Sunday, November 16, 2014

BALANGAN BUMI SANGGAM

Pemkab Balangan Terus Berupaya Memenuhi

Hak Anak Dan Melindungi Anak

BERBAGAI upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan untuk  anak-anak di Bumi Sanggam terus dilakukan dari masa ke masa. Berbagai program pun dibuat dan sudah dijalankan, dimulai dari pembenahan sistem hingga melengkapi perlengkapan fasilitas pendidikan
           Berbagai program yang telah dibuat dan sudah dijalankan tersebut semata-mata untuk menunjang pendidikan bagi anak-anak, seperti wajib belajar 12 tahun, bantuan operasional sekolah, beasiswa untuk mahasiswa, peningkatan infrastruktur dan fasilitas pendidikan, peningkatan kemampuan maupun kesejahteraan guru dan lainnya, juga pembangunan sekolah-sekolah kecil di pedalaman.
           Bupati Balangan, H Sefek Effendie, bahkan turut serta merevitalisasi gerakan pramuka yang merupakan kegiatan positif untuk anak-anak di Bumi Sanggam, dengan tujuan agar menjadi wahana yang lebih baik bagi pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, kepribadian dan persatuan di antara anak-anak bangsa sejak dini. Hal tersebut dilakukan guna menanamkan jiwa disiplin dan kepemimpinan dalam jiwa anak-anak.
           Sasaran dari semua kebijakan dan program yang dibuat Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan, tiada lain adalah ingin mencetak dan menghadirkan manusia-manusia Balangan yang unggul di masa depan.
Bupati Balangan, H Sefek Effendie, foto bersama FASI IX beberapa waktu lalu
           Dalam menghadapi sejumlah tantangan bagi anak-anak, seperti kejahatan terhadap anak, narkoba dan juga penyalahgunaan internet yang bisa merusak jiwa serta kepribadian anak-anak, hendaknya semua pihak bukan hanya guru dan orang tua, melainkan juga lingkungan masyarakat dapat turut aktif dalam memberikan pengawasan terhadap anak-anak.
          Beberapa pertunjukan berkesenian yang digagas oleh Pemkab Balangan maupun oleh para peseni di Kabupaten Balangan seperti seni tari, nyanyi, cerita berbahasa Inggris, drama komedi, pantomim, madihin dan musik panting yang dibawakan oleh anak-anak SD maupun SLTP dan remaja lainnya, merupakan kegiatan positif dan mendidik, yang dapat menghindarkan mereka dari kegiatan yang bisa menjerumuskan mereka ke dalam hal-hal negatif. Kegiatan-kegiatan berkesenian tersebut juga sangat mudah diserap dan ditiru oleh anak-anak, sehingga membuat mereka tidak melupakan pendidikan berkesenian.
Wakil Bupati Balangan, H Ansharuddin, memberikan hadiah kepada anak-anak
          Pemkab Balangan juga menciptakan lingkungan kondusif untuk perlindungan dan tumbuh-kembang anak. Sehingga dapat memberikan makna akan pentingnya peran, tugas dan kewajiban dari setiap individu, orangtua, keluarga, masyarakat, dunia usaha dan pemerintah dalam memenuhi hak anak-anak dan melindungi anak-anak.
          Senada dengan Bupati Balangan, Wakil Bupati Balangan, H Ansharuddin, juga mengajak kepada seluruh orangtua, guru, pembimbing dan segenap jajaran pemerintahan, untuk melakukan sesuatu yang tepat dan benar dalam upaya pemenuhan hak-hak, memberikan kepedulian dan perhatian khusus, termasuk alokasi anggaran yang cukup bagi pendidikan dan pengasuhan anak-anak. Hal tersebut dimaksudkan agar anak-anak di Bumi Sanggam dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sholeh dan berbudi pekerti luhur, cerdas dan berpengetahuan tinggi, sehat jasmani dan rohani, mencintai dan bangga pada negerinya dan mencintai lingkungan alamnya.
          Pemkab Balangan juga membentuk Forum Anak Daerah Kabupaten Balangan yang 
   mewadahi berbagai kreatifitas anak, mendorong pengembangan Kabupaten/Kota Layak 
   Anak, serta mensosialisasikan dan memberikan informasi kepada masyarakat dan keluarga 
   tentang pentingnya membangun karakter anak melalui peningkatan pengasuhan keluarga. 

