Saturday, September 19, 2015

LINTAS BERITA MEULABOH

Selasar RSUD Cut Nyak Dien Makin Memprihatinkan 

Atap selasar RSUD Cut Nyak Dien yang makin memprihatinkan itu
KONDISI selasar (serambi/beranda) RSUD Cut Nyak Dien Kabupaten Aceh Barat semakin memprihatinkan sekaligus meresahkan masyarakat yang hendak rawat inap. Karena selasar tersebut merupakan salah satu akses jalan menuju tempat ruang rawat inap. Pasalnya, atap di selasar itu bocor maka apabila terjadi hujan pasien yang mau dibawa ke ruang inap akan basah kuyup. Begitu juga dengan para perawat yang mengantar pasien. Dengan kata lain, pasien yang akan dirawat bukannya sembuh tapi malah bertambah sakit karena kehujanan tadi.
Menurut salah seorang staf RSUD Cut Nyak Dien, ia sudah beberapa kali melaporkan kondisi selasar yang bocor semua atapnya tersebut kepada Direktur RSUD Cut Nyak Dien, dr Akbar Siregar SpPD, tapi sampai sekarang tidak ada respon untuk diperbaiki. Maka, ia berharap kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat untuk menindaklanjuti kondisi selasar di RSUD Cut Nyak Dien itu agar segera diperbaiki dan ditangani secepatnya demi kenyamanan dan keselamatan pasien. (F. 984) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA MEULABOH

Uang Kebersihan Diterima Tapi Terminal Tidak Pernah Dibersihkan

Selokan terminal yang dipenuhi sampah
TERMINAL bus yang terletak di tengah-tengah Kota Meulaboh, tepatnya di Jalan Singgah Mata 1 Gampong Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, nampak kotor terutama selokannya dipenuhi sampah dan tak kunjung dibersihkan oleh petugas kebersihan setempat.
Menurut salah seorang petugas kebersihan terminal kepada Andri S dari FAKTA yang berkunjung ke terminal itu pada Jumat (24/7), dulu sewaktu ia masih aktif bekerja sebagai tukang sapu di terminal bus tersebut suasana terminal terlihat bersih dan asri. Walaupun gaji yang diberikan oleh Dinas Perhubungan kepadanya saat itu tidak seberapa, namun terminal tetap dibersihkannya. Begitu juga dengan loket-loket penjual tiket bus yang ada di terminal, dibersihkannya pula. Meskipun para pemilik loket tahu diri sehingga memberikan uang kebersihan melalui petugas LLAJ setempat namun uang itu tidak pernah diberikan kepada petugas kebersihan. Melainkan malah ‘dimakan’ oleh petugas LLAJ tersebut. “Petugas LLAJ itu mengatakan kepada saya kalau orang loket bertanya kepada saya apa uangnya sudah diterima, katakan saja sudah. Padahal saya tidak pernah menerimanya,” aku mantan petugas kebersihan di terminal.
Informasinya, uang kebersihan dari para pemilik loket di terminal masih terus diterima oleh petugas LLAJ dan tidak pernah diberikan kepada petugas kebersihan. Petugas LLAJ itu sudah benar-benar ‘makan keringat’ petugas sapu terminal. Pejabat yang berkompeten harus segera mengambil tindakan tegas terhadap petugas LLAJ yang ‘makan’ uang petugas kebersihan terminal tersebut.
Selain itu terminal juga tidak pernah dibersihkan sehingga selokannya dipenuhi dengan sampah. Pihak Dinas Perhubungan sebagai penanggung jawab terminal pun tidak pernah memperhatikan keadaan tersebut. Sepertinya mereka lupa kalau selokan yang tersumbat sampah bisa menjadi sarang nyamuk dan menjadi pemicu berbagai macam penyakit di musim kemarau. Dan jika musim hujan tiba bisa memicu banjir. Apalagi, menurut Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman. (F.984) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA SUKOHARJO

