Friday, December 11, 2015

LINTAS BERITA MEULABOH

PEMKAB SITUBONDO STUDY BANDING KE ACEH BARAT

Rombongan Pemkab Situbondo saat silaturahmi
di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Aceh Barat
PEMERINTAH Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (14/9) melakukan silaturahmi dengan Pemkab Aceh Barat bertempat di Aula Bappeda. Rombongan yang terdiri dari unsur Bappeda dan DPKKAD dipimpin Sekda Situbondo yang sekaligus berkapasitas sebagai Plt Bupati Situbondo. Tujuannya, memperoleh masukan dari Pemkab Aceh Barat terkait keberhasilannya dalam bidang perencanaan pembangunan sehingga menghantarkan Aceh Barat menjadi terbaik pertama tingkat nasional tahun 2015 dan memperoleh Piala Pangripta Utama dari Presiden RI.
Dalam kegiatan yang dipimpin Sekdakab Aceh Barat, Drs Bukhari, dan Kepala Bappeda, Teuku Dadex, itu dipaparkan program dan kebijakan Pemkab Aceh Barat dalam melakukan perencanaan pembangunan termasuk penjelasan tentang program pemkab dalam bidang siaga bencana.
Rombongan juga diterima oleh Bupati H T Alaidinsyah dan berkesempatan meninjau beberapa obyek tsunami dan escape building (penampungan sementara) yang terdapat di daerah ini.
Selain dari Pemkab Situbondo, dalam waktu dekat Pemkab Aceh Barat juga akan menerima kunjungan dari Pemkab Serang, Jabar, dan Pemkab Banyuwangi, Jatim. (F.984) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA ACEH UTARA

ZULKIFLI JADI CAMAT MATANG KULI

Zulkifli SE beserta isteri, Hj Mariana. Abu Raja Tgk H Yusuf Mahmud dan
Sekdakab Aceh Utara (Drs H Isa Anshari MM) ketika memberi sambutan
DRS A Murtala MSi, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara, dalam sambutannya pada acara pengantar tugas Camat Matang Kuli, Rabu (16/9), menguraikan bahwa berdasarkan SK Bupati Aceh Utara No.821.2/507/2015 tanggal 4 September 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian PNS dalam jabatan struktural eselon II dan III di lingkungan Pemkab Aceh Utara, bupati telah melakukan mutasi dan promosi PNS dalam beberapa jabatan struktural, termasuk beberapa orang camat dan sekcam dalam lingkungan Pemkab Aceh Utara.
            Demikian pula halnya Zulkifli SE yang sebelumnya bertugas sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Matang Kuli, sejak tanggal 4 September 2015 diputuskan menjadi Camat Matang Kuli. Sedangkan T Azwar SE yang sebelumnya Camat Matang Kuli sejak tanggal 4 September 2015 dimutasikan menjadi pelaksana pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Aceh Utara.
Untuk menindaklanjuti pengantar tugas Camat Matang Kuli, Drs H Isa Anshari MM, Sekdakab Aceh Utara, mewakili Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib, yang berangkat haji ke Tanah Suci, mengukuhkan Zulkifli SE sebagai Camat Matang Kuli yang baru. Sebelumnya Zulkifli SE pernah menjadi sekretaris di beberapa kecamatan, terakhir menjadi Sekcam Matang Kuli selama 7 tahun dan berlanjut menjadi Camat Matang Kuli yang ke-23 sejak Rabu, 16 Septembr 2015.
Dalam sambutannya, Zulkifli SE mengatakan, pihaknya akan melaksanakan tugas selaku camat yang baru semampu mungkin. “Dan bila nantinya dalam menjalankan tugas saya sebagai camat terlihat adanya gelagat yang menjurus kepada penyimpangan atau tidak seperti yang diharapkan maka sebelum bermasalah agar semua pihak yang terkait segera menegur dan mengingatkan saya agar sama-sama kita perbaiki sebelum menjadi masalah yang besar,” kata Zulkifli. 
Sedangkan tokoh masyarakat setempat, Abu Raja Tgk H M Yusuf Mahmud, dalam sambutannya mengaku kagum melihat kebersamaan masyarakat Matang Kuli. “Bagaimana tidak, ada 400-an pengunjung yang memenuhi gedung pertemuan pada upacara pengukuhan Bapak Zulkifli SE menjadi Camat Matang Kuli ini. Sehingga jumlah kursi tamu yang tersedia semuanya penuh dan banyak pula yang rela berdiri. Kiranya acara ini merupakan harapan masyarakat Matang Kuli yang terpenuhi. Karena sebelumnya masyarakat Matang Kuli memang mengharapkan agar Bapak Zulkifli SE dinobatkan menjadi Camat Matang Kuli,” sebutnya.
Abu Raja menambahkan pula bahwa hari ini merupakan sebuah impian yang sudah menjadi kenyataan bagi masyarakat Matang Kuli. “Telah terbukti kehendak Allah  dan kehendak pemerintah menyatu jadi satu,” tambah Abu Raja Tgk H M Yusuf yang juga Imam Besar Kemasjidan Al-Khalifah Ibrahim Kecamatan Matang Kuli ini.
Sambutan bupati diwakili Sekdakab Aceh Utara menyebutkan bahwa camat merupakan seorang pimpinan di kecamatan. Begitu pula halnya Komandan Koramil dan Kapolsek juga merupakan pimpinan di kecamatan. Justru itu Camat, Kapolsek serta Danramil dan Kepala KUA merupakan pimpinan di kecamatan yang disebut muspika (musyawarah pimpinan kecamatan). Dan muspika selalu bekerja sama dalam mengambil kebijakan dan keputusan di kecamatan. “Mereka bersatu-padu yang tak dapat dipisahkan,” kata Sekdakab Aceh Utara.
Sekda juga mengimbau Ibu Hj Mariana (isteri Zulkifli SE) selaku Ketua TP PKK Kecamatan Matang Kuli yang baru supaya pandai mengatur suami sebaga camat, yang selalu perlu didukung tugas-tugasnya. “Karena keberhasilan seorang pejabat pemerintah sangat tergantung dari dukungan isterinya,” ujar sekda, mengingatkan. (F.434) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA ACEH UTARA

