Wednesday, April 2, 2014

LINTAS ACEH : PENGURUS PMI KOTA LHOKSEUMAWE DILANTIK

SELASA (18/2) Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh, Ir Teuku Alaidinsyah MEng, melantik pengurus PMI Kota Lhokseumawe masa bakti tahun 2013 – 2018. Pelantikan itu berlangsung sukses di Aula (Ofroom) Kantor Walikota, Jalan Merdeka, Lhokseumawe. Ir Teuku Alaidinsyah mengingatkan kepada para pengurus PMI Kota Lhokseumawe yang dilantik supaya dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Palang Merah Indonesia. “Mari kita satukan Gerakan Kemanusiaan dalam aksi satu hati untuk PMI”.

Seusai melantik pengurus PMI Kota Lhokseumawe, Ketua PMI Propinsi Aceh beramah-tamah sesama warga Kota Lhokseumawe. Tak kurang pula Alaidinsyah berfoto bersama dengan para pejabat teras di jajaran Kota Lhokseumawe, bersama pejabat sipil dan TNI, serta tokoh masyarakat. Ketua PMI Provinsi Aceh masih sempat diwawancarai oleh para wartawan media cetak dan elektronik, yang menerangkan kinerja PMI demi kepentingan masyarakat luas. Alaidinsyah sangat terbuka, lugas dan jelas memaparkan sepak terjang PMI bagi kepentingan masyarakat dengan tak pernah lelah. (F.434)R.26
(Di tengah-tengah paling depan) Ir Teuku Alaidinsyah MEng, foto bersama dengan para pejabat teras Kota Lhokseumawe.

LINTAS ACEH : IBU-IBU ALUE LEUHOB BELAJAR MENJAHIT

IBU-ibu warga Gampong Alue Leuhob, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, mendapat fasilitas dan peluang belajar menjahit pakaian wanita melalui Bantuan Pemerintah Gampong (BKPG) Program Nasional Pembinaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Fasilitas belajar menjahit itu ditempatkan di Ruang Balai PKK Desa Gampong Alue Leuhob.
Syamsuddin, Geuchik Gampong Alueu Leuhob, didampingi Ibu Syamsyiah, Ketua PKK setempat, mengatakan bahwa bu-ibu belajar menjahit dipimpin langsung oleh Ibu Ketua PKK dan seorang tutor (pelatihnya) yang sudah berpengalaman, menyajikan bimbingan secara aktif dan maksimal. Ibu Inem, Sekretaris PKK Gampong Alueu Leuhob, sebagai tutor pembimbing pembelajaran menjahit mengatakan, ibu-ibu mulai belajar sejak minggu ketiga bulan Januari 2014, batas waktu akhirnya hingga awal bulan Mei 2014, dengan 16 kali pertemuan. Sampai dengan Jum’at (7/2), saat ditemui FAKTA, menurut Ibu Inem, sudah menjalani masa pembelajaran 4 kali pertemuan. “Mudah-mudahan saja ibu-ibu akan cepat pandai menjahit pakaian wanita yang diajarkan tersebut agar dapat bermanfaat bagi kepentingan keluarga dan masyarakat luas,” imbuh Bu Inem.
Sekretaris PKK Alueu Leuhob lebih jelas mengatakan, ibu-ibu yang ikut belajar menjahit sekitar 20-an orang. Namun karena keterbatasan persediaan, PNPM setempat hanya memberikan fasilitas mesin jahit dalam program belajar menjahit itu sebanyak 15 unit saja. Sebagian ibu-ibu yang ikut belajar, tentunya satu-dua, sudah punya mesin jahit pribadi sebelumnya.
Camat Cot Girek, Drs M Yusuf, melalui Sekcamnya, Usman K SSos, di hari terakhirnya bertugas di Cot Girek, Jum’at (7/2) membenarkan adanya kegiatan pelatihan jahit-menjahit Program PNPM di Gampong Alue Leuhob tersebut. “Kegiatan itu akan dimotifasi kelanjutannya oleh Mukhtar SAg, Camat Cot irek yang baru,” kata Usman. (F.654)R.26
Ibu Inem, Sekretaris PKK Gampong Alue Leuhob, sebagai pelatih jahit menjahit, saat membimbing ibu-ibu yang belajar menjahit. 