Tewas Saat Berselfiria Di Bengawan Solo

MAKSUD hati ingin bersenang-senang saat berlebaran dengan mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan tapi malah berujung maut. Nasib tragis itu dialami seorang remaja bernama Adi Arbain (14), warga Kragilan, Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.
Persisnya, pada lebaran hari ketiga, Minggu (19/7), korban bersama kakaknya bermain di rumah saudaranya di Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu. Karena rumah suadaranya berdekatan dengan Sungai Bengawan Solo, korban dan saudaranya berselfiria (foto-foto dengan HP). Nahas tidak bisa dihindari, karena keasyikan selfi, korban terperosok dan langsung tercebur ke sungai dengan kedalaman sekitar 3-5 meter tersebut. Dalam sekejap, pelajar kelas VIII SMP itu tenggelam. Saudaranya berusaha memberi pertolongan. Namun tidak berhasil, korban yang tercebur ke sungai sekitar pukul 09.30 WIB itu baru ditemukan beberapa jam kemudian dalam keadaan sudah tewas.
Informasi yang dihimpun Majalah FAKTA, peristiwa itu bermula ketika keluarga Adi berlebaran di rumah kakek dan saudaranya di Dukuh Mloyo, Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu. Kemudian Adi bersama dua kakaknya, A Baki (18) dan Amin Adianti Nasoha (20), bermain di tepi bantaran Sungai Bengawan Solo, tak jauh dari rumah kakek mereka. Nah, di lokasi itulah mereka berselfiria. Tiba-tiba saja Adi terperosok dan langsung tercebur ke sungai berkedalaman 3-5 meter tersebut. Warga setempat menyebut ruas sungai itu sebagai “kedung”.
Diduga, kala itu kaki Adi terlalu dekat dengan bibir sungai. Mengetahui kejadian itu kakaknya berteriak-teriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung mencari korban di sungai. Beberapa jam kemudian, Adi ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi kejadian dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Kapolsek Bulu, AKP Agus Setiyono, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban terperosok ke sungai karena kala itu berada sangat dekat dengan bibir sungai. Saat itu mereka tidak memperhatikan kondisi sekitar lantaran sedang asyik berfoto selfi. Setelah ditemukan, mayat Adi langsung diserahkan kepada keluarganya. “Keluarga menyatakan menerima kematian korban,” kata Agus mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai. (F.921) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA SURABAYA

Ditlantas Polda Jatim Turunkan 12 Ribu Personil

Siap amankan Lebaran 2015
DALAM rangka meningkatkan pengamanan berlalu lintas di jalan raya pada lebaran 2015, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) turunkan 12 ribu personil terdiri dari seluruh anggota polisi mulai dari Brimob, Sabhara, Lalu Lintas, maupun Pam Ovit.
"Polda Jawa Timur mengecek kesiapan khususnya peralatan yang dipakai dalam pengamanan arus mudik maupun balik. Kalau untuk infrastruktur, jalan-jalan semua sudah dicek. Intinya, semua kondisi cukup bagus, tidak ada masalah, hanya ada beberapa titik yang itu harus dilakukan rekayasa," ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol Anas Yusuf, Senin (6/7).
Ditlantas Polda Jatim telah melakukan persiapan sarana dan prasarana, guna pengamanan arus mudik-balik lebaran 2015. Berbagai infrastruktur dipamerkan di hadapan kapolda. Ditlantas Jatim mencatat dan mendata titik-titik yang tergolong rawan kecelakaan dan titik rawan kemacetan. Masing-masing sebanyak 40 titik rawan kecelakaan dan 70 titik rawan kemacetan, di sepanjang jalur mudik-balik lebaran, baik jalur lintas utara, selatan, maupun lintas tengah. "Tapi ini sudah diantisipasi dengan penyebaran personil," imbuh pimpinan tertinggi korps Polri Jatim ini.
Sementara itu, gelar sarana dan prasarana lalu lintas dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Semeru 2015 ini ditunjukkan berbagai infrastruktur yang dimiliki polantas dari polda maupun polres. Beberapa yang dipersiapkan adalah ruang tekinfo dengan menyiapkan sarana komunikasi dan informasi, sarana perlengkapan perorangan, sarana penegakan hukum, sarana rekayasa lalu lintas, dan kendaraan operasional lalu lintas.
Dalam pengamanan Lebaran 2015 personil polantas dilengkapi dengan jas hujan, borgol, senter lalu lintas, manset, masker, alat komunikasi, dan peralatan perorangan yang sudah didistribusikan kepada anggota lalu lintas se-Jatim. Selain itu, polantas di jajaran Polda Jatim juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana rekayasa lalu lintas yakni 1.600 unit RPPJ (rambu pendahuluan penunjuk jalan), 400 unit barbel patah, 3.000 unit water barrier, 6.000 unit traffic cone, 250 unit barikade biru, 40.000 lembar brosur imbauan dan peta jalur mudik, dan 1.000 unit rambu-rambu portable.
Tidak hanya itu, mereka juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana untuk penegakan hukum yakni sebuah dongkrak besar, dua tali seling, 96 unit galaxy tab, 78 unit kotak P3K, 39 unit chain saw, 78 unit tool kit laka lantas, dan sebagainya.
Polda Jatim juga menyiapkan Ruang Tekinfo untuk memantau kegiatan selama Operasi Ketupat Semeru 2015 dari seluruh jajaran Polda Jatim serta menyiapkan beberapa kendaraan operasional. Kendaraan operasional yang disiapkan antara lain empat unit kendaraan pengurai kemacetan yang didesain secara khusus dan ditempatkan pada beberapa titik kemacetan, di antaranya Mengkreng/Banjuri (Kediri), Duduk Sampean (Lamongan), Wilangan (Madiun), dan Karanglo (Malang).
Selain itu, 20 unit sepeda angin pengurai kemacetan di area wisata yang berkontur datar, 100 unit motor trail pengurai kemacetan seperti pasar tumpah, 135 unit sedan patwal, 7 unit motor Harley Davidson, dan 5 unit kendaraan gaktib. Kendaraan lainnya, 79 unit motor, 94 mobil double cabin untuk area rawan bencana, 6 unit kendaraan derek, sebuah bus dikmas lantas yang dilengkapi panggung boneka dan akan standby di Kebun Binatang Surabaya, dan 39 unit ambulan. (F.809) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BERITA JAKARTA