SERTIJAB CAMAT SYAMTALIRA BAYU

Syafrizal S STP beserta istri dan T Bustamam SSos beserta istri. Tgk H Zainuddin dan Anwar Adlin (Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Utara) ketika memberi sambutan
PENGANTAR tugas dan serah terima jabatan (sertijab) Camat Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, dari Safrizal S STP kepada T Bustamam SSos berlangsung di ruang gedung pertemuan kecamatan setempat pada Kamis (17/9) dengan sukses.
Pembukaan acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran oleh Tgk Elfiadi, yang disertai dengan pembacaan Shalawat Badar. Sedangkan Ibu Roswita memimpin lagu Indonesia Raya.
Safrizal S STP sejak tanggal 4 September 2015 mendapat tugas baru sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Mukim dan Gampong Setdakab Aceh Utara. Sedangkan T Bustamam SSos sebelumnya menjadi Camat Nibong.
Fauzan S STP MSi, Kabag Organisasi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, menyampaikan bahwa sertijab Camat Syamtalira Bayu dilakukan berdasarkan SK Bupati Aceh Utara. Sertijab Camat Syamtalira Bayu ini seharusnya dilakukan langsung oleh H Muhammad Thaib, Bupati Aceh Utara. Namun karena Bupati Aceh Utara sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci maka diwakili oleh Anwar Adlin, Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Utara, untuk melaksanakan sertijab Camat Syamtalira Bayu.
Dalam sambutannya, Safrizal S STP mohon pamit dan mengucapkan terima kasih kepada Danramil dan Kapolsek serta Kepala KUA Kecamatan Syamtalira Bayu yang telah membantu tugas-tugasnya selama menjadi Camat Syamtalira Bayu 2 tahun 8 bulan. Begitu pula kepada sekcam, para guechik gampong, para imum mukim, alim-ulama serta tokoh masyarakat. Tak lupa pula Safrizal mohon maaf kepada semua pihak atas segala kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja selama ia menjadi Camat Syamtalira Bayu.
Kepada T Bustamam SSos sebagai Camat Syamtalira Bayu yang baru, Safrizal mengingatkan bahwa di Kecamatan Syamtalira Bayu telah terbentuk Forum Geuchik dan Forum Mukim. Maka kedua forum yang belum lama terbina itu supaya dapat diteruskan keberadaan dan fungsinya agar bermanfaat bagi masyarakat.
            T Bustaman SSos melalui sambutannya memperkenalkan diri dan keluarganya bahwa ia punya seorang isteri dan 5 orang anak (3 putra dan 2 putri). Ia pun berjanji akan melanjutkan tugas camat yang lama di Kecamatan Syamtalira Bayu sebagaimana mestinya dan mengharapkan bantuan serta dukungan dari semua pihak. “Tanpa dukungan bapak-ibu, muspika, geuchik gampong, imum Mukim, tokoh masyarakat, koramil dan polsek tak mungkin saya sendiri sebagai camat bisa melaksanakan tugas-tugas saya sebagaimana yang diharapkan masyarakat dan pemerintah,” katanya.
Tokoh masyarakat Syamtalira Bayu dari unsur ulama, Tgk H Zainuddin, dalam sambutannya mengatakan bahwa pergantian pejabat pemerintah yang baru dengan yang lama merupakan hal yang sangat wajar, yang acap berlangsung mulai sejak kepemimpinan para nabi dan rasul serta aulia-aulia Allah. “Kata Allah; hari demi hari kami adakan pergantian di kalangan manusia dan pergantian itu adalah hal yang baik”.
Dengan adanya pergantian dan pertukaran diharapkan suatu instasi maupun perkumpulan akan menjadi lebih baik. Dan bukan berarti yang lama itu sudah tidak baik, tetapi pertukaranlah yang diharapkan untuk menjadi lebih baik. Setiap manusia ada kelemahan dan ada pula kelebihannya, maka dari kedua hal itu ada yang berkekurangan dan ada pula yang berkelebihan.
Kepada T Bustamam SSos sebagai Camat Syamtalira Bayu yang baru diharapkan dengan izin Allah setiap melakukan programnya supaya selalu berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait. Dan jika ada segelintir lontaran kata yang dirasakan pedas yang berasal dari masyarakat dan para tokoh kecamatan maupun dari desa, itu adalah hal yang biasa, jangan membuat lemah dalam bertugas. “Kritikan pedas itu anggaplah butir-butir  pecacahan riak (buih) lautan yang terdampar ke daratan,” ujar Tgk H Zainuddin.
Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Utara, Anwar Adlin, mewakili Bupati Aceh Utara, dalam sambutannya mengatakan bahwa pertukaran tugas PNS di kalangan Pemkab Aceh Utara memang sudah sewajarnya dilakukan Bupati Aceh Utara. Demikian pula halnya pertukaran dan pergantian camat, itu juga hal yang lumrah terjadi.
T Bustamam SSos merupakan kepercayaan Bupati Aceh Utara, yang menurut bupati, akan lebih tepat dan lebih mampu bertugas menjadi Camat Syamtalira Bayu. “Sebagai seorang pamong praja lulusan APDN, T Bustamam sudah pernah bertugas di banyak tempat, dan sudah pernah menjadi camat di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Kecamatan Syamtalira Bayu merupakan wilayah yang lengkap, lahan perbukitan di sebelah selatan strategis untuk perkebunan, lahan pertanian dan persawahan di kawasan tengah, yang strategis buat tani sawah dan tani darat. Sedangkan di sebelah timur ada kawasan perikanan darat dan perikanan laut yang menghasilkan. Itu semua adalah fasilitas untuk kesejahteraan masyarakat menuju kedamaian yang hakiki dan supaya diberdayakan dengan segala upaya”.
Kecamatan Syamtalira Bayu merupakan kecamatan yang masyarakatnya berkehidupan aman, damai, terpedomani dari para geuchik gampong dan imum mukimnya yang tidak pernah konflik. “Jangan sampai ada masyarakatnya yang menangis. Maka, berusaha keraslah dengan sumber daya yang ada di bidang perkebunan, pertanian dan persawahan yang tersedia, serta bidang perikanan darat dan laut yang bermakna serta menjanjikan bagi kehidupan,” kata Anwar Adlin. (F.434) web majalah fakta / majalah fakta online


Thursday, December 10, 2015

LIPUTAN KHUSUS

PENUMBUHAN BUDI PEKERTI, PENTINGKAH ?

