanyak 17,3 juta orang setiap tahunnya.
Hari Jantung Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 29 September dengan tema yang berbeda-beda sesuai isu-isu pokok dan topik yang berkaitan dengan kesehatan jantung. Tema tahun 2014 adalah: heart-healthy environments (lingkungan yang mendukung kesehatan jantung).
WHF dan anggota-anggotanya secara serempak menyebar-luaskan berita bahwa paling tidak 80% dari kematian dini akibat penyakit kardiovaskuler sebenarnya dapat dicegah bilamana 4 faktor risiko utamanya  -  merokok,  mengkonsumsi makanan yang kurang sehat, kurang aktifitas fisik dan konsumsi berlebihan minuman beralkohol -   dapat dikendalikan.
Keberhasilan Hari Jantung Sedunia bergantung kepada pro-aktifnya para anggota dari seluruh dunia dalam menyebarluaskan hal-ihwal penyakit kardiovaskuler ini -  penyakit pembunuh nomor satu di dunia.
Tema 2014, “heart-healthy environments”, dimaksudkan agar tempat kita hidup/tinggal, bekerja dan bermain seharusnya tidak meningkatkan resiko kita mendapat penyakit jantung dan stroke. Tapi seringkali manusia tidak dapat  memilih ‘pola hidup jantung sehat’ karena faktor lingkungan, seperti tidak adanya pilihan makanan yang sehat, tidak adanya ruang-ruang bebas asap rokok, dan seterusnya.
Oleh karena itu Yayasan Jantung Indonesia mengajak semua lapisan masyarakat dalam suatu gerakan menciptakan lingkungan yang menopang gaya hidup jantung sehat, di mana pun kita tinggal, bekerja maupun bermain.
Untuk memperingati Hari Jantung Sedunia tahun ini, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) mengadakan rangkaian kegiatan dari tanggal 23 September hingga 10 Oktober.
Antara lain:
• Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Mobil Van kesehatan Yayasan Jantung akan
  berkeliling di wilayah Jabodetabek pada lokasi-lokasi seperti mall, perkantoran dan
  area keramaian lainnya. Masyarakat dapat memeriksakan kesehatannya secara
  gratis dan akan diminta untuk menyatakan dukungannya untuk hidup sehat dengan
   mengikuti foto booth yang akan diungguh ke media sosial.
• Aksi tematik di Car Free Day Bundaran HI tanggal 28 September 2014. Aksi ini
  merupakan aksi puncak dari serangkaian acara yang bertujuan mengajak masyarakat
  luas untuk mencanangkan hidup sehat dan peduli pada lingkungan yang bersih, bebas
  polusi dan asap rokok. Aksi ini akan diramaikan dengan senam jantung dan long
  march yang diikuti oleh anggota dari Klub Jantung Remaja dan Klub Jantung Sehat
  dari Yayasan Jantung Indonesia. Acara dimulai di area Jalan Teluk Betung pada jam
  6.30 pagi.
• Long March dari Teluk Betung ke Bundaran HI dan kembali ke Teluk Betung
• Gerakan seribu tanda tangan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung
  kesehatan jantung kita, di Bundaran HI, jam 8.00 pagi
• Talkshow mengenai kesehatan jantung dalam rangka menyambut WHD di televisi
• Lomba Lompat Tali Jantung Sehat (LTJS) antar Sekolah Dasar se-DKI Jakarta,
  tanggal 28 September 2014 di GOR Soemantri Brojonegoro, dimulai jam 8.00 pagi
• Peragaan Bantuan Hidup Dasar (BHD/CPR) di Thamrin City, tanggal 28 Oktober
  2014. (Rilis) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA : TAKUT DIRAZIA, PEMILIK TOKO KOMPAK TUTUP

ADANYA isu razia oleh Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri terhadap barang-barang yang tidak memilik SNI, membuat para pemilik toko yang menjual  bahan-bahan bangunan, sparepart kendaraan roda empat, beberapa toko obat dan elektronik pilih menutup toko mereka.
           Pasalnya, para pemilik toko merasa khawatir akan adanya penyitaan dan denda jika barang-barang yang ada di toko tempat usaha mereka terkena razia. Menurut Adi,  pemilik toko yang menjual  barang-barang mainan anak-anak yang hanya beberapa jam ikut menutup usahanya, kabar adanya razia dari Dirjen Perdagangan Dalam Negeri terhadap barang-barang yang tidak memiliki SNI itu telah meresahkan para pemilik toko. Hal itu disebabkan minimnya pengetahuan para pemilik toko terhadap barang-barang yang memiliki SNI.
           “Tapi saya yakin para pemilik toko telah menjual produk yang memiliki SNI karena produk barang seperti yang dijual toko bahan bangunan adalah semen merek dalam negeri,” ujarnya.
             Melihat tutupnya toko-toko, Dinas Perdagangan Industri dan UKM Pemkab Karimun langsung turun menemui para pemilik toko dan berkoordinasi dengan Apindo Karimun guna menyarankan agar para pemilik toko membuka usaha mereka kembali. “Selain mendatangi langsung para pemilik toko, juga ada yang  datang langsung ke kantor. Setelah kita jelaskan, para pemilik toko dapat memahami dan membuka kembali toko mereka,” kata Sipahutar, pegawai Disperindag dan UKM Pemkab Karimun, kepada FAKTA.
             Tutupnya toko-toko yang menjual berbagai kebutuhan bagi masyrakat itu telah menbuat para konsumen kelimpungan dan terpaksa menunda pengerjaan renovasi rumahnya. Begitu juga para pemilik kendaraan, juga kelimpungan karena kendaraan mereka dalam perbaikan di bengkel.