WATAMPONE RAYA : KASUS BANTUAN 2 UNIT KAPAL NELAYAN, KEJARI BULUMBA MINTA BANTUAN BPKP

KEJAKSAAN Negeri Bulukumba minta bantuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit investigasi terhadap bantuan dua unit kapal nelayan di Bulukumba. Pengusutan kasus proyek bantuan dua unit kapal nelayan di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bulukumba terus berlanjut.
“Kita mau minta pihak BPKP agar ikut membantu dengan melakukan audit investigasi kasus ini,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bulukumba, M Ruslan Muin, Kamis (23/1).
Dia menjelaskan, kejaksaan segera bersurat secara resmi kepada Lembaga Auditor Negara tersebut untuk membantu melakukan penyelidikan audit investigasi dibutuhkan untuk mengetahui ada-tidaknya penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan kapal yang menyebabkan terjadinya kerugian negara. Audit ini bukan untuk mengetahui kerugian negara tapi untuk mengetahui ada-tidaknya pelanggaran hukum dalam pelaksanaannya. “Karena kasus ini masih penyelidikan dan kita belum tetapkan tersangka, BPKP membantu kita dalam hal menelusuri dokumen-dokumen terkait pengadaan kapal dua unit itu,” jelas Ruslan.
Dalam proses pengumpulan bahan dan data, Kejari menemukan ketidakcocokan antara dokumen RAB (Rencana Anggaran Belanja) dengan spesifikasi teknik nautika kapal. Dalam kasus tersebut Kejari sudah sering memanggil Muh Sabir yang saat itu menjabat Kepala Dinas Kelautan Perikanan. Pria yang kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bulukumba itu bertindak sebagai PPK (Pejabat'Pembuat Komitmen) dalam proyek tersebut. Demikian halnya rekanan pemenang tender sekaligus pemilik CV Pinisi Semesta Bulukumba, H Arifuddin. (F.568)R.26

WATAMPONE RAYA : INVESTASI PLTMH BATU MASSONG CAPAI RP 250 M

PEMBANGUNAN Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Batu Massong, Desa Pattameteang, Kecamatan Tompobulu, direncanakan akan rampung 2015 mendatang. Investasi pada PLTMH tersebut mencapai Rp 250 miliar.
“Beban puncak listrik Bantaeng hanya sekitar 7 megawatt dan PLTMH ini berkapasitas 4,2 megawatt, berarti lebih separo dari beban puncak,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Energi (Disperindagtamben) Bantaeng, Abdul Gani, Selasa (28 /1).
Dia menjelaskan, keberadaan PLTMH tersebut dapat mengatasi krisis listrik yang dialami sejumlah wilayah di Kecamatan Tompobulu. “Rumah-rumah yang selama ini belum dialiri listrik di wilayah Bantaeng, nanti bisa menikmati energi listrik,” tambahnya.
Selain rencana pembangunan PLTMH di Desa Pattaneteang, Pemkab Bantaeng juga merencanakan membangun PLTMH berkapasitas 12,5 megawatt di Kecamatan Bisasappu. Saat ini proyek yang dikerjakan oleh PT Energi Biru itu sementara masih dalam pembebasan lahan. “Jika itu terpenuhi kelak tidak ada lagi desa yang tidak dialiri listrik,” katanya.
Bupati Bantaeng, Prof Dr H M Nurdin Abdullah, bersama sejumlah pejabat terkait turun langsung meninjau lokasi pernbangunan PLTMH tersebut, Selasa, 28 Januari 2014. PLTMH tersebut merupakan investasi perusahaan swasta, PT Mega Power Makinur, sejumlah Rp 250 miliar. (F.568)R.26