MULAI tahun ajaran 2015-2016 Kemendikbud lewat Permendikbud No. 23 Tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti memiliki nilai baru, menerapkan program penumbuhan budi pekerti sebagai kegiatan wajib sekolah, demi menghilangkan sikap atau perbuatan amoral siswa yang belakangan ini boleh dibilang menurun. Bagaimana sebagian kepsek SD-SMA/SMKN di Surabaya menyikapi program tersebut ?
Kepala SDN Ketabang I Surabaya, Siti Rahayu SPd MM, mengatakan bahwa program yang diterapkan oleh kemendikbud itu memang bagus, mengingat betapa pentingnya sebuah karakter siswa. Apalagi siswa datang dari berbagai lingkungan yang berbeda. Dan pembentukan karakter atau budi pekerti yang bagus itu tidak semata-mata hanya ditentukan pada saat upacara saja, namun juga sikap orangtua siswalah yang sangat menentukan. Untuk itu SDN Ketabang I dalam penerapan budi pekerti seperti itu tidak ada kendala apa pun, justru sudah berkembang baik dari tahun ke tahun. Untuk itulah Siti Rahayu berharap anak-anak didiknya memiliki ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa yang sangat kuat. Di samping ketaatan kepada bapak-ibu gurunya, kedua orangtua, keluarga dan sayang teman-temannya, baik di sekolah, rumah, dan lingkungan sekitar keluarganya.

Kepala SMPN 33 Surabaya, Agus Sutowo SPd
Menurut Kepala SMPN 33 Surabaya, Agus Sutowo SPd, bahwa program penumbuhan budi pekerti siswa untuk Surabaya sudah lama dilaksanakan. Seperti bapak-ibu guru menyambut di pintu gerbang sekolah dan bersalaman dengan siswanya saat pagi hari masuk sekolah, dengan senyum, sapa, santun. Untuk SMPN 33 Surabaya jam 1 siang anak-anak kelas 8 dan 9 sholat Dhuhur bersama. Sementara siswa yang kena tugas piket diwajibkan membaca Al Qur’an seperti surat Yasin pada tiap harinya. Hal ini diharapkan mereka dapat hafal dan meresapi ajaran agamanya sehingga ujung-ujungnya bisa disiplin. Sedangkan siswa kelas 7 belajar baca dan tulis Al Qur’an (BTQ), dengan tujuan agar bisa mengaji. Sementara untuk agama lain difasilitasi oleh guru-guru mata pelajaran masing-masing agamanya.
Agus Sutowo lebih lanjut mengatakan bahwa ajaran budi pekerti di SMPN 33 sudah lama dilakukan. Selain seperti di atas juga menyanyikan Indonesia Raya, berdo’a sebelum dan sesudah pelajaran berakhir dipimpin oleh siswa, menyanyikan lagu-lagu daerah di Indonesia. Di samping itu juga mereka diwajibkan mengecek sampah di bawah bangku kelas. Oleh karena itulah Agus Sutowo berharap ke depan budi pekerti siswa menjadi lebih baik lagi. Yang semula tidak bisa mengaji, ke depan piawai mengaji. Mereka yang tidak bisa menyanyikan lagu-lagu daerah/nasional, ke depan diharapkan bisa lebih menguasai lagu-lagu daerah/nasional.

Kepala SMPN 20 Surabaya, Dra Fadjarijah Nurulita
Sedangkan Kepala SMPN 20 Surabaya, Dra Fadjarijah Nurulita, mengatakan bahwa program penumbuhan budi pekerti di SMPN 20 sudah berjalan. Pendidikan berkarakter salah satunya adalah cinta tanah air, cinta lagu-lagu nasional. Dan itu tetap berkesinambungan sampai saat ini di SMPN 20 Surabaya.

Kepala SMPN 7 Surabaya, Dra Yulia Krisnawati MPd
Senada disampaikan Kepala SMPN 7 Surabaya, Dra Yulia Krisnawati MPd, bahwa SMPN 7 telah merespon dengan baik adanya Permendikbud No. 23 Tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti memiliki nilai baru tersebut. Kendati sebenarnya program tersebut sudah berjalan sebelumnya. Kemendikbud itu lebih bagus dan tegas untuk menumbuhkan cinta tanah air. Bapak-ibu guru SMPN 7 Surabaya mensupportnya. Pagi sebelum pelajaran dimulai ditanamkanlah semangat dalam belajar, pembiasaan diri dengan digabung berbagai litelatur sehingga memiliki pengetahuan yang sangat luas. Untuk itulah Yulia berharap anak-anak di Indonesia menjadi generasi yang utuh dan berkarakter, juga memiliki skill atau kemampuan yang bagus dan siap bertarung di era global atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk SMPN 7 Surabaya diharapkan memiliki disiplin yang tinggi, rasa nasionalisme yang tinggi, rasa solidaritas antarteman yang tinggi, dan tidak tawuran. Hingga pihaknya perlu bersinergi dengan orangtua, siswa serta masyarakat sekolah lainnya agar semua tujuan tersebut bisa cepat terwujud.