Thursday, November 13, 2014

Sunday, November 9, 2014

HUKUM : MAJELIS HAKIM PN JAKARTA SELATAN DILAPORKAN KE KY

Putusannya dianggap tidak sesuai dengan fakta-fakta hukum di persidangan dan diduga adanya kriminalisasi perkara serta pelanggaran kode etik dan perilaku hakim

Dari kiri : Hakim Hariono SH, Hakim Muhammad Razad SH MH dan Hakim Suwanto SH, dilaporkan ke KY
PADA tanggal 26 Agustus 2014 Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan telah memutuskan perkara pidana dengan hukuman 1 tahun potong masa tahanan terhadap seorang guru bernama Ibu Rasmono Chaya Bhuana yang dinyatakan terbukti melakukan penggelapan terhadap uang pembelian rumah milik Michael Brumby, warga negara Inggris, yang tinggal di Indonesia saat ini sebagai pelajar, yang sebelumnya adalah rekan sesama pengajar dari Ibu Guru Rasmono.
Saat putusan selesai dibacakan, sang ibu guru dengan tegas menyatakan akan  banding terhadap putusan tersebut seraya mengatakan,”Saya akan mencari keadilan sampai kapan pun dan di mana pun”.
Jaksa penuntut umum pun juga menyatakan banding karena putusan majelis hakim dianggap jauh dari tuntutannya yakni hukuman penjara 2 tahun 6 bulan.
Atas putusan pidana majelis hakim tersebut, melalui kuasa hukumnya yaitu  Jaskur Galampa SE SH MH dan rekan, Ibu Guru Rasmono melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Ibu guru Rasmono bukan saja melakukan upaya banding untuk mencari keadilan, akan tetapi juga melaporkan majelis hakim yang telah menjatuhi hukuman kepadanya itu ke Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia di Jl Kramat Raya, Jakarta.
Ibu Guru Rasmono Chaya Bhuana digendong suaminya saat turun dari mobil tahanan kejaksaan untuk disidangkan di PN Jakarta Selatan
Dalam pengaduannya ke KY, Ibu Guru Rasmono melalui kuasa hukumnya melaporkan adanya dugaan kriminalisasi dan pelanggaran kode etik serta pedoman perilaku majelis hakim dalam memeriksa, mengadili dan memutus perkara pidana Ibu Guru Rasmono. Pasalnya, fakta di persidangan menunjukkan bahwa pelapor Michael Brumby, warga negara Inggris, tidak mengetahui dengan pasti berapa jumlah uang yang telah ditransfernya ke Ibu Guru Rasmono, sehingga jumlah uang yang ditransfernya adalah jumlah yang dibuat-buat dan diinginkan oleh jaksa penuntut umum dan diamini begitu saja oleh majelis hakim. 
Bukan hanya itu yang menjadi dasar pengaduan Ibu Guru Rasmono ke KY. Juga terungkap fakta hukum di persidangan bahwa yang dimaksud uang sebesar Rp 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) yang dinyatakan digelapkan oleh Ibu Guru Rasmono oleh majelis hakim dalam putusannya itu adalah uang pelapor Michel Brumby yang dibayarkan ke Wirawan Group atas kekurangan uang pembelian rumah Ibu Guru Rasmono. Dalam hal ini diduga telah terjadi persekongkolan antara Michael Brumby dengan Wirawan Group selaku pengembang Perumahan Melati Residence, Jagakarsa, untuk memiliki tanpa hak rumah yang dibeli oleh Ibu Guru Rasmono.
Dalam memori bandingnya, Ibu Guru Rasmono melalui kuasa hukumnya mengajukan keberatan atas kesaksian yang dihadirkan oleh pelapor Michael Brumby. Fakta hukum di persidangan bahwa saksi Wirawan Wahyu Dewanto dan saksi Chyntia Andini, yang merupakan pengembang dan marketing perumahan Melati Residence, adalah bukan saksi yang mendengar, melihat, dan mengetahui sendiri bahwa rumah yang disengketakan dan berada di komplek Melati Residence tersebut adalah rumah yang dibeli oleh Michael Brumby melalui pertolongan Ibu Guru Rasmono. Akan tetapi dalam keterangan di persidangan bahwa saksi Wirawan dan Chintya hanya mendengar kesaksian dari pelapor Michael Brumby saja. Kuasa hukum Ibu Guru Rasmono menyatakan bahwa kesaksian Michael Brumby adalah kesaksian yang berdiri sendiri dan karenanya satu saksi adalah bukan saksi (unus testis nullus testis).