              Pantauan FAKTA di sepanjang Jalan Nusantara dan A Yani, Meral, sebagian pemilik toko penjual barang elektronik, baja dan bahan-bahan bangunan terlihat tutup pada Senin (11/9). Dengan tutupnya toko-toko itu aktivitas perdagangan di Karimun nyaris lumpuh. (F.942) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA : ANEKA BERITA : BAPPEDA KONSULTASI PUBLIK RANPERDA RPMJD JENEPONTO

BADAN Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jeneponto mulai melakukan konsultasi publik terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMJD) yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (5/8).
Dalam sambutannya, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, mengatakan, pembahasan Ranperda RPMJD Periode 2014 paling utama harus diketahui publik, hal itu dilakukan untuk mengeluarkan Jeneponto dari daerah tertinggal dengan target 2015 mendatang Jeneponto meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
“Selanjutnya, hal paling penting yang harus dijabarkan dan diimplementasikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah mengurangi kemiskinan dan pengangguran serta mewujudkan kedaulatan pangan, energi, peningkatan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur fisik. Terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian daerah sesuai dengan komitmen pada saat visi-misi yang saya paparkan dalam kontrak politik saya dengan masyarakat,” kata Bupati Jeneponto.
Tujuan konsultasi publik itu, kata Bupati Iksan Iskandar, untuk menjaring aspirasi dari para pemangku kepentingan (stake holder) yang berkaitan dengan rencana pembangunan daerah 5 (lima) tahun ke depan dengan tujuan diperolehnya masukan-masukan bagi penyempurnaan draft rancangan awal RPJMD tahun 2014-2018.
“Permasalahan yang kami temukan di Kabupaten Jeneponto adalah rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (JPM) di mana pada tahun 2012 lalu hingga sekarang JPM kita paling rendah di Sulsel dengan angka 65,6 poin. Dengan demikian pokok yang paling penting, kami berharap 2018 mendatang JPM kita bisa berada kisaran 80 poin. Demikian juga data statistik pada tahun 2012 adalah Kabupaten Jeneponto berada pada urutan ke-10 termiskin atau 17,16% di Sulsel,” ungkap Bupati.
Sedangkan dalam bidang keuangan daerah, kata Iksan, Kabupaten Jeneponto juga mengakui telah mendapat cap gelar disclaimer tiga tahun berturut-turut dari BPK. Pihaknya berjanji akan bekerja keras untuk bisa keluar dari gelar disclaimer pada tahun 2014.
“Tiga tahun berturut-turut keuangan Jeneponto mulai tahun 2011, 2012 dan 2013 mendapatkan predikat disclaimer dari BPK dan ini semua yang harus diputus mata rantainya agar tahun depan kita bisa meraih predikat WTP dan tahun 2016 sama dengan daerah lain mendapat Adipura. Berkaitan dengan semuanya itu, saya berharap para pimpinan SKPD harus melakukan kontrol yang kuat terhadap segala penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran di masing-masing SKPD agar target kita semua bisa tercapai,” tuturnya. (F.566) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA : MASYARAKAT SIMEULUE MERIAHKAN HUT TNI KE-69

Mantan anggota DPRK Simeulue, Rapian SE,  saat mendampingi anaknya yang ikut  acara Fun Bike memeriahkan HUT TNI Ke-69 di Kodim O115 SML, Minggu (28/9)
RIBUAN peserta mengikuti kegiatan sepeda santai atau fun bike dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Tentara Nasional Indonesia (TNI)  tingkat  Kodim 0115 Simeulue, Minggu pagi (28/9).
Kegiatan Fun Bike itu mendapat perhatian masyarakat Simeulue, selain doorprize berupa hadiah utama satu unit sepeda motor merk Zuzuki, juga disediakan hadiah lainnya yakni sepeda, kulkas, TV, kipas angin dan lain-lain dengan tema “Fun Bike Bersama Rakyat, TNI Kuat, Sehat dan Cerdas”. Acara yang meriah itu diikuti oleh lebih  kurang 2.000 peserta.
Kegiatan "GOWES...... Bersama TNI RAKYAT SEHAT” itu dilepas oleh Dandim 0115 SML,  Letkol Inf  Handako, dan Bupati Simeulue, Drs Riswan NS,  didampingi Polres Simeulue, AKBP Supriadi SH, Danlanal, Wakil Bupati, Ketua PN Sinabang dan unsur lainnya. Peserta Fun Bike start dari Lapangan Pendapa Bupati Simeulue menuju halaman Makodim O115 SML dengan jarak tempuh lebih kurang 5 km.
Dandim, Letkol Inf Handoko, mengatakan, kegiatan Fun Bike dilaksanakan bertujuan dalam rangka menyemarakkan HUT TNI Ke-69. “Serta  masyarakat yang sehat akan menciptakan manusia yang tangguh sehingga mampu memberi sumbangsih bagi pembangunan bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju lagi," ucap Handoko.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya pihak panitia sesuai laporannya menyebutkan kegiatan ini diikuti  lebih kurang oleh 380 peserta, tapi tak terduga kenyataannya diikuti oleh 2.000 lebih peserta. Namun Handoko merasa gembira atas antusias masyarakat Simeulue tersebut. Artinya, rasa kebersamaan antara TNI dan masyarakat sangat baik. (F.960) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA : RISMA PAPARKAN POTENSI SURABAYA DI HADAPAN 22 DUBES NEGARA SAHABAT

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mendampingi para dubes negara sahabat saat meninjau ruang kerjanya
DI mata Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan tantangan sekaligus kesempatan emas. Tantangan jika sumber daya manusia tidak mampu bersaing di tengah derasnya tenaga kerja asing. Sementara, kesempatan emas berlaku bilamana arus investasi mengalir deras dan warga Kota Pahlawan ikut menikmati benefit dari perputaran uang yang terjadi.