Kepala SMPN 41 Surabaya, Dra Hanifah MM
Kepala SMPN 41 Surabaya, Dra Hanifah MM, pun demikian. Ia mengatakan, untuk mendorong terwujudnya program penumbuhan budi pekerti, pihaknya telah mewajibkan program literasi, yakni membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai dan itu sudah dilaksanakan beberapa tahun lalu. Hingga siswa SMPN 41 Surabaya sudah dibiasakan memiliki pendidikan berkarakter sebagai teladan dan pembiasaan. Hanifah lebih jauh mengatakan bahwa membina karakter siswa tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, namun membutuhkan perjuangan yang keras. SMPN 41 Surabaya pembentukan karakternya dapat meningkatkan prestasi lebih bagus lagi. Jadi, kalau karakternya baik tentu prestasinya juga akan baik.

Kepala SMPN 11 Surabaya, Drs H M Masykur Hasan MSi
Secara terpisah, Kepala SMPN 11 Surabaya, Drs H M Masykur Hasan MSi, menjelaskan, sebelum ada Permendikbud No.23/2015 tentang penumbuhan budi pekerti memiliki nilai baru secara nyata pihaknya sudah melaksanakannya lewat program SANDI BERJUPE. Di sisi lain, diajarkannya reward and punishment sehingga muncullah kebiasaan berbudaya baru memperkuat dan mempertegas budi pekerti yang menjadi harapan utama di SMPN 11 Surabaya, yaitu datang tepat waktu baik itu siswa, bapak/ibu guru, karyawan bahkan kepsek sekalipun. Jadi, semua segenap civitas akademika SMPN 11 Surabaya wajib mematuhinya.
Bentuk punishment siswa, misalnya sekali terlambat sekolah akan dicatat. Terlambat dua kali mereka disuruh meyiapkan pot bunga. Terlambat tiga kali mereka disuruh menyiapkan pupuk untuk potnya. Terlambat empat kali mereka disuruh menanam tanaman dan merawatnya. Dengan adanya hal tersebut diharapkan prestasi akademisi siswa SMPN 11 Surabaya meningkat, di samping non-akademisnya. Kedisiplinan serta kompetensi guru juga meningkat lebih bagus lagi.

Kepala SMAN 5 Surabaya, Hj Sriwidiati SPd MM
Kepala SMAN 5 Surabaya, Hj Sriwidiati SPd MM, mengatakan bahwa budi pekerti tidak dapat dilihat secara kasat mata, namun diterapkan dalam sikap dan perbuatan oleh siswa secara nyata.

Kepala SMAN 20 Surabaya, Dra Mamik Pujowati MPd
Sementara Kepala SMAN 20 Surabaya, Dra Mamik Pujowati MPd, mengatakan bahwa program budi pekerti yang digulirkan oleh kemendikbud itu sangat bagus, sehingga dapat membentuk kepribadian siswa menjadi lebih baik lagi. Di SMAN 20 Surabaya hanya perlu adanya peningkatan karakter budi pekerti itu sendiri secara menyatu dan terintegrasi dalam setiap kegiatan dan tatanan. Di SMAN 20 Surabaya, semuanya sudah berlangsung lama. Salah satu penerapan budi pekerti itu adalah siswa SMAN 20 Surabaya peduli dan pernah berkunjung ke Liponsos Keputih, Surabaya, dalam melakukan kegiatan sosialnya. Sehingga imtek dan imtaq menjadi seimbang.
Kepala SMAN 17 Surabaya, Drs Bambang Agus Santoso, menjelaskan bahwa penerapan program budi pekerti yang digulirkan kemendikbud bukanlah sesuatu yang baru. Hanya sebuah penegasan saja. Namun ia tetap berharap ke depan siswa SMAN 17 Surabaya tetap memiliki karakter yang bagus dan terbangunnya cinta tanah air yang lebih bagus lagi.
Kepala SMAN 8 Surabaya, Dra Hj Ligawati MPd, pun mengatakan bahwa penumbuhan budi pekerti di SMAN 8 Surabaya sudah lama dilaksanakan lewat program 5 S (sapa, senyum, salam, sopan, santun). Tiap pagi saat siswa datang dan memasuki pintu gerbang sekolah disambut oleh bapak-ibu guru sambil bersalaman, menyapa, senyum dan lain-lain. Di samping itu, bentuk penerapan penumbuhan budi pekerti adalah adanya do’a bersama secara sentral atau terpusat, literasi membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, upacara rutin, senam para guru dan siswa, melakukan kebersihan secara serentak dalam rangka lingkungan hidup, menyanyikan lagu-lagu daerah di Indonesia secara sentral. Semuanya itu sudah menjadi kebiasaan. Untuk itulah Ligawati berharap ke depan pembiasaan yang dilakukan sejak awal ini akan menjadi budaya kebiasaan sehari-hari sehingga jiwanya terbangun dan cinta tanah air.
Kepala SMKN 8 Surabaya, Dra Sri Cahyonowati MM
Kepala SMKN 8 Surabaya, Dra Sri Cahyonowati MM, mengatakan bahwa penerapan penumbuhan budi pekerti (karakter) itu hampir semua sekolah sudah melaksanakannya. Itu penting mengingat di era global ini kebebasan sudah mengarah ke hal-hal yang bersifat kebablasan. Di sisi lain, soal adat-istiadat yang bagus contohlah negara-negara maju, seperti Jepang dan Korea Selatan. Walau tergolong negara maju, tapi masih mengedepankan budaya sopan-santun atau unggah-ungguh. “Untuk itulah mulai sekarang kita di Indonesia pada anak-anak wajib diterapkan bentuk karakter yang bagus pada era sekarang ini, walau di lingkungannya (rumah) terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda. Kurikulum (K13) guru-guru membekali silabus pembelajaran karakter untuk mempercepat proses. Jadi sekolah bisa memberikan bayangan-bayangan bagus yang konkrit ke depan dan harus diimplementasikan, tidak hanya diangan-angan saja. Dan itu harus ada yang mencontohkannya, mengingat budi pekerti sangatlah penting dengan berlandaskan agama masing-masing yang mereka anut”.