Menaker Melarang Perusahaan Lakukan PHK

Menaker :“Jangan lakukan PHK dululah” 
MENTERI Ketenagakerjaan RI, M Hanif Dhakiri, meminta perusahaan-perusahaan agar bisa menahan diri dengan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para pekerjanya. Hanif optimistis perekonomian nasional akan segera membaik dan menguntungkan dunia usaha sehingga PHK tidak perlu dilakukan.
“Kita semua tahu bahwa ekonomi kita sedang mengalami perlambatan. Kita juga memahami apa yang dialami dunia usaha, tapi kita minta agar jangan melakukan PHK dulu,” kata Menaker Hanif seusai menggelar Halal Bi Halal dengan para pegawai Kemnaker di Kantor Kemnaker, Jakarta, pada Rabu (22/7).
Turut hadir dalam acara ini Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G Masassya, Sekjen Kemnaker, Abdul Wahab Bangkona, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), Ayub Basalamah, Ketum Konfederasi KASBI, Nining Elitos, serta perwakilan serikat pekerja/serikat buruh lainnnya.
Dalam acara Halal Bi Halal tersebut, satu per satu para pejabat di lingkungan Kemnaker dan seluruh pegawai PNS Kemnaker pusat yang berjumlah sekitar 3.100 orang  berbaris rapi untuk bersalaman dengan Menaker Hanif yang didampingi istri, Ma’rifah Hanif Dhakiri.
Menaker Hanif mengatakan soal isu terkait PHK, pihak Kemnaker telah koordinasi dengan dinas-dinas tenaga kerja di seluruh Indonesia. Hanif pun mengaku sudah meminta kepada jajaran Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) untuk memfasilitasi dan memediasi terhadap persoalan PHK ini.
“Kalau masalah PHK masal ini kan memang sangat terkait dengan kondisi ekonomi kita secara keseluruhan. Pemerintah terus mengembangkan kebijakan-kebijakan untuk membuat dunia usaha kita ini semakin kondusif, semakin baik ke depannya dan PHK tidak perlu terjadi,” kata Hanif.
“Tugas kita di Kementerian Ketenagakerjaan ini terkait dengan masalah employment services. Nah kita tentu minta kepada perusahaan-perusahaan itu untuk bisa menahan diri dulu karena kita harus tetap optimis dalam beberapa bulan yang akan datang keadaan ekonomi kita Insya Allah akan lebih baik,” kata Hanif.
Oleh karena itu, kata Hanif, pemerintah meminta kepada perusahaan-perusahaan agar bisa menahan diri dengan tidak melakukan PHK terhadap para pekerjanya. Penundaan dan pembatalan rencana PHK dilakukan sambil menunggu membaiknya perekonomian nasional. “Pada intinya, sebagaimana yang saya sampaikan tadi bahwa kita semua tahu bahwa ekonomi kita sedang mengalami perlambatan. Kita juga memahami apa yang dialami dunia usaha, tapi kita minta agar jangan melakukan PHK terhadap pekerja dulu. Tahan dululah,” kata Hanif
Namun, jika dalam keadaan tertentu suatu perusahaan harus melakukan PHK, kata Hanif, pemerintah minta agar prosesnya disesuaikan dengan aturan yang ada dan hak-hak dari para pekerjanya harus dibayarkan full sesuai dengan aturan ketenagakerjaan. “Jikapun terpaksa sekali terjadi PHK maka hak-hak dari para pekerjanya harus dibayarkan full sesuai dengan aturan ketenagakerjaan. Tapi ibaratnya kalau sekarang ya puasa sedikitlah sampai keadaan ekonomi membaik dan mudah-mudahan dunia usaha juga makin baik. Maka, tahan jangan lakukan PHK dulu,” kata Hanif. (Biro Humas Kemnaker) web majalah fakta / majalah fakta online