Dan, kuasa hukum Ibu Guru Rasmono juga menegaskan dalam memori banding maupun eksepsinya dalam persidangan bahwa jika mengacu pada  Undang-Undang Agraria No. 5 Tahun 1960  pasal 9 ayat (1) dengan tegas menyatakan,“Hanya Warga Negara Indonesia yang  dapat mempunyai hubungan sepenuhnya dengan bumi, air dan ruang angkasa dalam batas-batas ketentuan pasal 1 dan pasal 2.” Dalam UU yang sama tersebut pada pasal 21 ayat (1) juga menegaskan,“Hanya Warga Negara Indonesia saja yang mempunyai Hak Milik atas Tanah.” Atas pertimbangan undang-undang tersebut bahwa perkara yang dilaporkan oleh Michael Brumby yang merupakan warga negara Inggris adalah perbuatan yang telah melanggar hukum. Maka pertimbangan hukum judex factie dalam perkara ini juga melanggar/bertentangan dengan hukum.
Menukil berita dari www.konsumenproperti.com bahwa keinginan pemerintah untuk memberikan kesempatan pada warga negara asing (WNA) memiliki properti di Indonesia, akhirnya kandas. Hal ini menyusul penolakan Komisi V DPR RI terhadap pemilikan properti oleh orang asing yang tertuang dalam UU Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) No.1 Tahun 2011.
Menurut Ketua Komisi V DPR RI, Yasti Suprejo Mokoagow, dalam pasal 52 UU Perkim diatur ketentuan mengenai pemilikan properti oleh orang asing. Di mana orang asing hanya dapat menghuni atau menempati rumah dengan cara hak sewa atau hak pakai. Ketentuan mengenai orang asing dapat menghuni atau menempati rumah dengan cara hak sewa atau hak pakai tersebut. Itu pun harus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Yang menarik, dalam kasus ini Ibu Guru Rasmono juga mengajukan gugatan perdata terhadap rumah yang dia beli ke PN Jakarta Selatan. Karena rumah yang dia beli itulah maka Ibu Guru Rasmono dijatuhi hukuman penjara selama 1 (satu) tahun potong masa tahanan. Sidang gugatan perdatanya sampai berita ini dibuat masih terus berlangsung.
Perkara gugatan rumah yang dibeli Ibu Guru Rasmono di Melati Residence Jagakarsa ini disidangkan oleh majelis hakim yang sama dengan sidang perkara pidananya yang diketuai oleh Hakim Hariono SH dengan anggota Hakim Muhammad Razad SH MH dan Hakim Suwanto SH.
            Maka, melalui kuasa hukumnya pula, Ibu Guru Rasmono mengajukan surat permohonan penggantian majelis hakim yang menyidangkan perkara perdata No.354/PDT.G/2014/PN.JAKSEL tersebut kepada Ketua PN Jakarta Selatan pada tanggal 11 September 2014. Alasannya sebagai berikut;
1. Pemohon adalah penggugat dalam perkara perdata
    No.354/PDT.G/2014/PN.JAKSEL dan pemohon juga merupakan terdakwa dalam
    perkara pidana No.639/Pid.B/2014/PN.Jkt.Sel yang diperiksa dan diadili oleh
    majelis hakim yang sama sebagaimana tersebut di atas, di mana perkara pidana
    telah diputus pada tanggal 26 Agustus 2014 sedangkan perkara perdatanya
    masih dalam proses persidangan.
2. Bahwa dengan adanya putusan perkara pidana No.639/Pid.B/2014/PN.Jkt.Sel
    tersebut pemohon menduga adanya kriminalisasi perkara dan pelanggaran kode
    etik dan pedoman perilaku hakim sehingga pemohon membuat laporan kepada
    Komisi Yudisial Republik Indonesia dengan No.1181/IX/2014/P tanggal 10
    September 2014.
3. Bahwa dengan adanya laporan kepada Komisi Yudisial Republik Indonesia
    tersebut maka kelanjutan pemeriksaan perkara perdata
    No.354/PDT.G/2014/PN.JAKSEL apabila masih tetap diperiksa dan diadili oleh
    majelis hakim tersebut di atas diduga akan terjadi konflik kepentingan dan
    pemohon merasa adanya ketidakadilan lagi dalam pengambilan keputusan
    perkara perdata No.354/PDT.G/2014/PN.JAKSEL dimaksud. (F.958) web majalah fakta / majalah fakta online