Kepala SMKN 5 Surabaya, Dra Tatik Kustini MM
Kepala SMKN 5 Surabaya, Dra Tatik Kustini MM, didampingi Wakasek Kesiswaan, Drs Anton Sujarwo MPd, mengatakan bahwa pihaknya sudah lama melaksanakan penumbuhan budi pekerti siswa. Misalnya, berdo’a bersama dan bersalaman. Dan itu juga diterapkan di K13 yang mana tertuang adanya penilaian sikap, seperti sholat Dhuhur berjama’ah, upacara setiap hari Senin. Walau semua penerapan itu tak semudah membalikan telapak tangan, ada kendala tersendiri, mengingat para siswanya berasal dari latar belakang yang berbeda. Jadi lingkungan rumahlah yang sangat menentukan. Hingga kejadian siswa SMKN 5 Surabaya membandel, loncat pagar, buang sampah sembarangan, merokok kerap kali masih saja ditemui. Dan pembinaan-pembinaan sering kali dilakukan serta razia oleh guru-guru juga terus ditingkatkan.
Oleh karena itulah Tatik berharap sikap positif warga SMKN 5 Surabaya terus meningkat tajam dari tahun ke tahun. Jika masih ada yang lepas kontrol dalam perbuatannya, tim konselor SMKN 5 Surabaya siap berkiprah. Mengingat pendidikan berakarakter berawal dari kedisiplinan (semua satuan mata pelajaran sudah menjadikan budaya). Cara membangunnya yaitu dengan melalui siswa baru lewat pendidikan PBB secara sikap dan pencermatan pada perilaku. Mereka dididik soal dasar baris-berbaris. Langkahnya wajib simultan.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur)
Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Drs Sudarminto MPd
Tak ketinggalan Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Drs Sudarminto MPd, mengatakan bahwa seluruh sekolah diwajibkan memberikan materi tentang penumbuhan budi pekerti dengan menanamkannya pada siswa sejak awal masuk sekolah. Hingga diharapkan Kota Surabaya bisa membangun ‘caracter building’ bangsa yang cerdas tapi tetap santun sebagai ciri khas budaya bangsa Indonesia.
Permendikbud No.23 Tahun 2015 itu, kata Sudarminto, untuk lebih mempertegas program penumbuhan budi pekerti mengingat kita memang perlu terus meningkatkannya lagi di era kondisi bayang-bayang masyarakat yang lebih maju lagi.
Diharapkan oleh mantan Kepala SMAN 16 Surabaya ini, implementasi atau penerapannya lewat kegiatan sehari-hari, kurikulum, dan ekskul sehingga akhirnya pembiasaan yang bagus itu menjadi terwujud, yaitu perilaku yang oke. Walaupun ada kendala-kendala, namun program penumbuhan budi pekerti wajib terus dilakukan. Pembiasaan yang kontinyu dan secara terus-menerus. Untuk itulah diperlukan kesabaran, ketangguhan. Sementara sikap sopan-santun, saling toleransi dengan budaya luar juga terus dilakukan, ditanamkan dan ditumbuhkan. Tapi akar budaya sendiri wajib diperkuat agar semakin tajam.
Sudarminto pun berharap ke depan siswa di Surabaya menjadi manusia atau pelajar yang berprestasi baik akademis maupun non-akademis, cerdas, beretika, tangguh dan santun. (F.543) web majalah fakta / majalah fakta online

SOLO RAYA

Sukoharjo Terima Tambahan 20 Ribu Blangko E-KTP

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sukoharjo menerima sebanyak 20 ribu blangko kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP). Penerimaan tersebut membuat lega petugas mengingat tingginya permintaan E-KTP dari masyarakat.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Sukoharjo, Sriwati Anita, Minggu (20/9) mengatakan, tambahan sebanyak 20 ribu blangko E-KTP baru saja diterima. Sebelumnya Dispendukcapil Sukoharjo hanya menerima kiriman blangko E-KTP sebanyak 5 ribu pada awal Agustus lalu. Jumlah tersebut sekarang sudah habis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kiriman tambahan dalam jumlah banyak tersebut membuat Dispendukcapil Sukoharjo lega. Begitu tiba langsung diberikan untuk melayani masyarakat”.
Sriwati Anita menjelaskan, sebanyak 20 ribu blangko E-KTP tersebut diperkirakan bisa bertahan sampai akhir tahun. Sedangkan per hari bisa mencapai 150 E-KTP. Jumlah tersebut akan mengalami peningkatan pada hari tertentu. “Kemungkinan permintaan pencetakan E-KTP dari masyarakat akan bertambah banyak saat libur panjang, dan bisa di atas 200 lembar,” lanjutnya.
Apabila nanti dalam pelayanan masih dianggap kurang maka Dispendukcapil Sukoharjo akan meminta tambahan ke pusat. Dengan begitu maka pelayanan terhadap masyarakat tidak mengalami gangguan. (Ist) web majalah fakta / majalah fakta online

SOLO RAYA

ADD Disalurkan, Jatah Lorog Terbesar Rp 121 Juta

ALOKASI Dana Desa (ADD) disalurkan ke desa-desa sesuai jatah masing-masing. Desa Lorog, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, disebut-sebut bakal menerima ADD terbesar di Sukoharjo, yaitu senilai Rp 121 juta. Sementara ADD terkecil diterima Desa Tempel, Kecamatan Gatak.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermades) Sukoharjo, Sri Lestari, mengatakan, ADD yang diterima setiap desa bervariasi.