BUDAYA SURABAYA

Kampoeng Seni Di Mulyosari

Cak Hepi, Perintis Kampoeng Seni Mulyosari
DI seputar Jalan Mulyosari nomor 111 dan seterusnya kini menjadi kampung seni yang dipelopori oleh Hepi Ichwan Bachtiar yang biasa dipanggil Cak Hepi.  Pria asli Surabaya ini memang sudah lama berkeinginan Surabaya punya kampung seni dan pada tanggal 6 Juni 2015 mimpi Cak Hepi bisa terealisasi, ditandai dengan selamatan/kendurian adat Jawa.
Djago batu. Demikian nama Pusat Kampoeng Seni yang menampilkan segala batu mulia dan barang-barang unik serta langka, baik dari belahan bumi nusantara maupun dari belahan bumi manca negara. Boleh dikata, mirip dengan Pusat Batu Mulia di kawasan Jalan Kayun, Surabaya.  Akan tetapi di kawasan Mulyosari, Surabaya, ini lebih lengkap.
Mengapa demikian ? Ya, sebab di kawasan Mulyosari ini juga bisa disaksikan lukisan-lukisan kuno di Surabaya, misalnya Jembatan Merah, Kali Petekan dan lukisan Soerabaia tempo doeloe lainnya yang dilukis oleh sang maestro kondang. Bisa juga disaksikan seperangkat gamelan, wayang kulit, puluhan tustel mulai tahun 1940-1960, ratusan keris peninggalan Raja-Raja Jawa, Madura, Sumatera dan keris dari kerajaan lainnya di Indonesia.
Barang unik dan langka bisa juga disaksikan di museum pribadi milik Cak Hepi. Seperti gading gajah, tongkat kayu setigi, oyot nimang, senapan laras panjang dorgok, pedang samurai kedap udara, sepeda motor Solex tahun 1953 dan barang-barang kuno nan unik lainnya. “Kalau ini Buku Mujarobat yang ditulis di atas kulit sapi oleh seorang kyai,” kata Cak Hepi sambil menunjuk buku tebal bertuliskan huruf Arab pego, yang sudah agak kusam akibat sudah berumur ratusan tahun.
Launching atau soft opening-nya sudah dilaksanakan pada pertengahan Juni 2015, menjelang bulan suci Ramadhan 1436 Hijriyah. Sedangkan grand opening-nya dilaksanakan pada bulan Agustus 2015, sekaligus memperingati HUT RI ke-70. “Gubernur Jatim, Pakde Karwo, dan Walikota Surabaya, Bu Risma, kita undang dalam acara tersebut, karena beliau-beliau mendukung adanya Kampoeng Seni di Surabaya,” tutur Cak Hepi yang punya kedekatan khusus dengan Komisaris MURI, Jaya Suprana.
Bisa dimaklumi kalau beliau-beliau itu mendukung adanya ide mendirikan kampoeng seni di kawasan Mulyosari, Surabaya, karena selama ini Kampung Seni dikenal hanya berada di Bali.  Padahal, di Jatim khususnya di Surabaya, seni budayanya tidak kalah menarik.
Dengan adanya Kampoeng Seni di Mulyosari, maka Kota Pahlawan kini bertambah lagi obyek wisatanya, setelah ada obyek wisata yang baru diresmikan. Yakni obyek wisata yang berada di kawasan Jalan Tunjungan, persisnya di Siola berupa museum.
Yang perlu dicatat juga bahwa dalam grand opening, ditampilkan resep unik dari Bu Inggit, mantan isteri Presiden RI pertama, Soekarno, berupa tulisan asli resep tradisional perawatan tubuh wanita, terutama kecantikan wajah. Penasaran ? Silahkan datang ke Kampoeng Seni di kawasan Mulyosari, Surabaya, sambil melihat kerajinan ekonomi kreatif berupa gantungan kunci dari batu akik. (F.302) web majalah fakta / majalah fakta online