IKLAN

web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA : GERAKAN SERIBU SUARA UNTUK MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG KESEHATAN JANTUNG

HARI Jantung Sedunia dicanangkan oleh WHF (World Heart Federation) pada tahun 2000 untuk memberikan informasi kepada negara serta masyarakat di seluruh dunia bahwa penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung dan stroke) adalah penyebab kematian nomor satu di dunia, memakan korban sebanyak 17,3 juta orang setiap tahunnya.
Hari Jantung Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 29 September dengan tema yang berbeda-beda sesuai isu-isu pokok dan topik yang berkaitan dengan kesehatan jantung. Tema tahun 2014 adalah: heart-healthy environments (lingkungan yang mendukung kesehatan jantung).
WHF dan anggota-anggotanya secara serempak menyebar-luaskan berita bahwa paling tidak 80% dari kematian dini akibat penyakit kardiovaskuler sebenarnya dapat dicegah bilamana 4 faktor risiko utamanya  -  merokok,  mengkonsumsi makanan yang kurang sehat, kurang aktifitas fisik dan konsumsi berlebihan minuman beralkohol -   dapat dikendalikan.
Keberhasilan Hari Jantung Sedunia bergantung kepada pro-aktifnya para anggota dari seluruh dunia dalam menyebarluaskan hal-ihwal penyakit kardiovaskuler ini -  penyakit pembunuh nomor satu di dunia.
Tema 2014, “heart-healthy environments”, dimaksudkan agar tempat kita hidup/tinggal, bekerja dan bermain seharusnya tidak meningkatkan resiko kita mendapat penyakit jantung dan stroke. Tapi seringkali manusia tidak dapat  memilih ‘pola hidup jantung sehat’ karena faktor lingkungan, seperti tidak adanya pilihan makanan yang sehat, tidak adanya ruang-ruang bebas asap rokok, dan seterusnya.
Oleh karena itu Yayasan Jantung Indonesia mengajak semua lapisan masyarakat dalam suatu gerakan menciptakan lingkungan yang menopang gaya hidup jantung sehat, di mana pun kita tinggal, bekerja maupun bermain.
Untuk memperingati Hari Jantung Sedunia tahun ini, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) mengadakan rangkaian kegiatan dari tanggal 23 September hingga 10 Oktober.
Antara lain:
• Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Mobil Van kesehatan Yayasan Jantung akan
  berkeliling di wilayah Jabodetabek pada lokasi-lokasi seperti mall, perkantoran dan
  area keramaian lainnya. Masyarakat dapat memeriksakan kesehatannya secara
  gratis dan akan diminta untuk menyatakan dukungannya untuk hidup sehat dengan
   mengikuti foto booth yang akan diungguh ke media sosial.
• Aksi tematik di Car Free Day Bundaran HI tanggal 28 September 2014. Aksi ini
  merupakan aksi puncak dari serangkaian acara yang bertujuan mengajak masyarakat
  luas untuk mencanangkan hidup sehat dan peduli pada lingkungan yang bersih, bebas
  polusi dan asap rokok. Aksi ini akan diramaikan dengan senam jantung dan long
  march yang diikuti oleh anggota dari Klub Jantung Remaja dan Klub Jantung Sehat
  dari Yayasan Jantung Indonesia. Acara dimulai di area Jalan Teluk Betung pada jam
  6.30 pagi.
• Long March dari Teluk Betung ke Bundaran HI dan kembali ke Teluk Betung
• Gerakan seribu tanda tangan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung
  kesehatan jantung kita, di Bundaran HI, jam 8.00 pagi
• Talkshow mengenai kesehatan jantung dalam rangka menyambut WHD di televisi
• Lomba Lompat Tali Jantung Sehat (LTJS) antar Sekolah Dasar se-DKI Jakarta,
  tanggal 28 September 2014 di GOR Soemantri Brojonegoro, dimulai jam 8.00 pagi
• Peragaan Bantuan Hidup Dasar (BHD/CPR) di Thamrin City, tanggal 28 Oktober
  2014. (Rilis) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA : TAKUT DIRAZIA, PEMILIK TOKO KOMPAK TUTUP

