Saturday, December 9, 2017
Sunday, November 12, 2017
ADVETORIAL KOTA JAYAPURA
“DUKCAPIL HEBAT”
UNTUK WALIKOTA JAYAPURA
![]() |
| Walikota Jayapura, DR Benhur Tomi Mano MM (BTM). |
PENGHARGAAN yang diberikan oleh kementerian dalam
negeri kepada Walikota Jayapura tentu merupakan sesuatu yang sangat
membanggakan. Karena memang sudah menjadi tekad bulat Walikota Jayapura, DR Benhur
Tomi Mano MM (BTM), untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada
masyarakatnya.
Penghargaan
tersebut diterima langsung oleh Walikota Jayapura pada momen rapat koordinasi nasional
kependudukan dan pencatatan sipil tahun 2017 pada Kamis (9 November 2017) di Jakarta. Penghargaan “Dukcapil Hebat” ini
diberikan dalam upaya meningkatkan kualitas administrasi kependudukan. Karena
Inovasi dan dukungan kepala daerah merupakan faktor kunci dalam mewujudkan
target-target capaian kinerjanya.
Untuk
itu warga Kota Jayapura harus bangga karena kepala daerahnya dalam hal ini
Walikota Jayapura telah mampu menorehkan sejumlah prestasi, sehingga membawa nama Kota Jayapura di level
nasional, di mana tahun 2017 ini Kota Jayapura berhasil mendapat penghargaan
kategori ”Dukcapil Hebat”.
“Pemerintah
Kota Jayapura melakukan fungsi pelayanan kepada masyarakat yang cepat, tepat, efisien,
efektif, akuntabel, transparan dan tidak menyulitkan masyarakat. Khususnya dalam
pelayanan administrasi kependudukan di Kota Jayapura yang melayani kartu
keluarga (KK), akte kelahiran, akta perkawinan, akta kematian, kartu identitas
anak dan KTP elektronik (e-KTP), yang
juga dibarengi aplikasi-aplikasi baru yang kita miliki untuk melakukan
pelayanan kepada masyarakat Kota Jayapura,” ujar Walikota Jayapura, BTM.
Walikota
BTM menuturkan bahwa satu inovasi spektakuler
yang dilakukan disdukcapil yakni memberikan pelayanan administrasi kependudukan
kepada masyarakat hanya dalam hitungan menit saja.
Pengakuan
ini juga datang dari Dirjen Dukcapil Kemendagri RI, Prof Dr Sutan Arif Fakrulloh.
Ia sangat memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Walikota
Jayapura, BTM, karena mempunyai komitmen yang sangat tinggi untuk membangun
ekosistem pelayanan administrasi kependudukan yang sangat luar biasa. “Dan,
hari ini, saya menyaksikan sendiri pembuatan akta kelahiran dan kartu identitas
anak yang hanya membutuhkan 10 menit saja. Kalau semua daerah bisa meniru
sistem pelayanan di Disdukcapil Kota Jayapura, maka saya yakin rakyat akan
berbahagia. Karena saya menemukan satu contoh kerja nyata pemerintah daerah
yang pelayanannya membuat rakyat benar-benar bahagia,” aku dirjen sembari mengaku
kaget karena kota di ujung timur Indonesia ini, Kota Jayapura, dalam pelayanan disdukcapilnya
bisa sama dengan kota besar lainnya di Indonesia.
Dikatakan
Walikota Jayapura, BTM,”Kita kerja bukan untuk mencari penghargaan, tapi ini
merupakan tugas pokok kita dalam melayani masyarakat sehingga pemerintah pusat
sendiri yang menilai kinerja dan pelayanan kita ini. Kami harapkan kepada
seluruh masyarakat Kota Jayapura di tingkat RT, RW, kampong, kelurahan hingga
distrik agar warga yang belum melakukan perekaman e-KTP agar segera datang ke
kantor distrik atau ke disdukcapil karena batas akhir perekaman e-KTP yaitu bulan
Desember 2017. KTP lama yang sudah habis masa waktunya harus diganti karena per
1 Januari 2018 kita tidak lagi menggunakan KTP lama tapi kita semua menggunakan
KTP elektronik karena berkaitan dengan pelaksanaan pilkada, pileg dan pilpres
2019. Saya harapkan juga sekolah-sekolah proaktif juga orangtua untuk
menguruskan kartu identitas anak-anaknya dan tiap sekolah bisa mengakomodir karena
tiap sekolah sudah bisa melakukan pengurusan lebih cepat.
Di
masa kepemimpinannya sebagai Walikota Jayapura, BTM memang terus mendorong
seluruh OPD untuk berinovasi dan bekerja keras. Hasilnya pun sangat nampak dan
terlihat jelas karena Kota Jayapura kini sudah menjadi barometer di Papua. “Selaku
walikota, saya akan membantu agar ada inovasi dan kreasi baru di masing-masing
OPD pemerintah kota. Karena Kota Jayapura yang merupakan ibu kota Provinsi Papua
sering ditunjuk oleh pusat sebagai role model pelaksanaan pelayanan publik
seperti BPTSP Dukcapil. Kita juga ada 7 pelayanan publik yang mendapat
penghargaan dari Ombudsman RI Perwakilan Papua sehingga kita terus menciptakan
inovasi-inovasi baru, kreatif, dan cerdas. Sebab Kota Jayapura jadi pusat
perubahan dan pusat birokrasi sehingga 28 kabupaten dan kota di tanah Papua,
bahkan dari Papua Barat, tidak lagi belajar ke Pulau Jawa tapi merujuk kepada
rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri dan PAN RB, mereka belajar ke Kota
Jayapura”.