IKLAN

web majalah fakta / majalah fakta online

SOLO RAYA

Purwadi Siap Mundur Dari DPRD Sukoharjo

Pasangan Wardoyo - Purwadi
BAKAL calon wakil bupati dari PDIP, Purwadi, menyatakan, siap mundur dari posisinya sebagai anggota DPRD Sukoharjo. Hal tersebut sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang terbaru. “Sebelum ada putusan dari MK, saya memang sudah berniat untuk mundur dari DPRD. Sebab, saya ingin benar-benar fokus untuk pemenangan pilkada,” tegas Purwadi.
Menurut legistlator yang sudah dua periode duduk di kursi DPRD dari Dapil Mojolaban dan Polokarto ini, kalau tidak mundur justru akan mengganggu kinerja utamanya kinerja DPRD. Karena fokus untuk pemenangan pilkada sudah pasti akan menguras energi dan tidak mungkin bisa konsentrasi di DPRD. Karena itu, sekali lagi Purwadi menyatakan, mendukung putusan MK tersebut.
“Nanti setelah saya resmi mendaftar bersama Pak Wardoyo, saya akan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPRD. Tentu surat pengunduran diri itu akan saya serahkan ke DPC PDIP dulu,” ujarnya.
Terpisah, Komisioner KPU Kabupaten Sukoharjo, Yulianto Sudrajat, mengatakan, apa yang sudah menjadi putusan MK harus dihormati. Termasuk anggota DPRD harus mundur ketika mencalonkan diri sebagai cabup atau cawabup. “Mestinya memang seperti itu. Sebab, bagi PNS, TNI dan Polri saja harus sudah mundur ketika mendaftar. Jadi, untuk anggota DPRD ya aturan itu harus ditaati,” tandasnya.
Persiapan jelang Pilkada Sukoharjo kian memanas. Pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sukoharjo meracik strategi pemenangan pascaturunnya rekomendasi dari DPP PDIP yang mengusung pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup), Wardoyo Wijaya-Purwadi.
Ketua DPC PDIP Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, mengatakan telah membentuk tim pemenangan yang bertugas melaksanakan strategi pemenangan untuk menghadapi Pilkada Sukoharjo 9 Desember 2015. Mereka akan menyusun pola strategi pemenangan untuk memenangi pesta demokrasi di Kabupaten Jamu. “Tim sukses pemenangan sudah terbentuk. Intinya, kami tegak lurus dengan instruksi partai dan siap bersaing pada pilkada,” katanya saat ditemui di Gedung DPRD Sukoharjo, Jumat (26/6).
Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga Ranting PDIP untuk mensosialisasikan pasangan yang ditetapkan DPP. Langkah ini dilakukan agar para pengurus partai berlambang banteng moncong putih di tingkat bawah mengenal pasangan cabup-cawabup mereka tersebut.
Dia juga akan melakukan konsolidasi internal kader PDIP di 12 kecamatan di Sukoharjo. “Kami akan tindak lanjuti rekomendasi dari DPP PDIP dengan mensosialisasikan pasangan Wardoyo-Purwadi kepada para pengurus PAC hingga Ranting PDIP. Strategi pemenangan bersifat rahasia, sekarang belum saatnya,” ujar Wardoyo.
Disinggung mengenai pasangannya, Purwadi, Wardoyo menjelaskan sosok Purwadi merupakan kader yang cukup loyal dan konsisten dalam tubuh PDIP. Dia bergabung menjadi kader PDIP sejak 12 tahun lalu.
Purwadi, kata Wardoyo, juga dikenal sebagai sosok yang low profile dan bisa bekerja sama dengan semua kalangan masyarakat. “Pribadinya cukup baik, low profile dan konsisten dalam mengembangkan partai,” terang Bupati Sukoharjo tersebut.
Sementara itu, Bendahara DPC PDIP Sukoharjo sekaligus Ketua Tim Pemenangan Wardoyo-Purwadi, Nurjayanto, mengungkapkan akan melaksanakan perintah dari DPP PDIP. Dia akan segera berkoordinasi dengan pengurus struktural hingga ranting untuk mensosialisasikan pasangan Wardoyo-Purwadi. (Ist) web majalah fakta / majalah fakta online