ADANYA isu razia oleh Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri terhadap barang-barang yang tidak memilik SNI, membuat para pemilik toko yang menjual  bahan-bahan bangunan, sparepart kendaraan roda empat, beberapa toko obat dan elektronik pilih menutup toko mereka.
           Pasalnya, para pemilik toko merasa khawatir akan adanya penyitaan dan denda jika barang-barang yang ada di toko tempat usaha mereka terkena razia. Menurut Adi,  pemilik toko yang menjual  barang-barang mainan anak-anak yang hanya beberapa jam ikut menutup usahanya, kabar adanya razia dari Dirjen Perdagangan Dalam Negeri terhadap barang-barang yang tidak memiliki SNI itu telah meresahkan para pemilik toko. Hal itu disebabkan minimnya pengetahuan para pemilik toko terhadap barang-barang yang memiliki SNI.
           “Tapi saya yakin para pemilik toko telah menjual produk yang memiliki SNI karena produk barang seperti yang dijual toko bahan bangunan adalah semen merek dalam negeri,” ujarnya.
             Melihat tutupnya toko-toko, Dinas Perdagangan Industri dan UKM Pemkab Karimun langsung turun menemui para pemilik toko dan berkoordinasi dengan Apindo Karimun guna menyarankan agar para pemilik toko membuka usaha mereka kembali. “Selain mendatangi langsung para pemilik toko, juga ada yang  datang langsung ke kantor. Setelah kita jelaskan, para pemilik toko dapat memahami dan membuka kembali toko mereka,” kata Sipahutar, pegawai Disperindag dan UKM Pemkab Karimun, kepada FAKTA.
             Tutupnya toko-toko yang menjual berbagai kebutuhan bagi masyrakat itu telah menbuat para konsumen kelimpungan dan terpaksa menunda pengerjaan renovasi rumahnya. Begitu juga para pemilik kendaraan, juga kelimpungan karena kendaraan mereka dalam perbaikan di bengkel.
              Pantauan FAKTA di sepanjang Jalan Nusantara dan A Yani, Meral, sebagian pemilik toko penjual barang elektronik, baja dan bahan-bahan bangunan terlihat tutup pada Senin (11/9). Dengan tutupnya toko-toko itu aktivitas perdagangan di Karimun nyaris lumpuh. (F.942) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA : ANEKA BERITA : BAPPEDA KONSULTASI PUBLIK RANPERDA RPMJD JENEPONTO

BADAN Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jeneponto mulai melakukan konsultasi publik terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMJD) yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (5/8).
Dalam sambutannya, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, mengatakan, pembahasan Ranperda RPMJD Periode 2014 paling utama harus diketahui publik, hal itu dilakukan untuk mengeluarkan Jeneponto dari daerah tertinggal dengan target 2015 mendatang Jeneponto meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
“Selanjutnya, hal paling penting yang harus dijabarkan dan diimplementasikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah mengurangi kemiskinan dan pengangguran serta mewujudkan kedaulatan pangan, energi, peningkatan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur fisik. Terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian daerah sesuai dengan komitmen pada saat visi-misi yang saya paparkan dalam kontrak politik saya dengan masyarakat,” kata Bupati Jeneponto.
Tujuan konsultasi publik itu, kata Bupati Iksan Iskandar, untuk menjaring aspirasi dari para pemangku kepentingan (stake holder) yang berkaitan dengan rencana pembangunan daerah 5 (lima) tahun ke depan dengan tujuan diperolehnya masukan-masukan bagi penyempurnaan draft rancangan awal RPJMD tahun 2014-2018.
“Permasalahan yang kami temukan di Kabupaten Jeneponto adalah rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (JPM) di mana pada tahun 2012 lalu hingga sekarang JPM kita paling rendah di Sulsel dengan angka 65,6 poin. Dengan demikian pokok yang paling penting, kami berharap 2018 mendatang JPM kita bisa berada kisaran 80 poin. Demikian juga data statistik pada tahun 2012 adalah Kabupaten Jeneponto berada pada urutan ke-10 termiskin atau 17,16% di Sulsel,” ungkap Bupati.
Sedangkan dalam bidang keuangan daerah, kata Iksan, Kabupaten Jeneponto juga mengakui telah mendapat cap gelar disclaimer tiga tahun berturut-turut dari BPK. Pihaknya berjanji akan bekerja keras untuk bisa keluar dari gelar disclaimer pada tahun 2014.
“Tiga tahun berturut-turut keuangan Jeneponto mulai tahun 2011, 2012 dan 2013 mendapatkan predikat disclaimer dari BPK dan ini semua yang harus diputus mata rantainya agar tahun depan kita bisa meraih predikat WTP dan tahun 2016 sama dengan daerah lain mendapat Adipura. Berkaitan dengan semuanya itu, saya berharap para pimpinan SKPD harus melakukan kontrol yang kuat terhadap segala penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran di masing-masing SKPD agar target kita semua bisa tercapai,” tuturnya. (F.566) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA : MASYARAKAT SIMEULUE MERIAHKAN HUT TNI KE-69