Sementara
itu, Kepala Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jayapura, Merlan S Uloli SE MM, mengucapkan
terima kasih atas penghargaan ini. “Penghargaan ini tentu menjadi cambuk bagi
kami untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada
masyarakat. Kita tidak akan berhenti sampai di sini saja, tapi kita akan berbenah
terus-menerus melakukan perbaikan dan melakukan inovasi sehingga disdukcapil
bisa membahagiakan rakyat Kota Jayapura”. (Ist)
Saturday, November 11, 2017
SURABAYA RAYA
HUT Ikadin Bersamaan Hari Pahlawan
SEPERTI diketahui
bahwa Hari Ulang Tahun (HUT) Ikadin (Ikatan Advokat Indonesia) adalah pada 10 November.
Hal tersebut bertepatan dengan Hari Pahlawan yang setiap tahun diperingati,
khususnya oleh warga Kota Surabaya. Maklum,
Surabaya merupakan satu-satunya kota yang mendapat sebutan Kota Pahlawan.
Lebih khusus diperingati oleh para anggota
Ikadin yang mempunyai hari ulang tahun yang sama dengan peringatan Hari Pahlawan. Hari
Jumat kemarin (10/11/2017), Ikadin memperingati Hari Pahlawan sekaligus memperingati
HUT Ikadin, dengan menggelar tabur bunga di makam Bung Tomo, yang lokasi makamnya di kawasan
Ngagel, Surabaya, berseberangan dengan Taman Makam Pahlawan (TMP).
Acara tersebut dipandu oleh Gaguk
Bangun S SH MH yang menjabat sebagai Wakil Ketua Ikadin DPC Kota Surabaya,
seterusnya menunjuk H Djoko Sumarsono untuk menyampaikan sepatah-dua patah
kata terkait HUT Ikadin. Dijelaskan oleh Pak Djoko, sesepuh dan advokat senior,
bahwa bangsa yang beretika adalah bangsa yang peduli terhadap perjuangan pahlawan
yang telah gugur mendahului kita. “Tradisi ini kita abadikan untuk tahun-tahun
selanjutnya, biar dicontoh oleh anak didik kita,” kata Pak Djoko yang disambut
tepuk tangan oleh anak-anak pelajar SLTP-SLTA berpakaian doreng.
Sebelum acara inti tabur bunga di atas
makam Bung Tomo, Ketua Ikadin dan juga Ketua DPC Peradi Surabaya, H Hariyanto SH MHum,
mengajak para hadirin untuk mengheningkan cipta untuk menghormat (Alm) Bung
Tomo, selama 7 menit. Saat mengheningkan cipta, Hariyanto mengharapkan agar
membaca doa sesuai dengan agama yang dianut.
Acara inti berupa tabur bunga di atas pusara Bung Tomo pun
dilakukan oleh Ketua Ikadin, H Hariyanto, diikuti oleh pengurus Ikadin
lainnya, termasuk para “Srikandi” yang ikut hadir dalam acara yang
diperingati setiap tahun tersebut. Temanya memang tabur bunga,
namun kenyataannya juga tabur do’a. Buktinya, setiap langkah di seputar
pusara Bung Tomo, para hadirin selalu berkomat-kamit membacakan
doa.
Lebih-lebih Ustadz Agung Supangkat SH MH, advokat senior dan juga sebagai Anggota
MUI Provinsi Jatim, selama 7 menit membacakan do’a dalam
bahasa Indonesia dan bahasa Arab dengan khusu’, diikuti para hadirin dengan
mengangkat tangan, untuk mengamini. (Tim)
Friday, November 10, 2017
ADVETORIAL BATOLA
Noormiliyani
Menjadi Bupati Wanita Pertama
Di Kalimantan Selatan
![]() |
| Hj Noormiliyani AS SH dan H Rahmadian Noor sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batola Periode 2017 - 2022 |
SEJARAH tercipta di
Barito Kuala. Noormiliyani menjadi bupati wanita pertama di Kalimantan
Selatan. Bersama pasangannya, H Rahmadian Noor, yang diusung
Partai Golkar ini jauh mengungguli dua pasangan lainnya.
Popularitas
Noormilyani sejak awal pra pilkada juga sudah terasa. Itu terbukti dengan berhasilnya Noomiliyani duduk sebagai Ketua DPRD Provinsi
Kalsel, yang merupakan modal utama untuk popularitas
dan elektabilitasnya.
Kemenangan Noormiliyani
adalah bukti bahwa kesetaraan gender dalam birokrasi semakin meningkat. Dan, Noormiliyani adalah sejarah Banua, setelah
sebelumnya juga berhasil duduk sebagai Ketua DPRD Provinsi Kalsel. Dibandingkan
dengan abad 21 lalu di mana saat itu posisi wanita masih jauh di bawah pria
dalam berbagai bidang.