Mendekati bergulirnya MEA per Januari 2015, Walikota terlecut lebih gencar mempromosikan potensi yang dimiliki Surabaya. Beberapa tawaran undangan menjadi pembicara dalam forum internasional tidak disia-siakan oleh alumnus ITS Surabaya ini. Termasuk saat mengetahui bahwa Surabaya dijadikan jujugan para duta besar negara sahabat. Kontan, Risma - panggilan Tri Rismaharini - mengiyakan tawaran tersebut, karena dia tak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Sebaliknya, duta besar-duta besar tersebut yang datang ke balai kota guna menyimak langsung paparan dari walikota.
Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengatakan, kegiatan bertajuk Updates from the Region (UFTR): Exploring the Potentials of Surabaya City merupakan salah satu program diplomasi ekonomi. Tujuannya, untuk mempromosikan potensi bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata daerah guna membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak luar negeri.
Sedikitnya 22 duta besar maupun perwakilan tetap negara sahabat hadir dalam UFTR kali ini. Di antaranya dari Selandia Baru, Brunei Darussalam, Chile, Tiongkok, Cekoslowakia, Swedia, Laos, Rumania, Fiji, Iran dan Malaysia. Tak ketinggalan dari Myanmar, Ukraina, Oman, Uzbekistan, Australia, Republik Korea, Vietnam, Singapura serta Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN.
Esti memandang Surabaya sangat layak dikunjungi oleh para duta besar. Pasalnya, kemajuan kotanya sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Hal itu cukup menyita perhatian internasional. “Surabaya sebagai bagian dari koridor II MP3I telah mewujudkan pengembangan proyek infrastruktur di bidang jasa dan pelayanan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Walikota Risma memaparkan banyak hal, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pelayanan publik hingga upaya penanggulangan banjir. Menurut dia, yang menjadi perhatian utamanya saat ini adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sumber daya manusia agar mampu bersaing. Untuk itulah, pemkot mengalokasikan 30 persen lebih dari total APBD-nya untuk sektor pendidikan.
“Sekolah di Surabaya hingga jenjang sekolah menengah atas semuanya gratis. Begitu pula dengan akses kesehatan, di mana warga bisa memperoleh layanan kesehatan dengan cuma-cuma. Dengan demikian, setidaknya warga sudah tidak memikirkan anaknya akan sekolah di mana atau harus berobat ke mana. Itu bisa mengurangi beban pikiran masyarakat,” terangnya.
Selain itu, pembangunan infratruktur tidak bisa dikesampingkan dalam hal menggaet investor agar tertarik menanamkan modalnya. Oleh karenanya, pemkot sejak beberapa tahun lalu membangun konsep jalan-jalan baru yang terintegrasi. Bukan seperti tol yang berbayar, jalan-jalan tersebut bisa dilalui kendaraan secara gratis. Dengan begitu, asas keadilan akan terpenuhi karena warga punya pilihan untuk menggunakan jalan yang gratis atau berbayar. Rencananya, jaringan jalan baru itu akan mengkoneksikan beberapa obyek penting seperti pelabuhan, terminal maupun akses keluar-masuk dari kota/kabupaten lain di sekitar Surabaya. Beberapa jalan sudah terealisasi seperti MERR II-C, sebagian lainnya masih dalam proses.
Dari segi peningkatan ekonomi masyarakat, Risma menggarisbawahi bahwa peran usaha kecil menengah (UKM) tidak bisa dipandang sebelah mata. Buktinya, berdasar data yang dihimpun pemkot, angka kemiskinan menurun seiring dengan melonjaknya jumlah para pelaku UKM. Hal itu tak lepas dari peran serta berbagai pihak dalam memberikan pelatihan dan program-program pemberdayaan UKM.
Terkait lingkungan, warga Kota Surabaya tampaknya sudah sadar akan pentingnya menjaga lingkungannya. Hal ini dapat dilihat dari mulai menjamurnya komunitas-komunitas yang mengelola bank sampah di kampung-kampung. Menurut Risma, bank sampah mendatangkan banyak keuntungan karena adanya skema pemilahan. “Sampah organik akan diolah menjadi pupuk sedangkan yang anorganik akan dijual untuk didaur ulang,” ujarnya.
Saat ini sudah ada lebih kurang 200 bank sampah yang dapat dijumpai di Surabaya. Dari sudut pandang ekonomi, perputaran uang di seluruh bank sampah itu mencapai USD 6.250 atau Rp 68.750.000,- per bulan. Sedangkan dari sisi volume sampah, diketahui bahwa jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) selalu menurun dari tahun ke tahun.
Selama paparan Walikota, para duta besar terlihat serius menyimak data dan gambar yang ditampilkan di layar. Sesekali, pena mereka mencatat sesuatu setelah Walikota menyelesaikan kalimatnya. Dubes Brunei Darussalam, Yang Mulia Dato Paduka Mahmud Saidin, mengatakan, sebagian besar duta besar yang hadir sudah mengetahui sepak terjang Walikota Risma di kancah internasional. Apalagi setelah Surabaya berhasil menyabet sejumlah penghargaan dari mancanegara.