Mantan anggota DPRK Simeulue, Rapian SE,  saat mendampingi anaknya yang ikut  acara Fun Bike memeriahkan HUT TNI Ke-69 di Kodim O115 SML, Minggu (28/9)
RIBUAN peserta mengikuti kegiatan sepeda santai atau fun bike dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Tentara Nasional Indonesia (TNI)  tingkat  Kodim 0115 Simeulue, Minggu pagi (28/9).
Kegiatan Fun Bike itu mendapat perhatian masyarakat Simeulue, selain doorprize berupa hadiah utama satu unit sepeda motor merk Zuzuki, juga disediakan hadiah lainnya yakni sepeda, kulkas, TV, kipas angin dan lain-lain dengan tema “Fun Bike Bersama Rakyat, TNI Kuat, Sehat dan Cerdas”. Acara yang meriah itu diikuti oleh lebih  kurang 2.000 peserta.
Kegiatan "GOWES...... Bersama TNI RAKYAT SEHAT” itu dilepas oleh Dandim 0115 SML,  Letkol Inf  Handako, dan Bupati Simeulue, Drs Riswan NS,  didampingi Polres Simeulue, AKBP Supriadi SH, Danlanal, Wakil Bupati, Ketua PN Sinabang dan unsur lainnya. Peserta Fun Bike start dari Lapangan Pendapa Bupati Simeulue menuju halaman Makodim O115 SML dengan jarak tempuh lebih kurang 5 km.
Dandim, Letkol Inf Handoko, mengatakan, kegiatan Fun Bike dilaksanakan bertujuan dalam rangka menyemarakkan HUT TNI Ke-69. “Serta  masyarakat yang sehat akan menciptakan manusia yang tangguh sehingga mampu memberi sumbangsih bagi pembangunan bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju lagi," ucap Handoko.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya pihak panitia sesuai laporannya menyebutkan kegiatan ini diikuti  lebih kurang oleh 380 peserta, tapi tak terduga kenyataannya diikuti oleh 2.000 lebih peserta. Namun Handoko merasa gembira atas antusias masyarakat Simeulue tersebut. Artinya, rasa kebersamaan antara TNI dan masyarakat sangat baik. (F.960) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA : RISMA PAPARKAN POTENSI SURABAYA DI HADAPAN 22 DUBES NEGARA SAHABAT