Kemenangan Noormiliyani
adalah sebuah prestasi tersendiri. Fenomena yang unik. Ini bukti bahwa
perempuan pun bisa memenangkan suara rakyat.
Dan baginya dunia politik tidak asing lagi, sejak kecil ia hidup di lingkungan politik dan birokrat, di mana ayahnya almarhum H Aberani Sulaiman merupakan Gubernur Kalimantan
Selatan pada tahun 1963 - 1968, kemudian mendampingi suaminya,
H Hasanuddin Murad, sebagai Anggota DPR RI selama dua periode dan sebagai Bupati Barito Kuala juga dua
periode. Kemudian Noormiliyani sendiri menjadi Ketua DPRD Provinsi
Kalsel, hingga menjadi Bupati Barito Kuala periode 2017 -
2022.
Sebagai bupati terpilih hasil Pilkada Batola Tahun 2017, Hj Noormiliyani AS SH
mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melupakan perbedaan setelah
pelaksanaan pilkada berakhir. “Pilkada telah usai, saatnya kita rapatkan
barisan. Lupakan perbedaan, mari bersama membangun Batola tercinta lima tahun
ke depan,” tuturnya.
Hj Noormiliyani mengatakan, terpilihnya ia bersama Rahmadian Noor ST yang mempunyai visi
Terwujudnya Barito Kuala Satu Kata Satu Rasa Membangun Desa Menata Kota Bersama
Menuju Masyarakat Sejahtera, dan 4 misi yakni Mewujudkan Desa Mandiri,
Meningkatkan Produksi Pertanian, Meningkatkan Kualitas SDM, dan Meningkatkan
Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik, di samping kado terindah serta sejarah bagi Kalsel juga merupakan ujian
berat bagi mereka berdua.
Karenanya, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk saling
bahu-membahu dalam rangka memajukan pembangunan Batola nantinya. Apabila dalam setiap pekerjaan dilaksanakan secara
bersama-sama, Insya Allah hasilnya akan lebih baik, terlebih dalam membangun Batola lima tahun ke depan
dengan semangat satu kata satu rasa.
![]() |
Hj Noormiliyani AS SH semasa
menjadi Ketua TP PKK Kabupaten Batola.
|
Hj Noormiliyani AS sejak tahun 2009 dengan TP PKK
yang dinakhodainya mempunyai program unggulan yang sangat membantu terhadap
warga Bumi Ije Jela yang kurang mampu, yaitu Bedah Rumah Sehat ala TP PKK
Batola dan Gebyar Posyandu.
Ketika itu Hj Noormiliyani AS bersama TP PKK Batola menargetkan akan membedah 100 unit rumah warga kurang mampu selama 10 tahun
mendampingi suami dan kini justru terlampaui.
TP PKK Batola telah membangunkan 102 rumah warga
kurang mampu alias terlampaui 2 unit rumah, dari target sebelum masa jabatan
sang suami berakhir 4 November 2017.
Rumah yang dibedah rata-rata berukuran 36 meter persegi dan masing-masing rumah juga dilengkapi alat perabotan
memasak bantuan GOW, televisi bantuan DWP, 23 jenis perabot rumah bantuan Dinas
Sosial, dan keranjang ayam masing-msaing berisi 5 ekor bantuan Dinas
Peternakan.
Noormiliyani berharap, sepeninggalnya menjadi Bupati Batola nanti
beberapa program unggulan PKK, terutama Bedah Rumah dan Gebyar Posyandu,
hendaknya bisa diteruskan. Mengingat kedua program ini dinilainya sangat
bermanfaat dan manusiawi.
Rumah yang dibangun terdiri dari teras, ruang tamu, kamar tidur,
dapur, dan WC ini juga dilengkapi lemari hias, lemari pakaian, tempat tidur,
meja kompor, rak piring, TV 21 inch, alat rumah tangga, ranjang, sepeda gunung,
tanaman toga, alat tangkap ikan, dan bantuan ternak ayam berasal dari bantuan
dinas instansi, pengusaha, para organisasi wanita, masyarakat, dan para donatur
lainnya.
Diharapkan, dengan adanya Bedah Rumah ala TP PKK Batola ini,
membuat kehidupan keluarga yang mendapat bantuan dari program bedah rumah sehat berubah menjadi lebih baik. Demikian pula terkait
tempat tinggal yang mungkin selama ini sering menjadi keluhan bagi yang
bersangkutan, diharapkan tak lagi menjadi permasalahan.
Yang tak kalah penting, melalui program ini akan mendorong sekaligus
memacu tumbuh dan berkembangnya rasa kepedulian sosial terhadap saudara yang
kurang mampu, bingkai kebersamaan yang kuat dan kokoh.
Dengan tingginya hasrat masyarakat membutuhkan kepemilikan rumah layak
huni, sampai-sampai terbersit keinginan menjadikan Program
Bedah Rumah Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluargaa (TP PKK)
Batola menjadi Program Bedah Kampung.
Selama ini PKK terpaksa harus lebih selektif menerapkan kriteria
lantaran keterbatasan anggaran untuk membangunkannya. Padahal mereka yang
berhasrat mendapatkan rumah sangat banyak.