“Kami merasa tidak rugi datang ke sini karena pada hari ini kami semua berkesempatan mendengarkan langsung pemaparan dari salah satu kandidat walikota terbaik dunia. Untuk itu, sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang telah diberikan,” kata Mahmud Saidin mewakili para dubes yang lain.
Ditemui di sela-sela acara, Kabag Kerjasama, Ifron Hady Susanto, menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk promosi diplomasi publik bagi Surabaya. Dengan dipaparkannya potensi dan perkembangan terkini oleh walikota, diharapkan selanjutnya akan membawa dampak multi-efek. “Tentu saja ini juga bagian dari promosi Surabaya jelang MEA 2015,” imbuh dia. (Rilis) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA : GURU SD SURABAYA AKAN MENDAPAT PELATIHAN KHUSUS METODE PENGAJARAN

Walkota Surabaya sedang menjelaskan konsep pendidikan di Surabaya kepada David Taylor (paling kanan) dan Kartika Sari Dewi Sukarno (dua dari kiri) 
SEBANYAK 200 guru sekolah dasar (SD) di Surabaya akan mendapatkan kesempatan langka yang jarang didapat guru-guru SD pada umumnya. Demi meningkatkan kompetensi profesi mereka yang tentunya akan berimbas positif pada kemampuan siswa-siswi, para guru tersebut akan mendapatkan pelatihan khusus metode mengajar yang interaktif.
Poin tersebut merupakan poin utama dari hasil pertemuan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, ketika menerima kunjungan Kartika Sari Dewi Soekarno (putri Presiden pertama RI, Soekarno), pendiri Yayasan Kartika Soekarno Foundation (KSF) bersama Dubes Selandia Baru, David Taylor, dan Konsul Kehormatan Selandia Baru untuk Jawa Timur, Hari Soenogo, di ruang kerja Walikota, Jumat (26/9).
Ikut hadir dalam pertemuan tersebut, Asisten III Sekkota, M Taswin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan, Kepala Bagian Kerja Sama Kota Surabaya, Ifron Hady Susanto, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya, Widodo Suryantoro, Kepala Bagian Perekonomian Kota Surabaya, Chalid, serta Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya, Wiwiek Widayati.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 60 menit tersebut, Walikota Risma bersama Kartika Sari Dewi Sukarno dan Dubes Selandia Baru, lebih banyak membahas perihal pendidikan di Surabaya. Utamanya terkait peningkatan kualitas tenaga pengajar di Kota Pahlawan.
Risma menyambut baik program pelatihan untuk guru-guru SD di Surabaya. “Guru-guru yang mengikuti pelatihan ini nantinya diharapkan akan menjadi pelopor. Harapan kita, setelah mengikuti training, mereka kelak juga bisa menjadi trainer bagi guru-guru lainnya,” terangnya. 
Dikatakan mantan Kepala Bappeko itu, guru memang harus mendapatkan pendidikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Utamanya guru sekolah dasar. Sebab, mereka harus menyiapkan anak-anak sejak dini untuk bisa bersaing di kancah global. Karena itu, di zaman yang serba digital seperti sekarang, seharusnya tidak ada lagi guru yang tidak memahami internet atau tidak paham cara mengoperasikan komputer.
“Banyak sekali anak-anak SD sekarang yang punya intelektualitas luar biasa tetapi tidak bisa menekuni secara intens karena dari awal karakter mereka tidak dilatih untuk menjadi pemenang tetapi hanya menerima saja. Saya ingin anak-anak Surabaya tidak mudah menyerah dan bisa mengaplikasikan ilmunya. Sehingga kita tidak hanya menjadi user tetapi juga negara produsen,” jelas Walikota.
Budyanto Soetanto selaku juru bicara Kartika Soekarno Foundation menyampaikan, pihaknya selama ini telah banyak mendengar tentang kerja keras Walikota Surabaya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya. Karenanya, KSF antusias untuk ikut berperan memajukan pendidikan di Surabaya.
“Bu Risma selama ini sudah luar biasa melalui upaya-upayanya dalam meningkatkan kualitas SDM. Bu Risma concern untuk memastikan anak-anak Surabaya siap bersaing di level internasional. Apa yang telah dilakukan oleh Bu Risma itu sevisi dengan standar kami di KSF,” terang Budy Soetanto.
Dikatakan Budyanto, sejak didirikan pada tahun 1998 silam, KSF telah melakukan kerja sama dengan UNICEF (lembaga PBB yang concern mengurusi kemanusiaan dan anak-anak), termasuk juga bekerja sama dengan pemerintah Selandia Baru. Kerja sama itu diwujudkan tidak dengan membangun gedung-gedung sekolah baru, tetapi dengan memperbaiki kualitas pendidikannya.
“Karena itu, kedatangan kami ini selain untuk memperkenalkan diri, juga menyampaikan akan ada bantuan dari pemerintah Selandia baru untuk Surabaya di bidang pendidikan dan nanti juga kerja sama di bidang lainnya. Kita akan segera melakukan pelatihan untuk 200 guru sekolah dasar di Surabaya. Ini adalah tahap awal. Kita buat model pelatihan dulu,” sambung dia.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan, menambahkan, pihaknya sudah bertemu dengan beberapa perwakilan dari tim trainer tersebut. Dia berharap pelatihan untuk guru-guru SD di Surabaya tersebut bisa segera dimulai.