WATAMPONE RAYA : DAFTAR TUNGGU CJH BANTAENG CAPAI 4.200 ORANG

JIKA tahun 2013 pemerintah pusat tidak menambah kuota haji kabupaten/kota, maka dapat dipastikan jumlah Calon Jemaah Haji (CJH) di Kementerian (Kemenag) Bantaeng yang masuk dalam daftar tunggu akan habis hingga 22 tahun mendatang. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Bantaeng, Muhammad Tahir.
Menurutnya, jika dilakukan perhitungan Kuota Normal sebanyak 187 orang dan dihitungkan pemotongan 20 persen berdasarkan kebijakan pemerintah Arab Saudi, maka daftar tunggu yang mencapai jumlah 4.200 CJH itu bisa selesai hingga 28 tahun lagi. “Jika tidak terjadi penambahan kuota, maka kita masih menunggu hingga 22 tahun lagi untuk bisa menyelesaikan daftar tunggu CJH ini,” ungkapnya, Kamis (16/1).
Dia mengatakan, lamanya waktu menunggu itu disebabkan semakin tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji serta kondisi ekonomi masyarakat Bantaeng yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hingga Desember 2013, jumlah daftar tunggu tersebut mencapai 4.200 CJH, sementara kuota haji hanya 187 orang.
Soal CJH yang batal berangkat tahun lalu sebanyak 37 orang, pihak Kemenag Bantaeng telah mengirim data CJH tersebut ke Pemprov Sulsel sehingga 37 orang tersebut otomatis mendapat prioritas dari data sisa CJH Bantaeng tahun 2013 ini. “Sementara menyusul agar secepatnya diproses di tingkat provinsi, selanjutnya dikirim ke pusat untuk pembuatan visanya. Kami berharap pada saatnya, seluruh data CJH ini rampung sehingga pada musim haji 2014 ini seluruh kuota CJH Bantaeng yang jumlahnya 147 orang tidak lagi mengalami masalah”.

Pada musim haji 2013 lalu Kabupaten Bantaeng mengirim 147 CJH, jumlah tersebut setelah mengalami pemotongan kuota 20 persen berdasarkan keputusan Kemenag Pusat. (F.568)R.26

Tuesday, April 1, 2014

WATAMPONE RAYA : KEPALA BPJS KETENAGAKERJAAN WILAYAH SULSEL KUNKER KE BANTAENG



BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Wilayah Sulsel terus fokus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam rangka pembangunan Kantor Cabang Pembantu BPJS Ketenagakerjaan Bantaeng. Hal tersebut terungkap saat Bupati Bantaeng, Prof Dr H M Nurdin Abdullah, menerima kunjungan kerja (kunker) Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sulsel, Arief Budiarto, yang didampingi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Makassar, H Edy Syahrial. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 1,5 jam di Baruga Marina Beach Hotel di Korong Batu Bantaeng, Senin (27/1).
“Kedatangan kami di Bantaeng ini dalam rangka peningkatan koordinasi dan sekaligus apresiasi kami terhadap upaya Pemkab Bantaeng dalam implementasi BPJS ketenagakerjaan berupa hadirnya Peraturan Bupati Bantaeng No.01 Tahun 2014 tentang Kewajiban Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dalam pemberian pelayanan perizinan dalam wilayah Bantaeng,” ujar Arief Budiarto.
Arief Budiarto melanjutkan bahwa apresiasi ini diberikan kepada Bantaeng karena melihat potensi industri yang pembangunannya cukup pesat. Menurutnya, ini juga menjadikan landasan awal bahwa Bantaeng akan maju nantinya, apalagi pemerintah turut mendukung dan memberikan ruang kepada pihak luar untuk berinvestasi di Bantaeng.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bantaeng memberikan tanggapan positif terhadap kunjungan kerja BPJS Ketenagakerjaan di Bantaeng. Dia juga berjanji akan siap membantu dalam rangka pembentukan lebih dulu adalah Afdelling Belanda dan membawahi beberapa kabupaten di kala itu. “Maka dari itu sangatlah tepat Bantaeng menjadi salah satu layanan BPJS ketenagakejaan untuk wilayah selatan nantinya,” tandasnya.
Bupati berharap kehadiran KCP BPJS Ketenagakerjaan di Bantaeng ini akan memperpendek jarak layanan dan sekaligus mempermudah layanannya kepada para peserta layanan khususnya jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan hari tua serta layanan sektor jasa konstruksi. (F.568)R.26