Program Bedah Rumah oleh TP PKK bersama-sama organisasi wanita lainnya
di Batola dengan maksud selain untuk membantu dalam hal kepemilikan rumah yang
layak huni juga dalam upaya memotivasi rasa kepedulian, kebersamaan, dan saling
tolong-menolong.
Dengan harapan, selain mengangkat kembali semangat gotong-royong yang
sudah memudar juga dapat membantu masyarakat yang kurang mampu.
Saat ini rasa
kepedulian warga terhadap sesama sudah sangat menipis, sampai-sampai ada
tetangga sakit atau tertimpa suatu penyakit saja seperti tidak dihiraukan. Untuk itu kepada aparat desa mulai RT, kades, tokoh masyarakat, atau siapa pun
termasuk pegawai jika menemukan ada warga sekitar yang sakit supaya memiliki kepedulian.
Paling tidak memberitahukan kepada pihak terkait untuk ditangani. (Tim)
ADVETORIAL KOTA JAYAPURA
428
ASN Pemkot Jayapura Terima SK Kenaikan Pangkat Otomatis
&
Taspen Pensiun Klaim Otomatis
![]() |
Walikota Jayapura, DR Benhur
Tomi Mano MM (BTM), dan Wakil Walikota Jayapura,
Ir H Rustan Saru MM (HaRUS),
saat memimpin apel
di Lapangan Apel Kantor Walikota Jayapura.
|
SEBANYAK 428 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan
Pemerintah Kota Jayapura menerima SK Kenaikan Pangkat Otomatis dan Taspen Pensiun
Klaim Otomatis kepada 7 ASN. Penyerahan tersebut diserahkan langsung oleh
Walikota Jayapura, DR Benhur Tomi Mano MM (BTM), usai memimpin Apel Gabungan
pertama di bulan Oktober di Lapangan Apel Kantor Walikota Jayapura, Senin
(9/10/17).
Penyerahan Kenaikan Pangkat Otomatis dan
Layanan Klaim Otomatis kepada pensiunan ASN di lingkungan Pemkot Jayapura yang
telah memasuki masa pensiun berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 11 Tahun
2017 Tentang Manajemen Kepegawaian dan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara
No. D.26-30/V.79-5/99 Tanggal 14 Juli 2017 Badan Kepegawaian Negara menerapkan Pelayanan
Kenaikan Pangkat Otomatis (KPO) dan Penetapan Pensiun Otomatis (PPO) berbasis
Less Paper Periode 1 Oktober 2017.
Walikota Jayapura, DR Benhur Tomi Mano MM
(BTM), dalam sambutannya mengatakan, semua ini merupakan hak seorang PNS yang
diberikan atas pengabdian dan pengorbanannya selama menjadi PNS dan juga
setelah memasuki masa pensiun.
Dikatakan walikota bahwa SK kenaikan pangkat
yang diserahkan tentunya melalui proses dan syarat sesuai dengan peraturan
perundang-undangan kepegawaian yang berlaku. Namun, sebaliknya, bagi PNS yang
tidak menunjukkan prestasi kerja yang baik, hendaknya usulan kenaikan
pangkatnya ditunda. "Hal ini agar menjadi perhatian bagi para pimpinan
OPD. Terlebih Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Jayapura agar
lebih selektif lagi. Apabila ada PNS maupun pejabat sekalipun yang tidak
melaksanakan tugasnya dengan baik, sekali lagi saya tegaskan agar usulan
kenaikan pangkatnya dipertimbangkan untuk tidak diproses," tandas BTM.
"Apa yang saya katakan itu semata-mata
mengandung maksud agar terbangun kesadaran untuk lebih disiplin dan meningkatkan
kinerja pelayanan sebagai abdi negara dan abdi masyarakat guna melayani
masyarakat Kota Jayapura dengan baik." katanya.
BTM juga memberikan apresiasi atas kerja sama
pihak BKN Regional 9 Papua dan PT Taspen Cabang Jayapura melalui Pelayanan
Kenaikan Pangkat Otomatis dan Layanan Klaim Otomatis. "Saya sangat
mendukung terlaksananya pelayanan secara otomatis, ini merupakan langkah maju
bagi Pemerintah Kota Jayapura, sehingga para PNS maupun peserta pensiun dalam
mengurus kenaikan pangkat maupun pensiunnya lebih cepat, tidak memakan waktu
yang lama," pungkasnya. (Tim)
ADVETORIAL KOTA JAYAPURA
Realisasi
PAD Kota Jayapura Capai 80 Persen
![]() |
Walikota Jayapura, DR
Benhur Tomi Mano MM (BTM),
dan Kepala Dispenda Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo.
|
REALISASI Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jayapura
sampai dengan tanggal 17 Oktober 2017 sebesar Rp 136.007.697.684,- atau 80
persen dari target perubahan Rp 170.247.695.314.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota
Jayapura, Fachruddin Pasolo, mengatakan, dari jumlah capaian ini kontribusi
dari tiga jenis penerimaan pajak daerah yaitu pajak hotel sebesar Rp
13.693.904.707,- atau 70 persen, pajak restoran sebesar Rp 28.039.908.230,-
atau 86 persen dan pajak hiburan sebesar Rp 8.456.231.069,- atau 67 persen.