“Mereka juga berharap bisa secepatnya. Saya juga sudah bertemu dengan beberapa anggota timnya. Mereka memang berkompeten juga berpengalaman karena sudah melatih guru di beberapa tempat. Ini kita lagi menyusun beberapa programnya,” jelas Ikhsan. (Rilis) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : SURABAYA BAGI ILMU PENYEDIAAN PELAYANAN PUBLIK KE KOTA METRO

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, berbincang dengan
Walikota Metro, Lukman Hakim
OPTIMALISASI pelayanan publik melalui inovasi teknologi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mendapatkan apresiasi positif dari jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, Provinsi Lampung. Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Walikota Metro, Lukman Hakim, ketika melakukan kunjungan kerja ke Balai Kota Surabaya, Kamis (25/9).
           Lukman Hakim datang bersama jajaran SKPD Pemkot Metro dengan didampingi Ketua DPRD Kota Metro, Anna Morinda, serta sejumlah anggota legislatif Kota Metro. Mereka diterima langsung oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, bersama jajaran SKPD Pemkot Surabaya. Dalam pertemuan yang berlangsung hampir dua jam tersebut, Walikota Metro beserta rombongan menanyakan banyak hal demi mengetahui kiat-kiat Walikota Risma dalam penyediaan pelayanan publik di Surabaya. Mulai dari membangun potensi sumber daya manusia, penataan sentra Pedagang Kaki Lima (PKL), optimalisasi lahan pertanian, pengurusan administrasi kependudukan, hingga cara untuk meningkatkan partisipasi warga dalam program pembangunan kota.
           “Kunjungan kami ke Surabaya karena kami ingin mendapatkan ilmu lebih banyak. Kami ingin belajar atas keberhasilan Surabaya. Karena itu kami juga mengajak serta tim kerja sama daerah (TKSD). Bagi kami, tidak perlu belajar jauh-jauh ke luar negeri, belajarnya ke Surabaya saja,” tegas Lukman Hakim.
            Dikatakan Lukman, dirinya menyadari Kota Metro yang memiliki luas wilayah 68,74 kilometer persegi dengan total populasi warga 160 ribu jiwa, akan sulit berkembang seperti Surabaya. Namun, menurutnya, yang paling penting adalah adanya semangat dan kemauan untuk belajar.
            “Kota kami terus berbenah. Kami sudah mendapat Adipura, tetapi kami ingin tingkatkan lagi. Apalagi setelah melihat di Surabaya, sama sekali tidak ada sampah berceceran di jalan-jalan. Karena itu, kami ingin bekerja sama dengan Surabaya dalam penyediaan pelayanan publik,” sambung dia.
            Sementara Ketua DPRD Kota Metro, Anna Morinda, menanyakan perihal kiat sukses Walikota Risma dalam mengubah mindset warga yang awalnya apatis menjadi ikut aktif dan peduli terhadap program pemkot.
            Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengaku senang bisa berbagi ilmu dengan Pemkot Metro. Menurutnya, jika ke depannya ada semakin banyak kota atau kabupaten yang maju, berarti Indonesia akan semakin bagus. “Bukan berarti yang bertanya itu enggak ngerti dan bukan berarti kami lebih pintar. Kami hanya melakukannya lebih dulu. Intinya, ilmu itu jangan disimpan saja,” ujar Walikota Risma. 
            Walikota yang telah membawa Surabaya meraih banyak penghargaan level nasional dan internasional ini kemudian “mengajak jalan-jalan” Walikota Metro bersama rombongan melalui paparan di layar display. Mulai dari cara pengelolaan sampah, pemanfaatan lahan pertanian warga melalui kampung budidaya pertanian dan urban farming, penataan sentra PKL hingga kiat mengintegrasikan pelayanan publik dengan teknologi. Termasuk pemanfaatan CCTV untuk pengaturan arus lalu lintas.
            “Setiap tahun jumlah pegawai kita berkurang karena ada yang pensiun. Itu kita atasi dengan pemakaian teknologi informasi untuk pelayanan publik. Warga senang karena selain lebih transparan, juga memangkas waktu karena pelayanan bisa lebih cepat dibandingkan dengan cara manual. Kita harus membuat trust pada masyarakat bahwa pemerintah layak dipercaya. Caranya dengan membuat semua transparan,” jelas Walikota Risma.
            Walikota Risma juga menjelaskan perihal upaya Pemkot Surabaya dalam melakukan efisiensi anggaran. Salah satunya dengan meniadakan kegiatan Pemkot Surabaya di hotel. Termasuk juga tentang bagaimana cara mendorong partisipasi warga. “Kita beri contoh dengan ikut turun langsung. Seperti kerja bakti tiap Jumat pagi. Jadi tidak hanya sekadar teori atau perintah. Lama-lama warga juga akan terbiasa sehingga akan melakukannya sendiri,” jelas mantan Kepala Bappeko Surabaya ini.
            Kota Surabaya memang menjadi kota yang terdepan dalam hal pelayanan publik. Faktanya, Surabaya meraih dua penghargaan inovasi pelayanan publik 2014 melalui inovasi pelayanan publik Surabaya Single Windows (SSW) dan Government Resource Management System (GRMS) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada 2 Mei 2014 lalu. Surabaya juga meraih predikat kepatuhan pelayanan publik dari Ombudsman Republik Indonesia pada 23 Juli 2014 lalu. Ada 14 SKPD di Kota Surabaya yang masuk dalam zona hijau yang artinya pelayanannya optimal. Di antaranya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Unit Pelayanan Terpadau Satu Atap (UPTSA), administrasi kependudukan pada Dispendukcapil, pelayanan rumah sakit RSUD dr Soewandhie dan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan. (Rilis) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : DORONG PELAJAR SURABAYA JADI PENELITI SUKSES

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, meninjau beberapa poster hasil penelitian siswa-siswi yang dipajang di ruang tengah Perpustakaan Bank Indonesia
ANIMO pelajar di Surabaya untuk melakukan penelitian dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, semakin meningkat. Itu terlihat dari jumlah pelajar di Kota Pahlawan yang mengikuti ajang Surabaya Young Scientist Competition 2014 alias lomba peneliti muda yang digelar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya di Gedung Perpustakaan Bank Indonesia, Rabu (24/9).