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mendampingi para dubes negara sahabat saat meninjau ruang kerjanya
DI mata Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan tantangan sekaligus kesempatan emas. Tantangan jika sumber daya manusia tidak mampu bersaing di tengah derasnya tenaga kerja asing. Sementara, kesempatan emas berlaku bilamana arus investasi mengalir deras dan warga Kota Pahlawan ikut menikmati benefit dari perputaran uang yang terjadi.
Mendekati bergulirnya MEA per Januari 2015, Walikota terlecut lebih gencar mempromosikan potensi yang dimiliki Surabaya. Beberapa tawaran undangan menjadi pembicara dalam forum internasional tidak disia-siakan oleh alumnus ITS Surabaya ini. Termasuk saat mengetahui bahwa Surabaya dijadikan jujugan para duta besar negara sahabat. Kontan, Risma - panggilan Tri Rismaharini - mengiyakan tawaran tersebut, karena dia tak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Sebaliknya, duta besar-duta besar tersebut yang datang ke balai kota guna menyimak langsung paparan dari walikota.
Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengatakan, kegiatan bertajuk Updates from the Region (UFTR): Exploring the Potentials of Surabaya City merupakan salah satu program diplomasi ekonomi. Tujuannya, untuk mempromosikan potensi bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata daerah guna membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak luar negeri.
Sedikitnya 22 duta besar maupun perwakilan tetap negara sahabat hadir dalam UFTR kali ini. Di antaranya dari Selandia Baru, Brunei Darussalam, Chile, Tiongkok, Cekoslowakia, Swedia, Laos, Rumania, Fiji, Iran dan Malaysia. Tak ketinggalan dari Myanmar, Ukraina, Oman, Uzbekistan, Australia, Republik Korea, Vietnam, Singapura serta Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN.
Esti memandang Surabaya sangat layak dikunjungi oleh para duta besar. Pasalnya, kemajuan kotanya sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Hal itu cukup menyita perhatian internasional. “Surabaya sebagai bagian dari koridor II MP3I telah mewujudkan pengembangan proyek infrastruktur di bidang jasa dan pelayanan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Walikota Risma memaparkan banyak hal, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pelayanan publik hingga upaya penanggulangan banjir. Menurut dia, yang menjadi perhatian utamanya saat ini adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sumber daya manusia agar mampu bersaing. Untuk itulah, pemkot mengalokasikan 30 persen lebih dari total APBD-nya untuk sektor pendidikan.
“Sekolah di Surabaya hingga jenjang sekolah menengah atas semuanya gratis. Begitu pula dengan akses kesehatan, di mana warga bisa memperoleh layanan kesehatan dengan cuma-cuma. Dengan demikian, setidaknya warga sudah tidak memikirkan anaknya akan sekolah di mana atau harus berobat ke mana. Itu bisa mengurangi beban pikiran masyarakat,” terangnya.
Selain itu, pembangunan infratruktur tidak bisa dikesampingkan dalam hal menggaet investor agar tertarik menanamkan modalnya. Oleh karenanya, pemkot sejak beberapa tahun lalu membangun konsep jalan-jalan baru yang terintegrasi. Bukan seperti tol yang berbayar, jalan-jalan tersebut bisa dilalui kendaraan secara gratis. Dengan begitu, asas keadilan akan terpenuhi karena warga punya pilihan untuk menggunakan jalan yang gratis atau berbayar. Rencananya, jaringan jalan baru itu akan mengkoneksikan beberapa obyek penting seperti pelabuhan, terminal maupun akses keluar-masuk dari kota/kabupaten lain di sekitar Surabaya. Beberapa jalan sudah terealisasi seperti MERR II-C, sebagian lainnya masih dalam proses.
Dari segi peningkatan ekonomi masyarakat, Risma menggarisbawahi bahwa peran usaha kecil menengah (UKM) tidak bisa dipandang sebelah mata. Buktinya, berdasar data yang dihimpun pemkot, angka kemiskinan menurun seiring dengan melonjaknya jumlah para pelaku UKM. Hal itu tak lepas dari peran serta berbagai pihak dalam memberikan pelatihan dan program-program pemberdayaan UKM.
Terkait lingkungan, warga Kota Surabaya tampaknya sudah sadar akan pentingnya menjaga lingkungannya. Hal ini dapat dilihat dari mulai menjamurnya komunitas-komunitas yang mengelola bank sampah di kampung-kampung. Menurut Risma, bank sampah mendatangkan banyak keuntungan karena adanya skema pemilahan. “Sampah organik akan diolah menjadi pupuk sedangkan yang anorganik akan dijual untuk didaur ulang,” ujarnya.
Saat ini sudah ada lebih kurang 200 bank sampah yang dapat dijumpai di Surabaya. Dari sudut pandang ekonomi, perputaran uang di seluruh bank sampah itu mencapai USD 6.250 atau Rp 68.750.000,- per bulan. Sedangkan dari sisi volume sampah, diketahui bahwa jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) selalu menurun dari tahun ke tahun.
Selama paparan Walikota, para duta besar terlihat serius menyimak data dan gambar yang ditampilkan di layar. Sesekali, pena mereka mencatat sesuatu setelah Walikota menyelesaikan kalimatnya. Dubes Brunei Darussalam, Yang Mulia Dato Paduka Mahmud Saidin, mengatakan, sebagian besar duta besar yang hadir sudah mengetahui sepak terjang Walikota Risma di kancah internasional. Apalagi setelah Surabaya berhasil menyabet sejumlah penghargaan dari mancanegara.
“Kami merasa tidak rugi datang ke sini karena pada hari ini kami semua berkesempatan mendengarkan langsung pemaparan dari salah satu kandidat walikota terbaik dunia. Untuk itu, sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang telah diberikan,” kata Mahmud Saidin mewakili para dubes yang lain.
Ditemui di sela-sela acara, Kabag Kerjasama, Ifron Hady Susanto, menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk promosi diplomasi publik bagi Surabaya. Dengan dipaparkannya potensi dan perkembangan terkini oleh walikota, diharapkan selanjutnya akan membawa dampak multi-efek. “Tentu saja ini juga bagian dari promosi Surabaya jelang MEA 2015,” imbuh dia. (Rilis) web majalah fakta / majalah fakta online