Maka jumlah keseluruhannya mencapai Rp 50.190.044.006,- atau 29,48 persen.
Lebih lanjut dikatakan, jika dilihat realisasi
dari tiga jenis penerimaan pajak di atas, yang baru mencapai target realisasi
normal adalah pajak restoran dengan jumlah realisasi sebesar Rp 28.039.908.230,-
atau 86 persen Sedangkan untuk pajak hotel dan pajak hiburan realisasinya masih
di bawah target normal.
Ditambahkan Pasolo, bila dibandingkan total
realisasi penerimaan pajak hotel dan restoran tahun anggaran 2016 dengan tahun
anggaran 2017 masih di bawah standar.
“Ini merupakan logika terbalik, sedangkan
pertumbuhan hotel pada tahun ini jauh lebih besar dibandingkan dengan tahun
2016. Ini mengindikasikan bahwa para wajib pajak hotel belum maksimal dan
transparan dalam memberikan laporan,” pungkasnya.
Sementara itu Walikota Jayapura, DR Benhur
Tomi Mano MM (BTM), memberikan apresiasi kepada wajib pajak hotel, restoran dan
hiburan yang secara aktif telah memberikan kontribusi nyata dalam membayar
pajak sehingga penerimaan PAD Kota Jayapura telah mencapai 80 persen.
“Sekalipun realisasi target PAD kita telah
menunjukkan angka optimistis, namun terlihat bahwa realisasi penerimaan pajak
hotel dan pajak hiburan sampai dengan bulan September 2017 baru mencapai 65
persen. Oleh karena itu, saya ingatkan kepada bapak ibu para wajib pajak bahwa
pajak adalah kontribusi wajib pajak kepada daerah yang tertuang oleh orang
pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan
tidak mendapatkan imbalan secara langsung, dan digunakan untuk keperluan daerah
bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.
Karena bersifat memaksa, maka BTM berharap
kepada para wajib pajak untuk melaporkan pajaknya secara jujur, tertib,
disiplin dan transparan. “Wajib pajak yang ketahuan tidak jujur dan transparan,
akan dilakukan tindakan yang tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,”
pungkasnya. (Tim)
ADVETORIAL BADUNG
Giri Prasta Serahkan
Dana Hibah Rp 1,5 M Di Banjar Muding Kaja
![]() |
Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta,
menyerahkan dana hibah Rp 1,5 M kepada masyarakat Muding Kaja, Desa Kerobokan,
Kecamatan Kuta Utara, di sekolah
SMK Tiara Nirwana Br Muding Kaja,
Minggu,(15/10).
|
BUPATI Badung, I Nyoman Giri Prasta, menyerahkan dana hibah Rp 1,5 M
kepada masyarakat Muding Kaja, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, di sekolah
SMK Tiara Nirwana Br Muding Kaja, Minggu (15/10). Acara ini juga dilanjutkan
dengan Deklarasi Muding Bersatu yang terdiri lima banjar yaitu Muding Kaja,
Muding Tengah, Muding Kelod, Muding Mekar dan Petingan. Turut hadir dalam
kesempatan tersebut Ketua DPRD Badung, I
Putu Parwata, Anggota DPRD Badung Dapil
Kuta Utara, I Wayan Sandra dan A A N T
Nadiputra, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung, I Bagus Alit Sucipta, Camat
Kuta Utara, A A Ngurah Arimbawa, Bendesa Adat Krobokan, A A Putu Sutarja, Lurah
Kerobokan Kaja, I Made Adnyana, Penglisir Br Muding Kaja, I Wayan Sudiarsa,
serta tokoh masyarakat Kerobokan.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta,
memberikan apresiasi dengan terwujudnya Deklarasi Muding Bersatu yang terdiri dari
lima banjar yakni Muding Kaja, Muding Tengah, Muding kelod, Muding Mekar dan Petingan
tersebut. “Deklarasi ini sejalan dengan konsep Salam Satu Jalur yaitu satu komando. Jangan sampai ada dua komando
sehingga masyarakat jadi bingung. Ini konsep yang kami berikan untuk percepatan
pembangunan,” ungkap Giri Prasta.
Lebih lanjut dikatakan, pemberian dana hibah sebesar Rp 1,5 milyar
ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk melaksanakan
percepatan pembangunan di Badung tanpa memberatkan masyarakat. “Pemberian hibah
langsung kepada masyarakat ini merupakan simbolis bentuk manusa saksi di mana
seluruh masyarakat yang hadir menjadi saksi dan kontrol atas pemberian hibah.
Penyerahan secara simbolis kepada masyarakat secara langsung bukan berarti kami
tidak percaya kepada panitia melainkan kami ingin warga mengetahui bahwa dana
itu milik masyarakat bukan pribadinya Giri Prasta. Secara administrasi
pemberian hibah ini sudah sesuai dengan KUA (Kebijakan Umum APBD)/PPAS
(Prioritas Plafon Anggaran Sementara). Proposal yang masuk akan diverifikasi
dan dilaksanakan fit dan profit oleh tim terkait, sesudah itu dana akan ditransfer
ke rekening panitia pelaksana pembangunan,” paparnya.