            Tahun ini, ada 217 pelajar SMP, SMA dan SMK se-Surabaya yang berani menampilkan karya-karya penelitiannya di bidang matematika, fisika, ekologi dan komputer. Jumlah peserta tersebut naik dari ajang yang sama pada tahun 2013 di mana pesertanya mencapai 160 peserta. 
            Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang hadir untuk membuka acara, menyampaikan harapan besarnya agar siswa-siswi di Surabaya terus aktif menghidupkan keingintahuan melalui pengamatan terhadap lingkungan yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penelitian dan mengaplikasikan ilmu yang didapat di sekolah.
            “Saya senang tahun ini pesertanya semakin banyak. Harapan saya, temuannya aplikatif dan problem solving sehingga bisa bermanfaat bagi banyak orang. Saya ingin di Surabaya lahir peneliti muda yang sukses dan temuannya dipakai industri dunia,” tegas Walikota yang disambut tepuk tangan ratusan pelajar.
             Risma berharap para pelajar di Surabaya tidak hanya menjadikan aktivitas penelitian sebagai tugas sekolah, praktik ataupun sekadar untuk mengikuti lomba. Lebih dari itu, Walikota menekankan, image yang selama ini muncul bahwa menjadi peneliti itu kurang pergaulan (kuper) dan tidak ada duitnya, dengan sendirinya akan terhapus. Sebab, bila produk hasil penelitiannya memang menarik dan berguna, itu akan bisa menjadi sumber penghasilan bagi si peneliti.
             Walikota mencontohkan kisah sukses Linus Nara yang ketika masih berstatus siswa SMP Petra  5 Kelas 9, berhasil membuat produk helm berpendingin. Helm berpendingin tersebut kemudian diproduksi masal dan sudah dikontrak perusahaan sehingga membuat Nara kebanjiran hasil royalti produknya.
             “Penemu Twitter (Jack Dorsey), hasil temuannya awalnya juga hanya dipakai di kampusnya saja. Kini, dia sudah jadi salah satu orang terkaya di dunia. Jadi, tidak benar kalau jadi peneliti itu minim penghasilan karena lama di laboratorium. Saya tahu ini sulit, tetapi selama kalian punya kemauan, kalian akan bisa,” sambung Walikota.
             Walikota pemilik gelar magister manajemen pembangunan kota di ITS Surabaya ini juga mengingatkan para guru dan kepala sekolah agar melaporkan ke Dinas Pendidikan bila ada hasil penelitian siswanya yang bagus.
             “Kalau hasil penelitiannya bagus harus segera dipatenkan, daripada diambil orang lain. Saya siap membantu hak patennya. Intinya kita akan terus bina anak-anak ini,” imbuh Walikota. 
             Sebelum membuka acara, Walikota didampingi Asisten IV Sekkota Surabaya, Eko Hariyanto, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Ikhsan, dan Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser, meninjau beberapa poster hasil penelitian siswa-siswi yang dipajang di ruang tengah Perpustakaan Bank Indonesia. Selain menanyakan hasil penelitian, Walikota juga memotivasi para pelajar untuk terus belajar dan mengembangkan minat dalam penelitian. (Rilis) web majalah fakta /majalah fakta online

LINTAS BERITA : RATUSAN PEDAGANG PASAR DEMPO ANCAM ADUKAN WALIKOTA PAGARALAM KE MK

A Wahab di KPK ketika mengadukan Mantan Walikota Pagaralam, Drs H Dzajuli Kuris
RATUSAN pedagang Pasar Dempo Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, akan mengadukan Walikota Pagaralam, dr Ida Fitriati, ke Mahkamah Konsitusi (MK) dengan dugaan money politics ketika mencalonkan diri sebagai Walikota Pagaralam. ITu dilakukan kalau dia masih melakukan perusakan dan perampasan dagangan milik pedagang kaki lima oleh Satpol PP-nya.
             Surat yang dikirimkan langsung kepada Walikota Pagaralam, dr Ida Fitriati, tanggal 8 September 2014 itu menyatakan agar Satpol PP atas perintah Walikota tidak lagi merusak siring tempat mereka berdagang. Tempat mereka mengais rezeki tersebut merupakan tanah hak milik A Wahab dan tidak ada masalah apa pun. Kenapa yang menjadi korban selalu rakyat kecil (pedagang) semenjak Walikota Pagaralam yang dipimpin Drs H Dzajuli Kuris ? “Untuk itulah kami meminta dan mengharapkan kepada walikota yang baru, dr Ida, jangan sampai peristiwa tersebut kembali terulang”. Para pedagang kembali mengingatkan kepada Walikota Pagaralam yang baru bahwa ketika dr Ida mencalonkan diri sebagai Walikota Pagaralam ketika itu para pedagang yang ikut mensukseskan dan memberikan suaranya lebih kurang 615 orang, ditambah pedagang Kampung Baru dan Bedeng Sawo.