ANEKA BERITA : GURU SD SURABAYA AKAN MENDAPAT PELATIHAN KHUSUS METODE PENGAJARAN

Walkota Surabaya sedang menjelaskan konsep pendidikan di Surabaya kepada David Taylor (paling kanan) dan Kartika Sari Dewi Sukarno (dua dari kiri) 
SEBANYAK 200 guru sekolah dasar (SD) di Surabaya akan mendapatkan kesempatan langka yang jarang didapat guru-guru SD pada umumnya. Demi meningkatkan kompetensi profesi mereka yang tentunya akan berimbas positif pada kemampuan siswa-siswi, para guru tersebut akan mendapatkan pelatihan khusus metode mengajar yang interaktif.
Poin tersebut merupakan poin utama dari hasil pertemuan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, ketika menerima kunjungan Kartika Sari Dewi Soekarno (putri Presiden pertama RI, Soekarno), pendiri Yayasan Kartika Soekarno Foundation (KSF) bersama Dubes Selandia Baru, David Taylor, dan Konsul Kehormatan Selandia Baru untuk Jawa Timur, Hari Soenogo, di ruang kerja Walikota, Jumat (26/9).
Ikut hadir dalam pertemuan tersebut, Asisten III Sekkota, M Taswin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan, Kepala Bagian Kerja Sama Kota Surabaya, Ifron Hady Susanto, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya, Widodo Suryantoro, Kepala Bagian Perekonomian Kota Surabaya, Chalid, serta Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya, Wiwiek Widayati.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 60 menit tersebut, Walikota Risma bersama Kartika Sari Dewi Sukarno dan Dubes Selandia Baru, lebih banyak membahas perihal pendidikan di Surabaya. Utamanya terkait peningkatan kualitas tenaga pengajar di Kota Pahlawan.
Risma menyambut baik program pelatihan untuk guru-guru SD di Surabaya. “Guru-guru yang mengikuti pelatihan ini nantinya diharapkan akan menjadi pelopor. Harapan kita, setelah mengikuti training, mereka kelak juga bisa menjadi trainer bagi guru-guru lainnya,” terangnya. 
Dikatakan mantan Kepala Bappeko itu, guru memang harus mendapatkan pendidikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Utamanya guru sekolah dasar. Sebab, mereka harus menyiapkan anak-anak sejak dini untuk bisa bersaing di kancah global. Karena itu, di zaman yang serba digital seperti sekarang, seharusnya tidak ada lagi guru yang tidak memahami internet atau tidak paham cara mengoperasikan komputer.
“Banyak sekali anak-anak SD sekarang yang punya intelektualitas luar biasa tetapi tidak bisa menekuni secara intens karena dari awal karakter mereka tidak dilatih untuk menjadi pemenang tetapi hanya menerima saja. Saya ingin anak-anak Surabaya tidak mudah menyerah dan bisa mengaplikasikan ilmunya. Sehingga kita tidak hanya menjadi user tetapi juga negara produsen,” jelas Walikota.
Budyanto Soetanto selaku juru bicara Kartika Soekarno Foundation menyampaikan, pihaknya selama ini telah banyak mendengar tentang kerja keras Walikota Surabaya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya. Karenanya, KSF antusias untuk ikut berperan memajukan pendidikan di Surabaya.
“Bu Risma selama ini sudah luar biasa melalui upaya-upayanya dalam meningkatkan kualitas SDM. Bu Risma concern untuk memastikan anak-anak Surabaya siap bersaing di level internasional. Apa yang telah dilakukan oleh Bu Risma itu sevisi dengan standar kami di KSF,” terang Budy Soetanto.
Dikatakan Budyanto, sejak didirikan pada tahun 1998 silam, KSF telah melakukan kerja sama dengan UNICEF (lembaga PBB yang concern mengurusi kemanusiaan dan anak-anak), termasuk juga bekerja sama dengan pemerintah Selandia Baru. Kerja sama itu diwujudkan tidak dengan membangun gedung-gedung sekolah baru, tetapi dengan memperbaiki kualitas pendidikannya.
“Karena itu, kedatangan kami ini selain untuk memperkenalkan diri, juga menyampaikan akan ada bantuan dari pemerintah Selandia baru untuk Surabaya di bidang pendidikan dan nanti juga kerja sama di bidang lainnya. Kita akan segera melakukan pelatihan untuk 200 guru sekolah dasar di Surabaya. Ini adalah tahap awal. Kita buat model pelatihan dulu,” sambung dia.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan, menambahkan, pihaknya sudah bertemu dengan beberapa perwakilan dari tim trainer tersebut. Dia berharap pelatihan untuk guru-guru SD di Surabaya tersebut bisa segera dimulai.
“Mereka juga berharap bisa secepatnya. Saya juga sudah bertemu dengan beberapa anggota timnya. Mereka memang berkompeten juga berpengalaman karena sudah melatih guru di beberapa tempat. Ini kita lagi menyusun beberapa programnya,” jelas Ikhsan. (Rilis) web majalah fakta / majalah fakta online