WATAMPONE RAYA : KADO HUT BULUKUMBA KE-54 DARI GUBERNUR SULSEL



PERINGATAN Hari Jadi Kabupaten Bulukumba Ke-54 pada Selasa, 4 Februari 2014, menjadi sangat istimewa. Pasalnya, Gubernur Sulsel, Dr Syahrul Yasin Limpo, meresmikan beberapa proyek sebagai kado HUT Bulukumba senilai Rp 46,1 miliar.
Kasubag Humas Pemkab Bulukumba, Asrul Sani, mengatakan, peresmian sejumlah proyek fisik tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur, di antaranya proyek jalan dan jembatan yang bersumber dari penggunaan jalan laston, pembetonan dan perkerasan jalan serta pembangunan jembatan di beberapa wilayah di Bulukumba.
Selain itu pada kesempatan tersebut Gubernur Sulsel juga meresmikan pembangunan Kantor Camat Ujung Bulu dan Herlang. Masing-masing menelan anggaran Rp 800 juta, termasuk jalan lingkar di depan Gedung Islamic Centre yang nilai anggarannya mencapai Rp 2 miliar, pusat perbelanjaan Mall Mega Zanur, dan Hotel Agri. “Sekaligus pelepasan satu kontainer ekspor kayu bahan jadi hasil produksi PT Zanur Hijau Lestari,” ujar Asrul.
Dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulukumba tahun 2014 ini agak sedikit berbeda di mana pada puncak acara dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara juga dimeriahkan dengan pawai kendaraan hias yang temanya disesuaikan dengan momen Hari Jadi Bulukumba dan Maulid Nabi.
Sementara itu, Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, menjelaskan, di usianya ke-54 Kabupaten Bulukumba mendapat banyak kado istimewa. Betapa tidak, kabupaten yang berjuluk Butta Panrita Lopi ini berhasil mengantongi sejumlah penghargaan sebagai kabupaten berprestasi. “Tahun 2013 lalu kita berhasil meraih predikat tertinggi dalam hal akuntabilitas kinerja keuangan yaitu WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Predikat WTP tersebut diraih pada September 2013 setelah Pemkab Bulukumba berhasil menyelesaikan sejumlah kendala terkait laporan keuangan daerah. Pemkab Bulukumba juga sukses meraih penghargaan piala adipura selama dua tahun berturut-turut,” urai Bupati yang berlatar belakang pengusaha sukses ini.
Selain WTP dan Adipura, lanjut Zainuddin, Pemkab Bulukumba juga berhasil meraih penghargaan dengan LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) terbaik di tahun 2013. “Karena penghargaan itu kita mendapat hadiah dana insentif daerah sebesar Rp 22 miliar, karena berhasil meraih predikat WTP”.
Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DKPD) Bulukumba, Andi Mappewali, menambahkan, Bulukumba juga mencatat peningkatan APBD secara signifikan di tahun 2014 yang mencapai Rp 1.020 triliun, sementara pada tahun 2013 silam, APBD Bulukumba hanya mencapai lebih dari Rp 42 miliar.
Bupati Zainuddin Hasan menjelaskan, tahun ini Pemkab Bulukumba akan lebih banyak melanjutkan pembenahan untuk desa-desa khususnya untuk infrastruktur pembangunan jalan, pemeliharaan rutin jalan, pemeliharaan jembatan, serta pembangunan talud dan platducker, termasuk di antaranya pembenahan irigasi desa dan pembangunan pintu-pintu air untuk menghijaukan lahan-lahan pertanian. “Dalam hal ini kita juga telah mencanangkan pembangunan kota tepian pantai yang disebut dengan Water Front City, yang memuat sejumlah aktifitas ekonomi masyarakat, kawasan tersebut di kawasan pantai Merpati,” kata Bupati Bulukumba. (F.568)R.26