Ada beberapa kriteria penghitungan nominal ADD seperti luas wilayah, jumlah penduduk dan angka kemiskinan. Selain itu, penghitungan nominal ADD berdasar potensi desa menyumbang kontribusi pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sukoharjo.
“Di Desa Lorog ada pasar desa dan terminal yang menyumbang pemasukan untuk PAD Sukoharjo,” kata dia, Sabtu (12/9).
Sementara Desa Tempel, Kecamatan Gatak, menerima ADD terkecil lantaran wilayahnya relatif kecil. Jumlah penduduknya juga relatif sedikit dibanding desa lainnya di Kabupaten Jamu, sebutan lain Sukoharjo.
Menurut dia, rata-rata nominal ADD yang diterima setiap desa Rp 75 juta – R 90 juta. “Hanya beberapa desa yang menerima ADD di atas Rp 100 juta. Kami berharap ADD dapat digunakan untuk mempercepat pembangunan perdesaan baik infrastruktur maupun pemberdayaan perekonomian masyarakat,” ujar Sri Lestari.
Untuk mencairkan ADD, setiap desa mutlak menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Desa yang menjadi pedoman utama pelaksanaan setiap kegiatan fisik maupun nonfisik. Penyusunan APB Desa mengacu pada hasil musyawarah desa yang diikuti kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan tokoh masyarakat seperti ketua rukun tetangga (RT)/rukun warga (RW).
“Apabila belum merampungkan penyusunan APB Desa maka tak dapat mencairkan ADD”.
Di sisi lain, Kepala Desa Kertonatan, Kecamatan Kartasura, Winarto, mengakui ada beberapa kendala teknis saat penyusunan APB Desa. Namun, ia enggan membeberkan kendala teknis itu secara jelas. “APB Desa sudah dilaporkan ke instansi terkait sekarang dalam tahap koreksi,” kata dia. (Ist) web majalah fakta / majalah fakta online

SOLO RAYA

Plt Bupati Sukoharjo Shalat Idul Adha 1436 H Di Alun-Alun Satya Negara

PLT Bupati Sukoharjo, Drs Agus Santosa, Kamis pagi (24/9), melakukan shalat Idul Adha 1436 H di alun – alun Satya Negara bersama masyarakat Sukoharjo. Turut hadir Kapolres Sukoharjo, Dandim 0726 Sukoharjo, mantan Bupati Sukoharjo, H Wardoyo Wijaya SH MH, Kepala Kemenag beserta jajarannya dan Ketua DPRD Sukoharjo.
Sholat yang dimulai pada pukul 06.15 WIB dengan imam dan khotib Muhammad Ghufron SAg secara garis besar bahwa menurut  Al Qur’an parameter ketaqwaan tidak diukur dari besarnya hewan qurban yang disembelih ataupun intensitas ritual lainnya tetapi ketaqwaan harus tercermin dalam karakter dan perilaku yang mencerminkan kemusliman secara utuh baik sebagai makhluk personal maupun makhluk sosial (secara subtansi dijelaskan dalam QS Ali Imron ayat 102 dan 103). 
Tipikal masyarakat yang bertaqwa adalah masyarakat yang memiliki karakter sosial berpegang pada ajaran Allah, tidak bercerai-berai, bergaul dengan kelembutan hati, membangun ukhuwah.
Setelah selesai sholat Ied, Plt Bupati menyerahkan 2 ekor sapi dan 1 ekor sapi dari kemenag kepada panitia qurban. (Ist) web majalah fakta / majalah fakta online

SOLO RAYA

Gubernur Jateng Tunjuk Sekda Sukoharjo Jadi Plt Bupati Sukoharjo

Drs Agus Santosa
GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menunjuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo, Agus Santosa, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo. Agus Santosa mulai melaksanakan tugasnya sehari setelah masa jabatan Bupati Wardoyo Wijaya purna pada 1 September 2015.
Menurut Agus Santosa, pihaknya mulai menjalankan tugas melanjutkan roda pemerintahan pada 2 September 2015 hingga bupati terpilih dilantik. Menurut agenda, pelantikan bupati/wakil bupati terpilih pada 23-29 Desember 2015. Hal itu dengan asumsi tidak ada sengketa hasil pilkada.
Pihaknya tidak pernah menduga Gubernur Jateng akan menunjuknya sebagai Plt Bupati Sukoharjo. Sebab, pihaknya atau pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo lainnya tidak pernah ada yang diberi tahu pemprov sebelumnya hingga detik-detik terakhir.
Agus Santosa menjelaskan, Plt (Pelaksana Tugas) bukan Pj (Penjabat). Kalau penunjukan Plt kewenangan gubernur, kalau Pj kewenangan mendagri. Pihaknya belum tahu kapan Pj akan ditunjuk. Tidak menampik kemungkinan dirinya berkemungkinan menjadi Pj bupati. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada mendagri. Tetapi, jika akhirnya ditunjuk menjadi Pj bupati, pihaknya menyatakan siap menjalankan tugas yang diamanahkan.
Tugas Plt pada dasarnya sama dengan bupati difinitif. Namun, ada beberapa hal yang berbeda, terutama perihal kewenangan-kewenangan tertentu yang harus mendapat izin tertulis dari mendagri. Hal tersebut sebagaimana telah diatur dalam Pasal 132 A Peraturan Pemerintah (PP) No.49/2008 perubahan ketiga PP No. 6/2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala dan Wakil Kepala Daerah.
Salah satu contohnya soal mutasi pegawai. Plt kalau mau memutasi pegawai harus mendapat izin mendagri. Kewenangan seperti ini tidak berlaku pada bupati difinitif. Contoh lainnya, Plt hanya diperbolehkan melanjutkan program dan tidak boleh bertentangan dengan program yang dijalankan bupati sebelumnya.
Menurut Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Nurjayanto, penunjukan Sekda sebagai Plt itu sudah sangat tepat. Menurut politikus PDIP itu, Agus merupakan orang yang mengerti jalannya pemerintahan Sukoharjo. Terlebih, Agus merupakan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Pengetahuan Agus soal seluk-beluk anggaran akan sangat dibutuhkan dalam pembahasan RAPBD 2016 yang tidak lama lagi akan dilaksanakan.
Wardoyo Serahkan Kepemimpinan Sukoharjo Ke Agus Santosa

H Wardoyo Wijaya SH MH
Serah terima jabatan (sertijab) Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, ke Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Agus Santosa, digelar di Pendapa Graha Satya Praja (GSP), Jumat (25/9).
Dalam prosesi tersebut, Wardoyo Wijaya menyerahkan buku laporan kegiatan pemerintahan dan keuangan daerah kepada Agus Santosa.
Dalam kesempatan ini, Agus Santosa mengatakan, Plt Bupati Sukoharjo bertanggung jawab penuh atas roda pemerintahan pasca jabatan bupati definitif habis. Karena itu, pihaknya bertanggung jawab dalam persiapan penyusunan RAPBD 2016 dan memastikan pelaksanaan Pilkada Desember nanti berjalan lancar. Jabatan akan diserahkan kembali setelah bupati terpilih dilantik. (Ist) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS NGAWI

