Thursday, May 15, 2014

SURABAYA RAYA : TANTANGAN BAGI ADVOKAT LULUSAN PERADI 2014

PESERTA ujian Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) yang lulus pada bulan Maret 2014, kini harus menghadapi tantangan berat.  Sebab, untuk disumpah menjadi advokat, mereka sedikitnya harus menangani 3 perkara pidana dan 6 perkara perdata selama magang 2 tahun.
Beruntunglah lulusan tersebut yang magang pada pengacara/advokat yang laris-manis menangani perkara pidana dan perdata. Maka, tak heran saat ini para lulusan calon advokat tahun 2014 berlomba mencari advokat senior yang bonafit dan profesional untuk bisa bergabung alias magang. Tak terkecuali, Jeffry Nicolas Simatupang SH MH yang memilih magang di Kantor Advokat “Yudiwibowo & Partners” berlokasi di kawasan Kedungdoro, Surabaya. Sebelum ujian Peradi, Jeffry sudah sering ke kantor tersebut, begitu juga setelah lulus ujian. Memang, diakui  Jeffry bahwa  Advokat Yudiwibowo ikut andil atas kelulusannya. Sebab Yudi selalu memberi masukan-masukan berharga jauh sebelum ujian dilaksanakan. Tidak ada salahnya, kata Jeffry, jika Yudi dianggap sebagai Guru Besarnya. “Saya ini angkatan ke-7 magang di Kantor Advokat Yudiwibowo & Partners. Angkatan pertama hingga angkatan ke-7 selalu lulus dalam ujian Peradi. Tidak ada yang mengulang,” tutur Jeffry yang bersyukur kepada Tuhan, serta berterima kasih kepada kedua orangtua dan Felyana Yunita SH MKn (CD), calon isteri yang selalu memberi support ketika dia menempuh ujian Peradi.
Perlu dicatat bahwa dia lulus ujian Peradi juga tidak lepas dari membaca buku panduan yang dibeli di sebuah toko buku kondang berjudul “Kiat Sukses Menghadapi Ujian Advokat”, selain juga belajar relatif lama, bukan belajar dadakan. Apalagi mendapat bimbingan dari seniornya di tempat ia magang. Tak kalah pentingnya, sebelum hari “H” ujian Peradi, dia selalu mengikuti try out (pelatihan) yang diadakan di kampus Unitomo dan Ubaya, dengan biaya yang relatif tidak mahal. “Kita ini kan belum menjalankan praktek, tentu saja Panitia Ujian Peradi juga mengerti tentang besarnya biaya try out,” ungkap Jeffry yang dikawal ketat oleh wanita bertubuh langsing. Jeffry berterus terang bahwa wanita yang setia mengawalnya itu adalah pacarnya yang dalam waktu dekat dinikahinya. Persisnya, nanti pada bulan September 2014.
Sambil menunggu hari pernikahannya, kini sang pacar, Felyana Yunita SH MKn (CD), juga magang pada Kantor Notaris Prof Dr Lanny Kusumawati Dra SH MHum, di Jalan Pahlawan, Surabaya. Itu berarti kedua insan ini sama-sama magang untuk meraih gemilangnya masa depan. Dijelaskan Jeffry bahwa sebenarnya ia ingin mengikuti ujian advokat beberapa tahun silam ketika dirinya sudah menyandang S1 Sarjana Hukum.  Akan tetapi ketika itu umurnya belum mencapai 25 tahun yang menjadi persyaratan untuk menjadi advokat. “Meskipun lulus, tidak boleh mengikuti sumpah karena belum cukup umur,” ungkapnya usai melihat pengumuman kelulusan ujian Peradi sebanyak 125 peserta dari 528 peserta di seluruh Jawa Timur yang diselenggarakan di Surabaya beberapa waktu lalu.
Dan, ketika lulus ujian Peradi itulah usianya sudah mencapai  25 tahun yang sebentar lagi harus disumpah dan dilantik menjadi advokat bersama 125 advokat lainnya. Untuk tidak menyia-nyiakan waktu terbuang percuma menunggu usia 25 tahun, Jeffry mengambil program S2 hukum dan kini sudah menyusun tesis berjudul “Alat Bukti Elektronik Sebagai Alat Bukti Yang Berdiri Sendiri Dalam Hukum Acara Pidana Di Indonesia”. (Tim) majalah fakta online
Jeffry Nicolas Simatupang SH MH (kanan) bersama
Advokat Dr Ir Yudiwibowo Sukinto SH MH (tengah
)

No comments:

Post a Comment