Penglingsir Br Muding Kaja, I Wayan Sudiarsa, dalam
sambutannya mengucapkan terima kasih
kepada Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, serta rombongan atas bantuannya
untuk memberikan dana hibah dalam rangka pembuatan Bale Banjar Muding Kaja.
“Saya selaku penglingsir atau perwakilan warga berterima kasih atas bantuan ini. Bantuan yang diberikan ini akan
dipergunakan untuk membuat Bale Banjar Muding Kaja yang representatif. Kami
selaku warga Muding bersatu siap mendukung program Bapak Bupati Badung,”
pungkasnya. (Humas Setda Kabupaten Badung)
ADVETORIAL BADUNG
Bupati Giri Prasta
Hadiri Tawur Balik Sumpah
Di Desa Pererenan,
Kecamatan Mengwi, Serahkan Dana Hibah Rp 1,2 M
![]() |
Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, pada
Sabtu (13/10) menghadiri upacara karya Ngenteg Linggih Mepedudusan Agung, Tawur
Balik Sumpah di Pura Dalem Babadan, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi.
|
BUPATI Badung, I Nyoman Giri Prasta, pada Sabtu (13/10) menghadiri
upacara karya Ngenteg Linggih Mepedudusan Agung, Tawur Balik Sumpah, di Pura
Dalem Babadan Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi. Turut mendampingi bupati,
Anggota DPRD Kabupaten Badung, Ida Bagus Alit Argapatra, Camat Mengwi, I Gst
Ngr Jaya Saputra, Tripika Kecamatan Mengwi, Plh Perbekel Pererenan, Ketut Gede
Sasmita, Perbekel Tumbak Bayuh, Nyoman Sarjana, Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Badung,
Bagus Alit Sucipta, Bendesa Adat Pererenen dan Bendesa Adat Tumbak Bayuh serta
tokoh masyarakat setempat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta melaksanakan
persembahyangan bersama dengan masyarakat dilanjutkan dengan penandatanganan
prasasti dan Bupati Giri Prasta menyerahkan dana hibah Rp 1,2 miliar yang
diterima Ketua Panitia, Si Made Sukrayana.
Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi
pelaksanaan karya di Pura Dalem Babadan yang pembangunannya dikerjakan secara
gotong royong. Menurutnya, Pemkab Badung sudah melaksanakan Pola Pembangunan
Nasional Semesta Berencana (PPNSB). “Semesta itu menyeluruh dan berencana itu
terpola. Dalam PPNSB terdapat lima program yang menjadi skala prioritas
pembangunan yang merupakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Badung, yaitu
pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan tenaga
kerja, seni, adat, agama dan budaya, pariwisata. PPNSB di Badung sudah berjalan
dengan baik, dan kami Pemkab Badung komit memberikan pelayanan gratis di bidang
kesehatan dan pendidikan. Begitu juga program bedah rumah serta pelestarian
seni budaya. Kami Pemerintah Kabupaten Badung juga membantu memberikan santunan
kepada penunggu pasien, pembayaran PBB gratis dan WiFi gartis dari ujung utara
sampai ujung selatan di Kabupaten Badung.
Sehingga di Desa Pererenan tidak ada lagi keluarga miskin, dengan PPNSB ini
kami harapkan keluarga miskin di Pererenan menjadi nol persen," ujar bupati.
Lebih lanjut dikatakan bahwa simpul pembangunan di Badung dimulai
dari masyarakat, untuk itu bupati siap mendukung dan bertanggung jawab atas
pembangunan di desa sehingga ke depan desa-desa di Badung menjadi desa
berdikari dan mandiri yaitu desa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.
"Kami Pemkab Badung komit melaksanakan percepatan pembangunan di desa,
karena simpul pembangunan ada di desa. Mulai tahun 2018 nanti kami juga
mengambil kebijakan untuk memberikan gaji kepada Pemangku Pura Kahyangan Tiga
se-Badung," tegas bupati.
Bupati juga mengingatkan kepada anak-anak dan generasi muda yang
ada di wilayah desa pererenan untuk menjauhi barang terlarang. “Jauhi
mabuk-mabukan, geng motor, yang mengganggu kepentingan umum”.
Sementara itu Ketua Penitia Karya Pura Dalem Babadan, Si Made
Sukaryana, menyampaikan terima kasih atas bantuan dana hibah Rp 1,2 miliar dari
Bupati Badung. Bantuan dana Rp 1,2 miliar ini sangat meringankan beban pembiayaan
masyarakat untuk biaya karya. Terkait rangkaian karya yang dilaksanakan yaitu
Karya Pedudusan Agung Tawur Balik Sumpah Utama yang puncaknya Jumat (27/10). Karya sudah berlangsung dari matur
piuning, nuntun ida betara Selasa (22/8), nyukat gebah Kamis (5/10), nunas
pengrajeg karya Sabtu (7/10), ngingsah melaspas bagiya pula kerti Minggu
(15/10), mepepada tawur Selasa (17/10), memben tawur Kamis (19/10), tawur balik
sumpah utama Jumat (20/10), mendem pedagingan Sabtu (22/10), memben karya Selasa
(26/10), dan puncak karya Jumat (27/10). Nganyarin Sabtu (28/10) sampai Rabu (01/11)
dan ida betara kasineb Jumat (3/11). Pura Dalem Babadan keempon dari empat
kabupaten yaitu Badung, Tabanan, Negara
dan Buleleng dengan jumlah 131 KK.