LATIHAN UJI SIAP TEMPUR TINGKAT BATERAI/TINGKAT KOMPI 
YONARMED 12/1/2 KOSTRAD NGAWI


PRAJURIT Yonarmed 12/1/2 Kostrad Ngawi melaksanakan Latihan Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Baterai/Tingkat Kompi pada tanggal 16 September 2015 di Lapangan Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, dan di Lapangan Desa Jogorogo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, diikuti 1 Kompi/Baterai dengan kekuatan 114 personil/prajurit.
Danyon Armed 12/1/2 Kostrad Ngawi, Mayor (Arm) Joko Setyo Kurniawan, menjelaskan, latihan UST Tingkat Baterai/Tingkat Kompi ini dilaksanakan sesuai program latihan yang bertujuan agar seluruh prajurit dapat meningkatkan kemampuan sesuai dengan jabatan masing-masing pada tingkat seksi guna mendukung Satuan Manuver setingkat Kompi.
Latihan program ini menjadi standarnya Angkatan Darat yang dilaksanakan setiap tahun sekali dan bertujuan memelihara kesatuan dalam kesiapan dan kemampuan operasionalnya di Kecabangan Armed. Setelah lulus latihan ini akan dilanjutkan Latihan Tingkat Batalyon dan siap untuk melaksanakan tugas kesatuan yang lebih besar yaitu Resimen dengan Devisi Kostrad.
“Senjata yang digunakan dalam latihan ini adalah senjata perorangan dan senjata satuan yang meliputi 6 Pucuk Meriam Kaliber 105 buatan Amerika didukung kendaraan 14 Truk (R4) dan Amunisi dalam kotak karena tidak melakukan penembakan basah, sehingga tidak membawa senjata basah,” ujarnya.
Lebih lanjut Danyon Armed berharap agar para personil/prajurit memiliki kualitas dan profesionalitas, kemampuan yang telah dimiliki terus dipelihara dan ditingkatkan, sehingga prajurit memiliki kesiapan dan kesiagaan operasional untuk melaksanakan tugas pokok satuan dalam melaksanakan tugas negara. (Prastiwi) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS NGAWI

SOSIALISASI PENGENALAN PITA CUKAI 
BAGIAN ADMNISTRASI PEREKONOMIAN SETDA KABUPATEN NGAWI


PEMERINTAH Kabupaten Ngawi melalui Bagian Administrasi Perekonomian Setda Ngawi mengadakan Sosialisasi Pengenalan Pita Cukai Tahun 2015 dengan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bekerja sama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Madiun.
Acara sosialisasi diikuti sekitar 300 orang anggota kelompok petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Ngawi yang diketuai Sojo. Kelompok petani tembakau yang mengikuti acara sosialisasi terdiri dari 5 kecamatan penghasil tembakau, yaitu Kecamatan Ngrambe yang sosialisasinya dilaksanakan pada tanggal 15 September 2015; Kecamatan Jogorogo sosialisasinya dilaksanakan tanggal 16 September 2015, Kecamatan Kwadungan sosialisasinya dilaksanakan tanggal 17 September 2015, Kecamatan Geneng sosialisasinya dilaksanakan tanggal 21 September 2015, dan Kecamatan Gerih sosialisasinya dilaksanakan tanggal 22 September 2015. Semuanya bertempat di aula kecamatan masing-masing.
Yugianto, Kasubsi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Madiun, sebagai narasumber menjelaskan, setiap orang yang akan menjalankan kegiatan sebagai pengusaha pabrik, pengusaha tempat penyimpanan, importir barang kena cukai, penyalur atau pengusaha tempat penjual eceran, sesuai UU RI nomor 39 tahun 2007 pasal 14 ayat 1 wajib memiliki izin berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) yang dikeluarkan menteri.
Lebih lanjut dikatakan, kategori rokok ilegal adalah rokok tanpa dilekati pita cukai, rokok polos, rokok dilekati pita cukai yang bukan peruntukannya dan bukan haknya (personalisasi pita cukai), rokok dilekati pita cukai palsu, produksi rokok tanpa izin (NPPBKC), produksi rokok menggunakan mesin (dilakukan pemilik NPPBKC maupun yang tidak memiliki NPPBKC) atas pesanan pemilik bahan baku rokok atau biasa disebut rokok jahitan akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda paling sedikit Rp 20 juta dan paling banyak Rp 200 juta.
“Yang memalsukan pita cukai akan dikenakan sanksi pidana 1 sampai 5 tahun penjara atau pidana denda 2 sampai 10 kali cukai yang seharusnya dibayar,” ujarnya.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Pemkab Ngawi, Aris Dewanto SE, mengatakan, melalui sosialisasi ini dapat melahirkan komitmen serta memberikan pemahaman dan pengertian kepada seluruh masyarakat untuk mempersempit ruang gerak peredaran cukai ilegal, serta dapat menyadarkan stakeholder terkait ataupun pengguna barang kena cukai pada sanksi dan hukuman bagi yang menjual atau mengedarkan rokok tanpa pita cukai (cukai ilegal).
Aris Dewanto mengharapkan para pengusaha rokok dan pedahang rokok di Kabupaten Ngawi agar mentaati aturan perundang-undangan yang berlaku tentang cukai sehingga rokok yang diproduksi dan dijual menggunakan pita cukai legal atau resmi. (Prastiwi) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS NGAWI