SOLO RAYA

DPRD Sukoharjo Dukung Usulan Anggaran Dari Panwas Pilkada Sukoharjo


TAHAPAN Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2015 di Kabupaten Sukoharjo telah memasuki tahap pemutakhiran data pemilih. Cukup disadari  bahwa permasalahan daftar pemilih tetap (DPT) merupakan permasalahan serius yang kerap terjadi karena sistem kependudukan di Indonesia yang belum maksimal dalam memberikan kepastian data warga negaranya. Hak pilih merupakan hak konstitusional warga negara yang tidak bisa diabaikan begitu saja, sehingga membutuhkan komitmen bersama untuk menghasilkan DPT yang berkualitas dan akuntabel. Tahap pemutakhiran data pemilih akan dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo dan akan dilakukan pengawasan dalam kerangka pencegahan dan penindakan oleh Petugas Pemilihan Lapangan (PPL) satu orang dalam satu desa.
Pemilihan yang berkualitas membutuhkan dukungan bersama seluruh stakeholder, pemerintah daerah, penyelenggara pemilihan (KPU, Panwas, DKPP), partai politik, kepolisian, kejaksaan, media massa,  LSM, pemantau, media, pemerhati, perguruan tinggi dan masyarakat. Sehingga dibutuhkan sinergi antarberbagai pihak tersebut untuk memastikan semua tahapan dan kegiatan pemilihan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku, serta upaya-upaya strategis untuk menyamakan terhadap regulasi yang multi tafsir.
Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sukoharjo tahun 2015, secara kelembagaan mulai bekerja sejak bulan Mei 2015, dengan masa kerja berdasarkan Permendagri No.44 Tahun 2015. Berdasarkan pada permendagri tersebut panwas memiliki kendala teknis dan anggaran mengingat masa kerja PPL di Kabupaten Sukoharjo sesuai NPHD antara Bupati Sukoharjo dan Ketua Panwas Sukoharjo selama 2 bulan, padahal kebutuhan tahapan pemilu setidaknya minimal 6 (enam) bulan dan atau menurut UU selama 12 bulan.
Dalam perkembangannya Permendagri No.44 Tahun 2015 telah direvisi dengan Permendagri No.51 Tahun 2015 yang berdampak pada masa kerja Panwas Kabupaten, Panwas Kecamatan dan PPL serta beberapa kebijakan strategis (GAKUMDU dan lain-lain). Menyadari hal tersebut, Panwas Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 8 Juli 2015  menyampaikan surat usulan Permohonan Anggaran Pengawasan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2015 kepada Bupati Sukoharjo dengan tembusan kepada instansi terkait. Selanjutnya, Kamis, 9 Juli 2015, bertempat di ruang Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Panwas Sukoharjo melaksanakan audiensi dengan pimpinan DPRD Kabupaten Sukoharjo untuk mendapatkan dukungan anggaran, sharing informasi dan kebijakan strategis lainnya dalam rangka pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang berkualitas.  Audiensi Panwaskab diterima dengan baik dan lengkap dari seluruh unsur pimpinan DPRD yakni Nurjayanto SP (Ketua), Giyarto SH MM (Wakil Ketua), Eko Sapto Purnomo SE (Wakil Ketua) dan Sunoto SH (Wakil Ketua),  sedangkan Panwas meliputi Subakti SSos (Ketua), Moch Sutopo SH MH (Anggota) dan Muladi Wibowo SSos MM (Anggota).
Dalam kegiatan audiensi tersebut juga disampaikan permohonan kepada Pimpinan DPRD untuk menjadi narasumber kegiatan Rapat Koordinasi dalam rangka pemutakhiran daftar pemilih. Pimpinan DPRD menyambut baik audiensi Panwas dan menyatakan dukungan untuk mendukung implementasi Permendagri No.51 Tahun 2015 dan siap menghadiri kegiatan rakor yang diselenggarakan Panwas.
Di waktu yang sama, Panwas juga melaksanakan koordinasi dengan Sekda Kabupaten Sukoharjo, di mana Sekda Sukoharjo, Drs Agus Santosa, menanggapi apresiasi dan ekspektasi Panwas kepada Pemkab Sukoharjo pada Pemilihan Bupati Sukoharjo Tahun 2015,  dan siap mengkonsolidasikan anggaran dengan Bupati dan di jajaran eksekutif serta akan diajukan dalam APBD-P tahun 2015.
Sementara itu Panwas Sukoharjo akan menetapkan sebanyak 167 anggota PPL di wilayah kerjanya sejak Juli tahun 2015 dengan ketersediaan anggaran 2 (dua) bulan, dengan harapan dukungan perubahan APBD-P bisa memenuhi penambahan kebutuhan anggaran PPL, Panwascam dan Panwaskab dalam rangka menjaga integritas pemilihan yang berkualitas. Dukungan Bawaslu RI, Bawaslu Jateng, media dan  stakeholder sangat diharapkan mengingat Panwas merupakan penyelenggara negara yang melaksanakan UU dan berkomitmen menjalankan pemilihan Bupati Sukoharjo 2015 yang bermartabat. (Ist) web majalah fakta / majalah fakta online

SOLO RAYA

Pemkab Sukoharjo Bagikan 1.500 Paket Sembako

RUMAH Dinas Bupati Sukoharjo Senin pagi (13/7) terasa berbeda dengan kehadiran 1.500 orang penerima paket sembako. Acara pembagian paket sembako oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2015 di bawah koordinasi Bagian Bina Sosial Sekretariat Daerah ini dimulai pukul 08.00 WIB. Dalam laporan penyelenggara oleh Asisten Pembangunan Sekda, Y C Sriyana SSos MSi, disebutkan paket yang dibagikan senilai Rp 125.000,- yang berupa beras, minyak, susu, teh dan gula pasir. Paket tersebut diterimakan kepada kaum dhuafa di antaranya fakir miskin, tukang becak, komunitas tuna netra, dan karyawan/karyawati honorer di lingkungan SKPD Kabupaten Sukoharjo.
Dalam sambutannya, Bupati Sukoharjo, H Wardoyo Wijaya SH MH, mengungkapkan kebahagiaannya bahwa Pemkab bisa berbagi dengan sesama melalui pembagian sembako yang digelar tiap tahun. Kegiatan ini merupakan salah satu amaliah ramadhan. Turut hadir dalam acara tersebut anggota Muspida plus Kabupaten Sukoharjo, Kepala SKPD, Kepala Kemenag, Ketua MUI/Ormas Islam, dan Ketua TP PKK Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan pembagian sembako yang diselenggarakan ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Sukoharjo kepada kaum dhuafa, yang diharapkan dapat meringankan beban. Demikian disampaikan Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs Joko Nurhadiyanto EN MHum, yang turut hadir dalam acara tersebut. (Ist) web majalah fakta / majalah fakta online