WATAMPONE RAYA : BUPATI BANTAENG DUKUNG PROGRAM GURUKU PANUTANKU



PROGRAM Guruku Panutanku yang terus disosialisasikan di beberapa daerah dan kerja sama dengan Universitas Negeri Makassar, mendapat dukungan penuh dari Bupati Bantaeng, H M Nurdin Abdullah. Setiap sekolah di Bantaeng mengirim tiga hingga lima orang guru untuk mengikuti kegiatan sosialisasi yang dihadiri langsung oleh Bupati Nurdin Abdullah dan Wakilnya, H M Yasin, beserta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Prof Syamsul Alam.
“Kita sangat mendukung program ini (Guruku Panutanku) karena manfaatnya sangat besar sekali untuk masa depan pembangunan bangsa,” ungkap Bupati Bantaeng, Prof Dr H M Nurdin Abdullah, saat menghadiri proses presentasi pelaksanaan program guru panutanku bertempat di Balai Kartini Bantaeng.
Menurut Bupati Bantaeng, program Guruku Panutanku menjadi penting untuk diikuti dalam rangka mendorong proses belajar mengajar yang berkarakter agar tidak ada lagi guru yang mendidik dengan kekerasan, memberi rasa trauma terhadap murid, tapi betul-betul menjadi panutan yang memahami kelebihan serta kekurangan murid.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Bantaeng dua periode ini berjanji akan turut memberikan hadiah bagi guru yang berhasil dan bisa dibawa melihat kemajuan Jepang dalam hal bidang pendidikan. “Pemenangnya akan saya bawa ke Jepang,” janji Bupati Bantaeng. (F.568)R.26

WATAMPONE RAYA : WARTAWAN MITRA PEMERINTAH


Muh Sabir Syur SSos,

 KASUBAG Humas Kabupaten Sinjai, Muh Sabir Syur SSos, punya misi siap menyatukan mitra baik wartawan harian maupun wartawan mingguan dan bulanan. Sebelumnya Pak Sabir (nama sapaan akrabnya) tugas di Dinas Perindag lalu dimutasi ke Sekretariat Daerah  sebagai Kasubag Humas.
Menurut Sabir, saat ditemui Mustafa dari FAKTA di ruang kerjanya bahwa pers/wartawan adalah mitra dari Pemerintah Kabupaten Sinjai. Maju-mundurnya suatu daerah tidak terlepas dari peran serta insan pers di daerah tersebut. “Jadi, sudah seharusnya kita sebagai pemerintah maupun masyarakat pada umumnya, terutama masyarakat Kabupaten Sinjai, merasa berterima kasih karena tanpa melalui media cetak maupun elektronik Kabupaten Sinjai tidak mungkin dikenal di wilayah Indonesia dan di seluruh dunia. Maka, pentingnya yang dikatakann pers/wartawan adalah salah satu pelopor bangsa dalam memberikan informasi kepada masyarakat luas.
Pak Sabir memang sudah lama dikenal sebagai sosok yang ramah baik di tingkat SKPD maupun di kalangan masyarakat Sinjai. “Kita sebagai aparatur pemerintah, sebagai abdi masyarakat, harus terbuka terhadap awak media karena awak media membutuhkan informasi dari pemerintah dan begitu juga sebaliknya,” ungkapnya. (F.507)R.26