PEMBANGUNAN SARANA FISIK JALAN RABAT 
DI DESA GELUNG DARI DANA DESA 2015

PEMERINTAH Desa adalah kesatuan organisasi pemerintah terendah di bawah kecamatan yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di bawah kabupaten. Kewenangan pemerintah desa termasuk penentuan prioritas penggunaan dana desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala Desa Gelung, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jianto Jeglik, mengatakan, dana desa yang bersumber dari APBN di Desa Gelung, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, tahun 2015 digunakan untuk kegiatan pembangunan sarana fisik jalan rabat kanan dan kiri sepanjang 500 meter dan lebar 160 cm yang berlokasi di Dusun Gelung Timur RT. 04 RW. 02 Desa Gelung. Besarnya dana desa yang digunakan untuk rabat jalan ini sebesar Rp 95.000.000,- (Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah).
Lebih lanjut dikatakan Darmadi selaku Tim Pengelola Kegiatan (TPK) bahwa pembangunan jalan rabat ini alokasi waktunya selama 10 hari dimulai pada akhir September 2015. “Penggunaan dana pembangunan fisik desa di Desa Gelung tahun 2015 sudah efektif karena sudah memenuhi target dan realisasi yang telah ditentukan sesuai dengan RAB,” ungkapnya. (Prastiwi) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS NGAWI

PROGRAM TERPADU P2WKSS DESA SINE 
DIEVALUASI TIM PENILAI TINGKAT PROVINSI JATIM


PADA tanggal 12 September 2015 Tim Evaluasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang diketuai Drs Herawanto Ananda MSi melaksanakan evaluasi lapangan di Desa Sine, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, karena berhasil masuk tiga besar Tingkat Provinsi Jatim dalam lomba P2WKSS Tahun 2015.
Plt Bupati Ngawi, Dr H Siswanto MM, dalam sambutannya mengatakan, Desa Sine, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, dipercaya mewakili Kabupaten Ngawi untuk maju mengikuti penilaian P2WKSS Tingkat Provinsi Jatim Tahun 2015. Untuk itu tim penilai agar melihat secara langsung kegiatan dalam mendukung Desa Sine sebagai  Pelaksana Program Terpadu P2WKSS. “Penilaian lapangan ini kami harap akan memotivasi para pelaksana Gerakan Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera dengan perempuan sebagai penggeraknya untuk lebih bersemangat dalam membantu keluarga agar senantiasa hidup sehat dan sejahtera. Dalam program terpadu P2WKSS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi berperan sebagai koordinator dan fasilitator. Sedangkan peran institusi masyarakat sebagai pelaku aksi bersama dan pada keluarga. Pemkab berupaya membangun pendapat bahwa derajat kesehatan dan kesejahteraan perempuan dapat menggambarkan kesehatan dan kesejahteraan penduduk secara umum,” ungkapnya.
Herawanto Ananda menjelaskan, evaluasi ini dilaksanakan dalam rangka sinkronisasi antara laporan yang telah dikirim oleh Pemkab Ngawi dengan kondisi yang ada di lapangan. Sedangkan yang dievaluasi ada 12 sektor, yaitu sektor Keagamaan, Hukum dan HAM, Kesehatan, Perindustrian dan Perdagangan, Kominfo, Koperasi dan UMKM, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ketahanan Pangan, PKK, Kependudukan dan KB.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Ngawi, Indah Kusumawardani SPT MSi, selaku leading sector Program P2WKSS berharap agar para perempuan dapat meningkatkan perannya dalam mengaktualisasikan diri dalam pembangunan bangsa untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. (Prastiwi) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS NGAWI

PELATIHAN KELOMPOK PETANI PETERNAK 
TENTANG CARA PEMBUATAN COMPLETE FEED UNTUK KAMBING OLEH 
DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN NGAWI 2015


USAHA peternakan kambing atau domba di Kabupaten Ngawi, Jatim, mempunyai prospek yang bagus dan pemasarannya meliputi lokal, luar provinsi bahkan telah diekspor ke Malaysia dan Singapura, khususnya kambing Bligon. Untuk itu Pemkab Ngawi melalui Dinas Peternakan dan Perikanan dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas peternak kambing/domba apabila dijual nilai harganya tinggi dan akan menambah PAD, mengadakan pelatihan bagi kelompok petani peternak tentang cara pembuatan complete feed dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2015.
            Kepala Bidang (Kabid) Usaha Tani Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ngawi, Ir Sutrisno Msi, menjelaskan,DBHCHT Tahun 2015 digunakan untuk kegiatan pembuatan complete feed (fermentasi pakan ternak). Hal ini agar para petani peternak kambing/domba dapat membuat pakan ternak aternatif supaya tidak ngarit (merumput tiap hari), tidak angon (menggembala) dan tanpa bau kotoran ternak. Tujuan fermentasi adalah pengawetan pakan; meningkatkan kualitas pakan, peningkatan tingkat kecernaan dan peningkatan falibilitas (nafsu makan).
Lebih lanjut dikatakan, pelatihan ini dilaksanakan mulai tanggal 28 Mei 2015 s/d 13 Agustus 2015, tempatnya di desa masing-masing yang diikuti 300 orang dari tujuh kelompok petani peternak kambing, yaitu Kelompok Tani Sambi Barat Desa Tanjungsaria, Kecamatan Jogorogo, Karya Tani Desa Semen, Kecamatan Paron, Sari Wangi Desa Karangsono, Kecamatan Kwadungan, Sekar Tani Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Sido Mukti Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Tani Sejahtera Desa Kulaan, Kecamatan Sine, dan Tani Mulyo Desa Pocol, Kecamatan Sine.
            Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ngawi, Ir Sunito MSi, mengatakan, DBHCHT Tahun 2015 digunakan untuk pelatihan pembuatan complete feed (pakan alternatif untuk ternak kambing/domba); untuk pembuatan tape jerami yang digunakan untuk pakan alternatif ternak sapi dan untuk pembuatan Urea Mollases Multinutrient Block (UMMB) sebagai pakan suplemen ternak sapi. Adapun sebagai instruktur/pelatihnya yaitu Sukamto dari SMD (Sarjana Membangun Desa) Tahun 2010. Selain itu juga dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ngawi. (Prastiwi) web majalah fakta / majalah fakta online