“Terkait program PPNSB, saat ini sudah sangat dirasakan
masyarakat Pererenan, dilihat dari banyaknya bantuan yang telah diterima
seperti bantuan mobil pecalang, dana aci, serta dana pembangunan yang sekaligus
dapat meringankan beban masyarakat. Kami atas nama krama sangat berterima kasih
atas bantuan Bupati dan DPRD Badung. Tentunya kami harapkan bupati terus
memberikan tuntunan serta bantuan untuk kelanjutan pembangunan di Desa Pererenan.
Kami bersama masyarakat akan selalu siap mendukung program dari Bupati maupun
Pemerintah Kabupaten Badung," tutupnya. (Humas Setda Kabupaten Badung)
ADVETORIAL BADUNG
Anggota DPR RI Apresiasi
Kebijakan Bupati Badung
Serahkan Dana Hibah
Pembangunan Pura Dalem Segara Batubulan
ANGGOTA Komisi X DPR RI, Dr Ir Wayan Koster MM, mengapresiasi kebijakan
Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, yang mengalokasikan sebagian pendapatan
yang bersumber dari penyisihan pajak hotel dan restoran (PHR) secara langsung
untuk kabupaten lainnya. Hal ini tegaskan Koster yang lebih dikenal dengan KBS saat
menghadiri penyerahan hibah dari Bupati Badung kepada Panitia Pembangunan Pura
Dalem Segara, Desa Pekraman Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar,
Minggu (15/10).
Acara penyerahan dana hibah ini juga dihadiri Wakil Bupati
Gianyar, I Made Agus Mahayastra, Penglingsir Puri Gianyar, A A Gede Mayun,
Perbekel Batubulan, Dewa Gede Sumerta, Bendesa Pekraman Delod Tukad, I Ketut
Birawa, Bendesa Pakraman, Jro Kuta Dewa Made Oka, dan Bendesa Pekraman Tegal
Tamu, I Wayan Puspa, serta tokoh-tokoh masyarakat dari tiga Desa Pekraman
se-Desa Batubulan.
Koster yang selama tiga periode duduk sebagai Anggota Badan
Anggaran (Banggar) DPR RI ini menyebutkan, tingginya pendapatan asli daerah
(PAD) Kabupaten Badung yang bersumber dari PHR sektor pariwisata, bukan hanya
menjadi hak warga Badung. Melainkan harus juga dibagi dan dinikmati oleh seluruh
masyarakat Bali. Untuk itulah pihaknya sangat mengapresiasi kebijakan Bupati
Badung yang menyisihkan sebagian pendapatan PHR untuk enam kabupaten lainnya di
Bali, yang diberikan secara langsung. Salah satunya untuk pembangunan Pura
Dalem Segara Desa Pekraman Batubulan.
Khusus untuk pembangunan Pura Dalem Segara Batubulan ini,
dirinya sudah sempat meninjau setahun lalu, saat pembangunan dimulai. Kala itu,
masyarakat menyampaikan RAB pembangunan pura tersebut sebesar Rp 5 miliar.
Panitia mengungkapkan ada kekurangan dana sebesar Rp 2,7 miliar. "Saat itu
kami berembug, saya melalui APBN akan memberikan bantuan, kemudian saya juga
meminta Wakil Bupati Gianyar untuk mengalokasikan anggaran, demikian juga
dengan Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Gianyar, serta Bupati Badung saya minta
juga memberikan bantuan melalui dana PHR. Nah, saat inilah sudah terealisasi
bantuan dari Bupati Badung sebesar Rp 500 juta," kata Koster.
Koster mengharapkan masyarakat yang mendapatkan bantuan agar
menggunakannya secara baik, serta dapat menyampaikan pertanggungjawaban agar
tidak terjadi permasalahan hukum di kemudian hari. Koster yang telah menurunkan
bantuan dari APBN sebesar Rp 400 juta untuk pembangunan Pura Dalem Segara
ini menambahkan bahwa membangun pura adalah perbuatan yang sangat mulia,
yadnya yang tingkatannya sangat tinggi. Dirinya mengajak krama untuk belajar
dari para leluhur yang membangun pura di mana-mana, dan kini menjadi sumber
kesejahteraan masyarakat Bali.
Sementara itu Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, dalam
sambutannya mengatakan, krama Bali banyak menghabiskan waktu dan uang untuk
melaksanakan yadnya sebagai bentuk bakti kepada Sang Hyang Widhi Waca. Jadi,
apabila ada pembangunan pura harus kembali mengeluarkan anggaran, tentu sangat
memberatkan. Untuk itulah, pihaknya berkomitmen membantu masyarakat dalam
pembangunan pura, agar dapat meringankan beban masyarakat, termasuk bantuan
untuk membangun Pura Dalem Segara Batubulan ini.
"Mari kita bersama-sama menjaga Bali, menjaga alamnya,
menjaga budayanya dengan menjalankan Tri Hita Karana. Hidup segilik seguluk
seluwung-luwung sabayan taka menuju Gianyar yang gemah ripah loh jinawi," kata
Giri Prasta.