SOLO RAYA

69 Tahun Sukoharjo


SESUAI dengan  Peraturan Pemerintah (PP) No.16/SD/1946, tanggal 15 Juli diperingati sebagai hari lahir Kabupaten Sukoharjo. Hari Rabu, 15 Juli 2015, Kabupaten Sukoharjo genap berusia 69 tahun, dan seperti yang sudah sudah, dalam peringatannya dilakukan Prosesi Kirab  Petikan PP No.16/SD/1946 dari halaman Kantor Bupati ke Rumah Dinas Bupati untuk disemayamkan sebentar dan kemudian menuju gedung DPRD Sukoharjo untuk diserahkan Kepada Ketua DPRD, dilanjutkan sidang paripurna dengan agenda mendengarkan pidato sambutan Bupati Sukoharjo, H Wardoyo Wijaya SH MH. Dari mulai penyerahan di halaman Kantor Bupati hingga sidang paripurna, mulai dari pembawa acara sampai sambutan-sambutan menggunakan bahasa Jawa sebagai upaya untuk melestarikan budaya Jawa yang adi luhung.
Petikan PP No.16/SD/1946 diserahkan oleh Wakil Bupati, Drs H Haryanto MM, kepada Sekretaris Daerah, Drs Agus Santosa, dari halaman Kantor Bupati. Selanjutnya dibawa petugas Satpol PP yang mengenakan pakaian Prajurit Kraton Surakarta dengan naik mobil diiringi oleh andong berhias yang membawa jajaran Eselon II, II dan IV, Camat beserta Muspika dan para Kepala Desanya masing-masing dengan pakaian Kejawen. Iring-iringan prosesi pagi itu diikuti 95 andong serta 56 mobil yang mengangkut peserta kirab.
Sesampainya di Rumah Dinas Bupati, Sekretaris Daerah menyerahkan Petikan PP 16/SD/1946 kepada Bupati Sukoharjo didampingi Muspida. Setelah sejenak disemayamka di Rumah Dinas Bupati, dilanjutkan kirab menuju Gedung DPRD dengan agenda Sidang Paripurna. Bupati Sukoharjo dalam sambutannya menyampaikan program unggulan daerah di antaranya pendidikan gratis, santunan kematian, pengobatan gratis, BLPS, pembangunan infrastruktur perhubungan dan perdagangan. Di samping banyaknya penghargaan di tingkat nasional yang mampu diraih Kabupaten Sukoharjo. (Ist) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS NGAWI

GELAR KULINER & PAMERAN PRODUK UNGGULAN KABUPATEN NGAWI 2015 


DALAM rangka memperingati Hari Jadi Ngawi ke-657 tahun 2015, Pemerintah Kabupaten Ngawi mengadakan acara Gelar Kuliner dan Pameran Produk Unggulan yang bertempat di jalan tengah Alun-alun Merdeka Ngawi yang dibuka oleh Bupati Ngawi, Ir H Budi Sulistyono. Acara ini berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 25 s/d 27 Juli 2015.
Dalam sambutannya, Budi Sulistyono mengatakan, Gelar Kuliner dan Pameran Produk Unggulan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Ngawi tahun 2015 ini sangat spektakuler dalam menyongsong Ngawi Visit Year 2017 yang bertujuan para pengunjung dapat mencicipi variasi makanan (kuliner) yang enak-enak khas Ngawi. Sehingga menumbuhkan geliat wisata kuliner dan dapat menggerakkan roda perekonomian di sektor kuliner, yang akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup pedagang kuliner di Kabupaten Ngawi.
Selain itu yang melihat pameran dapat membeli produk-produk unggulan khas Ngawi seperti Meja dan Kursi Gembol, anyaman tas plastik yang dibuat sangat mewah dan elegan menunjukkan citra Ngawi, dan sebagainya. Diharapkan kunjungan wisatawan domestik dan manca datang di kota Ngawi dalam kunjungan wisata atau Visit Year 2017 dan membeli produk-produk unggulan khas Ngawi yang unik, sehingga dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ngawi. “Hal ini dikarenakan produk kerajinan dari kayu dan teh Tjap Radja asli produksi Ngawi yang bahan bakunya dari Jamus sudah mampu menerobos pasar dunia di tingkat Asia, Eropa dan Australia”, ungkap bupati. (F.968) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS NGAWI

DINKES NGAWI AKAN TINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN


PADA acara Halal Bihalal di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi tahun ini (25/7) bertempat di GOR Bung Hatta suasananya berbeda dengan tahun sebelumnya. Selain sebagai ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan, dalam momen ini Bupati Ngawi, Ir H Budi Sulistyono, ikut bermain drama bersama karyawan-karyawati dinkes yang bertujuan untuk memberikan motivasi kepada seluruh kader kesehatan dan elemen masyarakat.
Ditegaskan oleh Budi Sulistyono, Kabupaten Ngawi harus terus fokus meningkatkan standarisasi pelayanan dan fasilitas kesehatan masyarakat yang lebih baik dengan berpedoman pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan terus mengupgrade peralatan-peralatan kesehatan dan tenaga medis yang lebih profesional untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih profesional. Adanya sinergi seluruh stake holder di bidang kesehatan dan seluruh lapisan masyarakat akan lebih meningkatkan derajat kesehatan dalam rangka mewujudkan Ngawi Spektakuler dan Ngawi Visit Year 2017 khususnya dalam bidang kesehatan. “24 puskesmas yang ada di Kabupaten Ngawi ke depan harus sudah berstatus BLUD”, tegasnya.