           A Wahab mewakili ratusan pedagang kaki lima, ketika dihubungi Raito Ali dari FAKTA mengatakan,”Kami tidak akan usil kalau pihak Walikota tidak usil. Sebetulnya dr Ida berterima kasih kepada para pedagang  yang ikut memenangkannya menjadi Walikota Pagaralam. Jangan sudah jadi malah pedagang yang dimusuhi. Dan juga dr Ida harus ingat, ratusan pedagang tersebut pada waktu itu dikondisikan oleh dr Ida. Dugaan pemberian uang (money politics) setiap kepala keluarga dapat Rp 100.000. Mereka semua siap menjadi saksi kalau permasalahan ini mencuat, termasuk menantu saya  dan besan saya. Tetapi kalau mereka tidak mengganggu kami, kami tidak ada masalah dengannya. Jangan demi kepentingan segelintir orang, rakyat kecil yang dikorbankan”.
           Walikota Pagaralam, dr Ida Fitriati, yang dikonfirmasi FAKTA secara tertulis tentang perbuatan polisi pamong praja yang merampas dan merusak dagangan kaki lima dan money politics, tanggal 8 september 2014, sampai berita ini dikirim ke redaksi, belum memberikan jawaban baik secara lisan maupun tertulis. (F.601) web majalah fakta / majalah fakta online

Friday, November 7, 2014

LINTAS BERITA : KELOMPOK MASYARAKAT PETANI PERTANYAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI MEBEL DAN GAMBIR

KELOMPOK masyarakat petani pengrajin getah gambir dan pengembangan industri mebel mempertanyakan kepada Pemkab Musi Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan, dalam hal ini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Perindustrian dan Perdagangan soal Nota Keuangan dan RAPBD tahun 2013 terdapat pengembangan industri yang terdiri dari 30 bangsal kerja ukuran 4x8 meter 1 unit dan bangsal kerja 10x15 m 1 unit dengan menghabiskan dana Rp 901.902.750.
           “Pertanyaan kami, di manakah  ke-23 bangsal tersebut ? Sedangkan pohon gambir tersebut hanya bisa hidup di Desa Babat Toman dan di sana hanya ada 7 buah bangsal. Untuk daerah lainnya bibit gambir atau tanaman gambir tidak bisa hidup. Dari jaman nenek-moyang sampai dengan sekarang secara turun-menurun. Kami menduga pembuatan bangsal gambir sebanyak itu hanya akal-akalan saja, dan tolong jelaskan kepada kami kalau memang bangsal itu dibuat di daerah lain,” ujar masyarakat Babat Toman yang tidak bersedia disebutkan namanya.         
             Begitu juga dengan pelaksanaan industri kecil mebel yang katanya untuk meningkatkan nilai investasi yang diberikan 8 unit gergaji meja, 13 unit sugu pres, 7 unit kompresor, 20 unit mesin gergaji , 30 unit mesin propel, 20 unit mesin sugu, 13 unit mesin gerindra, 23 unit mesin amplas. Hal tersebut tidak diketahui kelompok industri mana yang menerima, sedangkan dana yang dihabiskan mencapai Rp 600.000.000. “Sepengetahuan kami kelompok pengembang industri mebel di Babat tidak mendapatkan bantuan mesin-mesin yang diuraikan itu. Jadi, kami sangat kecewa sekali dengan pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Kabupaten Muba. Seolah-olah Pemkab Muba bersih dari masalah korupsi. Contohnya saja Dinas Perindustrian dan Perdagangan masih banyak masalah yang perlu diperbaiki untuk masyarakat yang memang membutuhkan bantuan pemerintah. Jangan di RAPBD tercantum namun kenyataan di lapangan tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya,” ujar seorang warga masyarakat lainnya.
             Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Musi Banyuasin yang dihubungi FAKTA melalui surat tertulis yang dikirim pada tanggal 21 Agustus 2014 yang diterima oleh Doris, sampai berita dikirim ke redaksi, belum juga dibalas baik secara tertulis maupun lisan. Sedangkan di surat FAKTA itu tercantum agar berita tidak berat sebelah dimohonkan jawaban dari kepala dinas, sesuai dengan data dari narasumber dan masyarakat. Kalaupun hal itu tidak mendapatkan jawaban, berarti data yang didapat FAKTA tersebut benar adanya.
             Menurut Ketua Umum LSM Gaki Sumsel, Alamsyah, masih banyak SKPD yang menyimpan masalah di Muba. Dengan pemberian opini WTP dari BPK kepada Pemkab Muba, masyarakat merasa dizolimi. “Untuk meluruskan pemberian WTP kepada Pemkab Muba, kami sudah berusaha untuk beraudiensi dengan BPK RI Perwakilan. Sumsel. Tapi nampaknya mereka tidak bersedia. Ini yang menambah kecurigaan kami, kenapa mesti tutup informasi kalau memang benar, karena itu sudah diatur dalam UU Keterbukaan Publik No.14 Tahun 2008. Jadi sekecil apa pun informasi itu masyarakat berhak mengetahuinya. Kami tinggal menunggu kalau masyarakat menginginkan, kami akan demo ke BPK,” ujar Alamsyah geram karena surat permohonan audiensinya tidak digubris pihak BPK RI Perwakilkan Sumsel. (F.601) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : PROYEK PEMBIBITAN TERNAK SAPI DIDUGA BERMASALAH

UNTUK meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan dan tercukupinya kebutuhan daging bagi masyarakat, maka Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pertanian dan Peternakan melakukan program pengembangan sarana dan prasarana pembibitan ternak sapi yang terpelihara dengan baik sebanyak 250 ekor dan jalan produksi sepanjang 1.000 m, sumur galih 8 unit, 5.000 stek bibit rumput APPO, 4 unit rumah kompos, yang semuanya menghabiskan dana sebesar Rp 3.013.000.000.