Setelah memberikan sambutan, Bupati Giri Prasta kemudian
menyerahkan bantuan hibah kepada Ketua Panitia Pembangunan Pura Dalem Segara
Batubulan, I Ketut Birawa, berupa buku tabungan yang di dalamnya sudah terdapat
dana sebesar Rp 500 juta.
Di bagian lain, Ketua
Panitia Pembangunan Pura Dalem Segara Batubulan, I Ketut Birawa, dalam
laporannya mengungkapkan, pembangunan Pura Dalem Segara telah dimulai sejak
tahun 2015. Sumber dana dari peturunan krama tiga Desa Adat yang berjumlah
1.800 KK sebanyak Rp 1,3 miliar, bantuan Wakil Bupati Gianyar tahun 2016
sebesar Rp 300 juta, bantuan dari APBN melalui KBS tahun 2017 sebesar Rp 400
juta yang digunakan untuk membangun Candi Kurung, selanjutnya bantuan dari
Bupati Badung sebesar Rp 500 juta ini akan diarahkan untuk pembangunan Candi
Bentar dan Penyengker. Dan, tahun 2018 akan kembali diberikan bantuan oleh Wakil
Bupati Gianyar sebesar Rp 500 juta. (Humas Setda Kabupaten Badung)
ADVETORIAL NGAWI
Ony Anwar ST MH, Wakil Bupati Ngawi, Pada Peringatan HSN
Tahun 2017 Mengajak Para Santri Di Ngawi Mengutamakan Rasa Nasionalisme,
Hubbul Wathon Minal Iman & Belajar Menjadi Santri Yang
Baik
PERINGATAN Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2017 memasuki tahun ke-3
mengambil tema 'Menegakkan Peran Santri Dalam Bela Negara, Menjaga Pancasila Dan
NKRI'. Puncak acara rangkaian kegiatan HSN di Kabupaten Ngawi meliputi
apel, kirab dan panggung santri yang dipusatkan di Alun-alun Merdeka Ngawi (22
Oktober 2017) diikuti 40 ribu santri dari seluruh wilayah di Kabupaten Ngawi,
berlangsung sangat spektakuler dan meriah.
Ony Anwar dalam sambutannya pada acara Apel Besar
Peringatan HSN mengatakan, peringatan HSN Tahun 2017 dapat menjadi momen untuk
memperkuat komitmen kebangsaan. “Santri harus menjadikan Tanah Air sebagai
'sajadah', tempat kita mendapat berkah. Para santri harus berinovasi dan
berkarya secara universal dan dapat mempromosikan moderasi Islam (religious mederation) kepada masyarakat
di Kabupaten Ngawi. Saya berharap dalam peringatan HSN Tahun 2017 ini para santri
harus mengutamakan rasa nasionalisme, hubbul wathon minal iman dan belajar
menjadi santri yang baik, di samping ajaran-ajaran Islam yang toleran dan
dinamis. Saya sangat berharap kepada seluruh santri di Ngawi, ke depan
mereka harus menjadi pemimpin di semua sektor, siap menjadi generasi yang mampu
menjawab tantangan teknologi informasi secara utuh demi kemaslahatan umat
Islam. Saya menghimbau kepada seluruh pondok pesantren (ponpes) maupun madrasah
yang ada di Ngawi harus meningkatkan kualitas pendidikan sebagai salah satu
wadah menciptakan generasi yang berprestasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi,” ujarnya.
Lebih lanjut Ony mengatakan, perjuangan
Republik Indonesia tidak akan pernah terwujud apabila tidak ada semangat jihad,
semangat jihad ke-Indonesiaan, semangat jihad kebangsaan, atau semangat jihad
untuk kemerdekaan dan untuk kemajuan Indonesia yang hidup di dada elemen
bangsa. “Dengan semangat jihad tersebut, para santri diharapkan selalu ingat
untuk berjihad kepada bangsa, untuk tanah air, untuk tumpah darah Indonesia
tercinta, dan untuk selalu ingat memperjuangkan kesejahteraan, memperjuangkan
keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Para santri di Ngawi, khususnya para santri
muda harus selalu ingat untuk meningkatkan pengetahuan dan teknologi demi
kemajuan bangsa dan negara. Dengan semangat itu kita akan semakin optimis
menghadapi tantangan, menghadapi hambatan-hambatan yang ada di era globalisasi
ini. Selain itu, diharapkan dengan peringatan Hari Santri Nasional akan
memperkuat semangat kebangsaan, akan mempertebal rasa cinta tanah air, akan
memperkokoh integrasi bangsa, serta memperkuat tali persaudaraan. Semangat ini
adalah semangat menyatukan, semangat menjadi satu untuk Indonesia, sehingga
walaupun dalam keragaman sebagai bangsa baik keragaman suku, keragaman agama
maupun keragaman budaya, melekat nilai-nilai untuk saling menghargai, saling
menjaga toleransi, saling menguatkan tali persaudaran antar anak bangsa",
ungkap Ony. (Advetorial/Humas/Prastiwi)
Subscribe to:
Posts (Atom)