Kepala Dinkes Kabupate Ngawi, dr Puji Rusdiarto Adi, mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung apa yang telah disampaikan Bupati Ngawi dan akan terus meningkatkan mutu pelayanan publik dalam bidang kesehatan. Pada tahun 2015 sudah ada 6 puskesmas berstatus  BLUD dan pada tahun 2016 akan dikembangkan lagi 12 puskesmas berstatus BLUD. “Sehingga dalam menyongsong Ngawi Visit Year 2017 semua puskesmas yang berjumlah 24 akan menyandang status BLUD. Dengan demikian akan lebih leluasa melakukan inovasi dalam rangka peningkatan pelayanan dan meningkatkan mutu pelayanan dalam rangka meningkatkan ekonomi daerah dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih signifikan,” ungkapnya.
Acara Halal Bihalal Dinkes ini cukup meriah dengan menyajikan drama Warkop Nasi Medok yang pemainnya didukung oleh Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, dan Kadinkes, Puji Rusdiarto Adi. Alur ceritanya pun sangat menarik, yaitu nyangkruk di warung. Bupati Ngawi yang akrab disapa Mbah Kung atau Mas Kanang terlihat sangat enjoy berdialog dengan para pemain. Selain itu juga disuguhkan paduan suara dari seluruh elemen Dinkes Kabupaten Ngawi dan Kadinkes Ngawi juga ikut dalam acara paduan suara tersebut. Masih seabreg suguhan hiburan yang disajikan dalam acara ini. (F.968) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS NGAWI

DUA PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI NGAWI DAFTAR DI KPUD


PESTA demokrasi di Kabupaten Ngawi yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2015 diikuti dua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang menggunakan kendaraan partai politik melawan independen, yaitu pasangan Ir H Budi Sulistyono dan Ony Anwar Harsono ST MH (OK) melawan pasangan Agus Bandono MHum dan Adi Susila MSi (Abas).
Pasangan OK diusung 9 parpol, yaitu PDI Perjuangan yang memperoleh 15 kursi di DPRD, Partai Golkar 7 kursi, Partai Gerindra 5 kursi, PKS 4 kursi, PKB 2 kursi, Partai Nasdem 2 kursi, PAN 2 kursi, Partai Hanura 2 kursi dan Partai Demokrat 2 kursi. Jumlah keseluruhan 43 kursi dan sudah memenuhi syarat mengajukan calon, karena paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPRD Kabupaten Ngawi atau paling sedikit 25 persen dari akumulasi jumlah suara sah hasil Pemilu Anggota DPRD Kabupaten Ngawi dengan total 478.863 suara sah atau 94 persen. Hanya PPP yang punya 2 kursi di DPRD yang tidak ikut mengusung calon. 
Baik pasangan OK dari gabungan parpol maupun Abas dari independen mendaftarkan pencalonannya di KPUD Ngawi pada Senin (27/7). Ketika ditanya Prastiwi dari FAKTA apakah pasangan independen (Abas) merupakan setingan, dijawab oleh Agus Bandono dengan tegas,“Kami berdua maju murni karena keinginan diri sendiri dan jauh hari sudah menyiapkan strategi kemenangan untuk menghadapi kekuatan besar dan hebat dari pasangan OK (incumbent). Kami berdua tidak menggunakan strategi uang, karena kami bukan seorang pejabat yang punya banyak uang. Hanya dengan ketulusan hati dan janji bahwa Abas kalau menang akan membawa perubahan dalam segala bidang di Kabupaten Ngawi, terutama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan karena pembangunan di pedesaan yang akan kami utamakan”.
Ketua KPUD Ngawi, Syamsul Whatoni, menjelaskan, persyaratan pasangan OK masih diteliti namun secara umum syarat yang diserahkan OK melebihi angka minimal yang ditetapkan KPUD yaitu diusung 9 parpol di mana pada pemilu 2014 mengumpulkan 478.863 suara dari total 508.378 suara atau 94 persen.
Lebih lanjut Toni (sapaan akrabnya) menambahkan, pasangan OK juga sudah menyerahkan berkas pencalonan dan surat pernyataan persetujuan dukungan 9 parpol pengusungnya. “Syarat administrasinya sudah lengkap. Andaikan ada kesalahan pasangan OK akan kami minta memperbaikinya”.
Rangkaian berikutnya, pasangan OK dan Abas akan menjalani tes kesehatan di RSU Dr Soetomo Surabaya pada tanggal 29 s/d 30 Juli 2015. “Uji kesehatan tersebut nantinya akan diikuti seluruh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota di 10 KPUD Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur yang menyelenggarakan pilkada serentak. Jadwalnya, sebenarnya 27 s/d  30 Juli 2015, namun disepakati tanggal 29 s/d 30 Juli 2015. Rangkaian tes kesehatan tersebut standar calon presiden-wakil presiden,” ungkapnya. (F.968) web majalah fakta / majalah fakta online