              Kemudian pembibitan dan pengembangan ternak, terlaksananya insimilasi buatan untuk 7.700 ekor aseptor dengan target kebuntingan mencapai 60% dan pengadaan N2 cair 15.000 L, Straw 7.700 dosis, hormon 1.000 botol, pengadaan container salter 6 buah, container 10 L 8 buah, container 3 L 10 buah, nitrogen pump 2 buah, speculum 10 buah, al gun 10 buah, plastic glove 50 pak, plastik set 50  pak, goblet 100 buah, dan konsetrat pakan ternak 50.000 kg, konsetrat pakan ternak unggas 70.000 kg, mesin tatas 30 unit, yang semuanya menghabiskan dana Rp 2.604.600.000.
           Namun, dalam pelaksanaannya, lagi-lagi diduga banyak penyimpangan yang terjadi. Seperti pembibitan ternak sapi, bukannya mendatangkan ternak yang  baru (bibit yang baru) melainkan ternak yang lama itulah yang diremajakan kembali, dan itu terletak di desa mana tidak diketahui secara pasti. Kemudian 5.000 bibit stek rumput APPO tidak diketahui didatangkan dari daerah mana, sedangkan di Kabupaten Muba terkenal dengan suburnya bibit rumput yang tumbuh dari berbagai macam jenis bibit rumput seperti bibit rumput gajah dan jenis rumput lainnya. Lalu rumah kompos tidak diketaui di mana letaknya ?
          Sementara pembangunan jalan 1.000 m, petani yang membuatnya. “Jadi dalam permasalahan ini kami menduga banyak sekali penyimpangannya. Dikarenakan apa yang diuraikan dalam SKPD dengan kenyataan di lapangan tidak sesuai sama sekali”. Hal tersebut disampaikan oleh  kelompok tani yang dimintai komentarnya seputar pemberian 250 bibit ekor sapi. “Kami akan protes kepada pemerintah kabupaten tentang pemberian bibit sapi dan peralatan yang lainnya, yang sampai saat ini kami belum pernah menerimanya, tidak tahu kalau kelompok lain. Khususnya kami kelompok tani di Desa Babat tidak ada yang mendapatkan bantuan tersebut”.
          Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Muba ketika dikonfirmasi FAKTA tentang kejelasan data tersebut secara tertulis melalui stafnya yang bernama Agus, sama nasibnya seperti surat yang dikirim kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian, tidak pernah mendapat jawaban. Terpaksa pemberitaan terrmuat sebelah pihak, karena kepala dinas mengabaikan tentang undang-undang keterbukaan publik dan undang-undang pers. Sedangkan dalam wawancara tertulis itu disebutkan kalau data yang diterima FAKTA dari sebelah pihak dan untuk kejelasannya perlu konfirmasi agar berimbang dan jelas duduk persoalannya. Mungkin ada isu yang dilontarkan oleh kalangan SKPD Kabupaten Muba,“Awas, kalau ada konfirmasi dari Majalah FAKTA jangan ditanggapi, karena dibalas atau tidak dibalas suratnya, pasti tetap akan diberitakan”. (F.601) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA : 3 PETINJU NGAWI SABET MEDALI EMAS

Tiga petinju Ngawi yang menyabet medali emas
DALAM rangka persiapan Porprov Ke-V Jatim 2015 di Kabupaten Banyuwangi, PERTINA Kabupaten Jember mengadakan pertandingan Tinju Amatir bertempat di Hall Roxy Square yang digelar mulai tanggal 4 s/d 5 September 2014.
Kabupaten Ngawi mengirimkan 3 petinju terbaiknya untuk mengikuti pertandingan ini. Adi Anggara Matital di kelas 64 kg menyabet juara I dan meraih medali emas. Satu-satunya petinju wanita yang dikirim dari Ngawi atas nama Nuraini di kelas 48 kg juga meraih juara I dan mendapatkan medali emas. Lebih menakjubkan lagi petinju Ngawi atas nama Mayga Lufiandi di kelas 46 kg vs Bintang Setiawan dari Lumajang menang TKO dengan durasi 1 menit 35 detik pada ronde pertama dan berhak meraih medali emas pula. Petinju ini luar biasa, mulai ronde pertama langsung menggebrak dengan melancarkan kombinasi pukulan hook dan uppercut yang cepat, sehingga mampu merobohkan lawan hingga berkali-kali dan wasit langsung menghentikan pertandingan. Pertandingan ini dipimpin wasit Jafar dari Jember.
Ketua Pengcab Tinju Ngawi, M Sodiq, mengungkapkan, petinju-petinju terbaik Ngawi yang telah mengikuti uji coba di arena tinju amatir di berbagai daerah yang baru saja diadakan PERTINA Jember akan dimasukkan TC untuk persiapan mengikuti Porprov Ke-V tahun 2015 di Kabupaten Banyuwangi.                                                                                               
            Lebih lanjut dikatakan Pelatih PERTINA Ngawi yang sekaligus Official, Didit Koko, bahwa tiga petinju terbaik Ngawi yang menyabet medali emas ini akan digembleng di TC agar kemampuan dan teknik tinjunya matang, sehingga di Porprov V di Banyuwangi nanti mereka juga mampu mendapatkan medali emas. (Tim) web majalah fakta / majalah fakta online